Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Kategori: Perkebunan

Perkebunan

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA CACING TANAH

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA CACING TANAH

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA CACING TANAH

Penyiapan Sarana & Peralatan

Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yg murah & mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk & genteng tanah liat. Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah yg berukuran 1,5 x 18 m dgn tinggi 0,45 m. Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan kandang dpt pula tanpa dinding (bangunan terbuka). Model-model sistem budidaya, antara lain rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar..

Pembibitan Cacing Tanah

Persiapan yg diperlukan dalam pembudidayaan cacing tanah adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing & kandang pelindung.

Pemilihan Bibit Calon Induk Cacing Tanah

Sebaiknya dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yg sudah ada karena diperlukan dalam jumlah yg besar. Namun bila akan dimulai dr skala kecil dpt pula dipakai bibit cacing tanah dr alam, yaitu dr tumpukan sampah yg membusuk atau dr tempat pembuangan kotoran hewan.

Pemeliharaan Bibit Calon Induk Cacing Tanah

Pemeliharaan dpt dibagi menjadi beberapa cara:
pemeliharaan cacing tanah sebanyak-banyaknya sesuai tempat yg digunakan. Cacing tanah dpt dipilih yg muda atau dewasa. Jika sarang berukuran tinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m & lebar kurang lebih 1 m, dpt ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa.

pemeliharaan dimulai dgn jumlah kecil. Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing tanah dipindahkan ke bak lain.
pemeliharaan kombinasi cara a & b.
pemeliharaan khusus kokon sampai anak, setelah dewasa di pindah ke bak lain.
pemeliharaan khusus cacing dewasa sebagai bibit.

Sistem Pengembangbiakan Cacing Tanah

Apabila media pemeliharaan telah siap & bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dpt segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yg ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yg lain dimasukkan. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yg berkeliaran di atas media atau ada yg meninggalkan media (wadah).

Apabila dalam waktu 12 jam tdk ada yg meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah & media sudah cocok. Sebaliknya bila media tdk cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media. Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dgn yg baru. Perbaikan dpt dilakukan dgn cara disiram dgn air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening (tidak berwarna hitam atau cokelat tua).

Sumber: https://www.kebun.co.id/

Perkebunan

Pemijahan Ikan Baronang

Pemijahan Ikan Baronang

Pemijahan Ikan Baronang
Pemijahan Ikan Baronang

Pemijahan Ikan Baronang dengan hormon

Induk ikan yang sudah matang telur dirangsang untuk memijah dengan suntikan hormon gonadotropin. Induk betina disuntik dengan 500 MU dan induk jantan disuntik dengan 250 MU (mouse unit). Biasanya setelah 6 -8 jam ikan akan memijah.

Penetasan Telur

a. Persiapan
Bak penetasan disiapkan dengan dibersihkan menggunakan bahan kimia chlorin dengan dosis 200 ppm. Kualitas air seperti oksigen, pH, salintas, suhu, kecerahan, kandungan gas dan logam berat harus dijaga agar tidak melebihi batas ambangnya.

b. Penetasan
Telur yang dibuahi akan menetas dalam waktu 22 – 24 jam pada suhu air 26 – 28 0 C. Telur yang tidak dibuahi akan tenggelam ke dasar bak.

Pemeliharaan Larva

Larva yang dirawat dengan seksama terutama sesudah kuning telurnya habis. Pada tahap ini larva diberi pakan hidup alami berupa chlorella sp, rotifera dan daging ikan yang dicincang.

Dari beberapa macam jenis jasad pakan tersebut tidak diberikan secara bersamaan melainkan disusun menurut jadwal yang tertentu sesuai dengan perkembangan larva.
o Hari ke- 0 sd 10 , jenis pakan adalah Larva bivalvia
o Hari ke- 0 sd 30 , jenis pakan adalah Rotifera
o Hari ke- 5 sd 35 , jenis pakan adalah Nauplii artemia
o Hari ke-30 , jenis pakan adalah Copepoda (Tigriopus sp)
o Hari ke-30 , jenis pakan adalah Daging cincang
o Hari ke-40 , jenis pakan adalah Daging/udang/ikan

Pengelolaan Kualitas Air

Air laut untuk pemeliharaan larva adalah air laut yang sudah mengalami beberapa saringan, pertama melalui saringan pasir kemudian saringan millipore yang berdiameter 10 dan 15 mikron. Pembersihan tangki harus dilakukan secara periodik dengan menggunakan siphon (pipa plastik), larva telah berumur antara 7 – 20 hari, dasar tangki harus dibersihkan setiap 2 hari sekali, bila larva berumur di atas 21 hari pembersihan dasar tangki dilakukan setiap hari.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Ikan baronang (S. guttatus) dapat terserang parasit sejenis dinoflagelata, yaitu
Amyloodinium ocellatum. Organ yang diserang adalah insang dan kulit. Ikan yang terinfeksi oleh parasit ini menunjukkan gejala berenang megap-megap di permukaan, muncul warna merah di sekeliling mulut, dan gejala anemia. Bahkan, jika terinfeksi berat, dapat berakibat kematian pada ikan.

Pencegahan dan pengobatan, yaitu dilakukan perendaman dengan formalin 200 ppm selama satu jam disertai aerasi kuat.
Hal ini disebabkan penggunaan formalin dengan dosis tinggi dapat menurunkan kadar oksigen terlarut dalam air, selain ikan sangat sensitif terhadap formalin.

Ichthyophonus sp

Jamur yang sering menyerang ikan laut adalah Ichthyophonus sp. Tanda adanya infeksi jamur, yaitu pada setiap ikan berbeda. Beberapa ikan terinfeksi tidak menunjukkan gejala sakit. Namun, ada juga yang ditandai dengan pembengkakan organ dalam, seperti limpa, hati, dan ginjal disertai benjolan putill berdiameter hingga lebih dari 2 mm, kadang disertai pembengkakan perut dan bergerak tak menentu.
Efek lain yang timbul adalah ikan kehilangan nafsu makan sehingga menjadi kurus dan menderita anemia. Pengobatannya belum diketahui. Untuk menghindari serangan penyakit ini, sebaiknya sejauh mungkin dihindari pemberian pakan yang terkontaminasi jamur.

