Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Kategori: Perikanan

PerikananUmum

Contoh Soal Psikotes PT Pos Indonesia (POSINDO)

Contoh Soal Psikotes PT Pos Indonesia (POSINDO)

contoh soal psikotes
PT Pos Indonesia (POSINDO) adalah sebuah perusahan yang berperan di bidang jasa pengiriman barang atau pos, PT Pos Indonesia (POSINDO) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang sangat berperan penti di dalam pengiriman barang di Seluruh Indonesia, Hingga sampai sekarang Pos Indonesia sudah tersebar hingga ke wilayah yang sulit untuk di jangkau.

PT Pos Indonesia (POSINDO) Pada tahun ini menyediahkan lowongan pekerjaan yang akan di tempatkan di bagian pegawai ataupun di bagian pengiriman dan pencatatan, namun seperti yang kita ketahui PT Pos Indonesia (POSINDO) adalah sebuah BUMN yang pastinya setiap penerimaan lowongan kerja harus mengikuti beberapa test contohnya Test Psikotes Dan Test Wawancara kerja.

Untuk itu kami memberikan sedikit contoh soal yang mungkin mirip dan akan keluar di setiap di bukanya lowongan pekerjaan di PT Pos Indonesia (POSINDO), mari simak soal-soal di bawah ini:

Contoh Soal Psikotes PT Pos Indonesia (POSINDO) Dan Penyelesaian Plus Tes Wawancara Kerja


#Soal Psikotes Sinonim

1.PARTITUR=….
a.Perjanjian
b.Not
c.Kata
d.Bab
e.Bagian

2.ARTIFIAL=….
a.Buatan
b.Pabrikan
c.Campuran
d.Murni
e.Alami

#Soal Psikotes Antonim

3.TAKZIM >< ….
a.Acuh
b.Hormat
c.Lazim
d.Patuh
e.Yakin

4.UNIVERSAL >< ….
a.Mondial
b.Separatis
c.Parsial
d.Lateral
e.Fakultif

#Soal Psikotes Korelasi Kata

5.PAJAK : MOTOR || …. : ….
a.Karcis : Peron
b.Upah : Buruh
c.Abonemen : Telepon
d.Tips : Restoran
e.Baju : Cuci

6.INDONESIA : MALAYSIA || …. : ….
a.Singapura : Vietnam
b.Papua : Papua nugini
c.Jerman : Turki
d.Mesir : Iran
e.Australia : New Zeland

#Soal Psikotes Padanan Kata

7.PASAR
a.Sepatu
b.Jalan Raya
c.Minyak rambut
d.Uang
e.Kamar tidur

8.NICOLAUS OTTO
a.C.Gonzales
b.C.Marconi
c.W.Shakespeare
d.Rudy Hartono
e.Ir.Soekarno

#Soal Psikotes Pengelompokan Kata

9.a.Majalah
b.Novel
c.Tabloid
d.Buletin
e.Komik

10. a.Bawang Merah
b.Lengkuas
c.Kencur
d.Jahe
e.Temulawak


Baca Juga :
PendidikanPerikanan

Perubahan Batuan Penyusun Litosfer 

Perubahan Batuan Penyusun Litosfer Perubahan Batuan Penyusun Litosfer 

Batuan penyusun kulit bumi atau litosfer dapat mengalami perubahan. Berdasarkan karakter perubahan yang terjadi, perubahan itu dapat dibedakan menjadi beberapa kategori sebagai berikut:

  1. Pelapukan 

Pelapukan dapat dibedakan menjadi pelapukan fisik dan kimiawi. Pelapukan kimiawi, yaitu pelapukan yang terjadi karena perubahan komposisi kimiawi; pelapukan ini menyebabkan batuan mengalami perubahan komposisi kimia; agen utama penyebab pelapukan tipe ini adalah air. Pelapukan fisik adalah pelapukan yang terjadi karena kerusakan fisik batuan seperti pecahnya batuan karena akar tumbuhan, atau pecahnya batuan karena perubahan temperatur; pelapukan ini menyebabkan batuan pecah menjadi fragmen-fragmen batuan yang lebih kecil. Proses pelapukan ini terjadi di permukaan bumi, dimana batuan (litosfer) mengalami kontak dengan atmosfer dan hidrosfer serta biosfer.

