Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Kategori: Pertanian

Pertanian

HAMA & PENYAKIT JAMBU BIJI

HAMA & PENYAKIT JAMBU BIJI

HAMA & PENYAKIT JAMBU BIJI
HAMA & PENYAKIT JAMBU BIJI

Hama Jambu Biji

Ulat daun (trabala pallida)
Pengendalian: dengan menggunakan nogos.
Ulat keket (Ploneta diducta).
Pengendalian: sama dengan ulat daun.
Semut & tikus
Pengendalian: dengan penyemprotan sevin & furadan.
Kalong & Bajing
Keberadaan serangga ini dipengaruhi faktor lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. yg termasuk faktor biotik seperti persediaan makanan,
Pengendalian: dengan menggunakan musuh secara alami.

Ulat putih

Gejala: buah menjadi berwarna putih hitam,
Pengendalian: dilakukan penyemprotan dengan insektisida yg sesuai sebanyak 2 kali seminggu hingga satu bulan sebelum panen penyemprotan dihentikan.
Ulat penggerek batang (Indrabela sp)
Gejala: membuat kulit kayu & mampu membuat lobang sepanjang 30 cm;
Pengendalian: sama dengan ulat putih.
Ulat jengkal (Berta chrysolineate)
Ulat pemakan daun muda, berbentuk seperti tangkai daun berwarna cokelat & beruas-ruas
Gejala: pinggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning.
Pengendalian: sama dengan ulat putih.

Penyakit Jambu Biji

Penyakit karena ganggang (Cihephaleusos Vieccons)
Menyerang daun tua & muncul pada musim hujan.
Gejala: adanya bercak-bercak kecil dibagian atas daun disertai serat-serat halus berwarna jingga yg merupakan kumpulan sporanya.
Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX.
Jamur Ceroospora psidil , Jamur karat poccinia psidil, Jamur allola psidil
Gejala: bercak pada daun berwarna hitam.
Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX.
Penyakit karena cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus
Gejala: rizom berwarna putih yg menempel pada akar & apabila akar yg kena dikupas akan nampak warna kecoklatan. Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX.

Gulma

Segala macam tumbuhan pengganggu tanaman jambu biji yg berbentuk rerumputan yg berada disekitar tanaman jambu biji yg mengganggu pertumbuhan & perkembangan bibit tanaman, oleh sebab itu perlu dilakukan penyiangan secara rutin.

Baca Juga:

Pertanian

Pemeliharaan Tanaman Jambu Biji

Pemeliharaan Tanaman Jambu Biji

 

Pemeliharaan Tanaman Jambu Biji
Pemeliharaan Tanaman Jambu Biji

Meskipun penanaman jambu biji mampu tumbuh & menghasilkan tanpa perlu diperhatikan keadaan tanah & cuaca yg mempengaruhinya tetapi akan lebih baik apabila keberadaannya diperhatikan, karena tanaman yg diperhatikan dengan baik akan memberikan imbalan hasil yg memuaskan.

Penjarangan & Penyulaman

Karena kondisi tanah telah gembur & mudah tanaman lain akan tumbuh kembali terutama Gulma (tanaman pengganggu), seperti rumput-rumputan & harus disiangi sampai radius 1,5-2 m sekeliling tanaman rambutan. Apabila bibit tdk tumbuh dengan baik segera dilakukan penggantian dengan bibit cadangan. & apabila tumbuh tanaman terlalu jauh jaraknya maka perlu dilakukan penyulaman & sebaliknya apabila tumbuhnya sangat berdekatan penjarangan.

Penyiangan

Selama 2 minggu setelah bibit yg berasal dari cangkokan/ okulasi ditanam di lahan perlu penyiangan dilakukan hanya pada batang dahan tua (warna coklat) dengan dahan muda (warna hijau) & apabila buah terlalu banyak, tunas yg ada dlm satu ranting bisa dikurangi, dengan dikuranginya tunas yg tdk diperlukan akan berakibat buah menjadi besar & menjadi manis rasanya. Khusus jambu non biji dengan membatasi percabangan buahnya maksimal 3 buah setelah panjang 30-50 cm dilakukan pangkasan, & setelah tumbuh cabang tersier segera dilenturkan ke arah mendatar, guna utk merangsang tunas bunga & buah yg akan tumbuh.

Pembubunan

Supaya tanah tetap gembur & subur pada lokasi penanaman bibit jambu biji perlu dilakukan pembalikan & penggemburan tanah supaya tetap dlm keadaan lunak, dilakukan setiap 1 bulan sekali hingga tanaman bisa dianggap telah kuat betul.