Vibrio spp

Penyakit bakterial penting pada ikan baronang, yaitu penyakit yang disebabkan bakteri Vibrio spp. dan Streptococcus sp. Gejala yang timbul, antara lain nafsu makan menurun, warna tubuh menjadi lebih gelap, perdarahan (hemoragi) multifokal pada sirip, dan mata buram/keruh serta sering kali menonjol. Infeksi kronis umumnya menyebabkan insang pucat.
Pencegahannya dengan mempertahankan kualitas perairan, melakukan penanganan sesuai prosedur, padat penebaran yang lebih rendah, dan vaksinasi. Pengobatannya dengan perendaman ikan sakit ke dalam larutan nitrafurazone 15 mg/l selama 2 jam atau Chloramphenicol 5o mg/l selama 4 jam. perendaman dapat juga dengan Supphonamide 5o mg/l selama 4 jam.

Baca Juga: 

Perkebunan

5 Tanaman Rambat Hias yang Berbunga Terus

5 Tanaman Rambat Hias yang Berbunga Terus

5 Tanaman Rambat Hias yang Berbunga Terus
5 Tanaman Rambat Hias yang Berbunga Terus

Petrea volubilis

Salah satu tanaman rambat yang direkomendasikan adalah Petrea volubilis. Tanaman ini merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Tengah yang dapat tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia. Nama lain dari tanaman ini adalah Blue Bird Vine, Purple Wreath, Purple Vine dan Queen’s Wreath.

Tanaman ini memiliki warna ungu cerah dan dapat mekar di sepanjang batangnya. Yang lebih Uniknya lagi, sebelum bunganya gugur, maka terjadi perubahan warna pada kelopak bunganya. Kelopak bunga yang tadinya berwarna ungu cerah perlahan-lahan akan memucat, setelah itu berubah warna menjadi hijau, baru akhirnya gugur.

Selain itu, perawatannya yang mudah dan seringnya tanaman ini berbunga adalah alasan direkomendasikannya tanaman ini untuk menghiasi pagar dan dinding kamu. Untuk perawatannya, kamu cukup melakukan penyiraman satu kali sehari. Letakkan tanaman ini di tempat yang mendapatkan sinar matahari penuh.

Dipladenia

Dipladenia adalah salah satu tanaman rambat yang masih berada dalam satu famili dengan tanaman Mandevilla. Tanaman ini dikenal juga dengan nama lain yaitu Mandevilla Red Riding Hood. Perbedaannya dengan Mandevilla terdapat pada ukuran daunnya yang lebih kecil.

Dipladenia memiliki bunga yang sangat indah, sekilas mirip bunga adenium. Warnanya mahkota bunganya merah menyala. Penempatan tanaman ini ditempat yang cukup terkena sinar matahari. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan metode stek.

Mandevilla

Tanaman Mandevilla memiliki nama latin Mandevilla sanderi. Tanaman ini merupakan tanaman rambat asal Florida, Amerika Serikat. Mandevilla memiliki bunga seperti terompet berwarna putih, pink, atau merah, menumpuk seperti mawar. Selain warna bunganya daya tarik Madevilla lainnya adalah batangnya yang menjuntai lemas.

Mandevilla sangat menyukai panas yang membuat bunganya mudah bermunculan. Agar merambat lebih bagus, media tanam harus diganti secara berkala dan gunakan pot ukuran agak besar.

Morning Glory

Morning glory memiliki ciri tidak berbatang enteng, keras, terkesan ringan dan simpel. Keunggulannya bunga ini akan berbeda warna kelopaknya tergantung pada peletakkannya. Apabila terkena banyak sinar matahati, kelopak bunganya akan berwarna ungu. Sebaliknya, apabila kurang terkena sinar matahari atau bersuhu dingin, kelopak bunganya akan berwarna biru.

Untuk merawat tanaman ini tidak dibutuhkan perlakuan yang khusus. Cukup melakukan pemupukan dan penyiraman saja. Untuk pemupukan, dapat dilakukan setiap 2-2,5 bulan sekali. Untuk penyiraman, Anda dapat melakukan minimal 5-7 hari sekali.

Air Mata Pengantin

Bunga air mata pengantin (Antigonon) menjadi salah satu tanaman bunga merambat yang sangat direkomendasikan karena keindahannya. Keunggulannya, Antigonon menjadi salah tanaman hias luar ruangan yang mudah ditanam, bandel dan mudah perawatannya. Oleh karena itu, Antigonon mudah ditemukan di Indonesia.

Tanaman yang berasal dari Meksiko ini memiliki nama latin Antigonon leptopus. Dalam bahasa Inggris tanaman ini dikenal dengan beberapa sebutan diantaranya adalah Coralina, Coral vine, dan Bellisima grande. Mahkota bunga Antigonon terdiri atas 5 lembar berwarna pink atau putih. Panjang masing-masingnya kurang lebih 7 mm. Setelah semua mahkota bunga mekar, mahkota akan membesar kemudian menyelubungi buah.

Sumber: https://berkebun.co.id/

Perkebunan

Budidaya Tanaman Padi

Latar Belakang Padi

Bertanam padi organik pada dasrnya sama saja dengan bertanam padi secara konvensional atau non organik. Jenis padi yang ditanam pun  boleh apa saja, misal kelas aromatik (pandan wangi, mentik, gilirang, dll). Bisa juga menggunakan varietas unggul seperti IR64, Cisadane, Memberamo, dll. Bahkan padi dalam (umur panen rata-rata 6 bulab) dan padi hibrida pun dapat diusahakan menjadi padi organik.

Perbedanya adalah pada pertanian organik :

– Memakai pupuk organik dan tidak memakai pupuk kimia
– tidak memakai pestisida kimia
 
Dalam bertanam padi secara organik, pupuk yang digunakan sebagai sumber hara berasal dari pupuk organik seperti : kompos, pupuk kandang, atau sisa tanaman (jerami) yang dibenamkan ke tanah. Kelebihan pupuk organik adalah berperan dalam mengembalikan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
Sementara untuk mengendalikan hama, penyakit, gulma (tanaman pengganggu / rumut) dilakukan secara manual atau dengan menggunakan pestisida alami (biopestisida).
Komponen utama pertanian organik adalah memanfaatkan limbah pertanian untuk proses daur ulang digunakan sebagai pupuk tanaman. Termasuk jua sistem pengolahan tanah yang berasakan konservasi, pergiliran tanaman, memanfaatkan tanaman penutup tanah, pemeliharaan ternak, dan analisis tanaman, maupun uji tanah. Selain itu juga menghindarkan sebanyak mungkin penggunaan pestisida/insektisida maupun pupuk kimia serta bahan agrokimia lainnya.