  1. Deformasi 

Yaitu perubahah fisik batuan karena pengaruh tekanan. Proses deformasi ini terjadi di bawah permukaan bumi yang melibatkan perlapisan batuan dan tubuh-tubuh batuan beku atau metamorf.

Sumber :

https://mitranet.co.id/

PendidikanPerikanan

Perubahan-Perubahan

Perubahan-Perubahan KeseimbanganPerubahan-Perubahan

Perubahan yang terjadi pada

pengeluaran rumah tangga,perubahan komponen-komponen suntikan (I, G, dan X) dan perubahan komponen-komponen bocoran (S,T, atau M) akan menimbulkan perubahan ke atas keseimbangan pendapatan nasional. Kenaikan dalam pengeluaran rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah atau ekspor akan menaikkan pendapatan nasional. Kenaikan pengeluaran agregat juga akan menimbulkan proses multiplier sehingga pada akhirnya menyebabkan pertambahan pendapatan nasional adalah lebih besar dari pertambahan pengeluaran agregat yang berlaku. Dalam ekonomi empat sector nilai multiplier adalah lebih kecil dari dalam ekonomi tiga sector.sebabnya adalaha karena dalam perekonomian terbuka misalkan impor adalah sebanding dengan pendapatan nasional, yaitu persamaan impor adalah M = m Y. Nilai m menyebabkan tingkat ‘kebocoran’ (presentasi dari pertambahan pendapatan nasional yang tidak dibelanjakan kembali untuk menimbulkan proses multiplier selanjutnya) menjdi bertambah.

Perubahan komponen yang meliputi bocoran (S, T, atau M) akan menimbulkan akibat yang sebaliknya dari yang ditimbulkan oleh komponen pengeluaran agregat. Kenaikan tabungan, atau pajak atau impor akan mengurangi pendapatan nasional. Proses multiplier akan menyebabkan pendapatan nasional berkurang lebih besar dari kenaikan kebocoran.

Sumber :

https://deevalemon.co.id/

 

Perikanan

Keseimbangan Dalam Perekonomian Terbuka

Keseimbangan Dalam Perekonomian TerbukaKeseimbangan Dalam Perekonomian Terbuka

Ada pernyataan meng

enai keseimbangan pendapat nasional dalam perekonomian terbuka, yaitu apabila dimisalkan perekonomian tersebut terdiri dari tiga sector, keseimbangan pendapat nasional akan dicapai pada keadaan Y = C + I + G. Dan apabila perekonomian ini berubah menjadi ekonomi terbuka, akan timbul dua aliran pengeluaran baru, yaitu ekspor dan impor. Ekspor akan menambah pengeluaran agregat manakala impor akan mengurangi pengeluaran agregat. Dengan demikian, apabila perekonomian berubah dari ekonomi tertutup ke ekonomi terbuka, pengeluaran agregat akan bertambah semakin banyak Ekspor Neto, yaitu sebanyak ( X – M ). Nilai Ekspor Neto ini perlu ditambahkan kepada fungsi pengeluaran agregat untuk perekonomian tertutup ( AE = C + I + G ). Dan akan diperoleh fungsi pengeluaran agregat untuk ekomoni empat sector, yaitu AE = C + I + G + ( X – M ).

Akibat dari perubahan keseimbangan pendapatan nasional ini menyebabkan pendapatan nasional meningkat (pendapatan nasional dalam perekonomian tertutup) menjadi pendapatan nasional untuk perekonomian terbuka. Dan bahwa fungsi AE = C + I + G + ( X – M ) tidak sejajar dengan AE = C + I + G dan dengan konsumsi (C). Keadaan demikian berlaku karena impor (M) nilainya sebanding dengan pendapatan nasional, maka fungsi dari AE = C + I + G + ( X – M ) lebih landai.

