Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Pendidikan

Media Pembelajaran

Media Pembelajaran

Media Pembelajaran
Media Pembelajaran

Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing-masing, maka dari itulah kita diharapkan dapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Dengan harapan bahwa penggunaan media akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran.

Adapun dalam memilih media, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. memahami karakteristik setiap media;
  2. sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai;
  3. sesuai dengan metode pengajaran yang digunakan;
  4. sesuai dengan materi yang dikomunikasikan;
  5. sesuai dengan keadaan siswa;
  6. sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan, kemudahan memperoleh media;
  7. sesuai keterampilan guru dalam menggunakannya;
  8. ketersediaan waktu dalam menggunakannya;
  9. sesuai dengan taraf berpikir siswa. (Estrada, dkk, 2010: 9)

1. Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran

Secara garis besar beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu :

  1. Harus adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran. Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran, untuk informasi yang bersifat umum, ataukah sekedar hiburan saja mengisi waktu kosong. Lebih khusus lagi, apakah untuk pembelajaran kelompok atau individu, apakah sasarannya siswa TK, SD, SMP, SMA, atau siswa pada Sekolah Dasar Luar Biasa, masyarakat pedesaan ataukah masyarakat perkotaan. Dapat pula tujuan tersebut akan menyangkut perbedaan warna, gerak atau suara.
  2. Karakteristik Media Pembelajaran. Setiap media pembelajaran mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari keunggulannya, cara pembuatan maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki dalam kaitannya dengan pemilihan media pembelajaran. Disamping itu hal ini memberikan kemungkinan bagi kita untuk menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi.
  3. Alternatif Pilihan, yaitu adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan. Dengan demikian kita bisa menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan dipilih.

Selanjutnya perlu kita ingat bahwa tidak ada satu mediapun yang sifatnya bisa menjelaskan semua permasalahan atau materi pembelajaran secara tuntas.


Sumber: https://appbrain.co.id/

Pendidikan

Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta

Sejarah Gedung

Pertama kali gedung ini dibangun pada tahun 1620 oleh Gubernur Jenderal Jean Peterzoon Coen hingga selesai pada tahun 1626. Pada tahun 1628 dan 1629 saat pasukan Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Mataram menyerang Batavia gedung ini hancur karena terbakar. Pada tahun 1649 baru dilakukan perbaikan kembali. Pada masa pemerintahaan Gubernur Jenderal Joan Van Hoorn gedung ini dibongkar dan dibangun kembali pada tanggal 25 Januari 1707 yang diselesaikan oleh Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck pada tanggal 10 Juli 1710 sampai tahun 1712. Yang berfungsi sebagai “ Stad Huis” ( Balai Kota ) dan “ Raad Van Justitie ” ( Dewan Pengadilan ). Pada tahun 1925 sampai dengan 1942 gedung ini digunakan sebagai kantor provinsi Jawa Barat, tahun 1942 sampai dengan 1945 digunakan sebagai markas  Dainipon, setelah kemerdekan 1945 sampai dengan 1963 digunakan sebagai kantor Gubernur Jawa Barat dan pada tahun 1964 digunakan markas TNI KODIM 0503 Jakarta Barat. Pada tahun 1972 diserahkan kepada pemerintah DKI yang kemudian diperbaiki dan digunakan sebagai Museum Sejarah Jakarta yang diresmikan oleh Gubernur DKI Bpk. Ali Sadikin, pada tanggal 30 Maret 1974. Dengan luas area 13.388 m2.

  1. Ruang prasejarah  (sebelum mengenal tulisan)

Orang – orang purba ( nenek moyang orang Jakarta ) sudah ada sejak 1000 sebelum masehi terbukti dari hasil temuan Tim Arkeolog yang berupa : pahat batu, beliung batu, kampak Batu peninggalan dari zaman batu baru ( New Neolotikum ) ini semua ditemukan disepanjang pinggiran sungai kali ciliwung.

  1. Ruang Masa Sejarah (setelah mengenal tulisan)

 pada abad ke 5 didaerah Jabotabek berdiri kerajaan Hindu Taruma Negara yang nama rajanya  Prabu Purnawarman. Ini terbukti dari peniggalan prasasti batu

  1. a. Prasasti Kebon Kopi ( duplikat)

            Prasasti yang asli terdapat di desa kebon kopi Bogor, mempunyai simbol dua telapak kaki gajah milik Raja Purnawarman yang dipergunakan sebagai kendaraan.

b.Prasasti Ciaruteun  ( duplikat )

Prasasti ini ditemukan di sungai Ciaruteun Bogor menyimbolkan tentang dua telapak kaki Raja Purnawarman yang mirip dengan telapak kaki Dewa Wisnu maka beliau dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu.