 

Pada umumnya dalam melakukan budidaya padi organik,

para petani tidak langsung mengubah sistem, tetapi secara bertahap. Pada musim pertama, para petani masih mengaplikasikan pupuk kimia (Urea, TSP, KCl) sesuai anjuran. Namun sudah mulai ditambah kompos 1.5 ton per hektar. Kombinsi ini dipertahankan sampai pada musim tanam kedua.
Memasuki musim tanam ketiga dan keempat, pemakaian pupuk kimia diturunkan hingga 50%. Sedangkan penggunaan kompos dinaikkan menjadi 2 ton per hektar.
Dan pada musim tanam ke lima dan

kekenam aplikasi Urea tinggal 25%, TSP diturunkan hingga 50% dari penanaman sebelumnya, dan tanpa KCl. Pemakaian kompos ditambah menjadi 2.5 ton/ha.

Untuk pengelolaan dan pengendalian gulma (tanaman pengganggu / rumput) dengan cara manual misalnya dengan cara dicabuti dan dikembalikan di antara barisan tanaman. Gulma ini menjadi bagian dari bahan pupuk organik.
 

Sementara itu untuk mengendalikan hama penyakit dengan mengembangkan keragaman ekosistem melalui pergiliran tanaman, atau mengaplikasikan biopestisida.

Bertanam padi secara organik tetap menguntungkan. Saat ini harga gabah kering panen untuk padi organik Rp. 1.500 per kg, sedangkan untuk padi konvensional paling banter Rp. 1.300 per kg. Selain itu kesuburan lahan dan kelestarian ekosistem dapat terjaga, poin ini yang tiada ternilai.
 

MEMBUAT KOMPOS BERKUALITAS TINGGI

Agar kompos memberikan hasil yang maksimal, kualitas kompos tidak boleh asal-asalan. Kini di pasaran sudah banyak beredar berbagai jenis fermentor dan dekomposer yang terdiri dari jamur dan bakteri. Bakteri atau jamur inimemperbaiki proses fermentasi dan dekomposisi dalam proses pembuatan kompos sehingga kompos nantinya berkualitas baik. Salah satu dekomposer itu adalah DEGRA SIMBA.
Langkah pembuatan :
Bahan baku :
– Limbah organik pertanian /pertanian 80%
– Dedak / serbuk gergaji 10%
– Abu + kalsit / dolomit 10%
Bahan-bahan tersebut dicampur hingga merata .
Bahan pelarut :
– 1 lt Degra Simba
– 1 lt molase / gula
– air secukupnya.
Bahan-bahan tersebut dicampur dan diaduk hingga merata/homogen.

Cara pembuatan :

– Siramkan bahan pelarut ke bahan baku hingga membasahi seluruh bahan baku. Usahakan seluruh permukaan kena hingga cukup basah.
– Simpan di tempat yang ternaungi / teduh, tidak terkena sinar matahari langsung, ketinggian kompos maksimal 1.5 m..
– Usahakan suhunya tidak lebih dari 500C Aerasi dilakukan dengan pembalikan /penyisiran, seminggu sekali.
– Selama proses, kadar air dijaga kurang lebih 60%.
– Akumulasi energi berupa panas diharapkan terjadi sampai suhu 700C, selama minimal 2 minggu.
– Proses dekomposisi akan terhenti secara alami. Suhu turun menjadi kurang lebih 300C, kadar air kurang lebih 40%.
– Dan akan dihasilkan kompos kualitas tinggi serta berdaya guna, dan biasa disebut fine compost. Ciri-cirinya warna coklat kehitaman, suhu turun secara alami kurang lebih 30%, bau kotoran ternak hilang, tekstur remah, dan kadar air 40%-50%.
– Tanda kompos sudah jadi jika tumbuh jamur berwarna putih pada permukaan, tidak berbau (cenderung netral menuju asam manis, tidak terjadi proses panas.
Baca Juga Artikel Lainnya:
Perkebunan

Cara Budidaya Kelapa Sawit

Cara Budidaya Kelapa Sawit

Cara Budidaya Kelapa Sawit

1. Pendahuluan

Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi. PT. Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas, Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

2.  Syarat Pertumbuhan

Iklim
Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU – 15° LS). Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%.  Pola curah hujan tahunan memperngaruhi perilaku pembungaan dan produksi buah sawit.
Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur, tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam).
Tanah gambut (lebih satu meter dalam), tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna, jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya.
Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm, yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Temperatur optimal 24-280C. Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.
Media Tanam
Tanah yang baik mengandung banyak lempung, beraerasi baik dan subur. Berdrainase baik, permukaan air tanah cukup dalam, solum cukup dalam (80 cm), pH tanah 4-6, dan tanah tidak berbatu. Tanah Latosol, Ultisol dan Aluvial, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit.

3. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Pembibitan
Penyemaian
Kecambah dimasukkan polibag 12×23 atau 15×23 cm berisi 1,5-2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Kecambah ditanam sedalam 2 cm. Tanah di polibag harus selalu lembab. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan.
Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40×50 cm setebal 0,11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0,5 tutup per liter air. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90×90 cm.
Teknik Penanaman
Penentuan Pola Tanaman
Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50×40 cm sedalam 40 cm. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Jarak 9x9x9 m. Areal berbukit, dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng.

Cara Penanaman
Penanaman pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur. Sehari sebelum tanam, siram bibit pada polibag. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Segera ditimbun dengan galian tanah atas. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

4. Pemeliharaan Tanaman

Penyulaman dan Penjarangan
Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Populasi 1 hektar + 135-145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari.Penyiangan
Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma.

 Pemangkasan Daun
Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu:
a. Pemangkasan pasir
Membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan.
b. Pemangkasan produksi
Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.
c. Pemangkasan pemeliharaan
Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.Kastrasi Bunga
Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.

Penyerbukan Buatan
Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga.
a. Penyerbukan oleh manusia
Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir.

Cara penyerbukan:
1. Bak seludang bunga.
2. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium, semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer.
b. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit
Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.