Perempalan

Agar supaya tanaman jambu biji mendapatkan tajuk yg rimbun, setelah tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan perempelan/ pemangkasan pada ujung cabang-cabangnya. Disamping utk memperoleh tajuk yg seimbang juga berguna memberi bentuk tanaman, juga memperbanyak & mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara & pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa panen buah berakhir, dengan harapan agar muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya dengan hasil lebih meningkat atau tetap stabil keberadaannya.

Pemupukan

Untuk menjaga agar kesuburan lahan tanaman jambu biji tetap stabil perlu diberikan pupuk secara berkala dengan aturan:

Pada tahun 0-1 umur penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dengan campuran 40 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram Urea & 20 gram ZK dengan cara ditaburkan disekeliling pohon atau dengan jalan menggali di sekeliling pohon sedalam 30 cm & lebar antara 40-50 cm, kemudian masukkan campuran tersebut & tutup kembali dengan tanah galian sebelumnya. Tanaman bisa berbuah 2 kali setahun.

Pengairan & Penyiraman

Selama dua minggu pertama setelah bibit yg berasal dari cangkokan atau okulasi ditanam, penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi & sore. & minggu-minggu berikutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari. Apabila tanaman jambu biji telah tumbuh benar-benar kuat frekuensi penyiraman bisa dikurangi lagi yg dapat dilakukan saat-saat diperlukansaja. & bila turun hujan terlalu lebat diusahakan agar sekeliling tanaman tdk tegenang air dengan cara membuat lubang saluran utk mengalirkan air. Sebaliknya pada musim kemarau tanah kelihatan merekah maka diperlukan penyiraman dengan menggunakan pompa air 3 PK utk lahan seluas kurang lebih 3000 m 2 & dilakukan sehari sekali tiap sore hari.

Waktu Penyemprotan Pestisida

Guna menjaga kemungkinan tumbuhnya penyakit atau hama yg ditimbulkan baik karena kondisi cuaca & juga dari hewan-hewan perusak, maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida pada umumnya dengan nogos, antara 15-20 hari sebelum panen & juga perlu disemprot dengan sevin atau furadan terutama utk menghindarkan adanya ulat jambu, tikus atau jenis semut-semutan, disamping itu penyemprotan dilakukan dengan fungisida jenis Delsene 200 MX guna memberantas cendawan yg akan mengundang hadirnya semut-semut.Disamping itu juga digunakan insektisida guna memberantas lalat buah & kutu daun disemprot 2 x seminggu & setelah sebulan sebelum panen penyemprotan dihentikan.

Pemeliharaan Lain

Untuk memacu munculnya bunga Jambu biji diperlukan larutan KNO3 (Kalsium Nitrat) yg akan mempercepat 10 hari lebih awal dari pada tdk diberi KNO3 & juga mempunyai keunggulan memperbanyak “dompolan” bunga (tandan) jambu biji pada setiap stadium (tahap perkembangan) & juga mempercepat pertumbuhan buah jambu biji, cara pemberian KNO3 dengan jalan menyemprotkan pada pucuk-pucuk cabang dengan dosis antara 2-3 liter larutan KNO3 utk setiap 10 pucuk tanaman dengan ukuran larutan KNO3 adalah 10 gram yg dilarutkan dengan 1 liter pengencer teknis.

Sumber: www.tanam.co.id

Pertanian

Pengelolaan Pakan

Pengelolaan Pakan

Pakan Alami

pakan alami yang diberikan kepada larva udang vannamei adalah fitoplankton dan zooplankton. Beberapa jenis fitoplankton yang digunakan untuk makanan larva udang adalah Skeletonema costatum, Tetraselmis chuii, Chaetoceros calcitrans. Sedangkan nauplius artemia merupakan zooplankton yang banyak diberikan pada larva udang. Hal ini dikarenakan nauplius artemia banyak mengandung nilai nutrisi yang dibutuhkan oleh larva udang.

Pemberian pakan alami berupa Chaetoceros diberikan mulai dari stadia zoea 1 sedangkan pada stadia naupli belum diberikan pakan, karena pada stadia ini larva udang putih vannamei masih memanfaatkan kuning telur sebagai pensuplai makanan. pada stadia naupli belum memerlukan makanan karena masih mempunyai cadangan makanan berupa egg yolk selama 36 – 72 jam. Stadia zoea larva udang vannameii diberi makanan skeletonema sp., chaetoceros sp., dan  Thalassiosira.

pemberian algae berupa Chaetoserros dan Thallasiosiosirra pada stadia naupli diberikan sebanyak 60.000 sel/ml, stadia zoea 1 sebanyak 80.000 sel/ml, pada stadia zoea 2 diberikan sebanyak      80.000 – 100.000 sel/ml, stadia zoea 3 – mysis 1 diberikan sebanyak 100.000 sel/ml, dan pada stadia mysis 2 – 3 diberikan sebanyak 80.000 sel/ml.

