Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Pendidikan

Visi dan Misi Penyuluh Kehutanan

Visi dan Misi Penyuluh Kehutanan

Visi dan Misi Penyuluh Kehutanan

         Hutan semakin lama, semakin di eksploitasi oleh manusia karena kurangnya kesadaran dan pemahaman mereka tentang hutan, bagaimana cara mengelola yang baik, cara merawat, dan lain sebagainya. Seiring berjalannya waktu, hutan dari waktu ke waktu menjadi berkurang bahkan berjalan ke ambang kritis sehingga harus di lakukan perbaikan kepada hutan itu. Sehingga pemerintah memikirkan membuat dan mengatur orang-orang yang harus bersiap sebagai penyuluh dalam hutan yang bias mengajar masyarakat tentang bagaimana tata kelola hutan yang baik dan benar.

         Sejalan dengan perkembangan peraturan perundang-undangan kehutanan, otonomi daerah dan kebijakan Departemen Kehutanan, semunya mulai bermunculan, maka mereka menciptakan suatu visi penyuluhan kehutanan, yaitu:      “Terwujudnya Masyarakat Mandiri Berbasis Pembangunan Kehutanan”
Masyarakat mandiri berbasis pembangunan kehutanan mengandung arti bahwa masyarakat telah memiliki kelembagaan yang kuat, kemampuan dan kemandirian secara ekonomi lingkungan dan sosial dengan berbasis kepada sumber daya hutan dan lahan lingkungan yang lestari, serta pemahaman fungsi dan manfaatnya sebagai penyangga kehidupan, sehingga berpartisipasi aktif dalam pelestarian sumber daya hutan dan pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai).

         Dalam rangka mewujudkan visi yang telah ditetapkan tersebut, maka misi penyuluhan kehutanan adalah sebagai berikut :

  1. Memantapkan dan mengembangkan kelembagaan penyuluhan kehutanan.
  2. Memberdayakan masyarakat berbasis pembangunan kehutanan.

         Untuk mewujudkan visi dan misi Penyuluhan kehutanan, maka kebijakan penyuluhan kehutanan adalah sebagai berikut :

  1. Peningkatan fungsi dan peran lembaga penyuluhan kehutanan pada  pemerintah, dunia usaha dan kelompok masyarakat.
  2. Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM penyuluh.
  3. Peningkatan metode dan materi penyuluhan kehutanan.
  4. Peningkatan sarana dan prasarana penyuluhan kehutanan.
  5. Peningkatan peran (regulasi, fasilitasi, supervisi) lembaga Pemerintah dalam penyelenggaraan penyuluhan kehutanan.
  6. Peningkatan peran Dunia Usaha dalam penyelenggaraan penyuluhan kehutanan.
  7. Peningkatan peran masyarakat dalam pembangunan kehutanan.
  8. Tujuan dan Fungsi Penyuluhan Kehutanan

         Tujuan adalah penjabaran visi dan misi, dan merupakan hal yang akan dicapai atau dishasilkan oleh organisasi/perusahaan. Tujuan usaha berupa target yang bersifat kuantitatif dan merupakan pencapaian ukuran keberhasilan kinerja perusahaan. Dalam merumuskan tujuan harus bersikap SMART, yaitu specific, measurable, action-oriented, realistic, dan timely, atau spesifik/khusus, bisa diukur, memiliki orientasi pada tindakan, realistis, serta ada jelas penentuan waktu.

         Mosher (1966), mengemukakan bahwa kegiatan penyuluhan atau pendidikan pembangunan merupakan salah satu factor pelancar yang tidak boleh dilupakan. Berkaitan dengan fungsi penyuluhan sebagai jembatan antara dunia penelitian dan praktek kegiatan yang dilakukan oleh petani, penyuluhan tidak sekedar proses penyampaian informasi dan umpan baliknya yang disampaikan oleh masyarakat desa hutan. Tetapi para penyuluh kehutanan t erlebih dahulu harus melakukan analisis bahkan harus pula melakukan pengujian-lokal terhadap semua inovasi tersebut, untuk kemudian memilih inovasi dan informasi yang tepat dan layak disampaikan kepada masyarakat sasaran di wilayah kerjanya masing-masing.

Dengan kata lain, kegiatan penyuluhan kehutanan tidak hanya memerlukan syarat “keterampilan penyuluh”, tetapi setiap penyuluh juga perlu menyiapkan dirimereka sebagai “ahli penyuluhan yang senatiasa mengembangkan metoda dan daya analisis terhadap setiap inovasi dan informasi yang dihasilkan oleh para peneliti.

Soedarsono Hadi Sapoetro (1970 dan 1978) dengan jeli menunjukkan kunci pentingnya penyuluhan di dalam proses pembangunan pertanian dalam arü luas termasuk penyuluhan kehutanan. Beliau mengungkapkan kenyataan bahwa, pelaksana utama pembangunan adalah petani-petani kecil yang umumnya termasuk golongan ekonomi lemah, baik lemah dalam permodalan, lemah pengetahuan dan keterampilannya, lemah dalam hal peralatan dan teknologi yang diterapkan, serta seringkali juga lemah dalam semangatnya untuk maju dalam arti mencoba dan menerapkan hasil-hasil penelitian bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi usahanya.

sumber :

 

Categories:
Pendidikan
You Might Also Like