Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Kategori: Perternakan

Perternakan

  Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Humanistik

  Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Humanistik

Kelebihan teori belajar humanistik menurut Budiningsih (2005) adalah sebagai berikut:

  1. Aplikasi teori ini bisa memunculkan kreativitas peserta didik atau orang yang belajar. Hal ini terjadi karena teori ini berpusat pada orang yang belajar, bukan pada materi yang harus dijejalkan pada peserta didik;
  2. Perkembangan teknologi yang pesar ekuivalen dengan perkembangan belajar;
  3. Tenaga pendidik justru memiliki tugas yang lebih ringan, tidak terpaku untuk menyelesaikan materi tetapi lebih fokus pada pengembangan setiap individu yang belajar;
  4. Teori humanistik cenderung mampu merekatkan hubungan sosial antara peserta didik. Tidak ada persaingan dalam pembelajaran karena semua orang

 

berhak untuk mengoptimalkan kemampuan diirnya, sesuai pada tingkatan masing-masing;

  1. Teori belajar humanistik adalah pilihan kiblat yang cocok terutama untuk pendidikan yang bersifat membentuk karakter, mengubah sikap, atau menganalisis fenomena sosial;
  2. Melatih peserta didik sebagai pribadi yang bebas dan tidak terikat dengan pendapat orang lain. Peserta didik diarahkan untuk bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Sedangkan kekurangan teori belajar humanistik menurut Budiningsih (2005) adalah sebagai berikut: Aplikasi teori ini memungkinkan peserta didik untuk sulit memahamai potensi dirinya sendiri. Ini terjadi karena tenaga pendidik yang terlalu melepaskan peserta didik dalam mengeksplorasi dirinya sendiri;

  1. Peserta didik yang tidak berminat untuk mengikuti proses belajar akan tertinggal dengan peserta didik lain yang sudah memiliki niatan untuk belajar dan memperbaiki diri;
  2. Jika peserta didik tidak rajin untuk mengikuti proses pembelajaran, besar kemungkinan ia akan kesulitan mengikuti proses belajar selanjutnya karena masih tertinggal di tahap-tahap awal;
  3. Apabila peserta didik mengalami ketidak tahuan atau kurang paham atas konten pembelajaran dan tidak segera ditangani oleh tenaga pendidik, proses pembelajaran oleh peserta didik tersebut bisa terhambat;
  4. Peserta didik memiliki potensi untuk menyalahgunakan kebebasan yang diberikan;
  5. Peserta didik yang belum mampu berpikir untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri cenderung sulit untuk melakukan pemusatan pikiran;
  6. Pada konteks atau praktisnya, teori ini kurang mungkin untuk diterapkan pada sistem pembelajaran sekolah saat ini.

2.6    Penerapan Teori Belajar Humanistik dalam Pembelajaran

Penerapan teori belajar humanistik menurut Thobroni dan Mustofa (2012) lebih menunjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan. Peran guru dalam pembelajaran humanistik

 

adalah menjadi fasilitator bagi para siswa, disamping guru memberikan motivasi, kesadaran, mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran.

Siswa berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Tujuan pembelajaran dalam teori ini, lebih kepada proses belajarnya dari pada hasil belajar. Sedangkan proses yang umumnya dilalui adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan tujuan belajar yang jelas;
  2. Mengusahakan partisipasi aktif  siswa melalui kontak belajar yang bersifat jelas, jujur, dan positif;
  3. Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri;
  4. Mendorong siswa untuk berpikir kritis, memaknai proses pembelajaran secara mandiri;
  5. Siswa didorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya, melakukan apa yang diinginkan, dan menanggung resiko atas perilaku yang ditunjukkan;
  6. Guru menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif, tetapi mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas segala risiko proses belajarnya;
  7. Memberikan kesempatan murid untuk maju sesuai denan kecepatannya;
  8. Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa.

Pembelajaran berdasarkan teori belajar humanistik ini, cocok untuk diterapkan pada materi-materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial. Indikator keberhasilan penerapan teori belajar iniadalah siswa merasa  senang, bergairah,berinisiatif dalam belajar, dan terjadi perubahan pola pikir, perilaku, serat sikap atas kemauan sendiri.

baca juga :

REDDEN v1.35 Apk for android

Perternakan

Cara Praktis Ternak Belut

Cara Praktis Ternak Belut

Cara Praktis Ternak Belut

Indonesia kaya akan kekayaan alam flora dan fauna. Sebagian besar masyarakat adalah petani dan peternak. Jika kita berbicara tentang peternakan, banyak ragam peternakan yang ada misalnya peternakan sapi, kambing, dan ikan.

