Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Pendidikan

Metropolitan

Metropolitan

Metro (mater, mather, induk), jadi suatu wilayah dapat diidentifikasi sebagai wilayah metropolitan berdasarkan adanya satuan wilayah perkotaan yang terdiri dari satu atau lebih kota induk beserta beberapa kota  satelit  di  sekitarnya,  yang  saling  berhubungan  membentuk satu kesatuan social, ekonomi, dan ekologi perkotaan. Contoh wilayah metropolitan adalah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi),   Surabaya   Raya   yang   dikenal   dengan   sebutan   Gerbang Kertosusilo (Gersik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, sidoarjo, dan Lamongan

  1. Pengelolaan

Satuan   wilayah   ini   ditentukan   berdasarkan   suatu   hukum,   seperti undang-undang atau lainnya, menjadi yurisdiksi, dan atau wilayah “kewenangan” dan tanggung jawab pengelolaan, untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya adalah wilayah administratif pemerintah daerah (pemda), wilayah otorita, daerah khusus, dan lain-lain.

  1. 8.Dasarlainnya

Regionalisasi atau pewilayahan yang merupakan paradigm baru diperkenalkan oleh the Habibie Center, Departemen kelautan dan Perikanan, dan Dewan Maritim Indonesia, yakni paradigma wilayah benua maritime. Inti paradigm ini memandang wilayah Negara kepualauan sebagai satu benua, karena dilihat dari sejarah geologinya berjuta tahun sebelum es mencair menjadi laut, pulau-pulau tersebut merupakan satu benua yang tidak terpisah-pisah (gondwana). Karena

baac juga :

Pendidikan

Adhoc

Adhoc

Adalah penentuan region berdasarkan salah satu kesamaan karakter yang dimiliki oleh bagian tertentu dari permukaan bumi yang bersifat   relative/tidak   tetap   atau   sementara,   karena   ada   peristiwa tertentu  atau  untuk  tujuan  tertentu..  Suatu  daerah  dapat  dianggap sebagai satu region oleh hanya satu atau lebih kesamaan bahkan kesamaan tersebut dapat diciptakan untuk maksud tertentu. Contoh regionalisasi berdasar azas adhoc adalah region endemic flu burung, region A dan B yang berbeda secara administrative dapat menjadi satu region  karena  keduanya  sama-sama  terjangkit  flu  burung.  Contoh lainnya adalah region pemilihan dalam pemilihan umum. Penentuan suatu daerah pemilihan ditentukan atas dasar kepentingan kemudahan koordinasi dan manajemen pemilu. Setelah pemilu selesai regionalisasi tersebut   selesai.   Hanya   saja   regioanlisasi   secara   adhoc   ini   tidak selamanya bersifat sementara seperti dalam contoh penentuan daerah pemilu, tetapi dapat bersifat tetap meskipun aspek yang menjadi dasar regionalisasi hanya bersifat relative.

  1. 5.Nodal

Suatu wilayah/region dapat diidentifikasi sebagai suatu satuan wilayah yang terbentuk karena adanya  jaringan interaksi antar pusat- pusat  kegiatan, dalam hal  produksi, distribusi, dan pelayanan.  Dalam konsep geografi, nodal biasa digunakan untuk menggambarkan system kota-kota  atau  system  pusat-pusat  permukiman.  Dalam  system  ini, pusat-pusat  kegiatan  mempunyai  hierarkhi,  orde,  atau  eselon  (Son Diamar dalam Jacub Rais, 2004).

sumber :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/

Pendidikan

Similarity

Similarity

Azas similarity atau azas kesamaan, ada yang menyebutnya sebagai azas  homoginity  adalah  suatu  dasar  untuk  menentukan bahwa  suatu bagian   permukaan   bumi   dinyatakan   sebagai   suatu   region   karena memiliki karakteristik yang homogin atau kesamaan tertentu baik secara fisik maupun budaya (kultur). Secara fisik aspek yang menjadi ciri khas kesamaan dapat berupa letak geografis, fisiografis (bentuk lahan, jenis tanah, geologis), klimatologis, keterkaitan dengan kondisi fisiografis dengan daerah lain. Kesamaan secara kultur dapat berupa mata pencaharian, adat istiadat, latar belakang sejarah, ideologis, tingkat peradaban, dan lain-lain. Kedua aspek similaritas ini dapat berlaku secara sendiri-sendiri dan dapat pula secara komplementar. Region yang terwujud karena  similaritas komplementer biasanya soliditasnya  lebih kuat.   Kesamaan secara fisik saja tidak cukup untuk dianggap sebagai region yang solid, karena banyak bukti menunjukkan banyak wilayah- wilayah di permukaan bumi ini yang secara  fisik sebagai satu  region tetapi defacto menjadi tidak satu region.