  1. Prasasti Tugu ( duplikat )

Ditemukan di desa Batu Tumbu Tanjung Priok Jakarta Utara yang asli di Museum Nasional bertuliskan huruf palawa berbahasa sangsekerta. Sebagai peringatan diresmikannya sungai Gomati dan Candrabaga oleh Raja Purnawarman yang selesai digali selama 21 hari dengan panjang 6122 tombak 12 km. Dalam peresmianya raja berkenan membagikan 1000 ekor sapi kepada para Brahmana yang berjasa dalam pembuatan sungai tersebut. Sungai tersebut sangat jernih, berkilau dan berliku – liku sehingga bila dipandang dari muara tergambar bagaikan ular naga yang kemudian diberi nama Candrabaga, kemudian berganti nama menjadi Bagasi ( Bagasasi ) yang kini menjadi nama kota Bekasi dan sungai tersebut kini dikenal kali bekasi

Subsistem budaya 

Bakteri yang Menguntungkan

9 Ciri-Ciri Bakteri

Uncategorized

  Kalimantan

  Kalimantan

 

Lahan pasang surut adalah lahan yang musim penghujannya berlangsung pada bulan desember-mei permukaan air pada sawah akan naik sehingga tidak dapat di tanami padi. Musim kemarau terjadi pada bulan juli-september, air permukaan akan surut yang mana pada saat itu tanaman padi baru dapat ditanam pada lokasi yang berair (LIPI Kalimantan, 1994).

Dalam keadaan alaminya lahan rawa pasang surut letaknya terpencil dan tidak ada penduduk yang menggarapnya. Pembukaan lahan rawa pasang surut dilakukan oleh Pemerintah terutama disepanjang pesisir Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat serta di bagian selatan Irian Jaya (sekarang Papua).

Tanah Lahan Pasang Surut memiliki sifat yang berbeda dari tanah lainnya :

  1. Tanah sulfat masam dengan senyawa pirit

Pirit adalah zat yang hanya ditemukan di tanah di daerah pasang surut saja. Zat ini dibentuk pada waktu lahan digenangi oleh air laut yang masuk pada musim kemarau. pirit dapat berubah bentuk menjadi zat besi dan zat asam belerang yang dapat meracuni tanaman. Ciri tanah yang telah teracuni pirit adalah :

  1. a)Tampak gejala keracunan besi pada tanaman
  2. b)Ada lapisan seperti minyak di permukaan air
  3. c)Ada lapisan merah di pinggiran saluran.
  4. d)Tanaman mudah terserang penyakit
  5. e)Hasil panen rendah
  6. Air  pasang besar dan kecil
  7. Kedalaman air tanah
  8. kemasaman air yang menggenangi lahan

1)        Sistem Pengairan Lahan Pasang Surut

Sistem pengairan pada lahan pasang surut dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :

  1. Sistem irigasi dari bawah ke atas (lowe to upper flow irrigation system)

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/

Pendidikan

Subsistem budaya 

Subsistem budaya

Subsistem budaya 

yang dicerminkan dengan pola pikir pengelolaan air irigasi yang dilandasi dengan keharmonisan dan kebersamaan.

  1. Subsistem sosial yang dicerminkan dengan adanya organisasi subak yang disesuaikan dengan kepentingan petani, sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Sehingga konflik yang terjadi di dalam subak dapat dihindari agar tercipta keharmonisan.
  2. Subsistem artefak/kebendaan yang dicerminkan dengan ketersediaan sarana jaringan irigasi yang sesuai dengan kebutuhan subak, pendistribusian air secara adil, dan proses peminjaman air. Sehingga, konflik-konflik dapat dicegah.

Sistem irigasi Subak  merupakan perkembangan dari beberapa tempek yang memiliki luas areal yang besar  serta sulit untuk dikooordinasikan dan subak memiliki otonomi ke dalam dan ke luar. Tempek merupakan suatu komplek persawahan yang mendapat air irigasi dari satu sumber tertentu. Akan tetapi, setiap tempek hanya memiliki otonomi ke dalam.

Sistem organisasi Subak di Bali ini juga mempunyai organisasi subak dengan  membentuk tim kerja yang berorientasi pada kecapaian tujuan yang diinginkan dalam organisasi subak tersebut. Organisasi subak tersebut berkaitan dengan cara sistem irigasi yang mengatur penyediaan air, maka pada suatu subak di daerah tertentu menunjuk seorang petilik (pengawas air) yang bertugas mengawasi pendistribusian dan alokasi air di kawasan tersebut secara rutin.