Banyak orang memilih membudidayakan ikan karena lebih muda. Ada juga sebagian besar orang yang senang membudidayakan belut. Belut bisa diolah menjadi aneka hidangan yang banyak digemari. Tidaklah mengherankan jika permintaan pasar akan belut selalu meningkat dari tahun ke tahun. Permintaan bahkan belum sesuai dengan ketersediaan belut dari beberapa peternakan.

Apa yang bisa anda dapatkan dari informasi diatas? Peluang anda untuk mengembangkan belut masih terbuka dan tentu lebih menguntungkan karena saingan anda hanya sedikit. Banyak orang kemudian mencari tahu cara budidaya belut dalam drum.

Mungkin sebagian dari kita tidak mengetahui bahwa banyak orang kini mempunyai cara ternak belut yang sangat unik yaitu degan menggunakan drum. Sebenarnya cara budidaya ini sudah dilakukan dalam waktu yang lama dan hasilnya juga sangat menggembirakan. Anda pasti banyak yang penasaran untuk mengetahui bagaimana teknik budidaya belut dengan menggunakan drum. Dalam artikel ini, anda akan bisa melihat dan belajar beberapa teknik mengembangkan belut dengan drum.

 

Beternak Belut di Tong

Teknik beternak belut di tong ini banyak dipilih karena sangat menguntungkan. Anda bisa menghemat uang anda karena anda bisa menemukan tong dengan mudah dan harganya relative lebih murah dibandingkan jika kita membuat kolam semen untuk beternak belut.

Cara beternak belut ini tidak terlalu sulit baik anda yang menggunakan drum maupun anda yang menggunakan kolam. Anda hanya harus membaca beberapa tips berikut agar anda semakin bisa mengelola peternakan belut anda dengan baik. Sebenarnya teknik yang digunakan antara memelihara belut di drum dan di kolam adalah salam. Yang berbeda adalah tempatnya saja.

Anda harus mengetahui bahwa belut akan mudah untuk berkembang jika tempatnya cocok. Oleh karena itu tempat untuk mengembangkan belut haruslah menjadi prioritas yang pertama dan utama. Ada banyak jenis tong yang bisa kita temukan dan media yang digunakan haruslah yang baik seperti lumpur kering, pupuk TSP, jerami padi, kompos, dan mikroorganisme. Lalu bagaimana cara mengatur kolam drum anda tersebut?

 

 

Cara Atur Media Kolam Drum

Ada banyak ragam jenis belut salah satu yang paling digemari oleh banyak orang adalah belut parung. Belut ini mendapatkan permintaan yang jumlahnya sangat besar dari pasaran. Oleh karena itu tidak mengherankan jika banyak orang kemudian mencoba mengembangkan belut ini dibandingkan jenis belut yang lain. Bagaimana cara memelihara dan mengatur drum untuk tempat tinggal dan berkembang biak belut tersebut. Berikut ini adalah beberapa tipsnya:

Pertama, anda harus melapisi bagian bawah kolam dengan jerami setebal 50cm saja.
Kedua, setelah jerami anda sebaiknya menyiramkan 1 liter mikroorganisme stater
Ketiga, anda bisa melanjutkan dengan kompos setinggi 5 cm.
Keempat, bagian paling atas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang bisa dicampur dengan pupuk TSP kurang lebih 5 kg.

 

 

Pakan Belut

Kita akan berhasil dalam mengembangkan belut ini jika dari awal proses pembenihan sampai dengan proses pembesaran, belut ini banyak yang hidup. Anda harus tahu apa yang membuat belut mati mendadak. Pakan juga harus diperhatikan. Jika pakan tersedia dalam jumlah cukup maka belut tidak akan memakan satu sama lain.

Pakan untuk belut yang baik adalah ikan segar seperti ikan cetol, ikan impun, cacing tanah, bekicot, bibit ikan mas dan belatung. Anda sebaiknya memberi makan minimal sehari satu kali pada sore hari. Anda juga bisa menambah nafsu makan belut dengan menambahkan temulawak dan air.

Masukkan ramuan tersebut di kolam pembesaran atau di tempat persembunyian belut. Banyak pelet ikan yang dijual dan dapat digunakan untuk memacu pertumbuhan dai belut-belut tersebut. Anda bisa menggunakan pelet sebagai makanan selingan agar belut tidak bosan dengan makanan itu-itu saja.

Pelet diberikan 3 kali seminggu dan dosisnya harus diatur. Anda bisa langsung menaburkan di area drum. Perbandingan antara pelet dan bibit adalah 5%. Jadi jika anda punya bibit ikan 40kg maka pelet yang anda gunakan adalah 2 kg saja. Anda harus tahu bagaimana mengembangkan benih belut secara baik dan benar.

 

 

Sumber : https://anekabudidaya.com/