5. Hama dan Penyakit

Hama
a. Hama Tungau
Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Bagian diserang adalah daun. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.b. Ulat Setora
Penyebab: Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.

Penyakit
a. Root Blast
Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Bagian diserang akar. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO.

b. Garis Kuning
Penyebab: Fusarium oxysporum. Bagian diserang daun. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.

c. Dry Basal Rot
Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian diserang batang. Gejala: pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering; daun muda mati dan kering. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .

6.  Panen

Umur Panen
Mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.

7. Hasil Tanaman

Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan, margarin, sabun, kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Baca Juga: Cara Ternak Burung Lovebird Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keuunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik.

Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin.

Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Bunga dan buahnya berupa tandan, bercabang banyak. Buahnya kecil, bila masak berwarna merah kehitaman. Daging buahnya padat. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng, sabun, dan lilin. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. Ampas yang disebut bungkil itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang.

Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90°C. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur.

Perkebunan

Budidaya Anthurium

Budidaya Anthurium

Budidaya Anthurium

Latar Belakang Anthurium

Tanaman hias secara garis besar dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu tanaman taman (landscaped plant) dan tanaman penghias rumah (house plant). Di antara jenis tanaman hias yang banyak diminati adalah Anthurium. Anthurium merupakan tanaman asli dari daerah tropis yang telah menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Anthurium adalah tanaman hias tropis, memiliki daya tarik tinggi sebagai penghias ruangan, karena bentuk daun dan bunganya yang indah, Anthurium yang berdaun indah adalah asli Indonesia, sedangkan yang untuk bunga potong berasal dari Eropa.

 

Di Indonesia tidak kurang terdapat 7 jenis anthurium

yaitu Anthurium cyrstalinum (kuping gajah), Anthurium pedatoradiatum (wali songo), Anthurium andreanum, Anthurium rafidooa, Anthurium hibridum (lidah gajah), Anthurium makrolobum dan Anthurium scherzerianum.

Anthurium termasuk keluarga Araceae yang mempunyai perakaran yang banyak, batang dan daun yang kokoh, serta bunga berbentuk ekor. Tanaman berdaun indah ini masih berkerabat dengan sejumlah tanaman hias populer semacam aglaonema, philodendron, keladi hias, dan alokasia. Dalam keluarga araceae, anthurium adalah genus dengan jumlah jenis terbanyak. Diperkirakan ada sekitar 1000 jenis anggota marga anthurium.

 Anthurium, salah satu tanaman hias indoor yang memiliki daya tarik tersendiri karena bentuk daun dan bunganya unik. Ada dua macam anthurium, yaitu anthurium daun dan anthurium bunga. Anthurium daun dinikmati karena keindahan daunnya sedangkan anthurium bunga karena keindahan bunganya (Fatihagriculture, 2007).

Di alam anthurium mudah tumbuh pada media batang pepohonan yang telah membusuk atau tumbuh di pepohonan dan bersifat epifit. Oleh karenanya pembudidayaan tanaman ini tidaklah sulit.

Akar utama pada tanaman anthurium adalah rimpang (rhizoma) yang memiliki akar adventif. Morfologi dan sifat akar perlu diketahui agar dapat menentukan cara budidaya dan perawatan anthurium secara benar karena akar berfungsi penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Lingga, 2007). Tanaman anthurium memiliki dua macam bunga yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan ditandai oleh adanya benangsari, sedangkan bunga betina ditandai oleh adanya lendir. Biji diperoleh dengan menyilangkan bunga jantan dan bunga betina. Dengan menggunkan jentik, bunga sari diambil dan dioleskan sampai rata di bagian lendir pada bunga betina (Tabloidgallery, 2007).

 Meskipun pembudidayaan tanaman relatif mudah namun cara pembudidayaan yang baik perlu dikuasai agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh baik sehingga mampu menampilkan keindahan yang prima.

 

Berikut ini perawatan standar untuk anthurium :

Media tanam

  Anthurium bisa tumbuh di media tanah merah sekalipun. Tapi akan lebih baik bila media tanamnya porus, berupa campuran pakis, sekam bakar, sekam biasa, dan bisa ditambah pasir malang. Kalau akarnya bisa tumbuh bagus, tanaman juga akan baik. Media tanam dan wadah (pot) wajib bersirkulasi udara baik. Untuk menghindari jamur yang sering menyerang anthurium, media tanam direndam dalam larutan antijamur (Fungisida), sebelum dipakai. Penggantian media dilakukan kalau pot sudah tak mampu menampung pertumbuhan akar. Caranya, tanaman dipindahkan ke pot lebih besar berikut medianya, kemudian tambahkan media sampai penuh.

 

Anthurium dapat diperbanyak dengan 2 cara, yaitu generatif (biji) dan vegetatif (stek).

  1. Perbanyakan dengan cara generatif (biji)

Tanaman anthurium memiliki 2 macam bunga (Gambar 1) yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan ditandai oleh adanya benang sari, sedangkan bunga betina ditandai oleh adanya lendir. Biji diperoleh dengan menyilangkan bunga jantan dan bunga betina.

Dengan menggunakan jentik, bunga sari diambil dan dioleskan sampai rata di bagian lendir pada bunga betina. Sekitar 2 bulan kemudian, bunga yang dihasilkan sudah masak, di dalamnya terdapat banyak biji anthurium. Biji-biji tersebut di kupas, dicuci sampai bersih dan diangin-anginkan, kemudian ditabur  pada medium tanah halus. Persemaian ditempatkan pada kondisi lembab dan selalu disiram.

  1. Perbanyakan dengan cara vegetatif (stek)

Ada 2 cara perbanyakan secara vegetatif, yaitu stek batang dan stek mata tunas. Cara perbanyakan dengan stek batang adalah memotong bagian atas tanaman (batang) dengan menyertakan 1 – 3 akar, bagian atas tanaman ‘yang telah dipotong kemudian ditanam, pada medium tumbuh yang telah disiapkan. Sebaliknya perbanyakan dengan mata tunas adalah mengambil satu mata pada cabang, kemudian menanam mata tunas pada medium tumbuh yang telah disiapkan.

