Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Kategori: Pendidikan

Pendidikan

Pendidikan Penting Anti Korupsi Untuk Para Pelajar

Pendidikan Penting Anti Korupsi Untuk Para Pelajar

Pendidikan Penting Anti Korupsi Untuk Para Pelajar
Pendidikan Penting Anti Korupsi Untuk Para Pelajar

Banyaknya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia

Sepertinya mengharuskan pemerintah terutama menteri pendidikan untuk memasukan kurikulum anti korupsi kedalam pendidikan di Indonesia yang diharapkan dapat memmbuat peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara historis, negara Indonesia telah diciptakan sebagai Negara Kesatuan dengan bentuk Republik.
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam perkembangannya sejak Proklamasi 17 Agustus 1945

Sampai dengan penghujung abad ke-20, rakyat Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa yang mengancam keutuhan negara. Untuk itu diperlukan pemahaman yang mendalam dan komitmen yang kuat serta konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus.
Indonesia harus menghindari sistem pemerintahan otoriter yang memasung hak-hak warga negara untuk menjalankan prinsip-prinsip demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kehidupan yang demokratis di dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, kelompok belajar, masyarakat, pemerintahan, dan organisasi-organisasi non-pemerintahan perlu dikenal, dipahami, diinternalisasi, dan diterapkan demi terwujudnya pelaksanaan prinsip-prinsip demokrasi. Selain itu, perlu pula ditanamkan kesadaran bela negara, penghargaan terhadap hak azasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, 44 tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, serta sikap dan perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.
Korupsi adalah persoalan klasik yang telah lama ada. Sejarawan onghokham menyebutkan bahwa korupsi dada ketikaorang mulai melakukan pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan umum. Menurut onghokham pemisahan keuangan tersebut tidak ada dalam konsep kekuasaan tradisional. Dengan kata lain korupsi mulai dikenal saat system politik modern dikenal.

Konsepsi mengenai korupsi baru timbul setelah adanya pemisahan antara kepentingan keuangan pribadi dari seorang pejabat Negara dan keuangan jabatannya. Prinsip ini muncul di Barat setelah adanya revolusi perancis dan di Negara-negara Anglo-Sakson, seperti Inggris dan Amerika Serikat, timbul pada permulaan abad ke 19. sejak itu penyalahgunaan wewenang demi kepentingan pribadi, khususnya dalam soal keuangan dianggap sebagai tindak korupsi.

Demokrasi yang muncul di akhir abad ke 18 di Barat

Melihat pejabat sebagai orang yang diberi wewenang atau otoritas (kekuasaan), karena dipercaya oleh umum. Penyalahgunaan dari kepercayaan tersebut dilihat sebagai penghianatan terhadap kepercayaan yang diberikan. Konsep demokrasi sendiri masyarakat suatu system yang dibentuk oleh rakyat, dikelola oleh rakyat dan diperuntukkan bagi rakyat.

Pancasila Sumber Nilai Anti Korupsi

Ketuga komisi pemberantasan korupsi, Antasari Azhar menegaskan Pancasila sesungguhnya merupakan sumber nilai anti korupsi. Persoalannya arah idiologi kita sekarang seperti di persimpangan jalan. Nilai-nilai lain yang kita anut menjadikan tindak korupsi merebak kemana-mana. Korupsi itu terjadi ketika ada pertemuan saat dan kesempatan. Akan tetapi, karena nilai-nilai kearifan local semakin ditinggalkan, yang ada nilai-nilai kapitalis, sehingga terdoronglah seseorang untuk bertindak korupsi.

Saatnya pancasila kembali direvitalisasi sebagai dasar filsafat Negara dan menjadi “Prinsip prima” bersama-sama norma agama. Sebagai prinsipa prima, maka nilai-nilai pancasila dan norma-norma agama merupakan dasar untuk seluruh masyarakat Indonesia berbuat baik.

Dalam pembentukan peraturan perundang-undangan pun harus menjadi acuan, dan inilah kunci terwujudnya Indonesia sebagai Negara hukum. Yang kita lihat sekarang peraturan perundang-undangan kita tumpang tindih yang mempengaruhi pada tindak kewenangan antar lembaga. DiDepkumham memang ada direktorat yang mengatur harmonisasi peraturan perundang-undangan. Akan tetapi tetap terjadi tumpang tindih, misalnya empat peraturan perundang-unangan yang tumpang tindih, yakni ada yang member kewenangan kepada gubernur, juga ada kewenangan di soal itu di Dephut, bahkan ada yang lain di kementrian KLH.

