Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Pendidikan

Pengaruh Uang Terhadap Harga Barang dan Jasa

Pengaruh Uang Terhadap Harga Barang dan Jasa

Pengaruh Uang Terhadap Harga Barang dan Jasa

Keterkaiatan uang dan suku bunga dan keterkaitan antara uang dan kegiatan ekonomi sektor riil sebenarnya menggambarkan peranan uang dalam mempengaruhi perkembangan kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Perkembangan ekonomi tercemin pada perkembangan permintaan agregat (aggregate demand atau Permintaan agregat adalah keseluruhan permintaan terhadap barang & jasa oleh pengguna dalam ekonomi) masyarakan akan semua barang dan jasa yang diproduksi dalam sebuah mekanisme perekonomian.

Kegiatan produksi tentu harus didukung oleh kapasitas ekonomi yaitu kondisi yang mencerminkan ketersedian sumber daya yang mencukupi seperti bahan baku,tenaga kerja,dan teknologi. Dalam ilmu ekonomi makro kondisi ini dikenal dengan penawaran agregat (Penawaran Agregat atau aggregate supply adalah jumlah barang dan jasa akhir perekonomian, yang diminta pada berbagai tingkat harga yang berbeda). Berbeda dengan permintaan agregat yang dapat dirubah dalam jangka pendek,penawaran agregat relatif sulit untuk berubah dalam waktu jangka pendek. Hal ini disebabkan karena perubahan penawaran agregat lebih terkait pada struktur dan perkembangan perekonomian.

Permintaan agregat, idealnya harus sama denganpenawaran agregat. Apabila permintaan agregat tidak sama dengan penawaran agregat, maka diperlukan penyesuaian kegiatan ekonomi agar terjadi kesesuaian (keseimbangan) penyesuaian itu berakibat pada perubahan harga barang dan jasa. Permintaan agregat yang melebihi penawaran agregat akan mendorong kenaikan harga barang dan jasa.

Apabila disimpulkan, perubahan jumlah uang yang beredar akan mempengaruhi perkembangan harga. Kecenderungan kenaikan harga secara terus-menerus (inflasi), terjadi apabila penambahan jumlah uang bererdar melebihi kebutuhan yang sebenarnya. Formulasi sederhananya “jumlah uang beredar bertambah, harga barang-barang naik”.

Inflasi disebut juga fenomena moneter karena sangat dipengaruhi perkembangan uang beredar. Namun dalam teori strukturalis dinyatakan bahwa inflasi dalam jangka panjang disebabkan oleh adanya kekakuan struktur perekonomian di negara berkembang.

Inflasi di indonesia pada paruh waktu pertama dekade 1960-an, adalah contoh inflasi sebagai fenomena moneter . pada saat itu inflasi yang mencapai 600% disebabkan oleh pencetakan uang yang berlebihan. Akibatnya kenaikan harga melonjak sangat tajam.

Lalu pada tahun 1998 terjadi kelangkaan dana di perbankan akibat penarikan dan secara besar-besaran oleh masyarakat. Bersamaan dengan melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS, melemah pula kepercayaan masyarakat terhadap rupiah. Untuk mengatasi hal itu, bank Indonesia menyuntikan dana kepasar dalam jumlah besar dalam beberapa waktu. Akibatnya terjadi inflasi beberapa waktu kemudian. Setelah pertumbuhan uang beredar mereda inflasi kembali melemah. Inflasi seperti ini juga contoh fenomena moneter.

Namun lonjakan harga sesaat setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak, tarif dasar listrik, atau tarif angkutan, juga kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan upah minimum Regional merupakan contoh inflasi sebagai fenomena Structural.

sumber ;

 

https://daftarpaket.co.id/seva-mobil-bekas/

Categories:
Pendidikan
You Might Also Like