Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Pendidikan

Konsep dasar Berbicara dan Jenisnya

Konsep dasar Berbicara dan Jenisnya

Konsep dasar Berbicara dan Jenisnya

Konsep dasar Berbicara dan Jenisnya
Konsep dasar Berbicara dan Jenisnya

Konsep Dasar Berbicara

1. Membutuhkan paling sedikit dua orang, tentu saja pembicaraan dapat dilakukan oleh satu orang & perihal ini sering terjadi misalnya oleh orang yg sedang mempelajari banyak bunyi-bunyi bahasa beserta maknanya atau oleh seseorang yg meninjau kembali peryataan bank-nya atau oleh orang yg memukul ibu jarinya dgn palu.
2. Menggunakan salah satu sandi linguistic yg dipahami bersama, bahkan andai katapun dipergunakan dua bahasa namun saling pengertian, pemahaman bersama itu tidak kurang pentingnya.
3. Menerima atau mengakui satu daerah referensi umum, daerah referensi yg umum mungkin tidak selalu mudah kenal, ditentukan, namun pembicara menerima kecenderungan untuk menentukan.

Tahap-Tahap dalam Berbicara

Secara formal, kegiatan berbicara mempunyai tahapan-tahapan tertentu. Tahap-tahap tersebut bukan merupakan sesuatu yang harus dilalui dengan utuh, karena tahapan-tahapan ini bukan merupakan satu rukun dari sebuah perbuatan.

1. Persiapan

Pada tahap persiapan ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang pembicara, yaitu:
a. Penentuan Topik
b. Penentuan Tujuan
c. Pengumpulan Referensi
d. Penyusunan Kerangka
e. Berlatih

2. Pelaksanaan Kegiatan Berbicara

Secara umum pelaksanaan kegiatan berbicara dapat dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu:
a. Pembukaan
b. Pembahasan Pokok
c. Penutup

3. Evaluasi

Adakalanya evaluasi perlu dilakukan untuk mendapat masukan tentang kegiatan berbicara yang telah dilakukan seorang pembicara. Dengan masukan tersebut seorang pembicara dapat menentukan kualitas pembicaraannya.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/mukadimah/

Jenis Berbicara

A. Berdasarkan situasi

· Berbicara formal yaitu berbicara yang terikat pada aturan-aturan, baik aturan tata krama maupun kebahasaan.
Contoh : Ceramah, Perencanaan dan penilaian, Interview, Prosedur parlementer, dan Bercerita.
· Berbicara nonformal yaitu berbicara yang tidak terlalu terikat pada aturan-aturan berlangsung secara spontan dan tanpa perencanaan.
Contoh :Tukar Pengalaman, Percakapan, Menyampaikan Berita, Menyampaikan Pengumuman, Bertelpon, dan Memberi Petunjuk.

B. Berdasarkan keterlibatan pelaku

· Berbicara individual yaitu, berbicara yang dialkukan oleh seorang pelaku pembicara
Contoh : Berpidato
· Berbicara kelompok yaitu, berbicara yang melibatkan banyak pelaku pembicara
Contoh : Debat dan Diskusi

C. Berdasarkan alur pembicaraannya

· Berbicara monologis yaitu, kegiatan berbicara yang dilakukan searah
· Berbicara dialogis yaitu, kegiatan berbicara yang dilakukan secara dua arah

D. Berbicara Berdasarkan Tujuan

· Berbicara memberitahukan, melaporkan dan menginformasikan. Hal ini dilakukan jika seseorang ingin menjelaskan suatu proses, menguraikan,menafsirkan sesuatu, memberikan, menyebarkan atau menanamkan pengetahuan, dan menjelaskan kaitan, hubungan atau relasi antar benda, hal atau peristiwa.
· Berbicara menghibur. Berbicara untuk menghibur memerlukan kemampuan menarik perhatian pendengar. Suasananya bersifat santai dan penuh canda.
· Berbicara membujuk, mengajak, meyakinkan atau menggerakkan. Dalam kegiatan berbicara ini, pembicara harus pandai merayu, mempengaruhi atau meyakinkan pendengarnya.

E. Berdasarkan Cara Penyampaian

· Berbicara mendadak.
· Berbicara berdasarkan catatan.
· Berbicara berdasarkan hafalan.
· Berbicara berdasarkan naskah.

Categories:
Pendidikan
You Might Also Like