Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Pendidikan

citra diri self injury

citra diri self injury

citra diri self injury

Self injury tidak pandang bulu yang sama-sama mereka miliki adalah hubungan penuh siksaan antara pikiran dan tubuh mereka, khususnya organ seksual mereka, kesedihan mereka diperparah dengan pelajaran-pelajaran membingungkan yang mereka dapatkan tentang seksualita dan peran gender.

Para wanita yang pernah terancam secara seksual menjadi sangat ketakutan sampai ia sengaja membuat dirinya tidak menarik, misalnya dengan memakai pakaian gombrong atau pakaian pria, mencukur atau membotaki kepala mereka, atau mencacati diri, beberapa wanita bahkan memasuki benda – benda tajam ke dalam vagina. Mereka berfikir bahwa “pencegahan” ini juga akan menyakiti diri mereka sendiri selain mungkin rang yang menyerang.

Hal-hal ini yang membuat para pelaku self injury merasa bahwa ia memegang kendali atas kerusakan yang timbul, mereka mengatakan bahwa mereka lebih baik menyakiti diri sendiri dari pada disakiti orang lain.

Saat ini perilaku self injury sudah mulai dikenal secara umum sebagai contoh pada tahun 2002 sutradara Marine de van membuat film In My Skin yang mengusung tema self injury di dalamnya, film ini bercerita tentang seseorang wanita pekerja yang terlibat dalam perilaku self injury. Banyak pula remaja yang melakukan perilaku self injury.

Saat ini peilm ini bercerita tentang seorang wanita pekerja yang terlibat dalam perilaku self injury menurut Yates (2004) saat ibi belum bisa menunjukkan bahwa seseorang melakukan self injury karena mempelajarinya dari orang lain, meskipun bukti-bukti yang pasti saat ini menunjukkan bahwa kebanyakan pelaku menemukan pola perilaku self injury ini secara tidak sengaja sebagai contoh : Conterir & Favazza (1989), menemukan bahwa 91% pelaku self injury melakukan setelah mengetahui dari orang lain atau membacanya di salah  satu media sebelum memutuskan untuk terlibat dalam perilaku self injury ini.

Cara menolong pelaku self injury agar tidak melakukan self injury lagi.

Self injury bisa terjadi karena mereka tidak dapat melampiaskan rasa amarah merka melalui kata-kata dan tidak adanya orang dimana mereka bisa berbagi kesedihan. Oleh sebab itu, jika kita ingin menolong pelaku self injury, maka kita berusahalah menjadi pendengar yang baik dan setia buat mereka. Karena dengan cara itu mereka dapat mencurahkan seluruh rasa amarah dan tidak merasa tertekan lagi. Dengan begitu mereka akan berhenti dengan sendirinya.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

     Self Injury adalah menyakiti diri sendiri, dimana tubuh dirinya sendirilah yang di sakiti, dilukai, jenis- jenisnya ada 3 yaitu major self mutilation, stereotypic self injury, moderate / superficial. Bentuk Self Injury bermacam – macam  ada yang mengcutter dirinya sendiri, mencongkel mata, menggigit , memencet jerawat, meniriskan anggota tubuh, menggaruk sampai berdarah, mematahkan tulang, menguliti kulit sendiri, hal seperti itu akan dirasakan sakit juga oleh mereka namun mereka tidak menimbulkan, menonjolkan rasa sakit itu, mereka hanya ingin mengeluarkan saja yang dibebaninya, hingga merasa puas. Dari latar belakang, mungkin akan timbul self injury karena keluarga yang tidak mendukungnya, trauma kejadian saat kecil, keluarga yang tidak akur. Lebih banyak pelaku self injury adalah anak remaja mula hingga dewasa mula, sebab pada masa itulah keadaan emosi mereka masih labil dan mereka belum berfikir secara logis.

sumbe :

https://www.ayoksinau.com/seva-mobil-bekas/

Categories:
Pendidikan
You Might Also Like