Di dalam subak. peranan pengurus (pekaseh) subak menentukan keberhasilan subak yang dipimpinnya tersebut. Sebab ia yang mengatur air irigasi pada saat kondisi air yang kritis, menetapkan hari baik untuk menanam tanaman tertentu, merencanakan upacara tertentu. Pada dasarnya, pengurus subak memimpin dan mengendalikan subak sesuai dengan prinsip-prinsip THK.

Selain itu, dalam sistem irigasi Subak terdapat tradisi-tradisi dan upacara keagamaan yang masih teru dilakukan sampai saat ini. Untuk melaksanakan upacara-upacara tersebut, biasanya subak memungut iuran dari anggota subaknya. Adapun pemimpin subak ini dikenal dengan sebutan pekaseh yang bertugas untuk mrngkoordinasikan tugas-tugas keluar dan kedalam yang dapat mempegaruhi sistem perairan dan pertanian di Bali. Kemudian latar belakang didirikannya organisasi Subak yaitu  beberapa ribu tahun yang lalu karena lingkungan topografi dan kondisi sungai-sungai di Bali yang curam. Hal ini menyebabkan sumber air pada suatu komplek persawahan petani umumnya cukup jauh dan terbatas.

Sumber :

https://callcenters.id/

Umum

Cara tidak langsung

Cara tidak langsung

     Cara tidak langsung merupakan cara pembuktian yang mudah bagi pasien, yakni dengan mengajukan fakta-fakta yang diderita olehnya sebagai hasil layanan (doktrin res ipsa loquitur). Doktrin res ipsa loquitur dapat diterapkan apabila fakta-fakta yang ada memenuhi kriteria:

  1. Fakta tidak mungkin ada/terjadi apabila bidan tidak lalai
  2. Fakta itu terjadi memang berada dalam tanggung jawab bidan
  3. Fakta itu terjadi tanpa ada kontribusi dari pasien dengan perkataan lain tidak ada contributory negligence.

Tidak setiap upaya kesehatan selalu dapat memberikan kepuasan kepada pasien baik berupa kecacatan atau bahkan kematian. Malapetaka seperti ini tidak mungkin dapat dihindari sama sekali. Yang perlu dikaji apakah malapetaka tersebut merupakan akibat kesalahan bidan atau merupakan resiko tindakan, untuk selanjutnya siapa yang harus bertanggung gugat apabila kerugian tersebut merupakan akibat kelalaian bidan.

Di dalam transaksi teraputik ada beberapa macam tanggung gugat, antara lain:

1) Contractual liability

     Tanggung gugat ini timbul sebagai akibat tidak dipenuhinya kewajiban dari hubungan kontraktual yang sudah disepakati. Di lapangan kewajiban yang harus dilaksanakan adalah daya upaya maksimal, bukan keberhasilan, karena health care provider baik tenaga kesehatan maupun rumah sakit hanya bertanggung jawab atas pelayanan kesehatan yang tidak sesuai standar profesi/standar pelayanan.

2)  Vicarius liability

     Vicarius liability atau respondeat superior ialah tanggung gugat yang timbul atas kesalahan yang dibuat oleh tenaga kesehatan yang ada dalam tanggung jawabnya (sub ordinate), misalnya rumah sakit akan bertanggung gugat atas kerugian pasien yang diakibatkan kelalaian bidan sebagai karyawannya.

3)  Liability in tort

     Liability in tort adalah tanggung gugat atas perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad). Perbuatan melawan hukum tidak terbatas hanya perbuatan yang melawan hukum, kewajiban hukum baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, akan tetapi termasuk juga yang berlawanan dengan kesusilaan atau berlawanan dengan ketelitian yang patut dilakukan dalam pergaulan hidup terhadap orang lain atau benda orang lain (Hogeraad 31 Januari 1919).

  1. Upaya Pencegahan Malpraktek Dalam Pelayanan Kesehatan

     Dengan adanya kecenderungan masyarakat untuk menggugat bidan karena adanya mal praktek diharapkan para bidan dalam menjalankan tugasnya selalu bertindak hati-hati, yakni:

1)  Tidak menjanjikan atau memberi garansi akan keberhasilan upayanya, karena perjanjian berbentuk daya upaya (inspaning verbintenis) bukan perjanjian akan berhasil (resultaat verbintenis).

2)  Sebelum melakukan intervensi agar selalu dilakukan informed consent.

3)  Mencatat semua tindakan yang dilakukan dalam rekam medis.