Dalam melakukan kultur artemia sebelumnya menentukan banyaknya artemia yang dibutuhkan sebagai pakan larva, setelah itu dilakukan kultur cyste artemia dengan menebarkan cyste artemia dan memberikan aerasi yang kuat dalam tank kultur untuk mempercepat penetasan. Setelah cyste menetas dilakukan pemisahan antara cangkang artemia dengan naupli artemia, kemudian dilakukan pemanenan artemia

pemberian pakan artemia dilakukan enam kali dalam satu hari yaitu pada pukul 00.00, 04.00, 08.00, 12.00, 16.00, dan 20.00. Greece dan Fox (2000), menyatakan bahwa naupli artemia yang baru menetas diberi aerasi baru diberikan untuk larva. . Hal ini dilakukan agar naupli dalam penampungan sementara tetap dalam kondisi hidup. Selanjutnya naupli artemia diberikan menggunakan beacker glass dengan cara ditebarkan secara merata.

  1. Pakan Buatan

kriteria pakan buatan yang berkualitas baik adalah sebagai berikut:

  1. Kandungan gizi pakan terutama protein harus sesuai dengan kebutuhan ikan
  2. Diameter pakan harus lebih kecil dari ukuran bukaan mulut ikan
  3. Pakan mudah dicerna
  4. Kandungan nutrisi pakan mudah diserap tubuh
  5. Memilki rasa yang disukai ikan
  6. Kandungan abunya rendah
  7. Tingkat efektivitasnya tinggi

pakan buatan yang biasa diberikan untuk larva udang vannamei adalah pakan dalam bentuk bubuk, cair dan flake (lempeng tipis) dengan ukuran partikel sesuai dengan stadianya. Kadungan nutrisi pada pakan buatan larva udang vannamei terdiri dari protein minimum 40 % dan lemak maksimum 10 %. kandungan nutrisi pada pakan buatan larva udang vannamei terdiri dari protein 28 – 30 %, lemak 6 – 8 %, serat (maksimal) 4 %, kelembaban (maksimal) 11 %, kalsium (Ca) 1,5 – 2 %, dan fosfor (phosphorus) 1 – 1,5 %.

Pakan buatan yang akan diberikan sebelumnya disaring menggunakan saringan berukuran 10 – 80 mikron. Pakan diberikan sampai pada stadia zoea 3. Pada stadia mysis Pakan buatan diberikan dengan cara disaring menggunakan saringan berukuran 50 – 150 mikron, Pakan buatan yang diberikan pada stadia PL 1 – PL 8 sebelumnya disaring menggunakan saringan berukuran 200 – 300 mikron, sedangkan pada stadia PL 9 sampai dengan panen sebelumnya disaring menggunakan saringan dengan ukuran  300 – 500 mikron

Baca juga:

  1. Kegiatan Pemeliharaan Larva
  2. Fasilitas Pemeliharaan larva
  3.  Jenis-jenis  Batuan Beku
  4. Batuan Beku
Pertanian

Kegiatan Pemeliharaan Larva

Kegiatan Pemeliharaan Larva

Persiapan Bak dan Media Pemeliharaan Larva

          Bak yang akan digunakan untuk kegiatan pemeliharaan larva sebelumnya harus dibersihkan dan diberi desinfektan.  Bak dibersihkan menggunakan air bersih dan detergen dengan cara menyikat seluruh permukaan dinding bak. Hal tersebut bertujuan untuk membuang seluruh kotoran yang ada dalam bak pemeliharaan. Kemudian diberi desinfektan berupa hypochlorite sebanyak        20 – 30 ppm, dan dibilas menggunakan air bersih untuk menghilangkan sisa dari chlorine, kemudian bak yang sudah dibersihkan dijemur. Bak yang berada di luar ruangan dan bak yang berukuran kecil dapat disterilisasi dengan cara penjemuran terhadap bak tersebut

          bak yang akan digunakan untuk tempat pemeliharaan larva dibersihkan menggunakan bleaching powder, kemudian dibilas menggunakan air tawar dan dijemur selama 24 jam.   Sebagian dari bak pemeliharaan diisi air laut, selanjutnya dilakukan pemasangan aerasi pada beberapa titik bak pemeliharaan. sebelum bak pemeliharaan larva digunakan untuk siklus selanjutnya, bak harus dicuci menggunakan larutan Hydrocloric Acid (HCl) kemudian dibilas menggunakan air tawar atau air laut.