 

Lokasi penempatan

  Flora berdaun indah ini tidak menyukai sinar matahari penuh. Pertumbuhan optimal akan berlangsung di tempat yang relatif teduh. Untuk mengatur intensitas cahaya bisa menggunakan paranet 65% rangkap dua. Piranti itu ber!ungsi untuk melindungi tanaman dari sengatan sinar matahari langsung. Anthurium bisa juga ditempatkan di teras rumah yang tidak terkena sinar matahari langsung. Disarankan rutin memutar tanaman supaya pertumbuhan seimbang di setiap sisi.

 

Pemupukan dan penyiraman

pengaruh pemupukan tidak terlalu dahsyat. Namun pemupukan tetap harus dilakukan agar anthurium cukup mendapatkan suplai hara. Jatah pupuk Oecastar diberikannya setiap 3 bulan sekali. Setelah itu bisa diberikan pupuk berbarengan saat penyiraman, semisal Growmore. Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Louhan Frekuensinya bisa setiap minggu atau setiap bulan dengan dosis rendah. Setiap minggu diberikan B1 yang disemprotkan ke daun supaya tetap sehat. Penyiraman tergantung musim. Saat musim kemarau disiram setiap hari sekali. Sementara pada musim hujan, tak perlu disiram kalau anthurium sudah terkena air hujan

Berdasarkan kegunaannya, medium tumbuh dibagi menjadi 2 macam, yaitu medium tumbuh untuk persemaian dan untuk tanaman dewasa. Medium tumbuh terdiri dari campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali. Humus  atau tanah hutan dan pupuk kandang yang sudah jadi di ayak dengan ukuran ayakan 1 cm, sedangkan pasir kali di ayak dengan ukuran ayakan 3 mm.

Humus, pupuk kandang dan pasir kali yang telah di ayak, dicampur dengan perbandingan 5 : 5 : 2. Untuk persemaian, medium tumbuh perlu disterilkan dengan cara mengukus selama satu jam.

Untuk menanam bunga anthurium, dapat digunakan pot tanah, pot plastik atau pot straso. Pot yang paling baik adalah pot tanah karena memiliki banyak pori-pori yang dapat meresap udara dari luar pot. Apabila digunakan pot yang masih baru, pot perlu direndam dalam air selama 10 menit. Bagian bawah pot diberi pecahan genting/pot yang melengkung, kemudian di atasnya diberi pecahan batu merah setebal 1/4 tinggi pot. Medium tumbuh berupa campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali dimasukkan dalam pot

Setelah tanam, tanaman dipelihara dengan menyiram 1 – 2 kali sehari. Daun yang sudah tua atau rusak karena hama dan penyakit, dipotong agar tanaman tampak bersih dan menarik. Sebaiknya tanaman ini dipelihara di tempat teduh karena tanaman tidak tahan sinar matahari langsung.

Perkebunan

10 Manfaat Kunyit Untuk Tubuh Manusia

10 Manfaat Kunyit Untuk Tubuh Manusia

10 Manfaat Kunyit Untuk Tubuh Manusia
10 Manfaat Kunyit Untuk Tubuh Manusia

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan mendorong perubahan terhadap gaya hidup manusia secara signifikan. dalam segala bidang termasuk dalam perawatan kesehatan kita telah terbiasa menggunakan cara ataupun produk instan yang memang penggunaanya lebih praktis.

Efek samping Produk Instan Herbal

Sebenarnya hal tersebut Lama-kelamaan akan memberikan efek yang buruk juga bagi tubuh kita manusia, Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa saja mengalihkan perhatian anda kepada Produk-produk herbal yang menggunakan bahan utama beberapa tanaman menjadikan perawatan kesehatan tubuh yang lebih alami.

Salah satu jenis tanaman yang dapat anda pergunakan sebagai altemative perawatan kesehatan adalah Kunyit

Tanaman obat yang satu ini tentu tidak asing lagi buat kesehatan kita, Perananya sebagai salah satu bumbu rempah memang tidak di ragukan lagi, Aroma dan warna yang di hasilkan menjadikan rimpang dari tanaman ini banyak di gunakan para juru masak untuk menngkatkan kualitas rasa dari masakan. Ternyata kunyit juga dapat berperan sangat baik untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

Berikut di bawah ini 20 manfaat dan khasiat dari kunyit dengan kandungan sejumlah unsur kimia yang di milikinya untuk meningkatkan kualitas kesehatan tubuh :

  1. Dapat menghilangkan rasa sakit secara alami.
  2. Dapat membantu dalam metabolisme lemak, dan membantu dalam manajemen berat badan.
  3. Dipergunakan oleh sebagian besar tabib cina sebagai obat depresi.
  4. Dapat di manfaatkan sebagai pengobatan alami untuk arthritis dan rheumatoid arthritis.
  5. Digunakan sebagai obat untuk mengurangi efek dari pengobatan kemotrapi.
  6. Sebagian peneliti bahwa kunyit dapat di gunakan sebagai salah satu obat kanker pancreas.
  7. Studi sedang berlangsung dalam efek positif dan kunyit pada multiple myeloma.
  8. Salah satu hasil penelitian menyebutkan bahwa kunyit dapat menghentikan pertumbuhan pembuluh darah baru pada tumor.
  9. Dapat membantu mempercepat penyembuhan luka, Dan membantu dalam remodeling kulit rusak.
  10. Dapat digunakan dalam pengobatan psoriasisdan kondisi kulit inflamasi lainya.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel 10 Manfaat Kunyit Untuk Tubuh Manusia Tersebut, semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung blog ini.

Sumber: https://www.bertani.co.id

PerkebunanPertanian

Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga

Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga

 

Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga

 

PROSPEK & POTENSI KUBIS BUNGA

Kubis bunga merupakan salah satu jenis sayuran yang sudah sangat dikenal dan dimanfaatkan menjadi berbagai macam bentuk sayuran seperti sayur sup dan tumis. Rasanya yang enak setelah diolah menjadi masakan menjadikan kubis bunga sebagai makanan favorit yang banyak dijumpai diberbagai tempat.

Kubis bunga adalah jenis kubis dengan nilai ekonomi tinggi. Kubis bunga masih memberikan peluang usaha yang terbuka lebar seiring dengan derasnya permintaan didalam negri. Meningkatnya permintaan pasokan juga dikarenakan banyak restoran dan hotel yang menghidangkan aneka masakan luar negri berbahan baku kubis bunga

Kubis bunga cara budidayanya mudah dan pemasarannya juga tidak terlalu sulit. Kubis bunga termasuk sayur mewah yang harga jualnya paling tinggi dibandingkan dengan jenis kubis-kubis yang lain. Dalam luasan 1 hektar bisa menghasilkan 7 s/d 10 ton kubis bunga. Jika dibudidayakan sebagai usaha yang berwawasan agribisnis maka hasil panennya berpotensi menghasilkan pendapatan yang tinggi.