4)  Apabila terjadi keragu-raguan, konsultasikan kepada senior atau dokter.

5)  Memperlakukan pasien secara manusiawi dengan memperhatikan segala kebutuhannya.

6)  Menjalin komunikasi yang baik dengan pasien, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

  1. Upaya Menghadapi Tuntutan Hukum

     Apabila upaya kesehatan yang dilakukan kepada pasien tidak memuaskan sehingga bidan menghadapi tuntutan hukum, maka bidan seharusnyalah bersifat pasif dan pasien atau keluarganyalah yang aktif membuktikan kelalaian bidan.

          Apabila tuduhan kepada bidan merupakan criminal malpractice, maka bidan dapat melakukan :

1) Informal defence

               Dengan mengajukan bukti untuk menangkis/menyangkal bahwa tuduhan yang diajukan tidak berdasar atau tidak menunjuk pada doktrin-doktrin yang ada, misalnya bidan mengajukan bukti bahwa yang terjadi bukan disengaja, akan tetapi merupakan risiko medik (risk of treatment), atau mengajukan alasan bahwa dirinya tidak mempunyai sikap batin (men rea) sebagaimana disyaratkan dalam perumusan delik yang dituduhkan.

 

Baca juga:

  1. Standar Kompetensi Kebidanan
  2. Landasan Hukum Wewenang Bidan
  3. Bakteri yang Menguntungkan
  4. 9 Ciri-Ciri Bakteri
Umum

Standar Kompetensi Kebidanan

Standar Kompetensi Kebidanan

          Standar kompetensi kebidanan yang berhubungan dengan anak dan imunisasi diatur dalam Undang-Undang Kesehatan No. 23 Th 1992, yaitu sebagai berikut:

1) Pasal 15

  1. a)Ayat (1): Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyclamatkan jiwaibu hamil dan atau janinnya, dapat ditakukan tindakan medis tertentu.
  2. b)Ayat (2): Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat dilakukan :
  • Berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut;
  • Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli;
  • Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya;
  • Pada sarana kesehatan tertentu.

2) Pasal 80

  •   Ayat (1): Barang siapa dengan sengaja melakukan tindakan medis tertentu terhadap ibu hamil yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) dan ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

            Dalam hal bidan didakwa telah melakukan ciminal malpractice, harus dibuktikan apakah perbuatan bidan tersebut telah memenuhi unsur tidak pidanya, yakni: apakah perbuatan (positif act atau negatif act) merupakan perbuatan yang tercela dan apakah perbuatan tersebut dilakukan dengan sikap batin (mens rea) yang salah (sengaja, ceroboh atau adanya kealpaan).

              Selanjutnya apabila bidan dituduh telah melakukan kealpaan sehingga mengakibatkan pasien meninggal dunia, menderita luka, maka yang harus dibuktikan adalah adanya unsur perbuatan tercela (salah) yang dilakukan dengan sikap batin berupa alpa atau kurang hati-hati ataupun kurang praduga.

              Dalam kasus atau gugatan adanya civil malpractice pembuktianya dapat dilakukan dengan dua cara yakni :

  1. Cara langsung, kelalaian memakai tolak ukur adanya 4 D yakni :
  2. Duty (kewajiban). Dalam hubungan perjanjian bidan dengan pasien, bidan haruslah bertindak berdasarkan:

1) Adanya indikasi medis

2) Bertindak secara hati-hati dan teliti

3) Bekerja sesuai standar profesi

4) Sudah ada informed consent.

  1. Dereliction of Duty (penyimpangan dari kewajiban) Jika seorang bidan melakukan pekerjaan menyimpang dari apa yang seharusnya atau tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan menurut standard profesinya, maka bidan tersebut dapat dipersalahkan.
  2. Direct Causation (penyebab langsung)
  3. Damage (kerugian)

     Bidan untuk dapat dipersalahkan haruslah ada hubungan kausal (langsung) antara penyebab (causal) dan kerugian (damage)yang diderita oleh karenanya dan tidak ada peristiwa atau tindakan sela diantaranya., dan hal ini haruslah dibuktikan dengan jelas. Hasil (outcome) negatif tidak dapat sebagai dasar menyalahkan bidan. Sebagai adagium dalam ilmu pengetahuan hukum, maka pembuktiannya adanya kesalahan dibebankan/harus diberikan oleh si penggugat (pasien).