          Air yang masuk ke unit pembenihan harus dibersihkan dan diberi desinfektan berupa chlorin dan dilakukan proses filtrasi sebelum didistribusikan ke area pembenihan seperti hatchery, kultur plankton, artemia, dan lain-lain. air yang digunakan untuk kegiatan pembenihan di hatchery harus difilter dan ditreatmen untuk mencegah masuknya organisme yang membawa penyakit dan patogen yang terbawa oleh air. Air yang akan digunakan, biasanya diberi desinfektan berupa chlorin. Kemudian air disaring menggunakan filter bag dan terakhir didesinfektan kembali menggunakan sinar ultraviolet (UV) atau ozon. air laut dalam bak pemeliharaaan larva ditreatmen menggunakan EDTA sebanyak 10 ppm dan trefflan sebanyak 0,1 ppm.

2.4.2  Penebaran naupli

          Naupli ditebar setelah persiapan bak dan media pemelihraan larva selesai dilakukan. Padat penebaran naupli maksimal adalah 100 ekor per liter dengan ukuran naupli yaitu 0,5 mm. naupli yang akan ditebar pada bak pemeliharaan harus mempunyai kualitas yang baik, berikut adalah ciri naupli yang mempunyai kualitas baik :

Ø Warna coklat orange

Ø Gerakan berenang aktif, periode bergerak lebih lama dibandingkan dari periode diam

Ø Kondisi organ tubuh lengkap, ukuran dan bentuk normal serta bebas patogen

Ø Respon terhadap rangsangan bersifat fototaktis positif

          kepadatan larva yang ditebar dalam bak pemeliharaan larva paling sedikit adalah 75 ekor naupli per liter. naupli yang ditebar dalam bak pemeliharan larva mempunyai kepadatan 100 sampai dengan 150 ekor naupli per liter atau atau 100.000 sampai dengan 150.000 ekor naupli per ton.

          penebaran naupli dilakukan pada pagi hari dengan tujuan untuk menghindari perubahan suhu yang terlalu tinggi dengan cara aklimatisasi.

          sebelum naupli ditebar pada bak pemeliharaan larva, harus dilakukan aklimatisasi. Aklimatisasi yang dilakukan berupa penyesuaian suhu dan salinitas air terhadap naupli. Proses aklimatisasi ini dilakukan hingga menunjukan naupli sudah dapat beradaptasi dengan media air dalam bak pemeliharaan larva.

Sumber: https://carbomark.org/

Pertanian

Fasilitas Pemeliharaan larva

Fasilitas Pemeliharaan larva

fasilitas yang digunakan untuk  pemeliharaan larva terbagi menjadi dua, yaitu fasilitas pokok dan fasilitas pendukung yang secara prinsip diperlukan untuk usaha pemeliharaan larva udang vannameii adalah sebagai berikut :

Fasilitas Pokok

  1. Bak Filter, yaitu bak penyaring air dengan komponen penyaring berupa koral, pasir, arang, ijuk, dengan menggunakan waring sebagai pemisah komponen.
  2. Bak tandon air tawar dan air laut, yaitu bak bak penampung air laut dan air tawar yang terbuat dari beton dengan volume minimal 30% dari kapasitas total bak pemeliharaan.
  3. Bak pemeliharaan larva, yaitu bak tempat pemeliharaan larva yang terbuat dari semen maupun fiber plastik dengan volume minimal 10 m3.
  4. Bak kultur fitoplankton, yaitu tempat kultur fitoplankton sebagai penyedia pakan untuk larva yang berbentuk persegi empat  dengan volume 20% – 40% dari bak larva.
  5. Penetasan kista artemia, yaitu untuk menetaskan telur artemia sebagai makanan larva udang yang berbahan fiber glass maupun plastik dengan volume 0,02 m3.
  6. Tenaga listrik, dapat disuplai dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) di daerah terkait.
  7. Pompa air atau sarana penyedia air: pompa air laut dengan kapasitas pompa yang dapat memompa air laut dengan volume minimal 30 % per hari dari total volume air yang dibutuhkan dalam bak pemeliharaan benur, dan pompa air tawar dengan kapasitas minimal 5 % dari total volume air bak atau sarana penyedia air yang kemampuannya setara dengan kapasitas di atas.
  8. Aerasi blower/hi blow, selang aerasi, batu aerasi.
  9. Fasilitas Pendukung
  10. Peralatan lapangan: seser, saringan pembuangan air, kantong saringan air, gelas piala, sepatu lapangan, senter, gayung, ember, timbangan, selang, saringan pakan, alat sipon, peralatan panen.
  11. Peralatan laboratorium: pengukur kualitas air (termometer, refraktometer, pH meter atau kertas pH) dan mikroskop.
  12. Generator. Peralatan ini sangat dibutuhkan, meskipun unit pembenihan tersebut mempergunakan sumber listrik PLN, khususnya jika terjadi gangguan listrik PLN.

