Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Pertanian

Pengelolaan Pakan

Pengelolaan Pakan

Table of Contents

Pengelolaan Pakan

Pakan Alami

pakan alami yang diberikan kepada larva udang vannamei adalah fitoplankton dan zooplankton. Beberapa jenis fitoplankton yang digunakan untuk makanan larva udang adalah Skeletonema costatum, Tetraselmis chuii, Chaetoceros calcitrans. Sedangkan nauplius artemia merupakan zooplankton yang banyak diberikan pada larva udang. Hal ini dikarenakan nauplius artemia banyak mengandung nilai nutrisi yang dibutuhkan oleh larva udang.

Pemberian pakan alami berupa Chaetoceros diberikan mulai dari stadia zoea 1 sedangkan pada stadia naupli belum diberikan pakan, karena pada stadia ini larva udang putih vannamei masih memanfaatkan kuning telur sebagai pensuplai makanan. pada stadia naupli belum memerlukan makanan karena masih mempunyai cadangan makanan berupa egg yolk selama 36 – 72 jam. Stadia zoea larva udang vannameii diberi makanan skeletonema sp., chaetoceros sp., dan  Thalassiosira.

pemberian algae berupa Chaetoserros dan Thallasiosiosirra pada stadia naupli diberikan sebanyak 60.000 sel/ml, stadia zoea 1 sebanyak 80.000 sel/ml, pada stadia zoea 2 diberikan sebanyak      80.000 – 100.000 sel/ml, stadia zoea 3 – mysis 1 diberikan sebanyak 100.000 sel/ml, dan pada stadia mysis 2 – 3 diberikan sebanyak 80.000 sel/ml.

Dalam melakukan kultur artemia sebelumnya menentukan banyaknya artemia yang dibutuhkan sebagai pakan larva, setelah itu dilakukan kultur cyste artemia dengan menebarkan cyste artemia dan memberikan aerasi yang kuat dalam tank kultur untuk mempercepat penetasan. Setelah cyste menetas dilakukan pemisahan antara cangkang artemia dengan naupli artemia, kemudian dilakukan pemanenan artemia

pemberian pakan artemia dilakukan enam kali dalam satu hari yaitu pada pukul 00.00, 04.00, 08.00, 12.00, 16.00, dan 20.00. Greece dan Fox (2000), menyatakan bahwa naupli artemia yang baru menetas diberi aerasi baru diberikan untuk larva. . Hal ini dilakukan agar naupli dalam penampungan sementara tetap dalam kondisi hidup. Selanjutnya naupli artemia diberikan menggunakan beacker glass dengan cara ditebarkan secara merata.

  1. Pakan Buatan

kriteria pakan buatan yang berkualitas baik adalah sebagai berikut:

  1. Kandungan gizi pakan terutama protein harus sesuai dengan kebutuhan ikan
  2. Diameter pakan harus lebih kecil dari ukuran bukaan mulut ikan
  3. Pakan mudah dicerna
  4. Kandungan nutrisi pakan mudah diserap tubuh
  5. Memilki rasa yang disukai ikan
  6. Kandungan abunya rendah
  7. Tingkat efektivitasnya tinggi

pakan buatan yang biasa diberikan untuk larva udang vannamei adalah pakan dalam bentuk bubuk, cair dan flake (lempeng tipis) dengan ukuran partikel sesuai dengan stadianya. Kadungan nutrisi pada pakan buatan larva udang vannamei terdiri dari protein minimum 40 % dan lemak maksimum 10 %. kandungan nutrisi pada pakan buatan larva udang vannamei terdiri dari protein 28 – 30 %, lemak 6 – 8 %, serat (maksimal) 4 %, kelembaban (maksimal) 11 %, kalsium (Ca) 1,5 – 2 %, dan fosfor (phosphorus) 1 – 1,5 %.

Pakan buatan yang akan diberikan sebelumnya disaring menggunakan saringan berukuran 10 – 80 mikron. Pakan diberikan sampai pada stadia zoea 3. Pada stadia mysis Pakan buatan diberikan dengan cara disaring menggunakan saringan berukuran 50 – 150 mikron, Pakan buatan yang diberikan pada stadia PL 1 – PL 8 sebelumnya disaring menggunakan saringan berukuran 200 – 300 mikron, sedangkan pada stadia PL 9 sampai dengan panen sebelumnya disaring menggunakan saringan dengan ukuran  300 – 500 mikron

Baca juga:

  1. Kegiatan Pemeliharaan Larva
  2. Fasilitas Pemeliharaan larva
  3.  Jenis-jenis  Batuan Beku
  4. Batuan Beku
Categories:
Pertanian
You Might Also Like