Sumber :

https://etrading.co.id/

Perikanan

Perekonomian tertutup adalah

Perekonomian Terbuka: Export-Impor/Kurs

Dalam menganalisa suatu perkenomian, dikenal dua model perekonomian, yaitu perekonomian tertutup dan perekonomian terbuka.

Perekonomian tertutup adalah model perekonomian yang pada pelakunya, khususnya Produsen dan Konsumen, secara sederhana akan melakukan kegiatan dalam penjualan dan pembelian di pasar yang saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya masing-masing. Dalam transaksi pasar tersebut, mereka akan terikat dengan kontrak dagang atau kesepakatan jual beli, dan kemudian ditetapkanlah harga jual atau harga beli dari kegiatan tersebut.    Untuk memfasilitasi kegiatan produksi dan kegiatan konsumsi ini secara efektif maka sistem perekonomian memerlukan Lembaga perbankan dan lembaga keuangan lainnya seperti pasar modal, lembaga asuransi, lembaga penjamin, pegadaian atau lembaga keuangan mikro yang terdapat di daerah pedesaan. Lembaga Perbankan peranannya sangat vital untuk mengumpulkan dana-dana yang ada di masyarakat, yang selanjutnya mereka akan melakukan pengalokasian dana tersebut melalui pemberian fasilitas perkreditan atau jasa perbankan lainnya.  Hal ini dikatakan  ekonomi pasar tertutup, karena didalamnya  belum termasuk peran luar negeri dalam sistem ekonomi tersebut.

Pada sistem ekonomi yang terbuka

, terdapat kemungkinan dari produsen untuk melakukan kegiatan ekspor barang dan produk dagangan dengan tujuan pasar-pasar di negara lain atau sebaliknya melakukan kegiatan impor atas bahan mentah dan bahan penolong serta mesin atau barang jadi dari luar negara.  Dalam model terbuka ini jasa perbankan dan lembaga keuangan dapat juga berasal dari luar negeri dan kita dihadapkan pada sistem perekonomian yang semakin menyatu (the borderless economy) yang disebut dengan the global economy. 6Dengan memasukkan sektor luar negeri ke dalam model penghitungan pendapatan nasional, berarti kita menamijahkan dua variabel dalam model perekonomian tiga sektor, yaitu variabel ekspor (X) dan variabel impor (M). Dengan demikian untuk menghitung pendapatan nasional keseimbangan pada perekonomian terbuka dilakukan dengan jalan menyamakan antara sisi pendapatan dan sisi pengeluaran.Dalam sistem perekonomian terbuka ini, pengeluaran untuk impor dibedakan menjadi dua jenis, yaitu apakah impor itu tergantung dari variabel lain, atau tidak (nilainya dianggap tetap).Untuk impor yang nilainya tetap dapat dituliskan sebagai berikut :M = M0;  di mana M0 adalah besarnya impor Sedangkan impor yang nilainya tergantung dari besar kecilnya pendapatan dirumuskan sebagai berikut: M= M0 + mY, di mana Y adalah pendapatan dan m adalah Marginal Propensity to ImportMenurut Tedi Heriayanto 8, tolok ukur yang baik untuk menilai kadar keterbukaan suatu perekonomian adalah rasio ekspor dan impor terhadap total GNP. Jika rasio ekspor-impor terhadap GNP melebihi 50%  maka dikatakan perekonomian lebih terbuka. Perdagangan internasional dapat terjadi karena beberapa alasan, yaitu :

 

Perikanan

Probabilitas dapat diperkirakan

Probabilitas dapat diperkirakanProbabilitas dapat diperkirakan

Tujuan yang bersifat minimax dan minmin sebetulnya faedahnya hanya sedikit bagi manejer risiko. Dengan menganut obyektif tersebut, manejer yang minimixer cendrung memacu pada pembelian asuransi, sementara yang miniminer cendrung tidak membeli asuransi. Mereka telah mengabaikan informasi tentang distribusi probabilitas dari pada outcome.

