Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Pendidikan

Langkah Penelitian Geografi

Langkah Penelitian Geografi

Langkah Penelitian Geografi

Langkah Penelitian Geografi

Metode penelitian adalah cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2009 : 3), sedangkan penelitian geografi adalah kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan langkah-langkah secara sistematis untuk memecahkan suatu permasalahan geografi yang meliputi ruang sebagai suatu region sebagai obyek penelitian (Nur Maharani, 2013 : 18).

  1. Menentukan Masalah

Penelitian dilakukan dengan tujuan mendapatkan data yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Untuk itu langkah awal yang harus dilakukan dalam melakukan penelitian adalah memilih masalah yang akan diteliti. Masalah adalah penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan (Sugiyono, 2009 : 52). Misalnya: Pegawai yang terbiasa menggunakan mesin ketik manual harus ganti dengan computer, maka akan terjadi masalah karena tidak terbiasa; Setiap pergantian menteri akan diikuti pergantian kebijakan pendidikan, sehingga siswa harus menyesuaikan dengan kebijakan yang baru.

Masalah yang dipilih dalam penelitian geografi harus memenuhi kriteria, antara lain:

  1. Masalah menyatakan hubungan antar dua variable, variable bebas mempengaruhi atau menjadi sebab timbulnya variable terikat. Kedua variable ini harus saling berhubungan satu sama lain.
  2. Masalah dinyatakan dalam kalimat tanya.
  3. Masalah dapat diteliti dan memungkinkan adanya ketersediaan data.

Masalah yang dipilih untuk dijadikan bahan penelitian tentu saja akan berpengaruh terhadap hasil akhir penelitian. Penelitian yang baik adalah penelitian yang membahas mengenai masalah yang menarik untuk dikaji dan akan berguna untuk kepentingan masyarakat luas ataupun lembaga terkait dalam pengambilan keputusan.

 

  1. Menyusun Rumusan Masalah

Rumusan masalah berbeda dengan masalah. Jika masalah adalah kesenjangan antara yang diharapkan dan yang terjadi, maka rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Namun demikian, terdapat hubungan yang erat antara masalah dan rumusan masalah, karena setiap perumusan masalah harus didasarkan pada masalah. Contoh rumusan masalah:

  1. Seberapa tinggi minat baca siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta?
  2. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa dari sekolah negeri dan swasta?
  3. Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar siswa?
  4. Menentukan Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Jika ada pertanyaan: Apa yang Anda teliti? Maka jawabannya berkenaan dengan variable penelitian.

Secara teoritis variable diartikan sebagai atribut seseorang atau obyek yang memiliki “variasi” antara satu dengan yang lainnya. Tinggi, berat badan, usia, sifat, kedisiplinan, merupakan atribut-atribut dari setiap orang. Berat, ukuran, bentuk dan warna adalah atribut-atribut yang dimiliki oleh suatu obyek.

Menurut hubungan antara satu variable dengan variable lain, maka macam-macam variable dapat dibedakan menjadi:

  1. Variable Independen (bebas): variable yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan dan timbulnya variable dependen.
  2. Variable Dependen (terikat): variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variable bebas.
  3. Variable Moderator: variable yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variable independen dan dependen.
  4. Variable Intervening: variable yang mempengaruhi hubungan antara variable independen dan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diukur atau diamati. Variable ini merupakan penyela/antara yang terletak antara variable independen dan dependen, sehingga variable independen tidak langsungmempengaruhi berubahnya atau timbulnya variable dependen.

Contoh: Tinggi rendahnya penghasilan akan mempengaruhi secara tidak langsungterhadap harapan hidup (panjang pendeknya umur). Dalam hal ini ada variable antaranya, yaitu gaya hidup seseorang.

  1. Variable Kontrol: variable yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variable independen dan dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variable ini sering digunakan untuk melakukan penelitian yang bersifat membandingkan.

Contoh: pengaruh jenis pendidikan terhadap ketrampilan mengetik. Variable independennya pendidikan (SMA dan SMK). Variabel kontrol yang ditetapkan sama, misalnya: naskah yang diketik sama, mesin tik yang digunakan sama, ruang tempat mengetik sama.

