Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Pendidikan

 Teori Pertumbuhan dan Perkembangan

 Teori Pertumbuhan dan Perkembangan

 Teori Pertumbuhan dan Perkembangan

 Teori Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan yang luasa mengenai perkembangan kiranya dapt diperoleh dengan memperhatikan pendapat-pendapat ataupun teori-teori dari ahli psikologi perkembangan, teori-teori ini dapat memberikan kontribusi ataupun manfaat untuk menjadikannya sebagi landasan atau dasar-dasar untuk memajukan dan mendorong bagi perbaikan dan penyempurnaan dalam bidang pendidikan.

1.        Teori Nativisme

Nativisme (nativism) adalah sebuah doktrin filosofis yang berpengaruh besar terhadap aliran pemikiran psikologis. Tokoh utama aliran ini bernama Arthur Schopenhauer (1788-1860) seorang filosof Jerman. Para penganut aliran ini berpendapat atau berkeyakinan bahwa perkembangan manusia itu hanya ditentukan oleh pembawaannya, sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa.[10]
Sebagai contoh, jika sepasang orangtua ahli musik, maka anak-anak yang mereka lahirkan akan menjadi pemusik pula. Harimau pun hanya akan melahirkan harimau, tak akan pernah melahirkan domba. Jadi, pembawaan dan bakat orangtua selalu terpengaruh mutlak terhadap perkembangan kehidupan anak-anaknya.
2.        Teori Empirisme
Toko utama teori ini adalah John Locke (1632-1704). Doktrin aliran empirisme yang amat masyhur adalah “tabul rasa”, sebuah istilah bahasa latin yang berarti batu tulis kosong atau lembaran kosong (blank slate).[11]
Doktrin ini menekankan arti penting pengalaman, lingkungan, dan pendidikan, sehingga perkembangan manusia pun semata-mata bergantung pada lingkungan dan pengalaman pendidikannya. Dalam hal ini, para penganut empirisme menganggap setiap anak lahir dalam keadaan kosong, tak punya kemampuan dan bakat apa-apa. Hendak menjadi apa seorang anak kelak bergantung pada pengalaman atau lingkungan yang mendidiknya.
3.        Teori Konvergensi
Aliran konvergensi (convergence) merupakan gabungan antara aliran empirisme dengan aliran  nativisme. Aliran ini menggabungkan arti pentinng hereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai faktor-faktor yang berpengaruhdalam perkembangan manusia. Tokoh utama konvergensi bernama Louis William Stern (1871-11938), seorang filosof dan psikolog Jerman.
Para penganut aliran kovergensi berkeyakinan bahwa baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan andilnya sama besar dalam menentukan masa depan seseorang. Jadi, seorang peserta didik yang lahir dari keluarga santri atau kiyai, umpamanya, kelak ia akan menjadi ahli agama apabila ia dididik di lingkungan pendidikan keagamaan.[12]
baca juga :
Categories:
Pendidikan
You Might Also Like