Sumber: https://newsinfilm.com/

Umum

Landasan Hukum Wewenang Bidan

Landasan Hukum Wewenang Bidan

              Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan. Pengaturan tenaga kesehatan ditetapkan di dalam undang-undang dan Peraturan Pemerintah. Tugas dan kewenangan bidan serta ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan praktik bidan diatur di dalam peraturan atau Keputusan Menteri Kesehatan.
Kegiatan praktik bidan dikontrol oleh peraturan tersebut. Bidan harus dapat mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatan yang dilakukannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

            Setiap bidan memiliki tanggung jawab memelihara kemampuan profesionalnya. Oleh karena itu bidan harus selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya dengan cara mengikuti pelatihan, pendidikan berkelanjutan, seminar, dan pertemuan ilmiah lainnya.

Syarat Praktik Profesional Bidan

1)  Harus memiliki Surat Ijin Praktek Bidan (SIPB) baik bagi bidan yang praktik pada sarana kesehatan dan/atau perorangan Bdan Praktek Swasta (BPS).

2)  Bidan yang praktik perorangan harus memenuhi persyaratan yang meliputi tempat dan ruangan praktik, tempat tidur, peralatan, obat-obatan dan kelengkapan administrasi.

3)  Dalam menjalankan praktik profesionalnya harus sesuai dengan kewenangan yang diberikan, berdasarkan pendidikan dan pengalaman serta berdasarkan standar profesi.

4)  Dalam menjalankan praktik profesionalnya harus menghormati hak pasien, memperhatikan kewajiban bidan, merujuk kasus yang tidak dapat ditangani, meminta persetujuan tindakan yang akan dilakukan dan melakukan medical record dengan baik.

5)  Dalam menjalankan praktik profesionalnya bidan wajib melakukan pencatatan dan pelaporan.

  1. Wewenang Bidan dalam Menjalankan Praktik Profesionalnya

     Dalam menangani kasus seorang bidan diberi kewenangan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Indonesia No:900/Menkes/SK/VII/2002 tentang registrasi dan praktek bidan,yang disebut dalam BAB V praktik bidan antara lain:

1)  Pasal 14 : bidan dalam menjalankan prakteknya berwenang untuk memberikan pelayanan yang meliputi : (a). Pelayanan kebidanan, (b). Pelayanan keluarga berencana, dan (c). Pelayanan kesehatan masyarakat.

2)  Pasal 15 :

  1. a)  Pelayanan kebidanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 huruf (pelayanan kebidanan) ditujukan pada ibu dan anak.
  2. b)  Pelayanan kepada ibu diberikan pada masa pra nikah, pra hamil, masa hamil, masa bersalin, masa nifas, menyusui dan masa antara (periode interval).
  3. c)  Pelayanan kebidanan pada anak diberikan pada masa bayi baru lahir,masa bayi,masa anak balita dan masa pra sekolah.

3) Pasal 16 :

  1. a) Pelayanan kebidanan kepada meliputi :
  •   Penyuluhan dan konseling
  •   Pemeriksaan fisik
  •   Pelayanan antenatal pada kehamilan normal
  •   Pertolongan pada kehamilan abnormal yang mencakup ibu hamil dengan abortus iminens, hiperemesis grafidarum tingkat 1, pre eklamsi ringan dan anemia ringan.
  •   Pertolongan persalinan normal
  •   Pertolongan persalinan abnormal yang mencakup letak sungsang, partus macet kepala di dasar panggul, ketuban pecah dini (KPD) tanpa infeksi, perdarahan post partum, laserasi jalan lahir, distosia karena inersia uteri primer, post aterm dan preterm.
  •   Pelayanan ibu nifas normal
  • Pelayanan ibu nifas abnormal yang mencakup retensio plasenta,renjatan dan infeksi ringan
  •   Pelayanan dan pengobatan pada kelainan ginekologi yang meliputi keputihan,perdarahan tidak teratur dan penundaan haid.