Antasari menilai implementasi nilai-nilai sesuai azas pancasila yang semakin menyimpang, hal ini terlihat pada banyak kasus korupsi. Dari 30 detik korupsi, 28 pasal di antarnaya menyangkut perilaku. Sehingga apabila nilai-nilai pancasila sudah dilupakan perilakunya menjadi korup. Persoalannya sekarang bagaimana jika 60% dari 300-an kabupaten di Indonesia berurusan dengan KPK karena problem perilaku menyimpang. Apa tidak berhenti republic ini? Makanya, marilah dalam peringatan hari lahir pancasila kita dapat memotivasi kembali peada jalan nilai yang benar. Intinya, kita perjuangan suatu pemerintahan dengan pelayanan public yang baik, itulah pemerintahan yang bersih (termasuk dari korupsi) dan berwibawa. Dengan begitu, cap kita sebagai salahs atu Negara terkorup, dihilangkan.

Kalau dibandingkan dengan cara tetanggam ternyat apenjara mereka terisi lebih sedikit dari kita di Indonesia. Isi penjara kita lebih banyak dari mereka. Ini bukti tegas memberantas korupsi. Tetapi mengapa masih disebut Negara terkorup disbanding Singapura. Ternyta, itu berkaitan dengan persepsi masyarakat dalam pelayanan public sesuai kuesioner lembaga tranparansi internasional kepada masyarakat. Jadi, pemerintah dengan pejabatnya yang bersih dan berwibawa, adalah pemerintahan dengan pelayanan public yang baik, termasuk dalam hal pelayanan administrasi kependudukan, investasi dan seterusnya. Akhirnya, Antasari Azhar minta semua komponen bangsa, termasuk PPA GMNI, agar bersama-sama memperjuangkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pemberantasan korupsi, karena KPK tak mungkin bisa bekerja sendiri.

 

Korupsi Dan Penghianat Pancasila

Sejak dibangun dan diresmikan Presiden Soeharto, 1 Oktober 1992, Monumen Pancasila Sakti menjadi tempat berlangsungnya upacara peringatan kesaktian Pancasila. Upacara terus dilanjutkan meskipun pemerintah berganti empat kali. Semua pemerintah ingin pancasila tetap dan terus sakti.

Dalam upacara ketiga dimasa pemerintahannya, Presiden Yodhoyono kembali menjadi inspektur upcara. Seperti tiga kali peringatan kesaktian pancasila sebelumnya, presiden tidak melihat-lihat diutama tentang saktinya pancasila dari serangkaian upaya penghinaan oleh orang-orang berideologi komunis. Menurut narasi dalam diorama itu, upaya penghianatan terakhir dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hidayat menyebut, upaya menghidupkan komunisme dan separatism merupakan lawan dari pancasila. Ancaman dari kelompok umat islam ada juga tetapi tidak secara khusus seperti tampak dalam terorisme.
Wakil ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno mengemukakan, ancaman terhadap pancasila sebagai ideology setidaknya dapat dikategorikan menjadi dua yaitu ingin meniadakan pancasila dan ingin mengubah pancasila. Kita tidak bisa menuding namun kita dapat merasakan dan melihat gerak dan tingkah laku mereka yang sejak dahulu menentang pancasila dan UUD 1945.

Menurut Hidayat, pancasila tidak cukup hanya diperingati

Diperdebatkan, dan dipolemikan. Diperingati bagus, tetapi peringatan itu harus jadi sarana yang konkret untuk mengamalkan pancasila. Namun apakah korupsi dapat dikategorikan sebagai upaya penghianatan terhadap pancasila, ketua KPK Taufiqurrahman Ruki menjawab, Korupsi adalah perbuatan pelanggaran hukum, sebuah tindak pidana yang bisa terjadi dalam Negara komunis sekalipun. Tidak ada hubungannya dengan pancasila, tetapi pasti itu menghianati Negara. Penghianatan Negara lewat korupsi sudah pasti penghianat terhadap azaz/dasar Negara itu.

Baca Juga : 

Pendidikan

Pentingnya Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama

Pentingnya Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama

Pentingnya Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama
Pentingnya Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama

Toleransi antar umat beragama hingga kini masih diselimuti persoalan.

Klaim kebenaran suatu agama terhadap agama lainnya mendorong penganutnya untuk memaksakan kebenaran itu dan bersifat sangat fanatik terhadap terhadap kelompok agama lain . Lebih tragis lagi ketika penyebaran kebenaran itu disertai aksi kekerasan yang merugikan korban harta benda dan jiwa. Fenomena kekerasan antar pemeluk agama hampir terjadi di seluruh belahan dunia.

