Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Pendidikan

Mengenal Definisi dan Bentuk-Bentuk “Keluarga”

Mengenal Definisi dan Bentuk-Bentuk “Keluarga”

Mengenal Definisi dan Bentuk-Bentuk “Keluarga”

Mengenal Definisi dan Bentuk-Bentuk "Keluarga"
Mengenal Definisi dan Bentuk-Bentuk “Keluarga”

Keluarga tradisional

Keluarga inti

Pola yang umum adalah suami sebagai pencari nafkah, istri sebagai ibu rumah tangga, dan ada anak-anak. Akan tetapi ada variasi-variasi yang berkembang dari pola “umum” ini. Variasi tersebut adalah (a) suami dan istri sama-sama bekerja, (b) suami dan istri tidak memiliki anak, atau anak tidak tinggal bersama mereka.

Tipe istri yang bekerja ada dua macam. Ada yang bekerja demi memenuhi kebutuhan ekonomi, ada pula yang selain karena motif ekonomi juga karena posisi (jabatan di tempat kerjanya). Istri yang bekerja dengan motif “posisi” lebih rentan stres karena tidak hanya ia menanggung beban kerja yang kompetitif, tapi juga karena masih harus mengurus rumah tangga dan merawat anak.
Keluarga dengan suami dan istri yang sama-sama bekerja, akhir-akhir ini ditemukan kecenderungan untuk menunda memiliki anak dan membatasi jumlah kelahiran. Bahkan ada yang dinamakan dyad family, dimana pasangan tersebut tidak memiliki anak karena sang wanita sudah lewat dari masa suburnya.

Selain itu, juga berkembang tipe keluarga baru yaitu commuter family yaitu pasangan suami istri yang hidup terpisah. Misalnya suami bekerja di luar kota dan pulang ke rumah tiap akhir pekan, sedangkan istri tinggal satu rumah bersama anak-anak.

Keluarga besar

Keluarga besar adalah dua keluarga inti atau lebih yang hidup dalam hubungan yang dekat dan saling mendukung satu sama lain, termasuk dalam tukar menukar barang dan jasa.
Contohnya keluarga yang dalam satu rumah ada kakek, nenek, ayah, ibu, dua orang anak, paman, bibi dan sepupu.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/fungsi-lembaga-keluarga/

Keluarga dengan orang tua tunggal

Keluarga dengan orang tua tunggal bisa terbentuk karena perceraian, kematian pasangan atau karena seorang ibu yang memiliki anak tersebut memang BELUM PERNAH menikah.

Meningkatnya jumlah keluarga dengan orang tua tunggal dipercaya ada hubungannya dengan meningkatnya angka perceraian, tingginya bantuan finansial yang diberikan pemerintah terhadap keluarga orang tua tunggal dengan anak-anak yang belum mandiri (tapi ini baru di luar negeri), dan tingginya angka kelahiran dari ibu yang tidak menikah. Faktor yang terakhir ini, dapat disebabkan oleh beberapa hal; yaitu aktivitas seksual yang terlalu dini, tidak menggunakan/tidak efektif menggunakan alat kontrasepsi, dan kemiskinan (kerjaannya begitu kok sudah berani menikah, mau diberi makan apa nanti anak-anaknya? Hmmm….pernah dengar kalimat seperti itu kan?).

Ada permasalahan khas pada keluarga dengan orang tua tunggal, seperti kondisi keluarga yang jadi lebih labil, kemiskinan, dan kurangnya pendidikan (meskipun tidak sedikit ibu yang dengan tegar hati belajar dari pengalaman sehingga anak yang beliau besarkan tidak kalah dari anak yang tumbuh dari keluarga normal). Solusinya antara lain dengan pelayanan prevetif primer seperti pendidikan seks sejak dini dan pengetahuan tentang KB. Selain itu perlu ada konseling, klinik sekolah dan pelayanan pada keluarga ibu-ibu remaja yang tidak menikah.

Orang dewasa yang tinggal sendirian

Kaum single berusia 20-30an yang tinggal sendiri, atau para lansia di panti jompo, tampak tidak memenuhi kriteria sebagai keluarga.Namun, sepanjang mereka masih memiliki keluarga di luar sana (atau bagi para lansia, teman-teman di panti jompo), mereka masih dapat dikategorikan sebagai keluarga.

Sedangkan bentuk varian keluarga nontradisional antara lain : (1) ibu yang memiliki anak tanpa menikah seperti yang telah diuraikan di atas, (2) perkawinan terbuka, yaitu pasangan yang memiliki anak tanpa menikah, (3) pasangan kumpul kebo, (4) keluarga gay/lesbian, (5) keluarga komuni.

Categories:
Pendidikan
You Might Also Like