Sumber: https://multiply.co.id/

PerikananPertanian

Tujuan Akhlak

Tujuan Akhlak

Tujuan Akhlak

Tujuan akhlak seccara umum adalah agar terciptanya kehidupan yang tertib, damai, harmonis, dan saling tolong-menolong. Coba kalau kita membiasakan akhlak yang mulia pasti akan dicintai oleh Allah, oleh Rasul-Nya, oleh sesama masyarakat dan dicintai oleh makhluk Allah yang lainnya. Misalnya jika kita selalu menjalankan perintah Allah, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan balasan surga di akhirat nanti

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا ٢ وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq:2)

Begitu juga jika kita taat kepada Rasulullah, maka kita akan mendapatkan syafaat dan pertolongannya di hari kiamat. Rosulullah bersabda “ barang siapa yang cinta kepadaKu, maka ia akan bersamaku di Surga.” (HR. Alhakim). Jika kita selalu berbuat baik kepada sesama manusia maka kita akan mendapatkan penghargaan, penghormatan, dan pertolongan ketika menghadapi musibah.

  1. Pembagian Akhlak

Jika dilihat dari sifatnya, akhlak dibagi menjadi dua, yaitu akhlak terpuji dan akhlak tercela.

  1. Akhlak Terpuji

Akhlak terpuji dalam bahasa Arab sering disebut dengan Al-akhlaqul Mahmudah. Akhlak terpuji merupakan perbuatan yang dilakukan menurut akal dan syariat Islam. Sebagai seorang muslim, kita harus mempunyai akhlak terpuji, karena akhlak terpuji merupakan sifat Rasulullah yang harus kita teladani. Dengan meneladani akhlak terpuji, kita bisa menjaga harga diri dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah. Akhlak terpuji misalnya cinta Allah dan Rasul-Nya, berbakti kepada orang tua, menyantuni fakir miskin, menyantunni anak yatim, bersikap jujur, sabar, tawakal, rajin, ramah, hemat, optimis, ridla terhadap pemberian Allah, pemaaf, kasih sayang, menepati janji, menjauhkan diri dari makanan haram, menyayangi binatang, dan lain sebagainya. Sifat-sifat terpuji inilah yang harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Allah berfirman:

 لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ ٤ ثُمَّ رَدَدۡنَٰهُ أَسۡفَلَ سَٰفِلِينَ ٥  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمۡ أَجۡرٌ غَيۡرُ مَمۡنُونٖ ٦

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” (QS. At-Tin: 4-6)

sumber :

Dream Treats – Match Sweets 2.4.5 Apk + Mod for android

Pertanian

Tips Terbaik Budidaya Ternak Sapi Lembu

Tips Terbaik Budidaya Ternak Sapi Lembu

Tips Terbaik Budidaya Ternak Sapi Lembu
Tips Terbaik Budidaya Ternak Sapi Lembu

Pemeliharaan sapi potong sangat menguntungkan, Karena tidak hanya menghasilkan daging dan susu, Juga menghasilkan pupuk kandang dan juga sebagai tenaga kerja petani.

Manfaat

Sapi-sapi juga dapat di pergunakan sebagai menarik gerobak, Kotoran sapi juga mempunyai nilai Ekonomis, Karena termasuk pupuk organik yang di butuhkan oleh semua jenis tumbuhan. Kotoran sapi dapat menjadi sumber hara yang dapat memperbaiki Struktur tanah sehingga menjadi lebih gembur dan subur. Semua organ tubuh sapi dapat di manfaatkan antara lain sebagai berikut :

1. Kulit : Sebagai bahan industri Tas, Sepatu, Ikat pinggang, Topi, Jaket, Dan sebagainya.
2. Tulang : Dapt diolah menjadi Bahan-bahan Perkat/Lem, Tepung tulang dan barang kerajinan.
3. Tanduk : Tanduk digunakan sebagai bahan kerajinan seperti : Sisir, Hiasan dinding dan masih banyak manfaat tanduk sapi bagi kepentingan manusia.

Persyaratan Lokasi

Lokasi yang ideal untuk membangun kandang adalah pada daerah yang letaknya cukup jauh dari permukiman penduduk, Tetapi mudah du capai oleh kendaraan, Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal (10 meter) Dan sinar matahari harus dapat menembus peralatan kandang serta dekat dengan lahan pertanian. Dan pembuatanya dapat di lakukan secara berkelompok di tengah sawah atau ladang.

Pedoman Teknis Budidaya

Penyiapan Sarana Dan Peralatan : Kandang dapat di buat dalam bentuk ganda atau tunggal, Tergantung dari jumlah sapi yang di miliki (Di ternak). Pada kandang tipe tunggal, Penempatan di lakukan pada satu baris atau satu jajaran, Sementara kandang yang bertipe ganda, penempatanya di lakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk Jalan.