Soal Paradigma

Dalam paradigma lama, kompetisi misi agama dilakukan untuk menguasai pasar sendiri dan orang lain secara tidak sehat dan sering melanggar etika sosial bersama. Sementara dalam paradigma baru kompetisi harus berjalan secara sehat dan menaati hukum yang disepakati. Di tengah perbedaan agama dan spiritualitas, setiap pemeluk dituntut berkompetisi menjalankan kebaikan (fastabiqul khairat). Dalam paradigma baru orientasinya adalah pengembangan internal umat (intensity of the quality of both devotion to God and righteous living) dan konversi dalam komunitas serta tradisi sendiri (conversion within one’s own community and tradition). Dalam paradigma baru ini, selama seseorang merasakan dia adalah obyek kepentingan terselubung (vested interest) hanya demi alasan-alasan politis atau tujuan-tujuan konversi, maka tidak akan ada kontak alami manusiawi (human natural contact), yang merupakan prasyarat penting pertemuan antaragama.

 

Kalau dalam paradigma lama

Misi seringkali mengundang pertentangan yang membawa kekerasan dan membangkitkan jihad perang antarpemeluk agama, maka dalam paradigma baru kegiatan misi agama harus membawa persaudaraan universal (human brotherhood, ukhuwah basyariah). Ajakan agama-agama harus lebih mengacu kepada keyakinan yang fitrah dan sejati, tidak semu dan penuh kemunafikan. Ini juga seharusnya membawa kepada wacana etika kemanusiaan global, untuk menjawab isu-isu global dan lintas agama, seperti ekonomi, lingkungan, moral, HAM, dan sebagainya.

Imbauan agama-agama sebaiknya mengacu pada platform bersama (common platform, kalimatun sawa), bukan pada perbedaan-perbedaan. Bahkan sejalan dengan paradigma baru ini, kini sedang dikembangkan theology of religions, yaitu teologi yang tidak hanya milik satu agama, tetapi semua agama. Begitu pula sedang dikembangkan teologi pluralis dan teologi transformatif, selain teologi eksklusif dan inklusif yang sudah dipegang mayoritas umat beragama.

Jika dalam paradigma lama, agama-agama lebih menekankan aspek formal, ritual, simbolik, dan karenanya dogmatis dari doktrin agama, maka dalam paradigma baru, prioritas program keagamaan adalah pemberdayaan keyakinan, sikap dan perilaku keagamaan yang lebih substantif. Ritualitas keagamaan dimaknai secara substantif sehingga sikap keagamaan lebih rasional dan membawa kemanfaatan yang lebih praktis dan konkret.

Peranan Tokoh

Dalam mengatasi krisi toleransi antar umat beragama ini peranan para tokoh pemuka agama maupun tokoh adat dan pemerintahan sangat diperlukan sebagai penengah maupun menjadi panutan untuk para anggotanya, oleh karena itu sangat diharapkan para pemuka agama untuk tidak bersifat fanatik atupun rasialis terhadap agama maupun suku lainnya.

Sumber : https://dosen.co.id/

Pendidikan

SMK Wikrama Wakili Indonesia ke Ajang Internasional

SMK Wikrama Wakili Indonesia ke Ajang Internasional

 

SMK Wikrama Wakili Indonesia ke Ajang Internasional

SMK Wikrama Kota Bogor mewakili Indonesia

SMK Wikrama Kota Bogor mewakili Indonesia untuk pembuaatan film dokumenter sebagai proyek percontohan tentang program perubahan iklim ke tingkat Internasional. SMK Wikrama mengungguli 13 sekolah lainnya yang dipilih oleh Badan Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

Kepala Bidang Pembinaan Menengah Kejuruan (PMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dodin Rusmin Nuryadin memberikan apresiasi kepada SMK Wikrama atas prestasi yang diperoleh. Menurutnya,  SMK Wikrama merupakan banggaan sekolah swasta. Dodin berharap prestasi ini akan menular ke sekolah lainnya di Jawa Barat.

SMK Wikrama sebelumnya menjadi plopor diwiyata sekolah swasta

sekarang mewakili Indonesia di tingkat internasional. Ini motivasi dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain baik negeri maupun swasta,” ujar Dodin saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman No.6, Kota Bandung pada Kamis, 9 Agustus 2018.

Seperti yang dilansir oleh Antara

Ketua Dewan Pembina Yayasan Prawitama (Yayasan yang menaungi SMK Wikrama), Agus Lelana, mengatakan program Association School Project Network (ASPnet) merupakan sekolah jejaring yang dijadikan sekolah-sekolah proyek percontohan untuk pendidikan lingkungan yang berkelanjutan di bawah naungan UNESCO.

Kini, sekolah sedang dalam proses pembuatan film dokumenter. Dalam film dokumenter itu, juga dilakukan wawancara dan pengumpulan data dan informasi, baik dari pelajar, guru dan karyawan, termasuk dari mitra kerja sama SMK Wikrama,

Tim SMK Wikrama didampingi oleh tim UNESCO

Tim SMK Wikrama didampingi oleh tim UNESCO merekam semua kegiatan terkait program perubaha iklim di SMK Wikrama dan sekolah lainnya dari 12 negara. Kegiatan dilaksanakan kurang lebih dua pekan. Berdasarkan penilaian dan kriteria yang ditetapkan Komite Nasional Indonesia Untuk UNESCO (KNIU), SMK Wikrama kemudian terpilih mewakili Indonesia.