  1. 3.Functionality

Suatu bagian permukaan bumi dapat  dinyatakan sebagai sebuah region karena memiliki kesamaan fungsi. Suatu daerah memiliki fungsi tertentu bila dikaitkan dengan daerah lainnya. Fungsi tersebut muncul karena adanya perbedaan potensi fisik, budaya atau perpaduan antara fisik dan budaya. Suatu daerah dapat dinyatakan sebagai penghasil tembakau,  pengimpor  beras,  pengekspor  minyak,  dan  lain-lain.  Di daerah perkotaan ada daerah yang disebut pusat kota, pusat bisnis, dan lain-lain.  Penamaan  tersebut  karena  secara  sistemik,  terdapat  daerah yang menghasilkan suatu komoditi dan ada daerah yang mengkonsumsi komoditi.  Demikian  pula  bagian  dari  wilayah  kota,  ada  yang  tidak menjadi pusat, ada daerah kota yang tidak berfungsi sebagai pusat bisnis

sumber :

https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/

Teknologi

Oppo kembangkan sendiri chip untuk ponselnya

Oppo kembangkan sendiri chip untuk ponselnya

Oppo kembangkan sendiri chip untuk ponselnya

Mengikuti jejak produsen lain ponsel pintar, seperti Samsung, Apple maupun Huawei

, Oppo berencana untuk merilis chipset mobile yang dirancang sendiri.

Dikutip dari GSM Arena, Jumat, prosesor itu akan digunakan untuk perangkat terbaru Oppo pada masa depan.

Berdasarkan merek dagang yang diajukan ke EUIPO

(Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa), chip Oppo tersebut akan dinamai Oppo M1.

Baca juga: OPPO ungguli Samsung di segmen ponsel kelas menengah

Oppo dikabarkan telah merekrut insinyur dari perusahaan chipset Speadtrum

dan MediaTek untuk bekerja dalam pembuatan chip M1.

Namun, Oppo belum buka suara soal prosesor tersebut. Oppo diperkirakan akan mengungkap lebih banyak informasi mengenai chipset itu pada 2020 dalam gelaran pameran teknologi Mobile World Congress (MWC) 2020.

 

Baca Juga :

Teknologi

Fujifilm luncurkan kamera digital mirrorless X-Pro3

Fujifilm luncurkan kamera digital mirrorless X-Pro3

Fujifilm luncurkan kamera digital mirrorless X-Pro3

Fujifilm meluncurkan kamera generasi X-series yaitu Fujifilm X-Pro3 yang merupakan penerus dari Fujifilm X-Pro2 yang diluncurkan pada Maret 2016.

“Kami tidak pernah berhenti menciptakan inovasi yang melebihi ekspektasi publik serta meningkatkan pengalaman para fotografer dalam merasakan kemurnian fotografi di setiap bidikan gambar yang diambil melalui teknologi lanjutan hybrid viewfinder,” ujar Presiden Direktur PT Fujifilm Indonesia, Noriyuki Kawakubo, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Dikemas dalam bodi titanium untuk bagian eksterior, X-Pro3 menggunakan sensor 26.1MP

“X-TransTM2 CMOS 4” dan mesin pemrosesan gambar “X-Processor 4,” yang pertama kali digunakan di FUJIFILM X-T3, kemudian FUJIFILM X-T30.

Baca juga: Fuji GFX 100MP, mirrorless dengan stabilisasi gambar build-in

Baca juga: Fujifilm hadirkan kamera Fujifilm XF10

Dengan menggunakan kombinasi tersebut, disertai firmware baru, AF phase detection bekerja dengan pencahayaan -6EV, yang berarti kamera mampu bekerja dalam keadaan yang hampir gelap.

Hybrid Viewfinder lanjutan yang terdapat dalam X-Pro3 menggunakan panel EL organik beresolusi tinggi 3,69 juta titik.

Kamera X-Pro3 juga menghadirkan CLASSIC Neg Film Simulation

yang mensimulasikan film warna negatif yang biasanya digunakan untuk foto sehari-hari.