MANFAAT & KEGUNAAN KUBIS BUNGA

Kubis bunga mengandung beberapa zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh diantaranya mengandung viatamin dan mineral yang dapat membantu pencernaan dan menetralkan zat asam. Kubis bunga mengandung serat dan tidak mengandung kolesterol sehingga memudahkan buang air besar.

Kubis bunga dapat dipakai sebagai obat-obatan untuk mengatasi penyakit diare, nyeri, encok , gangguan-gangguan pada perut, penyembuh luka, sakit kepala, ketulian, keracunan makanan dan merupakan tanaman yang dapat menyembuhkan luka.

Kubis bunga banyak dimanfaatkan untuk bahan sayur antara lain cap jay , sayur sop dan masakan cina yang lain. Kubis bunga juga dapat dijadikan produk asinan. Limbah yang terbuang dapat dijadikan kompos.
Kubis bunga kaya akan gizi didalam 100 gram kubis bungan mengandung kalori 25 kal, karbohidrat 4,9 gram, lemak 0,2 gram, protein 2,4 gram, kalium 33 mgram, fosfor 72 mgram, besi 1,1 mgram, Vitamin A 90 SI, vitamin B 0,11 mgram, vitamin C 69 m gram dan air 91,7%

SEKILAS BUDIDAYA KUBIS BUNGA

Kubis bunga dapat tumbuh diberbagai jenis tanah mulai dari tanah berpasir hingga tanah berlempung dengan derajat keasaman tanah ( PH ) antara 6 – 6,5. Tanaman ini dapat tumbuh didataran rendah dan dataran tinggi hingga ketinggian 1.200 dpl. Temperatur yang optimal untuk pertumbuhan kubis bunga 15 s/d 20 derajat Celcius.

Kubis bunga banyak jenisnya, yang ditanam didataran tinggi diantaranya Super snowball, super junior, snow cap, early snowball A, white ball, snow drift, erfurt, white mautain,snow ball X, snow ball M, snow ball imperial dan tropical early sedangkan yang ditanam didatara rendah antara lain Fengshan extra early dan farmers. Paling sering ditanam adalah kubis bunga putih dan kubis bunga hijau.

Kubis bunga memerlukan media tanam yang tidak jauh berbeda dengan tanaman lain yaitu tanah yang gembur, mudah menerima dan melepaskan air. Sebelum dibuat bedengan-bedengan penanaman, tanah diolah untuk digemburkan untuk memperbaiki textur tanah. Karena sistim perakaran kubis bunga relatif dangkal maka kedalaman cangkulan tanah kurang lebih hanya 30 cm.

Kubis bunga dapat diperbanyak melalui biji. Untuk mendapatkan kubis yang baik maka biji disemaikan terlebih dahulu hingga dewasa baru dipindah kelapangan. Penanaman dilapangan dilakukan setelah bibit yang disemai berumur 3-4 minggu. Pemindahan bibit dilakukan pada sore atau pagi hari asal tidak terkena terik matahari.

Kubis bunga perlu pemeliharaan yang intensif agar bisa diperoleh hasil yang maksimal. Bibit harus disiram sampai tanaman hidup. Setelah tanaman berumur dua minggu harus dilakukan penyiangan , pendangiran dan pemupukan. Pembentukan calon-calon kubis bunga dimulai setelah tanaman berumur dua bulan sejak tanam.

Kubis bunga memiliki hama yang sangat merugikan diantaranya adalah ulat daun kubis ( Plutella xylostella L ), ulat krop kubis atau ulat besar ( crocidolomia binotalis Zall ), ulat tanah ( agrotis ipsilon Hufn ) , Pieris rapae, ulat jengkal ( chrysodeixis orichalcea L ) dan ulat grayak ( Spodoptera litura F ). Didalam pengendalian hama terpadu penggunaan bahan kimia adalah sebagai senjata pamungkas.

Kubis bunga juga tidak luput dari penyakit dintaranya adalah penyakit busuk lunak ( Erwinia carotovora ),busuk hitam ( xanthomonas campestris ), Akar bengkak ( plasmodiospora brassicae ), bercak daun alternaria ( alternaria sp ), tepung barbulu ( peronospora parasitica ) dan rebah kecambah ( rhizoctonia solani ). Penyakit –penyakit ini bisa dihindari dengan tindakan pencegahan.

Kubis bunga dataran rendah dipanen saat berumur 70 hari setelah tanam dan untuk dataran tingi dipanen setelah umur 90 hari. Pemanenan sebaiknya dilakukan tepat waktu, apabila terlambat warna bunga akan berubah menjadi kuning sehingga menurunkan kualitas. Untuk menghindari perubahan warna 4 hari sebelum panen kubis ditutup dengan daun-daunnya agar terlindung dari terik matahari.

Kubis bunga paling baik dipanen pagi hari untuk mengurangi proses respirasi. Bunga dipetik sebelum kuncupnya mekar dan masih berwarna hijau. Setelah dibersihkan dan disortasi, kubis bunga harus cepat dipasarkan karena proses respirasinya berlangsung sangat cepat . Kubis bunga yang telah dipotong saat pemanenan akan tumbuh kubis bunga baru lagi yang dapat dipanen kemudian.

Kubis bunga memiliki daya tahan sangat rendah setelah panen, kuncupnya cepat membuka dan berkembang, warna bunga cepat berubah dari hijau menjadi kuning. Kubis bunga rata-rata hanya memiliki daya simpan 3 hari, selebihnya batang akan berair dan membusuk. Kubis bunga dapat disimpan hingga 14 hari apabila ditempatkan diruangan bersuhu 00C.

KRITERIA PASOKAN KUBIS BUNGA

Kubis bunga permintaan pasar lokal tidak diperlukan grade yang ketat. Yang paling penting adalah bahwa kubis bunga setelah sampai ditempat penampungan belum berubah warna dari hijau menjadi kuning atau warna putih menjadi kuning dan bunga kubis masih dalam keadaan menguncup belum mengembang.