Sumber: https://officialjimbreuer.com/

Pendidikan

Bakteri yang Menguntungkan

Bakteri yang Menguntungkan

Bakteri yang Menguntungkan
Bakteri yang Menguntungkan

1. Bakteri yang Menguntungkan di Bidang Makanan

  • Bakteri Acetobacter sp berperan dalam produksi cuka
  • Bakteri asetobacter xylinium berperan dalam produksi nata de coco
  • Bakteri Aspergillus oryzae berperan dalam menciptakan tauco
  • Bakteri Entamoeba coli berperan dalam membusuk sisa pencernaan
  • Bakteri kuman entero berperan dalam dekomposer bakteri
  • Bakteri bulgarius lactobacillus berperan dalam fermentasi susu menjadi lemak
  • Bakteri lactobacillus cassei berperan dalam produksi yoghurt
  • Bakteri Lactobacillus sp berperan dalam produksi buah acar
  • Bakteri Neurospora crassa berperan dalam pembuatan oncom
  • Bakteri pediococccus cereviceae berperan dalam produksi sosis
  • Bakteri Rhizopus oligosporus berperan dalam pembuatan tempe
  • Bakteri streptococcus cremoris berperan dalam pembuatan keju
  • Bakteri streptococcus lactis berperan dalam memproduksi mentega.
  • Bakteri streptococcus thermophilus berperan dalam produksi mentega
  • Bakteri Thiobacillus thiozidans berperan dalam produksi asam sulfat
  • Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis berperan dalam memproduksi kefir.
  • Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus thermophillus berperan dalam memproduksi yoghurt.
  • Lactobacillus sp. dicampur dengan ikan atau udang berperan dalam udang.

2. Bakteri yang Menguntungkan di Bidang Pertanian

 
  • Bakteri Rhizobium leguminosarum berperan dalam fiksasi nitrogen pada akar kacang polong (legum)
  • Bacillus cereus berperan dalam mengendalikan laju pertumbuhan ulat grayak (Spodoptera litura) pada tumbuhan kubis.
  • Leuconostoc mesenteroides berperan dalam memproduksi bakteriosin atau bakterisida
  • Enterobacter sp yang berperan dalam menghambat pertumbuhan jamur penyakit daun daun (Curvularia) pada tumbuhan mentimun

3. Bakteri Menguntungkan di Bidang Kesehatan

 
  • Bakteri streptomyces griseus berperan dalam memproduksi antibiotik tipe streptomisin.
  • Bakteri streptomyces aureofaciens berperan dalam memproduksi antibiotik tipe tetrasiklin.
  • Bakteri streptomyces venezuelae berperan dalam memproduksi antibiotik kloramfenikol.
  • Bakteri penisilin berperan dalam memproduksi antibiotik jenis penisilin.
  • Bakteri Bacillus polymyxa berperan dalam memproduksi antibiotik jenis polymixin.
  • Bakteri Bacillus brevis berperan dalam memproduksi antibiotik jenis terotrisin
  • Bakteri Bacillus subtilis berperan dalam memproduksi antibiotik tipe basitrasin
  • Bakteri Polymyka berperan dalam memproduksi antibiotika tipe polymixin

4. Bakteri Bermanfaat di Bidang Energi

Di bidang energi, kuman sering dipakai sebagai katalis untuk produksi biogas. Bakteri semacam itu biasanya anaerobik. Contohnya mencakup Methanobacterium, Methanococcus, Methanobacillus, dan Methanosarcina.

5. Bakteri Menguntungkan di Bidang Industri

  • Clostridium asetobutylicum menghasilkan aseton-butanol atau pelarut dalam pembuatan materi kimia
  • Bacillus polymyxa dan Enterobacter aerogenes menghasilkan buthanedhiol atau chemical intermediate moisturizers
  • Gluconobacter suboxydans menghasilkan dihydroxyacetone atau fine chemicals
  • Pseudomonas sp menghasilkan asam ketoglecunic-2 sebagai zat antara untuk asam D-araboaskorbat
  • Gluconobacter suboxydans menghasilkan asam 5-ketogluconic sebagai asam tartat intermediate
  • Lactobacillus delbrueckii menghasilkan asam laktat yang mempunyai kegunaan dalam produk makanan, tekstil, pengangkatan kapur dari kulit binatang, dan pembuatan materi kimia.
  • Bacillus subtillis menghasilkan amilase kuman atau materi yang sanggup memodifikasi pati, kertas lem, dan melepaskan perekat pada tekstil.
  • Bacillus subtilis menghasilkan prototipe kuman sebagai materi yang mempunyai kegunaan untuk memperbaiki struktur kulit binatang, menghilangkan noda, menghilangkan serat, dan plester daging.
  • Leuconostoc mesenteroides menghasilkan dekstran atau stabilisator dalam produk makanan, pengganti plasma darah.
  • Gluconobacter suboxydans menghasilkan Sarbose yang berperan dalam produksi asam askorbat
  • Streptomycesalivaceus, Propionibacterium, dan freudenreichii menghasilkan Kobalamin atau aksesori makanan, anemia pernisiosa, dan kuliner ternak.