Jika kita misalkan manejer risiko memperkirakan kans kerugian adalah 3/100 tanpa sesuatu tambahan pengamanan dan kans 1/100 dengan pengusulan tambahan usaha pengamanan yang baru. Dengan tambahan informasi baru ini, maka timbul pula tambahan dua obyektif sebagai berikut:

  1. Meminimumkan kerugian yang berkenaan dengan out-come yang paling mungkin

Meskipun tidak terlalu berfaedah, obyektif ini memberi perigatan karena sebagian orang mungkin mempertimbangkannya layak. Jika manejer risiko percaya bahwa kebakaran “lebih mungkin” dari tidak terjadi kebakaran maka mereka seharusnya membeli asuransi, namun di kehidupan nyata masih ada yang menentang asuransi sebab dalam kasus seperti ini kemungkinan kerugian lebih kebanyakan yang diasuransikan, kurang dari setengah, namun konsekuensinya bisa drastis jika kerugian terjadi.

  1. Meminimumkan kerugian-harapan selama periode kebijaksanaan itu.

Manajer risiko yang meminimumkan kerugian harapan dalam jangka waktu yang panjang akan mempunyai kerugian rata-rata yang terkecil.[9]

Dalam kasus, kerugian harapan untuk masing-masing keputusan adalah

 

Sumber :

https://kabarna.id/

PerikananPerkebunan

Obyektif dan Aturan Pengambilan Keputusan

Obyektif dan Aturan Pengambilan KeputusanObyektif dan Aturan Pengambilan Keputusan

Tidak mungkin untuk mempertimbangkan masing-masing obyektif yang mungkin yang akan dicapai manajer risiko dalam kasus ini, meskipun demikian beberapa obyektif yang umum kiranya sudah mencukupi untuk dibahas. Obyektif itu akan dibagi ke dalam kategori utama:

  1. Obyektif yang menganggap

 

  1. manejer risiko tidak dapat memperkirakan probablitas kerugian kebakaran.
  2. Obyektif yang menganggap manejer risik dapat memperkirakan probablitas kerugian tersebut.
  3. Jika probabilitas tidak dapat diperkirakan

Ada dua obyektif yang akan dipertimbangkan yang termasuk kedalam kategori ini. Meminimumkan kerugian potensial yang maksimum selama periode yang bersangkutan (Minimax)

Manejer risiko dengan obyektif mengambil keputusan untuk melindungi perusahaan terhadap kerugian yang paling buruk yang mungkin terjadi yaitu dengan membeli asuransi. Meminimumkan kerugian potensial yang minimum selama periode yang bersangkutan (Minimin)

Dengan obyektif manejer risiko menginginkan kerugian yang paling rendah yang mungkin terjadi tanpa memilih outcomenya. Kerugian paling kecil terjadi pada outcome “tidak terjadi kebakaran” dan terlihat bahwa kerugian paling kecil itu adalah pada keputusan No. 1 yaitu menanggung sendiri risiko, maka manejer cendrung tidak membeli asuransi.

Sumber :

https://kaosfullprint.co.id/

Perikanan

Unsur – Unsur Kepemimpinan

Unsur – Unsur KepemimpinanUnsur – Unsur Kepemimpinan

Kepemimpina selalu ditandai oleh ciri – ciri kepribadian yang khusus atau yang khas, karena di dalam suatu situasi yang khusus, seorang pemimpin harus mampu mengambil peran yang penting dalam mencapai tujuan bersama dengan anggota kelompoknya. Tetapi dalam setiap pengambilan suatu kebijakan ataupun tindakan yang akan dilakukan, tentu tidak semudah yang kita bayangkan. Maka dalam hal tersebut tentunya tidak terlepas dengan beberapa unsure – unsure yang selalu mengikat untuk mencapai kepemimpinan yang baik, unsure = unsure tersebut adalah sebagai berikut:

–       Manusia yaitu sebagai seorang pemimpin dalam kelompok tersebut, sebagai yang di pimpin, karena jika ada seorang emimpin tentu ada yang di pimpin, serta tata hubungan komunikasinya.