Kubis bunga permintaan swalayan disortasi terlebih dahulu sesuai grade yang diminta. Kriteria grade berdasarkan mutu kubis bunga hijau dan putih adalah , Mutu I : Mulus, rata, dan kepala bunga bersatu, Mutu II : Tidak busuk, tidak rata, kepala bunga bersatu, Mutu III : Tidak busuk, tidak rata, kepala bunga tidak bersatu sedangkan Mutu IV : Busuk, tidak rata, kepala bunga tidak bersatu

Kubis bunga untuk pemasaran keswalayan dan supermarket dikemas dengan menggunakan film trnsparant / wrap palstik. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kontaminasi akibat sentuhan tangan, benda-benda lain dan pengaruh suhu dari luar.

Kubis bunga yang diangkut untuk tujuan jarak jauh dipacking dengan menggunakan kemasan kotak gabus udang ( poly form ) yang diatasnya diberi taburan es untuk memperlambat berkembangnya kuncup bunga dan berubahnya warna dari hijau maupun putih menjadi kuning.

Sumber : https://carabudidaya.co.id/

Perkebunan

MENGENALAN JENIS – JENIS TANAMAN SEMANGKA

MENGENALAN JENIS – JENIS TANAMAN SEMANGKA

MENGENALAN JENIS – JENIS TANAMAN SEMANGKA
MENGENALAN JENIS – JENIS TANAMAN SEMANGKA

Semangka (Citrullus vulgaris Schard) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang cukup penting di daerah tropik bahkan di daerah sub tropik karena tanaman semangka dapat memberikan keuntungan yang cukup besar. Menurut asal usulnya, tanaman semangka konon berasal dari Gurun Kalahari di Afrika, kemudian menyebar ke segala penjuru dunia, terutama di daerah tropis dan sub tropis mulai dari Jepang, Cina, Taiwan, Thailand, India, Jerman, Belanda bahkan Amerika.

Kualitas buah semangka yang baik adalah buah dengan penampilan yang menarik disertai dengan kandungan gula yang tinggi. Semangka diyakini mengandung suatu senyawa yang cukup efektif dalam membunuh sel-sel kanker. Semangka juga mengandung suatu zat tertentu yang mampu meningkatkan aktivitas fungsi sel darah putih sehingga meningkatkan sistem kekebalan. Semangka memiliki beberapa jenis varietas seperti :

  1.  

    Reddi 227

  • Golongan semangka hibrida berbiji.
  • Umur mulai panen 62 HST.
  • Bentuk buah lonjong.
  • Warna kulit buah tua hijau dengan garis-garis hijau tua.
  • Ketebalan kulit buah 1,3 cm.
  • Warna daging buah merah tua.
  • Tekstur daging buah lunak.
  • Kadar gula 110 Brix.
  • Jumlah buah per tanaman 1.
  • Berat per buah 7,3 kg.
  • Potensi hasil 35 ton buah segar per hektar.
  • Daya simpan 13 hari dan cocok untuk daerah ketinggian 0 – 500 meter dpl.
  1.  

    Varietas Metal 206

  • Golongan semangka hibrida berbiji.
  • Umur mulai panen 60 HST
  • Bentuk buah lonjong.
  • Warna kulit buah tua hijau dengan garis – garis hijau tua.
  • Ketebalan kulit buah 1,3 cm.
  • Warna daging buah merah.
  • Kadar gula 110 Brix.
  • Jumlah buah per tanaman
  • Berat per buah 6 – 8 kg.
  • Potensi hasil 30 – 35 ton buah segar per hektar.
  • Daya simpan 15 hari dan cocok untuk daerah ketinggian 0 – 500 meter dpl.
  1.  

    Varietas Red Top 2.12

  • Golongan semangka hibrida berbiji.
  • Umur mulai panen 60 HST
  • Bentuk buah bulat.
  • Warna kulit buah tua hijau dengan garis-garis hijau tua.
  • Ketebalan kulit buah 1,3 cm.
  • Warna daging buah merah tua.
  • Tekstur daging buah lunak.
  • Kadar gula 11o Brix.
  • Jumlah buah per tanaman 1
  • Berat per buah 6 – 8 kg.
  • Potensi hasil 30 – 35 ton buah segar    per hektar.
  • Daya simpan 15 hari dan cocok untuk daerah ketinggian 0 – 500 meter dpl.
  1.  

    Pariefas Good Quafity

  • Golongan semangka hibrida non biji.
  • Umur mulai panen 60 HST
  • Bentuk buah bulat.
  • Warna kulit buah tua hijau dengar
  • lorek garis hijau tua.
  • Ketebalan kulit buah 2 cm.
  • Warna daging buah merah tua.
  • Kadar gula 140 Brix.
  • Jumlah buah per tanaman 2.
  • Berat per buah ± 7 kg.
  • Potensi hasil 35 ton buah segar per hektar.
  • Cocok ditanam pada daerah dengan ketinggian 5 – 900 meter dpl, dengan suhu antara 19 – 340 C.
  1.  

    Varietas New Dragon

  • Semangka berdaging buah merah.
  • Golongan semangka hibrida biji.
  • Asal benih dari Known You Seed Factory (Taiwan).
  • Bentuk buah bulat panjang.
  • Berat buah sekitar 9 kg.
  • Kulit buah tipis tapi ulet, berwarna hijau muda, dengan garis-garis hijau tua.
  • Tahan terhadap penyakit layu Fusarium.
  • Buah tidak mudah pecah sehingga tahan untuk pengangkutan jarak jauh.
  • Dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.
  • Umur panen 76 hari setelah bibit ditanam.
  • Kadar gula 110 Brix.
  • Daging buah berwama merah merata.
  • Tekstur buah lembut.
  • Biji berwama coklat tua.
  • Percabangan tanaman melebar sehingga membutuhkan bedengan berukuran lebar.
  1.  