 

Artikel Terkait:

Pendidikan

35 Wakil Jawa Barat Ikuti Ajang GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional 2018

35 Wakil Jawa Barat Ikuti Ajang GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional 2018

 

35 Wakil Jawa Barat Ikuti Ajang GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional 2018

Kontingen Provinsi Jawa Barat

Kontingen Provinsi Jawa Barat siap mengirimkan 35 guru dan tenaga kependidikan (GTK) dalam ajang Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018. Sebelum diikut sertakan dalam tingkat nasional pada 11-18 Agustus 2018, di Jakarta, para peserta telah diberikan pembinaan dan pembekalan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat

Ahmad Hadadi mengungkapkan dilaksanakan pembinaan ini, bertujuan untuk mempersiapkan para GTK terbaik Jawa Barat agar tampil dengan optimal pada pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional. Seluruh peserta kali ini merupakan para juara pertama pada tingkat provinsi, sesuai dengan kategori masing-masing peserta.

“Kegiatan ini sengaja kami laksakan dalam rangka para peserta senantiasa bersemangat dalam meningkatkan kompetensi, sehingga dapat berpengaruh pula dalam peningkatan mutu pendidikan” ujar Hadadi saat menutup kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di Wisma PGRI, Jalan Talaga Bodas, Kota Bandung, Rabu, 8 Agustus 2018.

Hadadi mengungkapkan berkenaan dengan pelaksanaan pembinaan, dilaksanakan selama dua tahap

Tahap yang pertama dilaksanakan pada 5-7 Juni 2018. Tahap ini berkenaan dengan pelatihan persiapan dokumen, portofolio, karya tulis, dan best prectice. Sedangkan pada pembinaan kedua dimulai pada 5-8 Agustus 2018, dengan peminaan berfokus pada peningkatan kompetensi, dalam hal presentasi, teknik wawancara, penguasaan wawasan pendidikan, psikotes, dan sesi motivasi. Selain itu, para peserta juga menyempatkan diri berlatih kesenian daerah untuk ditampilkan dalam acara puncak kelak.

Ketua Persatuan Guru Indonesia (PGRI)

Edi Parmadi mengatakan pengiriman Kontingen Provinsi Jawa Barat ke tingkat nasional tahun ini jauh lebih siap. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, persiapan tahun ini lebih matang karena telah dilaksanakannya pembinaan pada dua pekan ini. Selain itu, para peserta dilatih dengan menggunakan pendekatan projek yang telah dikembangkan sekarang oleh pemerintah.

“Kunci utama dalam menghadapi seleksi ini adalah percaya diri, berusaha, dan berdoa. Atas nama pengurus PGRI Jawa Barat, selamat untuk para peserta ke tingkat nasional, semoga juara umum akan ada di tangan kita,” tutup Edi.

 

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Pendidikan

Sejahtera Band, Kelompok Musik Siswa Tunagrahita

Sejahtera Band, Kelompok Musik Siswa Tunagrahita

 

Sejahtera Band, Kelompok Musik Siswa Tunagrahita

Sekarang kita akan menampilkan Band asal Kota Bogor, Sejahtera Band !

” ucap salah seorang pembawa acara diringi riuh tepuk tangan di Aula Alamanda, Grand Hotel Bandung, Kamis, beberapa waktu lalu. Dari kiri panggung, lima laki-laki dengan jas hitam dengan menenteng alat musik di tangan berduyun menaiki panggung dan langsung melakukan cek suara.

Sejurus kemudian, setelah semua sudah siap, Sang Vokalis

Lutfi, pun menyapa penonton. Laki-laki dengan rambut sebahu itu terlihat gerogi, namun ia bisa mengatasi semua itu dengan cara mengenalkan para personelnya sebelum tampil. Tak lama, mereka pun mulai melantukan lagu pertama, Pergi pagi pulang pagi milik Armada.

Lampu aula dipadamkan, diganti oleh kerlap kerlip lampu panggung. Penonton pun terbawa suasana dengan melantunkan lagu yang populer tersebut. Ketika sampai dibagian reff, tanpa diduga secara spontan, laiknya vokalis band kebanyakan, Lutfi melompat dari pangung sambil menyanyikan bait per bait lagu.

Hadadi yang duduk tepat di dekat panggung terlihat terkejut

kemudian tawa pun lepas dari Kepala Dinas Pendidikan tersebut dan menikmati penampilan Lutfi dan kawan-kawannya sampai selesai. Setelahnya Lutfi dan bandnya melantunkan lagu Ayah karya Broery Marantika dan Jangan Menyerah milik D’Massiv. Dilagu terakhir, nampak emosi seluruh penonton memuncak dan menyanyikan bait per bait lagu dari awal hingga akhir.

Terima kasih semuanya, semoga nanti kita bertemu lagi, dan jangan lupa ya follow IG saya

Lutfithedrestroyer_98,” katanya menutup penampilan diakhiri ucapan salam.. Sekilas memang tak ada yang berbeda, namun band tersebut adalah band yang personelnya menyandang Tunagrahita.

Penampilan tersebut ditunjukan Sejahtera Band saat menjadi pengisi acara Pembukaan Festival Lomba Seni Siswa (FLS2N) Siswa Bekebutuhan Khusus 2018, Kamis 19 Juli 2018. Setelah resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi, rangkaian acara dilanjutkan dengan penampilan seni dari siswa penyandang disabilitas.

Sejahtera Band adalah band yang dibuat oleh SLB ABCD Sejahtera Kota Bogor, yang personelnya merupakan alumni dari SLB tersebut. Selain Lutfi, personel band lainnya adalah Andi Hakim (Gitar), Tena Septian (Drummer) dan Tebe Revo (Basis). Mereka memiliki pembimbing yang melatih serta mendampingi saat mereka tampil, yakni salah seorang guru dari SLB tersebut, Muhammad Shoyyad.

Shoyyad mengatakan, meski menyandang tunagrahita, mereka semua memiliki ketertarikan dan potensi dalam bidang musik. Dari sana, Shoyyad yang juga menyukai musik didapuk untuk mendampingi mereka oleh pihak sekolah. Mereka pun sudah sering pentas di acara pemerintahan di daerah Jawa Barat.

“Karena kita semua sama-sama suka musik, jadi ejoy saja. Awalanya mereka memilih lagu yang mereka suka, namun karena itu masih rumit, saya coba kenali dan ajak mereka buat menguasai lagu-lagu yang mudah dikuasi,” ujar Shoyyad, Selasa 31 Juli 2018.

Shoyyad juga berujar bahwa tantangan dan keunikan tersendiri baginya untuk memimbing Lutfi dan kawan-kawan. “ Mereka itu karakternya pelupa jadi setiap tampil seperti kembali ke nol lagi untuk menghapal chordnya,”

Meski demikian, Shoyyad mengimbau kepada para pembimbing siswa berkebutuhan khusus selalu bersabar karena mereka pasti mempunyai kelebihan yang tidak semua orang lain tahu. “Yang terpenting jangan pernah putus asa untuk mengasah potensi mereka,” tuturnya.

Musik sebagai media pembelajaran

Bukan tanpa alasan Sejahtera Band diciptakan. Menurut Kepala Sekolah SLB ABCD Sejahtera Kota Bogor, Leni Kusmiati mengatakan, musik adalah saranaterapi dan pengembangan potensi anak penyandang disabilitas.

“ Musik merupakan sarana terapi dan pengembangan potensi mereka . Bagi penyandang tunanetra merupakan sarana pengembangan potensi melalui alat musik dan menyanyi. Bagi tunarungu merupakan sarana pelatihan pendengaran agar mereka paham kalau dunia ini penuh bunyi dan melatih pendengaran mereka. Dan bagi penyandang tunagrahita, musik dapat membentuk dan menekan emosi mereka agar lebih enjoy dengan segala keterbatasannya,” ucap Leni, Rabu 1 Agustus 2018.

Terkhusus bagi Tunarungu, Leni menjelaskan disekolahnya sudah membuat kurikulum khusus, yakni BKPBI (Bina komunikasi persepsi bunyi dan irama), pengenalan berbagai sumber bunyi yang harus diketahui siswa, termasuk bunyi musik. Siswa Tunanetra usia 7 tahun pun sudah dikenalkan untuk menabuh drum yang dipadukan dengan musik.

Sekolah yang berdiri sejak 1976 tersebut juga mengkolaborasikan musik sebagai media pembelajaran agama. Leni mengatakan, di sekolahnya melakukan pembiasaan dengan mewajibkan shalat dhuha serta membacakan asmaul husna setelahnya. “Selain itu juga, disini kami mewajibkan siswa untuk membaca iqra agar melatih organ bicara tunarungu,” katanya menambahkan.

 

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/

Pendidikan

Pengertian Proxmox VE, Kelebihan, Spesifikasi, Server dan Sejarah

Pengertian Proxmox VE, Kelebihan, Spesifikasi, Server dan Sejarah

Pengertian Proxmox VE, Kelebihan, Spesifikasi, Server dan Sejarah
Pengertian Proxmox VE, Kelebihan, Spesifikasi, Server dan Sejarah

PENGERTIAN

Proxmox VE (Virtual Environment) adalah salah satu distro linux dari basis debian yang mempunyai fungsi khusus sebagai virualisasi baik appliance (alat) maupun operating sytem. proxmox berjalan dengan mode teks, walaupun seperti itu proxmox akan lebih mudah dikonfigurasi melalui akses remote dengan web based.

Kelebihan Proxmox

  • Open source, sehingga free untuk digunakan oleh siapapun.
  • Mudah dalam instalasi dan konfigurasi.
  • Mendukung platform virtualisasi berbasis KVM dan OpenVZ.
  • Mendukung berbagai format hardisk virtual.
  • Minimalis dan power full dalam pemakaian memory karena hanya butuh sedikit memory untuk menjalankan virtual server.
  • Mendukung auto backup sesuai schedule yang ditentukan baik ke internal storage maupun external storage.
  • Dapat digunakan untuk Cluster dan High Avaliablity Server.
  • Mendukung banyak model storage : LVM, iSCSI, Local Directory maupun NFS.
  • Sudah mendukung Live Migration.

 


– Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai Proxmox antara lain :

a) Proxmox hanya disediakan untuk mesin 64 bit sehingga tidak akan bisa berjalan pada mesin 32 bit.
b) Pada saat instalasi, Proxmox akan menghapus seluruh isi dari hardisk. Sehingga jika hanya ingin melakukan percobaan gunakan hardisk yang kosong atau gunakan mesin virtual juga.
c) Jika ingin menggunakan KVM, Proxmox membutuhkan motherboard/CPU yang mendukung teknologi virtualisasi yaitu intel VT/AMD-V.

– Kebutuhan Hardware Untuk Proxmox

Kebutuhan spesifikasi server pada dasarnya tergantung pada virtual server yang akan digunakan. Semakin tinggi spesifikasi yang akan dijalankan maka semakin tinggi juga kebutuhan hardware yang harus tersedia (mesin induk). Meski demikian, asumsi ini tidak 100% benar karena ada beberapa teknologi virtualisasi seperti OpenVZ yang mampu melakukan pembagian resource sehingga apabila jika mesin virtual ada 3 yang masing membutuhkan 1 GB memory tidak berarti server (mesin induk) harus memiliki kapasitas
memory 3 x 1 GB.

Spesifikasi

Spesifikasi minimal pada server induk yang harus terpenuhi agar virtual server dapat berjalan adalah :
  • Processor Pentium 4, dan harus memiliki kemampuan 64 bit.
  • Jika akan menggunakan model full virtualization CPU harus memiliki model
  • motherboard intel VT (Virtualtation Technology) atau AMD-V.
  • Memory RAM minimal 1 GB.
  • Kapasitas hardisk minimal 20 GB.
  • NIC (Network Interface Card)

Server

Server (peladen)adalah merupakan sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. fungsi Server bisa dikategorikan dalam beberapa jenis, seperti Server aplikasi,server data maupun server proksi.

Server aplikasi adalah serrver yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam aplikasi yang dapat diakses oleh client. Server data digunakan untuk menyimpan data baik yang digunakan client secara langsung maupun data yang diproses oleh server aplikasi. Server proksi berfungsi untuk mengatur lalu lintas di jaringan melalui pengaturan proksi, biasanya kebanyakan orang lebih mengenal proxy server untuk mengkoneksikan komputer client ke internet.

Sejarah

Pengembangan proxmox VE dimulai ketika Dietmar dan Martin Maurer, dua pengembang linux, menemukan OpenVZ tidak punya alat cadang dan tidak ada GUI manajemen. KVN tampil pada saat sama di linux, dan ditambahkan tak lama setelah itu. dirilis di publik pertama terjadi pada bulan april 2008, dan platform dengan cepat memperoleh traksi. itu salah satu dari beberapa platform yang menyediakan out-of-the-box dukungan untuk wadah dan virtualisasi penuh, dikelola dengan GUI Web mirip dengan penawaran komersial.
Pendidikan

Pengertian Wine, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerjanya

Pengertian Wine, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerjanya

Pengertian Wine, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerjanya
Pengertian Wine, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerjanya

A.PENGERTIAN WINE

Wine merupakan sebuah proyek yang bertujuan untuk membuat agar sistem operasi bertipe unix (Unix-like)  yang berjalan pada suatu komputer pribadi  dapat menjalankan program yang khusus dibuat  Alternatif bagi mereka yang ingin melakukan pemangkalan (porting) suatu aplikasi Windows ke sistem Unix-like dapat melakukan kompilasi melalui pustaka Wine dalam bentuk Winelib.
Nama “Wine” merupakan akronim dari Wine Is Not An Emulator (Wine bukanlah emulator) dan kadang disebut juga sebagai Windows Emulator. Walaupun nama ini juga muncul dalam bentuk “WINE” dan “wine”, pengembang proyek ini telah menyepakati untuk melakukan standardisasi nama dan menyebutnya sebagai “Wine”.
Wine adalah perangkat lunak bebas  yang dirilis di bawah lisensi GNU Lesser General Public License (LGPL). Proyek Wine pada mulanya merilis Wine di bawah lisensi MIT  sama seperti sistem X-Windows, tetapi pada maret 2002 menggunakan LGPL sebagai lisensinya.
Pengembang Wine merilis versi beta yang pertama (Wine versi 0.9) pada 25 oketober 2005 setelah 12 tahun pengembangan. Dan baru -baru ini Wine sendiri telah merilis versi 1.7.45 .