Pembuatan kandang untuk tuuan penggemukan (Kereman) Yang biasanya berbentuk tunggal apabila kapasitas ternak yang di pelihara hanya sedikit, Namun, Apabila kegiatan penggemukan sapi ditujukan untuk komersial. Dan ukuran kandang harus lebih luas dan lebih besar sehingga dapat menampung jumlah sapi yang lebih banyak.

Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih, Bertujuan untuk mencegah timbulnya berbagai macam penyakit. Lantai tersebut di buat dari tanah yang padat atau semen, Dan mudah di bersihkan dari kotoran Sapi. Kemudian lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat. Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah di pakai harus di cuci hamakan terlebih dahulu dengan desinfektan, Seperti : creolin, lysol, Dan Bahan lainya.

Ukuran kandang yang di buat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah : (1,5 x 2 m) Atau (2,5 x 2 m) Sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah : (1,8 x 2 m) Dan untuk anak sapi cukup (1,5 x 1 m per ekor) dengan tinggi atas (+ 2 – 2,5 m) dari tanah. Temperatur di sekitar kandang (25 – 40 Derajat C) (Rata-rata 33 Derajat C) Dan kelembaban (75%). Lokasi pemeliharaan dapat di lakukan pada dataran rendah (100 – 500 m) Hingga dataran tinggi (> 500 m). Kandang untuk pemelihaaran sapi harus bersih dan tidak lembab. Pembuatan kandang harus memperhatikan beberapa persyaratan pokok yang meliputi konstruksi, Letak ukuran dan perlengkapan kandang.

Kontruksi Dan Letak Kandang

Kontruksi dan letak kandang sapi seperti rumah dari kayu, Atap kandang berbentuk kuncup dan salah satu/kedua sisinya miring. Lantai kandang di buat padat, Lebih tinggi dari pada tanah sekelilingnya, Dan agak miring kearah selokan di luar kandang. Yang bermaksut adalah, Agar air tidak tamapak, Termasuk kencing.

1. Sapi mudah mengalir keluar lantai kandang tetap kering.
2. Bahan kontruksi kandang adalah kayu gelondongan/papan yang berasal.
3. Dari kayu yang kuat, Dan kandang sapi tidak boleh tertutup rapat, Tetapi Agak.
4. Terbuka agar sirkulasi udara di dalam kandang lancar.
5. Termasuk dalam rangkaian penyediaan pakan sapi adalah air munim yang bersih,
6. Air minum di berikan secara ad libitum, Yang artinya harus tersedia, dan tidak boleh kehabisan setiap saat.
7. Kandang harus terpisah dari rumah tempat tinggal dengan jarak minimal 10 meter.
8. Sinar matahari harus dapat menembus peralatan kandang, pembuatan kandang sapi dapat di lakukan secara berkelompok di tengah sawah atau ladang.

Ukuran Kandang

Sebelum membuat kandang sebaiknya di perhitungkan terlebih dahulu jumlah sapi yang akan di pelihara. Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah : (1,5 x 2 m) Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m) dan untuk seeokor anak sapi cukup (1,5 x 1 m).

Perlengkapan Kandang

Termasuk dalam perlengkapan kandang adalah tempat pakan dan minum, yang sebaiknya di buat di luar kandang, Tetapi masih di bawah atap. Tempat pakan di buat agak lebih tinggi agar pakan yang di berikan tidak di Injak-injak/Tercampur kotoran. Tempat air minum sebaiknya di buat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi dari pada permukaan lantai.

Dengan demikian kotoran dan air kencing tidak tercampur di dalamnya. Dan perlengkapan lain yang perlu di sediakan adalah : Sapu, Sikat, Sekop, Sabit, Dan tempat untuk memandikan sapi. Semua peralatan tersebut adalah untuk membersihkan kandang, Agar sapi terhindar dari gangguan penyakit sekaligus bisa di pakai untuk memandikan sapi.

Pembibitan

Persyaratan Ternak yang harus Di perhatikan Adalah sebagai berikut :

1. Mempunyai tanda telinga.
2. Mantanya tampak cerah dan bersih.
3. Tidak terdapat Tanda-tanda sering butuh, Terganggu pernafasanya, dari hidung tidak keluar lendir.
4. Kukunya tidak terasa panas jika di raba.
5. Tidak terlihat adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya.
6. Tidak terdapat adanya Tanda-tanda mencret pada bagian ekor dan dubur.
7. Tidak ada Tanda-tanda kerusakan kulit dan kerontokan bulu.
8. Pusarnya bersih dan kering, Bila masih lunak dan tidak berbulu menandakan bahwa pedet masih berumur kurang lebih 2 hari.