  1. Menentukan Landasan Teori

Setelah masalah penelitian dirumuskan, maka langkah selanjutnya dalam proses penelitian adalah mencari teori-teori, konsep, dan generalisasi hasil penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk melaksanakan penelitian (Sumadi, 1990). Semua penelitian bersifat ilmiah, oleh karena itu semua peneliti harus berbekal teori.

Teori adalah seperangkat konsep, definisi, dan proporsi yang tersusun secara sistematik sehingga dapat berguna untuk menjelaskan fenomena (Cooper and Schindler, 2003). Secara umum teori mempunyai tiga fungsi, yaitu:

  1. Fungsi menjelaskan (explanation), contohnya: jika besi dipanaskan akan memuai.
  2. Fungsi meramalkan (prediction), contohnya: jika besi dipanaskan hingga suhu 75°C berapa pemuaiaannya?
  3. Fungsi pengendalian (control). Contohnya: berapa jarak sambungan rel kereta api yang paling sesuai dengan iklim tropis di Indonesia agar pemuaiaan rel tidak mengganggu jalannya kereta api?

Deskripsi teori berisi tentang penjelasan terhadap variable-variabel yang diteliti, melalui pendefinisian, dan uraian yang lengkap serta mendalam dari berbagai sumber, sehingga landasan yang dijadikan pedoman teori menjadi kuat dan valid. Jumlah teori yang perlu dikemukakan/dideskripsikan akan tergantung pada permasalahannya. Semakin lengkap referensi yang digunakan, maka landasan teori semakin baik.

  1. Menyusun Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran adalah model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Kerangka pemikiran berawal dari perumusan masalah yang akan diangkat dalam penelitian. Selanjutnya variable-variabel yang akan diteliti harus dijelaskan secara teoritis sesuai dengan landasan teori dan dapat pula merujuk pada penelitian yang relevan. Secara teoritis perlu dijelaskan pula hubungan antara variable bebas dan terikat, sehingga tujuan dan arah penelitian dapat diketahui dengan jelas. Kemudian hubungan antar variable tersebut dianalisis dan dibandingkan, yang akan menghasilkan kerangka pemikiran. Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut barulah dirumuskan hipotesis.

  1. Perumusan Hipotesis

Perumusan hipotesis adalah langkah selanjutnya dalam penelitian setelah peneliti mengemukakan perumusan masalah, landasan teori dan kerangka pemikiran.

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah tersebut dinyatakan dalam kalimat tanya. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru berdasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta yang diperoleh melalui pengambilan data.

Penelitian yang menggunakan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian kualitatif sifatnya eksploratif sehingga tidak merumuskan hipotesis, tetapi justru diharapkan nantinya akan ditemukan hipotesis.

  1. Menentukan Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan subyek atau obyek yang memiliki karakteristik tertentu, yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda lainnya. Populasi bukan hanya jumlah, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek tersebut.

Misalnya, kita akan meneliti di sekolah X, maka sekolah X merupakan populasi karena memiliki sejumlah subyek (guru, siswa, karyawan) dan obyek (ruang kelas, perpustakaan, sarana belajar). Namun demikian, sekolah X juga memiliki karakteristik subyeknya, misalnya kompetensi guru, motivasi belajar siswa, disiplin kerja karyawan. Sekolah X juga memiliki karakteristik obyek, misalnya tata ruang kelas, kebijakan dan tata tertib sekolah. Semua ini adalah populasi karena dapat diteliti dan dijadikan sumber data.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang dapat mencerminkan dan mewakili keseluruhan populasi. Bila jumlah populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, maka peneliti dapat mengambil sampel yang benar-benar representative (mewakili).

  1. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel pada dasarnya dikelompokkan menjadi dua, yaitu:Probability Sampling dan Nonprobability Sampling.