–       Sarana, yaitu meliputi berbagai macam prinsip dan tekhnik – tekhnik pengalaman pengetahuan serta kemampuan atau sekil yang harus dimiliki.

–                           Tujuan, yaitu sebagai suatu pedoman ataupun sasaran kemana kelompok manusia akan dibawa atau digerakkkan.

  1. Tipe – Tipe Kepemimpinan

Sebetulnya untuk tipe – tipe kepemimpinan sangat banyak sekali, entah itu menurut para ahli ataupun menurut para pakar – pakarnya mengenai tipe kepemimpinan. Dalam hal ini sebenarnya kita sebagai seorang pemimpin harus mampu menguasai sebanyak mungkin tipe kepemimpinan, karena agar dalam situasi apapun dan dimana pun kita berada, kita bisa menerepkan kepemimpinan kita dengan baik yang bisa di terima oleh bawahan kita dan bukan hanya bertumpu pada satu tipe kepemimpinan saja. Berikut ini kami sajikan beberapa dari sekian banyak tipe – tipe kepemmpinan tersebut.

Sumber :

https://teknologia.co.id/

Perikanan

Penyebab perubahan sosial

Penyebab perubahan sosial

1.Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada disekitar manusia

Terjadinya gempa bumi, topan, banjir besar, dan lain-lain mungkin menyebabkan masyarakat-masyarakat yang mendiami daerah=daerah tersebut terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggalnya yang baru, mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam yang baru tersebut.. kemungkinan hal tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan.

2.Peperangan

Peperangan dengan Negara lain dapat juga menyebabkan  terjadinya perubahan-perubahan sosial karena biasanya Negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya pada Negara yang kalah. Contoh nya adalah Negara-negara yang kalah dalam perang Dunia kedua banyak sekali mengalami perubahan dalam lembaga kemasyarakat. Negara-negara yang kalah dalam perang Dunia seperti Jerman dan jepang mengalami perubahan-per  ubahan besar dalam masyarakat.[1]

3.Pengaruh kebudayaan masyarakat lain

Apabila sebab-sebab perubahan bersumber pada masyarakat lain, itu mungkin terjadi karena kebudayaan dari masyarakat lain melancarkan pengaruhnya. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik, artinya, masing-masing masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya, tetapi juga menerima pengaruh dari masyarakat yang lain itu.

  1. Bentuk Perubahan Sosial
  2. Perubahan evolusi dan perubahan revolusi

a.Perubahan evolusi

Bahonnan (1963: 360) mengatakan bahwa evolusi adalah perubahan yang lama dengan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Dalam evolusi perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana hal ini terjadi sebagai akibat usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan dan kondisi-kondisi yang baru muncul, mengikuti pertumbuhan masyarakat.

Inkeles (1965:31) mengolongkan tiori evaluasi menjadi tiga bentuk Unlinear theory of evalution, berpendapat bahwa manusia dan masyarakat (termasuk kebudayaan) mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu. Bermula dari bentuk yang sederhana kemudian bentuk yang komplesks. Sampai pada tahap yang sempurna.