    China Dragon

  • Asal benih dari Known You Seed
  • Factory (Taiwan).
  • Golongan semangka hibrida biji.
  • Bentuk buah bulat panjang.
  • Berat buah sekitar 12 kg.
  • Kulit berwama hijau muda atau hijau tua, bergaris hijau gelap.
  • Percabangan tanaman pendek, sehingga dapat ditanam pada bedengan berukuran sedang.
  • Tahan terhadap penyakit layu Fusarium dan antraknosa.
  • Umur panen 80 hari setelah bibit ditanam.
  • Kadar gula 120 Brix.
  • Daging buah berwarna merah.
  • Tekstur buah halus, banyak mengandung air.
  • Bijinya kecil berwama hitam-kecoklat coklatan.
  • Kulit buah tidak begitu tahan terhadap sentuhan yang keras.
  • Kurang tahan pengangkutan jarak jauh.
  1.  Flower Dragon
  • Asal benih dari Known You Seed Factory (Taiwan).
  • Golongan semangka hibrida berbiji.
  • Bentuk buah bulat tinggi.
  • Berat buah 10 kg.
  • Kulit buah berwarna hijau muda bergaris-garis hijau tua.
  • Keunggulan : produktif, tahan penyimpanan dan pengangkutan.
  • Umur panen 78 hari setelah bibit ditanam.
  • Kadar gula 110 Brix.
  • Daging buah berwarna merah, bertekstur halus.
  • Warna kulit dan bentuk buah menyerupai semangka jenis triploid, hingga terkadang ditolak pedagang penampung untuk menghindari kekeliruan.
  1.  Grand Baby
  • Asal benih dari Known You Seed Factor (Taiwan).
  • Bentuk buah bulat.
  • Golongan semangka hibrida berbiji.
  • Berat buah 7 kg.
  • Kulit buah berwarna hijau tua.
  • Daya produksi tinggi, tidak mudah retak, tahan pengangkutan.
  • Umur panen 78 hari setelah bibit ditanam.
  • Kadar gula 120 Brix.
  • Daging buah berwarna merah, tidak berongga.
  • Biji buah berukuran kecil berwarna coklat.
  • Ukuran maksimum buah relatif kecil bila dibandingkan dengan ukuran buah jenis lain dalam kelasnya.
  1.  Golden summer
  • Asal benih dari Takada Seed Factory (Jepang).
  • Bentuk buah bulat.
  • Berat maksimum 10 kg.
  • Kulit buah berwama hijau keruh dengan garis-garis hijau gelap.
  • Produksi buah tinggi.
  • Umur panen 72 hari setelah bibit ditanam.
  • Buah kurang tahan disimpan dalam    waktu lama.
  • Sosok tanaman kurang tahan terhadap kelebihan air.
  1.  Yellow Baby
  • Asal benih dari Known You Seed Factory (Taiwan).
  • Golongan semangka hibrida berbiji. Bentuk buah bulat tinggi.
  • Berat maksimum 6 kg.
  • Kulit buah berwama hijau muda bergaris-garis hijau tua.
  • Produksi buah tinggi, berumur pendek, dapat ditanam pada areal yang sempit.
  • Umur panen 75 hari setelah bibit ditanam.
  • Kadar gula 11 – 130 Brix.
  • Ukuran buah relatif kecil bila dibandingkan dengan varietas lain yang sekelas.
  1.  Quality
  • Asal benih dari Known You Seed Factory (Taiwan).
  • Golongan semangka hibrida tidak berbiji.
  • Bentuk buah bulat.
  • Berat maksimum 15 kg.
  • Produksi buah tinggi.
  • Tahan dalam penyimpanan dan pengangkutan.
  • Umur panen 82 hari setelah bibit ditanam.
  • Ukuran buah tidak seragam, karena keluarnya bunga tidak serempak.
  1.  Fengshan No. .1
  • Asal benih dari Known You Seed Factory (Taiwan).
  • Golongan semangka hibrida tidak berbiji.
  • Bentuk buah bulat.
  • Berat maksimum 12 kg.
  • Kulit buah hijau tua, samar-samar berbercak tak beraturan.
  • Kulit buah keras, tahan diangkut dan disimpan.
  • Sosok tanaman kekar dan daunnya lebar.
  • Umur panen 85 hari setelah bibit ditanam.
  • Benih terkadang sukar dikecambahkan. Hanya cocok ditanam pada areal yang tanahnya mengandung tanah liat.
  • Umur tanaman relatif panjang dibandingkan dengan varietas lain yang sekelas.
  1.  Varietas F1 Hibrida S111 (CHAMPION)
  • Pengembangan dari Quality 126.
  • Buah 7,4-8 kg/buah, manis, kadar gula 121 Brix, renyah, kulit tipis tak mudah pecah.
  • Tahan CMV, daya adaptasi luas.
  • Tahan pengangkutan jarak jauh.
  • Benih lebih kecil, pertumbuhan awal lebih cepat.
  • Sudah banyak dibudidayakan di Indonesia.
  1.  Varietas F1 Hibrida 5107 (PRETTY ORCHID)
  • Pertumbuhan kuat, adaptasi luas
  • Golongan semangka hibrida tidak berbiji.
  • Buah bulat tinggi, 6-8 kg, mutu bagus, manis, kadar gula 11-13o Brix.
  • Tahan pengangkutan jarak jauh.
  • Telah banyak dibudidayakan di Jawa.
  1.  F1 Hibrida S115 (JELITA)
  • Pertumbuhan kuat, adaptasi luas.
  • Buah bulat, 6-8 kg, mutu bagus, manis, kadar gula 11-13o Brix.
  • Tidak mudah pecah, tahan pengangkutan panjang.
  • Telah banyak dibudidayakan di Jawa.
  1.  F1 Hibrida 113 (FARMERS WONDERFUL)
  • Jenis unggul Crimson Sweet yang baru.
  • Buah 6-8 kg, renyah & manis, kadar  gula 11-130 Brix.
  • Tahan layu Fusarium, Antraknosa &  virus.
  • Pembuahan mudah.
  1.  Varietas F1 Hibrida S108 (HITAM MANIS)
  • Pelopor semangka mini di Indonesia.
  • Pertumbuhan kuat & cepat, adaptasi luas, penanaman mudah.
  • Buah 2-4 kg, sangat manis, kadar gula 12-14o Brix, rasa sangat renyah, kualitas buah superior.
  • Kulit tipis & kuat, tahan penyimpanan & pengangkutan panjang.
  1.  Fl Hibrida S112 (MAS KUNING)

 

  • Berat buah 2-5 kg.
  • Golongan semangka hibrida berbiji.
  • Cepat panen & berbuah banyak.
  • Tahan penyimpanan & pengangkutan panjang.

 

Baca Artikel Lainnya: