Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Agama

Hal Yang Harus Dijauhkan dari Wanita Iddah

Hal Yang Harus Dijauhkan dari Wanita Iddah

Hal Yang Harus Dijauhkan dari Wanita Iddah

Hal Yang Harus Dijauhkan dari Wanita Iddah
Hal Yang Harus Dijauhkan dari Wanita Iddah

Ibnu Qudamah rahimahullahu menyebutkan ada tiga macam yang harus dijauhi wanita yang berihdad yaitu:

1. Bersolek

atau menghiasi dirinya seperti memakai pacar, memakai kosmetik pada wajah, memakai itsmid (celak).

2. Meninggalkan pakaian perhiasan

seperti pakaian yang dicelup agar menjadi indah misalnya mu’ashfar, muza’far, celupan berwarna merah, dan seluruh warna yang memperindah pemakainya seperti biru, hijau, dan kuning.

3. Perhiasan seluruhnya

seperti cincin dan yang lainnya. Ibnu Qudamah rahimahullahu berkata, “Perkataan ‘Atha` rahimahullahu, ‘Dibolehkan memakai perhiasan dari perak karena yang dilarang adalah perhiasan dari emas’, pendapat Atha’ ini tidaklah benar. Karena larangan yang disebutkan dalam hadits sifatnya umum, dan juga perhiasan akan menambah kebagusan si wanita dan memberi dorongan untuk menggaulinya.
Dengan demikian, larangan memakai celak merupakan larangan yang mutlak sekalipun wanita tersebut sedang menderita sakit pada kedua matanya. Adapun pembolehan memakainya ketika malam lantas dihilangkan pada siang hari, sandarannya adalah hadits yang sangat lemah sebagaimana diterangkan di atas. Kalaupun ada keluhan sakit pada mata, bukankah Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberikan obat-obatan selain celak yang bisa dipakai untuk menyembuhkan sakit tersebut dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala? Seperti obat tetes mata, salep, dan selainnya. Bila demikian, tidak ada alasan bagi yang berihdad untuk memakai celak dengan dalih sakit mata karena sakit mata Insya Allah bisa diobati dengan obat-obatan yang lain.

Menurut satu pendapat bahwa tidak ada pakaian khusus bagi wanita yang berkabung. Ia boleh memakai pakaian biasa dengan menjauhkan diri dari bersolek dalam segala hal Adapun meyakini keharusan memakai pakian hitam saja bukan pakian lainnya adalah haram.

Begitupun ada satu pendapat yang menyatakan bahwa bagi wanita yang ditingal mati suaminya wajib melalui masa iddahnya dirumah yang ditempatinya bersama sang suami dan ditempat suaminya meninggal dunia dirumah itu. wanita tersebut tidak boleh pindah kecuali keadaan yang memaksa. Seperti contoh jika ia takut bahaya dalam kondisi seperti ini boleh pindah ketempat lain . misalnya ia merasa ketakutan jika tetap berada dirumah tersebut atau ia dipaksa untuk pindah dari rumah itu karena statusnya rumah sewaan. Atau misalnya pemilik rumah menyuruhnya untuk meninggalkan tempat tersebut atau dengan cara meminta uang sewaan lebih mahal dari biasanya. Maka kondisi seperti ini bisa pindah dari rumah tersebut kapan saja untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi.
Tidak dilarang baginya untuk memotong kuku, mencabut rambut ketiak, mencukur rambut kemaluan, mandi dengan daun bidara, atau menyisir rambut karena tujuannya untuk kebersihan bukan untuk berwangi-wangi/berhias.

Sabda nabi SAW yang berbunyi : “Dari jabir, ia berkata: bibiku telah ditalak tiga kali lalu ia keluar untuk memetik buah kurmanya kemudian ia berjumpa dengan seorang laki-laki, lalu laki-laki itu mencegahnya. Kemudian bibiku datang kepada Nabi saw. “keluarlah dan petiklah buah kurmamu, barangkali engkau bisa bersedekah dari itu atau engkau bisa berbuat kebaikan.
Perkataan “memetik buah kurma” itu melihat zhahirnya, bahwa Nabi saw memberi ijin keluar untuk memetik buah kurma itu menunjukan bolehnya keluar kalau ada keeperluan dan yang sejenis dengan itu. sedangkan Imam Nawawi mengatakan: bab bolehnya keluar bagi perempuan yang ditalak bain dari rumahnya pada waktu siang untuk suatu keperluan.

Syeikh Abdullah Bin Baz berkata: “Wanita yang sedang berkabung dibolehkan untuk mandi dengan air, sabun, bidara, kapan saja ia mau, ia berhak untuk mengajak bicara kerabat-kerabatnya dan orang lain yang ia kehendaki, ia boleh duduk-duduk bersama para mahramnya, menghidangkan kopi dan makanan untuk mereka dan sebagainya. Ia boleh bekerja dirumahnya, diperkarangan, diatap rumahnya baik siang atau malam dalam semua pekerjaan rumah seperti memasak, menjahit, menyapu rumah, mencuci baju, memberi makan binatang ternak dan sebagainya sebagai mana dilakukan oleh wanita yang tidak berkabung dia juga boleh berjalan disaat terang bulan dalam keadaan tidak menutupi wajahnya sebagaimana wanita lainnya. Dia juga boleh melepas kerudung jika tidak orang lain kecuali hanya mahramnya.”

Baca Juga:

Categories:
Agama
You Might Also Like