PendidikanPerikanan

 Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Budaya

 Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Budaya

Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan parabola masyarakat bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal dari berbagai belahan bumi. Kondisi yang demikian mau tidak mau membuat semakin tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sarat akan pemaknaan dalam masyarakat Indonesia. Misalnya saja bentuk-bentuk ekspresi kesenian etnis Indonesia, baik yang rakyat maupun istana, selalu berkaitan erat dengan perilaku ritual masyarakat pertanian. Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses industrialisasi dan sistem ekonomi pasar, dan globalisasi informasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya. Sekalipun demikian, bukan berarti semua kesenian tradisional kita lenyap begitu saja. Ada berbagai kesenian yang masih menunjukkan eksistensinya, bahkan secara kreatif terus berkembang tanpa harus tertindas proses modernisasi. Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Indonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai moral yang baik, menurut saya. Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami “mati suri”. Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai terdepaknya kesenian tradisional akibat globalisasi. Bisa jadi fenomena demikian tidak hanya dialami oleh kesenian Jawa tradisional, melainkan juga dalam berbagai ekspresi kesenian tradisional di berbagai tempat di Indonesia. Sekalipun demikian bukan berarti semua kesenian tradisional mati begitu saja dengan merebaknya globalisasi.

Di sisi lain, ada beberapa seni pertunjukan yang tetap eksis tetapi telah mengalami perubahan fungsi. Ada pula kesenian yang mampu beradaptasi dan mentransformasikan diri dengan teknologi komunikasi yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakat, misalnya saja kesenian tradisional “Ketoprak” yang dipopulerkan ke layar kaca oleh kelompok Srimulat. Kenyataan di atas menunjukkan kesenian ketoprak sesungguhnya memiliki penggemar tersendiri, terutama ketoprak yang disajikan dalam bentuk siaran televisi, bukan ketoprak panggung. Dari segi bentuk pementasan atau penyajian, ketoprak termasuk kesenian tradisional yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Selain ketoprak masih ada kesenian lain yang tetap bertahan dan mampu beradaptasi dengan teknologi mutakhir yaitu wayang kulit. Beberapa dalang wayang kulit terkenal seperti Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto tetap diminati masyarakat, baik itu kaset rekaman pementasannya, maupun pertunjukan secara langsung. Keberanian stasiun televisi Indosiar yang sejak beberapa tahun lalu menayangkan wayang kulit setiap malam minggu cukup sebagai bukti akan besarnya minat masyarakat terhadap salah satu khasanah kebudayaan nasional kita. Bahkan Museum Nasional pun tetap mempertahankan eksistensi dari kesenian tradisonal seperti wayang kulit dengan mengadakan pagelaran wayang kulit tiap beberapa bulan sekali dan pagelaran musik gamelan tiap satu minggu atau satu bulan sekali yang diadakan di aula Kertarajasa, Museum Nasional.Peran mahasiswa dalam kebudayaan Kita sebagai seorang mahasiswa yang aktif dan kreatif tentunya tidak ingin kebudayaan kita menjadi pudar bahkan lenyap karena pengaruh dari budaya-budaya luar.Mahasiswa memiliki kedudukan dan peranan penting dalam pelestarian seni dan budaya daerah. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa mahasiswa merupakan anak bangsa yang menjadi penerus kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia. Sebagai intelektual muda yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, pada mereka harus bersemayam suatu kesadaran kultural sehingga keberlanjutan negara bangsa Indonesia dapat dipertahankan. Pembentukan kesadaran kultural mahasiswa antara lain dapat dilakukan dengan pengoptimalan peran mereka dalam pelestarian seni dan budaya daerah.

2.4. Optimalisasi peran mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya daerah

Optimalisasi peran mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya daerah dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu intrakurikuler dan ekstrakulikuler. Jalur Intrakurikuler dilakukan dengan menjadikan seni dan budaya daerah sebagai substansi mata kuliah; sedangkan jalur ekstrakurikuler dapat dilakukan melalui pemanfaatan unit kegiatan mahasiswa (UKM) kesenian dan keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan oleh berbagai pihak untuk pelestarian seni dan budaya daerah.

sumber :

https://kabarna.id/traveloka-raih-investasi-500-juta-dolar/