Kamera X-Pro3 juga dilengkapi berbagai aksesoris opsional seperti BLC-XPRO3 leather case dan MHG-XPRO3 hand grip. BLC-XPRO3 leather case memamerkan desain klasik X-Pro3 yang elegan sambil melindungi tubuh kamera.

Sedangkan MHG-XPRO3 hand grip meningkatkan handling kamera,

terutama saat menggunakan lensa aperture yang lebih besar.

sumber :

https://duniapendidikan.co.id/seva-mobil-bekas/

Teknologi

AMSI gelar IDC 2019 untuk bangun ekosistem digital

AMSI gelar IDC 2019 untuk bangun ekosistem digital

AMSI gelar IDC 2019 untuk bangun ekosistem digital

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) akan menggelar Indonesia Digital Conference (IDC) 2019 untuk membangun ekosistem digital yang diperlukan untuk masa depan.

“Dalam zaman digital, semua yang dulu tidak mungkin bisa menjadi mungkin berkat lompatan teknologi dan inovasi. Bisa jadi, antarperusahaan yang dulu bersaing sengit, justru harus bergandengan mesra, berkolaborasi, berorkestrasi agar bisa tumbuh, berkembang dan maju bersama-sama,” tutur Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut di Jakarta, Senin.

IDC 2019, ujar dia, merupakan ajang yang digagas para pengurus AMSI untuk memberi wadah saling bertukar pengalaman, gagasan, dan strategi bagaimana membangun ekosistem digital yang diperlukan untuk masa depan.

“Ini merupakan agenda tahunan kita dan pada tahun 2019 ini akan dilaksanakan di Djakarta Theater Jakarta Pusat, Kamis 28 November 2019 mendatang,” kata

Sebagai organisasi yang mewadahi perusahaan media siber, AMSI sangat aktif

menggagas dan mendorong terciptanya ekosistem bisnis digital yang sehat, kompetitif, dan menumbuhkan peluang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia, katanya.

Baca juga: Delapan tren teknologi di industri finansial Indonesia
Baca juga: Menristek beberkan strategi pengembangan ekonomi digital

“Salah satu kata kuncinya, adalah selain membuka pasar digital secara terbuka, kita juga membutuhkan regulasi yang fair dan memberi iklim usaha yang sehat dari penyelenggara negara. Bentuknya apa, ini salah satu yang jadi bahasan pokok, bagaimana Indonesia menyiapkan transformasi peradaban digital,” katanya.

Dia menjelaskan, kegiatan IDC 2019 ini mengundang para pengusaha, banker,

start up, pemerintah, media dan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perkembangan bisnis dan dunia digital di Indonesia.

Di tempat yang sama, Ketua penyelenggara IDC 2019, Metta Dharmasaputra mengatakan, Presiden Joko Widodo direncanakan akan membuka ajang yang akan menjadi event tahunan AMSI ini.

Panitia telah menyiapkan empat panel diskusi dengan tema berbeda

. Pembicara yang hadir antara lain pada panel pertama dengan tema “Transformasi Korporasi Menghadapi Industri 4.0” menghadirkan narasumber Dwi Soetjipto (Kepala SKK Migas), Mas’ud Khamid (Direktur Pemasaran Retail Pertamina) dan Andi Kristianto (Ceo Telkomsel Mitra Inovasi).

 

sumber :

https://pengajar.co.id/seva-mobil-bekas/

Pendidikan

Implikasi Globalisasi terhadap Bangsa dan Negara

Implikasi Globalisasi terhadap Bangsa dan Negara

Negara Indonesia sebagai bagian masyarakat global dengan ideologi Pancasila yang terbuka dan sistem politik, ekonomi, sosial-budaya, serta hankam yang dinamis, dalam melaksanakan pembangunan dari tahun ke tahun, merasakan dampak dari perubahan-perubahan dunia yang cepat mendasar. Hal ini tentu saja membawa implikasi pada perencanaan dan pengelolaan pembangunan nasional secara keseluruhan dalam berbagai bidang dan aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Akan tetapi, perubahan-perubahan itu sendiri akan berpengaruh pada perkembangan terhadap teknologi informasi dan komunikasi, ilmu pengetahuan, para cendekiawan dari berbagai disiplin ilmu, pelaku ekonomi dalam dunia usaha, maupun perumus kebijakan di tingkat nasional. Semua perubahan-perubahan tersebut akan berimplikasi pada hal-hal antara lain sebagai berikut :

  1. Perumusan kebijakan di tingkat nasional,

     Bahwa perubahan yang cepat dan kecenderungan tidak menentu serta makin ketatnya persaingan atau kompetisi di berbagai bidang kehidupan, menuntut peningkatan strategi dan langkah-langkah operasionaluntuk penciptaan iklim bagi dunia usaha, aparat birokrasi, perangkat hukum, infrastruktur, penciptaan sumber daya manusia, dan sebagainya yang terus makin meningkat efisiensi dan daya saingnya.

  1. Pelaku ekonomi,

     Bahwa dalam dasawarsa dua ribuan daya saing ekonomi nasional mulai meningkat, kemampuan produksi dan ekspor makin membesar. Untuk itu, diperlukan segala upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan pasar bagi hasil produksi nasional, lewat perbaikan sistem perdagangan internasional dalam kerangka multilateral, regional, dan bilateral.

  1. Pemerintah,

     Yaitu baik pemerintah pusat maupun daerah diharapkan makin memainkan peran sebagai fasilitator, pemberi dorongan dan bimbingan kepada para cendekiawan, tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu serta dunia usaha untuk terus meningkatkan daya saing dalam skala nasional dan global. Kebijakan deregulasi dan debirokratisasi harus dilanjutkan, tanpa menghilangkan campur tangan yang diperlukan, khususnya yang memberikan arah serta dorongan prakarsa, kerativitas, dan partisipasi masyarakat.

  1. Bagi dunia usaha,

     Dituntut untuk lebih luwes, lebih sensitif pada tuntutan pasar, dan lebih jeli mempelajari peluang-peluang yang terbuka dipasar serta menerus meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaannya. Khusus globalisasi ekonomi, menuntut kelincahan dunia usaha dalam kerja sama antarpara pelakunya dan dengan pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan nasional di pasar dunia

Perkembangan yang cepat sebagai pengaruh globalisasi telah membawa implikasi pada teori atau pendekatan diberbagai dan aspek kehidupan. Oleh sebab itu, globalisasi dengan segala implikasinya, hendaknya terus kita upayakan dalam rangka membagun sebuah bangsa dan negara yang mampu berlaku efisien, efektif dan memiliki daya saing global.

sumber :

Pendidikan

Penyesuaian nilai etika

Penyesuaian nilai etika

Berbagai Penyesuaian  kebijakan ekonomi dan pengembangan institusi ini memerlukan pengembangan nilai etika. Dari berbagai nilai luhur yang dimiliki bangsa indonesia perlu diangkat secara eksplisit nilai-nilai sebagai berikut:

1)        Penegakan martabat kemanusiaan dengan pokok menghormati hidup (respect for life).

2)        Menumbuhkan kebebasan sebagai ciri manusia beradap dan mencakup kebebasan mengaktualisasikan diri dengan identitas sendiri dan atas kerangka acuan sendiri; kebebasan beragama, menerima dan memilih informasi, kebebasan berpikir dan mengungkapkan pendapat, kebebasan hidup bermasyarakat menurut kerangka acuan masyarakat itu sendiri; kebebasan berbangsa, bernegara, dan bertanah air yang tegak sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain.

3)   Menegakkan keadilan yang diwujudkan melalui hukum, sehingga peraturan perundang-undangan mencerminkan rasa adil yang hidup dalam masyarkat.

4)   Toleransi yang menghormati hak berbeda pendapat, berbeda agama, berbeda suku, berbeda ras, dan berbeda kelompok. Hak untuk berbeda dalam semangat bersatu.

5)   Solidaritas sosial yang menumbuhkan sikap keadilan sosil dan terwujud dalam jumlah penduduk dibawah garis kemiskinan yang menurun dan kesenjangan di atas garis kemiskinan mengecil.

sumber :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/

Perikanan

Penyesuaian pengembangan institusi

Penyesuaian pengembangan institusi

Penyesuaian kebijakan tentang pembangunan ekonomi memerlukan penyesuaian pengembangan institusi. Pertama adalah pengembangan institusi aparatur pemerintah. Dalam sistem ekonomi pasar dengan perencanaan, peranan pemerintah adalah penting. Namun sifat orientasi kepemerintahan perlu mengalami penyesuaian:

1)      Memberi pelayanan kepada masyarakat ditingkatkan menjadi sifat memberdayakan masyarakat melayani dirinya sendiri.

