Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Pertanian

Kegiatan Pemeliharaan Larva

Kegiatan Pemeliharaan Larva

Kegiatan Pemeliharaan Larva

Persiapan Bak dan Media Pemeliharaan Larva

          Bak yang akan digunakan untuk kegiatan pemeliharaan larva sebelumnya harus dibersihkan dan diberi desinfektan.  Bak dibersihkan menggunakan air bersih dan detergen dengan cara menyikat seluruh permukaan dinding bak. Hal tersebut bertujuan untuk membuang seluruh kotoran yang ada dalam bak pemeliharaan. Kemudian diberi desinfektan berupa hypochlorite sebanyak        20 – 30 ppm, dan dibilas menggunakan air bersih untuk menghilangkan sisa dari chlorine, kemudian bak yang sudah dibersihkan dijemur. Bak yang berada di luar ruangan dan bak yang berukuran kecil dapat disterilisasi dengan cara penjemuran terhadap bak tersebut

          bak yang akan digunakan untuk tempat pemeliharaan larva dibersihkan menggunakan bleaching powder, kemudian dibilas menggunakan air tawar dan dijemur selama 24 jam.   Sebagian dari bak pemeliharaan diisi air laut, selanjutnya dilakukan pemasangan aerasi pada beberapa titik bak pemeliharaan. sebelum bak pemeliharaan larva digunakan untuk siklus selanjutnya, bak harus dicuci menggunakan larutan Hydrocloric Acid (HCl) kemudian dibilas menggunakan air tawar atau air laut.

          Air yang masuk ke unit pembenihan harus dibersihkan dan diberi desinfektan berupa chlorin dan dilakukan proses filtrasi sebelum didistribusikan ke area pembenihan seperti hatchery, kultur plankton, artemia, dan lain-lain. air yang digunakan untuk kegiatan pembenihan di hatchery harus difilter dan ditreatmen untuk mencegah masuknya organisme yang membawa penyakit dan patogen yang terbawa oleh air. Air yang akan digunakan, biasanya diberi desinfektan berupa chlorin. Kemudian air disaring menggunakan filter bag dan terakhir didesinfektan kembali menggunakan sinar ultraviolet (UV) atau ozon. air laut dalam bak pemeliharaaan larva ditreatmen menggunakan EDTA sebanyak 10 ppm dan trefflan sebanyak 0,1 ppm.

2.4.2  Penebaran naupli

          Naupli ditebar setelah persiapan bak dan media pemelihraan larva selesai dilakukan. Padat penebaran naupli maksimal adalah 100 ekor per liter dengan ukuran naupli yaitu 0,5 mm. naupli yang akan ditebar pada bak pemeliharaan harus mempunyai kualitas yang baik, berikut adalah ciri naupli yang mempunyai kualitas baik :

Ø Warna coklat orange

Ø Gerakan berenang aktif, periode bergerak lebih lama dibandingkan dari periode diam

Ø Kondisi organ tubuh lengkap, ukuran dan bentuk normal serta bebas patogen

Ø Respon terhadap rangsangan bersifat fototaktis positif

          kepadatan larva yang ditebar dalam bak pemeliharaan larva paling sedikit adalah 75 ekor naupli per liter. naupli yang ditebar dalam bak pemeliharan larva mempunyai kepadatan 100 sampai dengan 150 ekor naupli per liter atau atau 100.000 sampai dengan 150.000 ekor naupli per ton.

          penebaran naupli dilakukan pada pagi hari dengan tujuan untuk menghindari perubahan suhu yang terlalu tinggi dengan cara aklimatisasi.

          sebelum naupli ditebar pada bak pemeliharaan larva, harus dilakukan aklimatisasi. Aklimatisasi yang dilakukan berupa penyesuaian suhu dan salinitas air terhadap naupli. Proses aklimatisasi ini dilakukan hingga menunjukan naupli sudah dapat beradaptasi dengan media air dalam bak pemeliharaan larva.

Sumber: https://carbomark.org/

Categories:
Pertanian
You Might Also Like