Untuk menghasilkan daging, Pilihlah tipe sapi yang cocok, Yaitu jenis sapi bali, Sapi brahman, Sapi PO, Dan sapi yang cocok serta banyak di jumpai di daerah setempat. Ciri-ciri sapi potong tipe pedaging adalah sebagai berikut :

1. Tubuh dalam, Besar, Berbentuk persegi empat/bola.
2. Kualitas dagingnya maksimum dan mudah di pasarkan.
3. Laju pertumbuhanya cepat.
4. efisiensi bahanya tinggi.

Pemeliharaan

Pemeliharaan sapi potong mencakup penyediaan pakan (ransum) dan pengolaan kandang, Fungsi kandang dalam pemeliharaan sapi adalah sebagai berikut :

1. Melindungi sapi dari hujan dan panas matahari.
2. Mempermudah perawatan dan pemantauan.
3. Menjaga keamanan dan kesehatan sapi.

Pakan merupakan sumber energi utama untuk pertumbuhan dan pembangkit tenaga, Makin baik mutu dan jumlah pakan yang di berikan, Makin besar tenaga yang di timbulkan dan masih besar pula energi yang tersimpan dalam bentuk Daging.

Sumber: https://www.duniabudidaya.co.id

PerkebunanPertanian

Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga

Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga

 

Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga

 

PROSPEK & POTENSI KUBIS BUNGA

Kubis bunga merupakan salah satu jenis sayuran yang sudah sangat dikenal dan dimanfaatkan menjadi berbagai macam bentuk sayuran seperti sayur sup dan tumis. Rasanya yang enak setelah diolah menjadi masakan menjadikan kubis bunga sebagai makanan favorit yang banyak dijumpai diberbagai tempat.

Kubis bunga adalah jenis kubis dengan nilai ekonomi tinggi. Kubis bunga masih memberikan peluang usaha yang terbuka lebar seiring dengan derasnya permintaan didalam negri. Meningkatnya permintaan pasokan juga dikarenakan banyak restoran dan hotel yang menghidangkan aneka masakan luar negri berbahan baku kubis bunga

Kubis bunga cara budidayanya mudah dan pemasarannya juga tidak terlalu sulit. Kubis bunga termasuk sayur mewah yang harga jualnya paling tinggi dibandingkan dengan jenis kubis-kubis yang lain. Dalam luasan 1 hektar bisa menghasilkan 7 s/d 10 ton kubis bunga. Jika dibudidayakan sebagai usaha yang berwawasan agribisnis maka hasil panennya berpotensi menghasilkan pendapatan yang tinggi.

MANFAAT & KEGUNAAN KUBIS BUNGA

Kubis bunga mengandung beberapa zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh diantaranya mengandung viatamin dan mineral yang dapat membantu pencernaan dan menetralkan zat asam. Kubis bunga mengandung serat dan tidak mengandung kolesterol sehingga memudahkan buang air besar.

Kubis bunga dapat dipakai sebagai obat-obatan untuk mengatasi penyakit diare, nyeri, encok , gangguan-gangguan pada perut, penyembuh luka, sakit kepala, ketulian, keracunan makanan dan merupakan tanaman yang dapat menyembuhkan luka.

Kubis bunga banyak dimanfaatkan untuk bahan sayur antara lain cap jay , sayur sop dan masakan cina yang lain. Kubis bunga juga dapat dijadikan produk asinan. Limbah yang terbuang dapat dijadikan kompos.
Kubis bunga kaya akan gizi didalam 100 gram kubis bungan mengandung kalori 25 kal, karbohidrat 4,9 gram, lemak 0,2 gram, protein 2,4 gram, kalium 33 mgram, fosfor 72 mgram, besi 1,1 mgram, Vitamin A 90 SI, vitamin B 0,11 mgram, vitamin C 69 m gram dan air 91,7%

SEKILAS BUDIDAYA KUBIS BUNGA

Kubis bunga dapat tumbuh diberbagai jenis tanah mulai dari tanah berpasir hingga tanah berlempung dengan derajat keasaman tanah ( PH ) antara 6 – 6,5. Tanaman ini dapat tumbuh didataran rendah dan dataran tinggi hingga ketinggian 1.200 dpl. Temperatur yang optimal untuk pertumbuhan kubis bunga 15 s/d 20 derajat Celcius.

Kubis bunga banyak jenisnya, yang ditanam didataran tinggi diantaranya Super snowball, super junior, snow cap, early snowball A, white ball, snow drift, erfurt, white mautain,snow ball X, snow ball M, snow ball imperial dan tropical early sedangkan yang ditanam didatara rendah antara lain Fengshan extra early dan farmers. Paling sering ditanam adalah kubis bunga putih dan kubis bunga hijau.