2)      Kegiatan pemerintah beralih dari pelaksanaan (execution) menjadi pembimbingan (guidance).

3)      Pola kepemimpinan yang ditampuh tidak lagi sentralistis tetapi desentralistis baik ke daerah maupun ke kelompok masyarakat.

4)      Sikap kerja yang beralih dari tindak represif ke arah preventif;

5)      Visi penglihatan untuk melihat proses pembangunan tidak dalam jangka pendek (short term vision) tetapi dalam jangka panjang (long term vision).

Masyarakat plural (pluralisme) adalh ciri masyarakat global. Bangsa Indonesia bersyukur bahwa secara politis kita sudah menganut “Bhineka Tunggal Ika”, sehingga keanekaragaman dalam diri masyarakat seyogianya tidak perlu menjadi masalah. Oleh karena itu, tumbuh kembangnya demokrasi tidak lagi dengan cara kekuasaan yang dimiliki berbagai pihak, termasuk pemerintah, digunakan dalam mengembangkan sumber daya alam, ekonomi, dan sosial dalam proses pembangunan.

Global ekonomi mengakibatkan langkanya modal, lebih-lebih dengan kesempatan pembangunan yang terbuka sekarang akibat berakhirnya perang dingin. Maka, permintaan akan modal melebihi pemasokan modal. Modal “tidak mengenal bendera nasional” dan akan memasuki sektor dan negara yang menghasilkan keuntungan.

sumber :

https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/

Pendidikan

 Ijmak (kesepakatan ulil amri)

 Ijmak (kesepakatan ulil amri)

  1. Pengertian

Ijma’ menurut bahasa, artinya : sepakat, setuju, atau sependapat. Dan menurut ilmu fikih, ijmak artinya, kesatuan pendapat dari ahli-ahli hukum (ulama-ulama fikih) islam dalam satu masalah dalam satu masa dan wilayah tertentu. ijmak tidak boleh bertentangan dengan alquran dan sunah Rasulullah SAW.

Ijmak ada dua macam, yaitu:

  1. Ijmak bayani, adalah pendapat dari para ahli hukum (fikih) yang mengeluarkan pendapatnya untuk menentukan suatu masalah.
  2. Ijmak sukuti, adalah suatu pendapat dari seseorang atau beberapa ahli hukum, tetapi ahli-ahli hukum lainnya tidak membantah.misalnya, semasa hidup nabi, nabi melakukan salat tarawih sebanyak 8 rakaat di zaman Umar Bin Khattab ra. 20 rakaat tidak ada sahabat yang membantah, maka salat tarawih di terima dengan ijmak sukuti.
  1. Kedudukan Ijma’ Sebagai Sumber Hukum

Kebanyakan ulama menetapkan bahwa ijma’ dapat dijadikan hujjah dan sumber hukum islam dalam menetapkan sesuatu hukum dengan nilai kehujjahan bersifat dzhanny. Golongan syi’ah memandang bahwa ijma’ ini sebagai hujjah yang harus diamalkan. Sedang ulama-ulama Hanafi dapat menerima ijma’ sebagai dasar hukum, baik ijma’ qath’iy maupun dzhanny. Sedangkan ulama-ulama Syafi’iyah hanya memegangi ijma’ qath’iy dalam menetapkan hukum.

Dalil penetapan ijma’ sebagai sumber hukum islam ini antara lain adalah :

Firman Allah dalam surat An-Nisa’ ayat 59 :

Artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan rasul-Nya dan Ulil Amri diantara kamu”.

Yang dimaksud “ulil amri” ialah orang-orang yang memerintah dan para ulama. Menurut hadits:

Artinya:

“Ummatku tidak bersepakat atas kesesatan”.

Menurut sebagian ulama bahwa yang dimaksud dengan Ulil Amri fid-dunya, yaitu penguasa, dan Ulil Amri fid-din, yaitu mujtahid. Sebagian ulama lain menafsirkannya dengan ulama.

Ijma’ ini menempati tingkat ketiga sebagai hukum syar’iy, yaitu setelah Al-Qur’an dan as-Sunnah. Dari pemahaman seperti ini, pada dasarnya ijma’ dapat dijadikan alternatif dalam menetapkan hukum sesuatu peristiwa yang di dalam Al-Qu’an atau as-Sunnah tidak ada atau kurang jelas hukumnya.

baca juga ;