Baca Juga :

Pendidikan

9 Ciri-Ciri Bakteri

9 Ciri-Ciri Bakteri

9 Ciri-Ciri Bakteri
9 Ciri-Ciri Bakteri

1. Tidak Memiliki Inti (Cell Core)

Tidak mirip organisme lainnya, basil yakni satu-satunya organisme yang selnya tidak mempunyai nukleus (inti sel). Hal ini telah mengakibatkan para ilmuwan menganggap basil sebagai salah satu organisme primitif yang muncul pada masa awal kehidupan.

2. Dinding Sel yang Berbeda

Bakteri mempunyai dinding sel yang berbeda dengan dinding sel yang dimiliki oleh organisme lain. Dinding sel basil terbuat dari zat yang berbeda. Dinding sel basil terdiri dari peptidoglikan dan mukopolisakarida. Bakteri sanggup dikelompokkan menjadi 2 menurut pewarnaan gram, yaitu basil Gram faktual dan Gram negatif. Kedua kelompok basil ini mempunyai perbedaan yang sangat signifikan, terutama pada struktur dan komposisi dinding se

3. Adanya Pilli

Ciri khas basil lainnya yakni organel yang tidak dimiliki organisme lain. Organel ini diberi nama Pilli. Organel yang mirip pipa ini membantu basil dalam proses reproduksi secara generatif (seksual).

4. Bagaimana Mendapatkan Makanan

Bakteri mempunyai cara yang berbeda dalam proses pengadaan makanan untuk pertumbuhan. Cara ini meliputi:
  • Menyintesis makanan mereka sendiri dengan memakai sinar matahari serta fotosintesis pada tumbuhan tinggi.
  • Dapatkan energi makanan dari sumber kimia di sekitar mereka (chemotrops), mirip basil sulfur, basil hidrogen, dan basil besi.
  • Mendapat makanan dengan menjadi benalu tumbuhan hidup dan hewan. Umumnya mereka mengakibatkan penyakit pada inang.
  • Jadilah saprofit dengan terlibat dalam benda mati atau organisme yang membusuk.
  • Bersimbiosis mutualisme dengan organisme lainnya, contohnya rhizobium di akarnya dan E-coli di usus.

5. Cara Mereproduksi

Kebanyakan makhluk hidup umumnya mempunyai satu atau dua metode reproduksi. Tapi basil punya banyak cara. Mereka sanggup menyebar dengan membagi, reproduksi generatif, atau pembentukan spora. Namun, reproduksi melalui pembelahan biner dan reproduksi generatif yakni cara yang paling umum untuk berkembang biak.

6. Formasi Endospora

Bila lingkungan disekitarnya sangat ekstrim, mirip terlalu panas, terlalu dingin, terlalu kering, dan sebagainya. Bakteri sanggup mengubah tubuh menjadi spora keras. Spora basil ini akan tahan terhadap panas, materi kimia, dan kondisi kekeringan. Bila kondisinya membaik, spora kemudian akan membuka dan melepaskan bakteri. [Baca Juga: Formulir Bakteri]

7. Hilangnya Beberapa Organ Sel

Selain tidak mempunyai inti sel atau nukleus, ciri khas basil juga terlihat dengan hilangnya beberapa organel sel. Ya, organel sel mirip mitokondria, tubuh golgi, retikulum endoplasma yang biasanya ditemukan di sel hidup tidak akan ditemukan di sel bakteri.

8. Punya Flagela

Bakteri, terutama basil, akan mempunyai flagella sebagai organ pelopor yang berfungsi dalam mobilitasnya. Klasifikasi bakteri, salah satunya dilakukan menurut jumlah dan urutan flagelanya ini. Sedangkan untuk basil yang tidak mempunyai flagella, gerakan ini umumnya dilakukan dengan cara bergulir.

9. Distribusi Cosmopolitan

Bakteri yakni satu-satunya organisme yang mengatakan distribusi kosmopolitan alias untuk hadir di semua lokasi dan kondisi. Mereka sanggup ditemukan di udara, air, tanah, salju, dan sebagainya. Mereka juga sanggup ditemukan di tempat dengan suhu sangat rendah (minus derajat) serta tempat dengan suhu sangat tinggi.
Pendidikan

Bentuk- Bentuk Bakteri dan Penjelasannya

Bentuk- Bentuk Bakteri dan Penjelasannya

Bentuk- Bentuk Bakteri dan Penjelasannya
Bentuk- Bentuk Bakteri dan Penjelasannya
Bakteri ialah makhluk hidup mikroskopis yang mempunyai ukuran sangat kecil dan tidak sanggup terlihat dengan mata telanjang. Namun, dengan memanfaatkan mikroskop ringan atau mikroskop yang dilengkapi lensa mikroskop okular yang obyektif, kita sanggup melihat bentuk basil dan mengetahui ukurannya dengan tepat. Nah, dalam artikel ini, akan membahas perihal bentuk basil ini lengkap dengan pengelompokan dan contohnya. Pahami artikel ini untuk memudahkan Anda mengikuti pelajaran yang lebih dalam seputar bakteriologi (bakteriologi) di sekolah.

