Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Pendidikan

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar

Faktor-faktor yang dialami dan dihayati oleh siswa dan hal ini akan sangat berpengaruh terhadap proses belajar.

  1. Faktor-faktor Internal Belajar.

Didalam belajar siswa menghadapi masalah-masalah belajar secara internal. Jika siswa tidak dapat mengatasi masalahnya, maka ia tidak dapat belajar dengan baik. Faktor-faktor internal masalah belajar pada siswa antara lain sebagai berikut :

  1. Sikap Terhadap Belajar.

Sikap merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu, yang membawa diri sesuai dengan penilaian. Adanya penilaian terhadap sesuatu memberikan sikap menerima, menolak atau mengabaikannya begitu saja. Selama     melakukan proses pembelajaran sikap siswa akan menentukan hasil dari pembelajaran tersebut.             Pemahaman siswa yang salah terhadap belajar akan membawa siswa kepada sikap yang salah dalam melakukan pembelajaran tersebut. Sikap siswa ini akan mempengaruhinya terhadap tindakan belajar. Sikap yang salah akan membawa siswa merasa tidak peduli dengan belajar lagi. Akibatnya tidak akan terjadi proses belajar yang kondusif.

Tentunya hal ini akan sangat menghambat proses belajar. Sikap siswa terhadap belajar akan menentukan proses belajar itu sendiri.        Ketika siswa sudah tidak peduli terhadap belajar maka upaya pembelajaran yang dilakukan akan sia-sia, maka siswa sebaiknya mempertimbangkan masa-masa akibat sikap terhadap belajar.

  1.         Motivasi Belajar.

Tidak diragukan bahwa dorongan belajar mempunyai peranan besar dalam menumbuhkan semangat pada siswa untuk belajar. Karena seorang siswa meski memiliki semangat yang tinggi dan keinginan yang kuat, pasti akan tetap ditiup oleh angin kemalasan, tertimpa keengganan dan kelalaian. Maka tunas semangat ini harus dipelihara secara terus menerus.

Motivasi belajar merupakan kekuatan      mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar. Selanjutnya mutu belajar akan menjadi rendah. Oleh karena itu motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus.

Motivasi yang diberikan dapat meluputi penjelasan tentang keutamaan ilmu dan keutamaan mencari ilmu. Bila siswa mengetahui betapa besarnya keutamaan sebuah ilmu dan betapa besarnya ganjaran bagi orang yang menuntut ilmu, maka siswa akan merasa haus untuk menuntut ilmu. Selain itu bagai mana seorang guru mampu membuat siswanya merasa membutuhkan ilmu. Bila sesorang merasakan membutuhkan ilmu maka tanpa disuruhpun siswa akan mencari ilmu itu sendiri. Sehingga semangat siswa untuk menuntut ilmu sangat tinggi dan hal ini akan memudahkan proses belajar.

  1. Konsentrasi Belajar.

Konsenterasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya. Untuk memperkuat perhatian, guru perlu melakukan berbagai strategi belajar mengajar dan memperhatikan waktu belajar serta selingan istirahat. yang perlu diperhatikan oleh guru ketika memulai proses belajar ialah, sebaiknya seorang guru tidak langsung melakukan pembelajaran, namun seorang guru harus memusatkan perhatian siswanya terlebih dahulu sehingga siswa siap untuk melakukan pembelajaran. Sebab ketika awal masuk kelas perhatian siswa masih terpecah-pecah dengan berbagai masalah. Sehingga sangat perlu untuk melakukan pemusatan per

sumber :
https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/

Categories:
Pendidikan
You Might Also Like