Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Pendidikan

Kriteria Dalam Mengidentifikasi Masalah Penelitian

Kriteria Dalam Mengidentifikasi Masalah Penelitian

Kriteria Dalam Mengidentifikasi Masalah Penelitian

Sebagaimana telah diutarakan dalam bagian pendahuluan bahwa tidak semua masalah dapat diselesaikan melalui suatu penelitian ilmiah.Masalah yang diteliti dan diselesaikan atau mendapatkan jawaban setelah melalui suatu kajian dan penelitian ilmiah adalah masalah-masalah yang memenuhi kriteria-kriteria tertentu.

Setiap orang yang akan melakukan penelitian ilmiah, terlebih dahulu harus mengidentifikasi masalah yang akan diteliti. Mengidentifikasi dan merumuskan masalah merupakan hal yang sangat penting, karena rumusan masalah harus disesuaikan dengan jenis penelitian yang akan dilakukan. Misalnya penelitian kuantitatif, kualitatif, studi pustaka, eksperimen, historis dan lainsebagainya.

Menurut Kasiram Moh. Masalah dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu :

masalah deskriptif, korelatif, analitik atau kausal, fungsional, komparatif, dan asosiatif”. [10]

–             Masalah deskriptif yaitu, bila kejadian itu belum jelas, belum bisa digambarkan atau dilukiskan  dengan gambling fenomenanya seperti apa adanya.

–             Masalah korelatif yaitu bila munculnya fenomena itu berkaitan dengan ada tidaknya hubungan  antara dua factor (variabel) atau lebih.

–             Masalah analitik atau kausal yaitu bila adanya fenomena itu adalah hasil dari proses sebab akibat.

–             Masalah fungsional , terjadi bila kita dihadapkan pada pilihan mana yang lebih baik dari dua alternatif.

–             Masalah asosiatif ialah suatu permasalahan yang berhubungan antara dua variabel atau lebih. Ada tiga macam hubungan yaitu hubungan simetris, hubungan kausal dan hubungan interaktif. Hubungan simetris yaitu suatu hubungan dua variable atau lebih yang bersifat kebersamaan. Hubungan kausal yaitu hubungan yang bersifat sebab akibat, jadi ada variable dependen dan independen. Sedangkan hubungan interaktif, yaitu hubungan yang saling mempengaruhi antara satu variabel dan variabel lainnya.

Ada beberapa jenis penelitian dengan masing-masing karakteristik permasalahannya, akan tetapi secara garis besar ada beberapa karakteristik yang harus diperhatikan dalam mengidentifikasi suatu rumusan masalah penelitian ilmiah, yaitu sebagai berikut :

Sukardi mengemukakan bahwa“ciri-ciri permasalahan yang baik serta layak untuk diteliti di antaranya  yaitu dapat diteliti, mempunyai manfaat teoritis maupun manfaat praktis, dapat diukur, sesuai dengan kemampuan dan keinginan peneliti”.[11]

        Menurut Tuckman (1999) dalam Setyosari Punaji, bahwa suatu masalah yang dipilih harus memiliki ciri-ciri khusus (karakteristik) sebagai berikut :

Masalah menanyakan dua atau lebih variable, dinyatakan atau dirumuskan secara jelas dan tidak ambigius, dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan (atau, kalau tidak, dalam bentuk suatu pernyataan secara implisit seperti : tujuan penelitian ini adalah ingin menentukan apakah …), dapat diuji melalui metode empiris; artinya adanya kemungkinan pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan, dan masalah tidak menyangkut moral dan etika. [12]

Berdasarkan pendapat tersebut di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa kriteria yang harus diperhatikan dalam mengidentifikasi masalah untuk merumuskan suatu masalah penelitian ilmiah, memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Masalah menanyakan dua atau lebih variabel.
  2. Masalah dinyatakan atau dirumuskan secara jelas dan tidak ambigius
  3. Masalah dapat didukung dengan data empiris.
  4. Masalah tidak menyangkut moral dan etika
  5. Sesuai dengan keinginan dan kemampuan peneliti.
  6. Dapat bermanfaat  bagi peneliti dan masyarakat.

       Seorang peneliti dalam merumuskan masalah harus menetapkan dua variabel atau lebih yang akan dijadikan obyek formal penelitian, sehingga arah dan sasaran penelitian akan menjadi jelas, dan hal ini sangat penting untuk menentukan instrument penelitian yang akan dipergunakan dalam melakukan pendekatan untuk memperoleh data maupun untuk pengukuran.

sumber :

https://www.dosenmatematika.co.id/seva-mobil-bekas/

Categories:
Pendidikan
You Might Also Like