Kubis bunga memerlukan media tanam yang tidak jauh berbeda dengan tanaman lain yaitu tanah yang gembur, mudah menerima dan melepaskan air. Sebelum dibuat bedengan-bedengan penanaman, tanah diolah untuk digemburkan untuk memperbaiki textur tanah. Karena sistim perakaran kubis bunga relatif dangkal maka kedalaman cangkulan tanah kurang lebih hanya 30 cm.

Kubis bunga dapat diperbanyak melalui biji. Untuk mendapatkan kubis yang baik maka biji disemaikan terlebih dahulu hingga dewasa baru dipindah kelapangan. Penanaman dilapangan dilakukan setelah bibit yang disemai berumur 3-4 minggu. Pemindahan bibit dilakukan pada sore atau pagi hari asal tidak terkena terik matahari.

Kubis bunga perlu pemeliharaan yang intensif agar bisa diperoleh hasil yang maksimal. Bibit harus disiram sampai tanaman hidup. Setelah tanaman berumur dua minggu harus dilakukan penyiangan , pendangiran dan pemupukan. Pembentukan calon-calon kubis bunga dimulai setelah tanaman berumur dua bulan sejak tanam.

Kubis bunga memiliki hama yang sangat merugikan diantaranya adalah ulat daun kubis ( Plutella xylostella L ), ulat krop kubis atau ulat besar ( crocidolomia binotalis Zall ), ulat tanah ( agrotis ipsilon Hufn ) , Pieris rapae, ulat jengkal ( chrysodeixis orichalcea L ) dan ulat grayak ( Spodoptera litura F ). Didalam pengendalian hama terpadu penggunaan bahan kimia adalah sebagai senjata pamungkas.

Kubis bunga juga tidak luput dari penyakit dintaranya adalah penyakit busuk lunak ( Erwinia carotovora ),busuk hitam ( xanthomonas campestris ), Akar bengkak ( plasmodiospora brassicae ), bercak daun alternaria ( alternaria sp ), tepung barbulu ( peronospora parasitica ) dan rebah kecambah ( rhizoctonia solani ). Penyakit –penyakit ini bisa dihindari dengan tindakan pencegahan.

Kubis bunga dataran rendah dipanen saat berumur 70 hari setelah tanam dan untuk dataran tingi dipanen setelah umur 90 hari. Pemanenan sebaiknya dilakukan tepat waktu, apabila terlambat warna bunga akan berubah menjadi kuning sehingga menurunkan kualitas. Untuk menghindari perubahan warna 4 hari sebelum panen kubis ditutup dengan daun-daunnya agar terlindung dari terik matahari.

Kubis bunga paling baik dipanen pagi hari untuk mengurangi proses respirasi. Bunga dipetik sebelum kuncupnya mekar dan masih berwarna hijau. Setelah dibersihkan dan disortasi, kubis bunga harus cepat dipasarkan karena proses respirasinya berlangsung sangat cepat . Kubis bunga yang telah dipotong saat pemanenan akan tumbuh kubis bunga baru lagi yang dapat dipanen kemudian.

Kubis bunga memiliki daya tahan sangat rendah setelah panen, kuncupnya cepat membuka dan berkembang, warna bunga cepat berubah dari hijau menjadi kuning. Kubis bunga rata-rata hanya memiliki daya simpan 3 hari, selebihnya batang akan berair dan membusuk. Kubis bunga dapat disimpan hingga 14 hari apabila ditempatkan diruangan bersuhu 00C.

KRITERIA PASOKAN KUBIS BUNGA

Kubis bunga permintaan pasar lokal tidak diperlukan grade yang ketat. Yang paling penting adalah bahwa kubis bunga setelah sampai ditempat penampungan belum berubah warna dari hijau menjadi kuning atau warna putih menjadi kuning dan bunga kubis masih dalam keadaan menguncup belum mengembang.

Kubis bunga permintaan swalayan disortasi terlebih dahulu sesuai grade yang diminta. Kriteria grade berdasarkan mutu kubis bunga hijau dan putih adalah , Mutu I : Mulus, rata, dan kepala bunga bersatu, Mutu II : Tidak busuk, tidak rata, kepala bunga bersatu, Mutu III : Tidak busuk, tidak rata, kepala bunga tidak bersatu sedangkan Mutu IV : Busuk, tidak rata, kepala bunga tidak bersatu

Kubis bunga untuk pemasaran keswalayan dan supermarket dikemas dengan menggunakan film trnsparant / wrap palstik. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kontaminasi akibat sentuhan tangan, benda-benda lain dan pengaruh suhu dari luar.

Kubis bunga yang diangkut untuk tujuan jarak jauh dipacking dengan menggunakan kemasan kotak gabus udang ( poly form ) yang diatasnya diberi taburan es untuk memperlambat berkembangnya kuncup bunga dan berubahnya warna dari hijau maupun putih menjadi kuning.

Sumber : https://carabudidaya.co.id/