Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Fashion

EFEK SAMPING  ANTIBIOTIKA

EFEK SAMPING  ANTIBIOTIKA

  1. Reaksi alergi dan hipersensitivitas
  • Respon ini dapat terjadi kemudian atau segera, terjadi pada pemberian pertama atau pada pajanan berikutnya. Contoh : Penisilin dan sulfonamid
  • menimbulkan hipersensitivitas (ruam dan gatal-gatal) pada kulit hingga reaksi anafilaksis yang fatal.
  1. Toksisitas obat yang langsung
  • Beberapa antibiotik membawa resiko yang cukup besar untuk menimbulkan kerusakan organ. (Teratogen =menyebabkan kecacatan pada janin)
  • Sebagian besar antibiotik dapat mengakibatkan gangguan gastrointestinal (mempengaruhi flora normal dalam traktus gastrointestinal).
  1. Resisten (Bakteri menjadi kebal dan tidak sensitive terhadap antibiotic ybs) karena penggunaan sembarangan dan tidak rasional (dosis, frekuensi dan lama pengobatan) Upaya agar tidak terjadi terjadi resisten gunakan obat dengan “Benar”  dan  “Tepat”  (Diagnosa, Jenis, Dosis, Frekuensi, lama pengobatan, dan pasien)

BEBERAPA EFEK SAMPING SPESIFIK DARI ANTIBIOTIKA

  1. Tetrasiklin:  tidak boleh diberikan pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak dalam masa pertumbuhan karena dapat Menyebabkan kerapuhan tulang dan gigi, diantaranya balita caries gigi.
  2. Kloramfenikol : merupakan obat pilihan pertama untuk thypoid, tetapi menyebabkan anemia aplastik (memecahkan sel darah merah), dan baby  grey syndrom.
  3. Ciprofloxacin : tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan anak dalam masa pertumbuhan (<14 tahun) karena dapat mengganggu pertumbuhan efifise tulang.
  4. Streptomisin : Obat anti tuberkulosis, yang pada penggunaan lama dapat menimbulkan ketulian pada pendengaran dan nefrotoksisitas (ginjal).
  1. ANTI-TUBERKULOSIS

            Tuberkulosis (TBC) adalah suatu penyakit menular yang paling sering  ter jadi di paru-paru (sekitar 80%). dapat juga menyerang tulang, ginjal, usus, dan kulit.

  • Penyebabnya adalah suatu basil Gram positif tahan asam dengan partum- buhan sangat lamban, yakni Mycobakterium tuberculosis
  •   Gejala :  batuk kronis, demam, berkeringat waktu malam, keluhan nafas,

              perasaan letih, hilang nafsu makan,  nyeri dada, dahak/lendir me-

              ngandung darah.

       OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) TERDIRI DARI :

  1. Obat primer : Rifampisin, Isoniazida (INH), Pirazinamida, Etambutol.
  2. Obat sekunder  : klofazimin, fluorkinolon, sikloserin,rifabutin dan asam

                            paminosalisilat (PAS).

  • Bentuk sediaan paket :  FDC ( “fixed-dose combination”), yaitu kombinasi obat dalam satu paket yang dosisnya sudah fix  (sesuai kebutuhan), terdiri dari Ripamfisin, Ethambutol, Pyrazinamid, INH,Vitamin B6.
  • Lama Pengobatan minimal 6 bulan, dan dapat diperpanjang bila perkembangan penyakitnya belum baik.
  • Obat primer adalah paling efektif dan toksisitasnya rendah, tetapi bila digunakan tunggal akan cepat resisten, maka digunakan kombinasi
  • Proses minum obat harus diperhatikan, tidak boleh terlewati, kecuali  bila terjadi ESO yang berbahaya, minum obat harus diberhentikan.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/

Categories:
Fashion
You Might Also Like