  1. Probability Sampling: teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik ini meliputi:
  2. Nonprobability Sampling: teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik ini meliputi:
  3. Teknik  Pengumpulan Data

Pengumpulan data berdasarkan terkniknya antara lain sebagai berikut:

  1. Interview (wawancara): teknik pengumpulan data yang didasarkan pada self report(laporan diri sendiri) atau pada keyakinan diri sendiri. Jadi keterangan responden harus benar dan dapat dipercaya karena berdasarkan pengalaman pribadi mereka sendiri. Misal ingin meneliti tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia, sebaiknya yang menjadi responden adalah mantan pejuang yang mengalami perang secara langsung (jika masih hidup), bukan anak atau bahkan cucunya. Jika tidak ada lagi pejuang yang masih hidup, maka sebaiknya memilih ahli sejarah sebagai respondennya.

Keunggulan dari wawancara adalah peneliti dapat memperoleh keterangan secara mendalam dari responden, bahkan dalam prakteknya sering menemukan keterangan/hal-hal baru yang tidak diperkirakan sebelumnya.

  1. Kuesioner (angket): teknik pengumpulan data dengan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis yang akan dijawab/diisi oleh responden. Pertanyaan sebaiknya singkat, padat dan jelas; bahasa yang digunakan juga harus mudah dimengerti oleh responden; pertanyaan harus seimbang dan tidak menggiring ke jawaban yang baik saja atau yang jelek saja; penampilan fisik kuesioner harus rapi dan menarik. Kuesioner cocok digunakan apabila jumlah respondennya banyak dan tersebar di wilayah yang luas karena dapat dikirim lewat pos atau e-mail.
  2. Observasi: teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung terhadap orang, obyek alam, masyarakat, atau fenomena tertentu. Teknik observasi digunakan apabila penelitian yang dilakukan berhubungan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam. Proses pengamatan dilakukan secara menyeluruh agar data yang diambil dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

 

  1. Pengolahan Data

Data yang telah terkumpul perlu diolah agar keakuratan hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan. Tahap-tahap pengolahan data adalah sebagai berikut:

  1. Editing Data, yaitu kegiatan meneliti kembali (pemeriksaan) data yang telah terkumpul,  indicator yang perlu diteliti adalah sebagai berikut:

1)      Kelengkapan data sesuai daftar kebutuhan data

2)      Kesesuaian dan relevansi data hasil pengamatan dengan kebutuhan data

3)      Keseragaman data hasil penelitian, misalnya menggunakan satuan meter pada data hasil pengukuran obyek di lapangan.

Peneliti dapat memperbaiki data hasil penelitian, baik berupa data studi lapangan atau jawaban responden. Misalnya, responden lupa mengisi kolom jenis kelamin.

  1. Coding, pembuatan kode (coding) merupakan kegiatan pengklasifikasian data sesuai jenis dengan memberikan identitas angka atau huruf sehingga memudahkan pengolahan dan analisis data. Misalnya jenis kelamin laki-laki diberi identitas angka 1 dan perempuang dengan angka 2.
  2. Tabulasi Data, data yang sudah diklasifikasikan kemudian dimasukkan ke dalam tabel dengan maksud agar lebih mudah dibaca dan dianalisis.

 

  1. Analisis Data

Analisis data adalah kegiatan yang dilakukan setelah data dari responden dan sumber data lain terkumpul. Secara umum analisis data dapat dilakukan dengan:

  1. Deskriptif, yaitu menganalisis data dengan cara menggambarkan dan menjelaskan data yang sudah terkumpul secara apa adanya sesuai dengan yang ada di lapangan tanpa melakukan generalisasi atau kesimpulan secara umum. Umumnya digunakan untuk mengolah data kualitatif. Misalnya menjelaskan fenomena terjadinya banjir (gejala fisik) dan menjelaskan penyebab terjadinya urbanisasi ke kota-kota besar (gejala social).
  2. Statistik, yaitu analisis data menggunakan statistic untuk  menganalisis data sampel yang sudah terkumpul. Umumnya digunakan untuk mengolah data kuantitatif.

Sumber:

https://works.bepress.com/m-lukito/7/

Categories:
Pendidikan
You Might Also Like