Bentuk Bentuk Bakteri

Ukuran basil umumnya dinyatakan dalam satuan mikron, di mana 1 mikron sama dengan 0,001 mm atau 1 mm dibagi dengan 1000. Unit ini sengaja dipakai untuk memudahkan pengucapan ukuran basil yang sangat kecil.
Secara umum, basil mempunyai panjang antara 0,5 hingga 3 mikron dan lebar antara 0,1 hingga 0,2 mikron. Ukurannya bervariasi tergantung pada bentuk basil yang diukur.
Bakteri menurut bentuk dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu basil berupa batang atau silinder (basil), bentuk bulat (kokus), dan spiral (spirillum). Perbedaan bentuk basil dan koloni, umumnya dipengaruhi oleh beberapa hal, mirip umur, arah pembelahan, dan faktor pertumbuhan (makanan, suhu, dan inhibitor). Nah, ketiga bentuk basil ini sanggup diilustrasikan mirip pada gambar di bawah ini.

1. Bakteri Berbentuk Bakteri (bacillus)

  • Bakteri batang atau silinder (bacilli) sanggup ditemukan dalam keadaan tunggal (bacillus), berpasangan (diplobasil), atau koloni yang membentuk rantai (streptobacils).
  • Bakteri basil (tunggal) mirip namanya, sering ditemukan dalam isolasi. Contoh basil ini mirip Salmonella typhi dan Escherichia coli.
  • Bakteri diplobasil (paired) ialah basil yang sering ditemukan berpasangan alias. Contoh basil ini mirip Renibacterium salmoninarum.
  • Bakteri streptobacyl (rantai) ialah koloni basil yang digabungkan bersama untuk membentuk rantai. Contoh basil ini termasuk Azotobacter sp dan Streptobacillus moniliformis.

2. Spherical Bacteria (Fokus)

Sama mirip bentuk batangnya, basil berbentuk bulat (kokus) juga sanggup ditemukan dalam keadaan tunggal, berpasangan, membentuk rantai, atau membentuk gumpalan mirip buah anggur. Berikut ialah bentuk basil bulat, baik dalam keadaan tunggal maupun terjajah dan contohnya.
  • Monokokus ialah basil spherical tunggal. Contoh basil ini ialah Monococcus gonorrhoeae.
  • Diplococci ialah basil lingkaran dan berpasangan. Contoh basil ini ialah Diplococcus pneumoniae.
  • Streptococcus ialah basil berbentuk bulat yang digabungkan untuk membentuk rantai. Bentuk rantai itu sendiri ialah hasil reproduksi yang terbagi dalam satu garis menjadi satu atau dua arah. Contoh basil ini ialah Streptococcus lactis, Streptococcus salivarius, dan Streptococcus pneumoniae.
  • Tetrakokus ialah basil berbentuk bulat yang terdiri dari 4 sel dengan susunan ibarat bentuk persegi yang dihasilkan dari pembelahan sel di kedua arah.
  • Sarkina ialah basil berbentuk bulat yang terdiri dari 8 sel dengan susunan ibarat bentuk persegi akhir pembelahan sel menjadi tiga arah. Contoh basil ini ialah Sarcina sp.
  • Staphylococcus ialah koloni basil bulat yang disusun ibarat kelompok buah anggur yang dihasilkan dari pembelahan sel ke segala arah. Contoh basil ini ialah Staphylococcus aureus.

c. Bakteri Bentuk spirral (spirillium)

Bakteri berbentuk spiral sanggup dibagi menjadi 3 macam, yaitu
  1. Coma (vibrio) ialah basil semi melingkar atau kurang melengkung. Contoh basil dengan bentuk ini ialah Vibrio koma alias basil yang menjadikan penyakit kolera.
  2. Spiral ialah basil yang bentuknya melengkung lebih dari setengah lingkaran. Contoh basil dalam bentuk ini ialah Minor Sprillum atau basil yang menjadikan demam pada insan yang menciptakan tikus dan gigitan binatang pengerat lainnya sebagai medium (intermediate).
  3. Spiroseta ialah bentuk spiral basil dengan tekstur halus dan lentur. Contoh basil dengan bentuk ini ialah Treponema pallidum alias basil yang menjadikan penyakit sifilis.

Sumber: https://tutubruk.com/