B.LATAR BELAKANG

Perkembangan WINE
Hingga saat ini Wine telah rilis versi 1.6.2 .Pada versi terbaru ini memiliki banyak dukungan feature terbaru ,seperti aplikasi ,serta game yang lebih banyak .Dengan Wine kita juga dapat langsung mendownload game maupun Aplikasinya tanpa harus mencari link download.
Fungsi WINE
Wine adalah aplikasi pembantu linux yang berfungsi untuk membantu anda jika ingin menjalankan aplikasi windows di linux (bukan dual boot atau virtual PC). Format aplikasi windows adalah .exe (mungkin yang lain tidak).

C.MAKSUD DAN TUJUAN

  • Agar kita mengetahui apa itu wine
  • Mengetahui cara menginstal Wine
  • Mengerti manfaat dari wine

D.WAKTU YANG DIGUNAKAN

Waktu yang butuhkan untuk menginstal wine kurang lebihnya 20 menit jika tidak mengalami hambatan pada jaringan.

E.ALAT DAN BAHAN

  1. laptop
  2. jaringan internet

F.LANGKAH KERJA

  1. Berdoa sebelum memulai menginstal wine
  2. Kemudian sambungkan laptop kalian ke jaringan internet
  3. Lalu klik software manager
  4. Setelah itu masukan password,lalu klik Ok
  5. Maka akan muncul gambar menu seperti dibawah ini
  6. Lalu ketik “Wine” di kolom pencarian ,lalu  klik “enter”
  7.  Kemudian akan muncul gambar seperti di bawah ini,lalu klik wine
  8. Setelah itu klik install dan tunggu sampai selesai.
  9.  Jika sudah selesai ,maka cara install wine sudah succes.

 

Sumber: https://dosenpendidikan.co.id/

Pendidikan

Paham Kebangsaan Dan Lahirnya Pancasila

PAHAM KEBANGSAAN DAN LAHIRNYA PANCASILA

Paham Kebangsaan Dan Lahirnya Pancasila
Paham Kebangsaan Dan Lahirnya Pancasila

 

Lahirnya Paham Kebangsaan Indonesia

 

1. Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa asing sampai dengan tahun 1945. Bangsa-bangsa yang pernah menjajah di wilayah nusantara adalah Portugis, Belanda, Inggris dan Jepang. Perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah telah dimulai sejak wilayah nusantara masih berupa kerajaan-kerajaan, namun perlawanan waktu itu masih bersifat kedaerahan.

Selama penjajahan peristiwa yang menonjol adalah tahun 1908 yang dikenal sebagai Gerakan Kebangkitan Nasional Pertama, yaitu lahirnya organisasi pergerakan Budi Utomo yang dipelopori oleh Dr. Sutomo Dan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dan 20 tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928 ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda sebagai titik awal dari kesadaran masyarakat untuk berbangsa Indonesia, dimana putra putri bangsa Indonesia berikrar : “BERBANGSA SATU, BERTANAH AIR SATU, DAN BERBAHASA SATU : INDONESIA”. Pernyataan ikrar ini mempunyai nilai dan tujuan yang sangat strategis di masa depan yaitu persatuan dan kesatuan Indonesia. Niiai yang terkandung  didalamnya antara lain harga diri, solidaritas, persatuan dan kesatuan, serta jati diri bangsa.

2. Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908

Kebangkitan nasional Bangsa Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo yaitu sebuah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA seperti Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa. Saat ini tanggal berdirinya Budi Utomo, 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Pada mulanya, Budi Utomo bukan organisasi politik, kegiatannya terpusat pada bidang sosial budaya, namun sejak tahun 1915, Budi Utomo mulai bergerak di bidang politik. Pada tahun 1929, Budi Utomo masuk menjadi anggota PPPKI (Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia).Pada tahun 1935, Budi Utomo bergabung dengan PBI (Persatuan Bangsa Indonesia) yang dipimpin oleh Soetomo. Penggabungan (Fusi) Itu membentuk organisasi baru bernama Parindra (Partai Indonesia Raya).

Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan “priyayi” atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, bekas Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.

3. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Sumpah  Pemuda  yang  dicetuskan  tanggal  28  Oktober  1928.  Persatuan  dan  kesatuan  Sumpah  Pemuda  dapat  memberikan  ide/gagasan  atau membimbing generasi yang akan datang untuk tetap tegaknya negara kesatuan RI. Nilai-nilai  Sumpah  Pemuda  perlu  diterapkan  dalam  kehidupan  sehari-hari dengan memahami  dan  menyadari kemajemukan (keanekaragaman) masyarakat  Indonesia, misalnya tidak boleh membeda-bedakan teman berdasarkan suku bangsa, Agama dan menggunakan Bahasa Indonesia dalam pergaulan sehari-hari dengan baik dan benar.

Sumpah  Pemuda  sebagai  tonggak  Penegas  Persatuan  bangsa  Indonesia  dapat mencegah perpecahan bangsa, sebab tanpa persatuan dan kesatuan, apapun yang dicita-citakan oleh negara dan bangsa sulit untuk berhasil.

Kita ketahui bahwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah cerminan dari tekad dan ikrar para Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa. Pada saat itu mereka tidak membeda-bedakan suku, pulau, dan organisasi mana, karena tekad mereka ingin bersatu untuk merebut Kemerdekaan dari para penjajah. Semangat persatuan pada waktu itu sangat menonjol, mereka bertekad hidup atau mati dan tiada jalan lain untuk merebut kemerdekaan kecuali bersatu padu. Hasil dari tekad dan ikrar para pemuda yaitu pernyataan Sumpah Pemuda yang menyatakan bahwa :

  1. Kami putra putri Indonesia mengaku, bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kami putra putri  Indonesia mengaku, berbangsa satu bangsa Indonesia.
  3. Kami putra  putri  Indonesia  mengaku,  menjunjung  bahasa  persatuan  bahasa Indonesia.

Ketiga keputusan tersebut dipatuhi oleh semua perkumpulan kebangsaan Indonesia. Keyakinan persatuan Indonesia diperkuat dengan memperhatikan dasar persatuan, yaitu Kemauan, Sejarah, Bahasa, Hukum adat dan Pendidikan.

Adapun makna Sumpah Pemuda menjadi tonggak penegas yang sangat penting dalam sejarah  atau  lebih  jelasnya,  bahwa  kita  wajib  menjujung  tinggi  persatuan Indonesia berdasarkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Kita bangga bertanah air, berbangsa dan berbahasa Indonesia; Karena itu kita wajib mencintai tanah air,bangsa dan bahasa Indonesia.

4. Asal Mula Pancasila

 

a. Asal Mula bahan (causa materialis)

Pancasila merupakan nilai-nilai yang digali dari dari Bangsa Indonesia sendiri berupa nilai-nilai adat istiadat, nilai tradisi, nilai kebudayaan, dan nilai-nilai religious yang sudah ada dari sejak jaman dahulu kala.

 

b. Asal mula bentuk / bangun (causa formalis)

Bentuk dan bangun Pancasila sesuai dengan susunan sebagaimana yang termuat dalam Pembukaan UUD RI 1945. Proses penyusunan Pancasila dilakukan dalam sidang-sidang yang dilaksanakan oleh BPUPKI dalam beberapa tahap.

 

c. Asal Mula Tujuan (Causa Finalis)

Pancasila menjadi pedoman sekaligus tujuan hidup dalam mencapai cita-cita Bangsa Indonesia.

 

d. Asal Mula Karya (Causa Effisiens)

Pancasila ditetapkan menjadi dasar Negara RI oleh para anggota PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 setelah dilakukan pembahasan dalam sidang BPUPKI dan Panitia Sembilan

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

 

Pendidikan

Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan

Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan

Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan
Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan

Pancasila sebagai paradigma dimaksudkan bahwa Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-acuan berpikir, pola-acuan berpikir; atau jelasnya sebagaisistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus kerangka arah/tujuan bagi yang menyandangnya.

Yang menyandangnya itu di antaranya:
(a) bidang politik,
(b) bidang ekonomi,
(c) bidang social budaya,
(d) bidang hukum,
(e)bidang kehidupan antarumat beragama.

1. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan

Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan. Menurut Thomas Kuhn, Orang yang pertama kali mengemukakan istilah tersebut menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma.

Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. Istilah paradigma makin lama makin berkembang tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan, tetapi pada bidang lain seperti bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi.

Paradigma kemudian berkembang dalam pengertian sebagai kerangka pikir, kerangka bertindak, acuan, orientasi, sumber, tolok ukur, parameter, arah dan tujuan. Sesuatu dijadikan paradigma berarti sesuatu itu dijadikan sebagai kerangka, acuan, tolok ukur, parameter, arah, dan tujuan dari sebuah kegiatan.

Dengan demikian, paradigma menempati posisi tinggi dan penting dalam melaksanakan segala hal dalam kehidupan manusia. Pancasila sebagai paradigma, artinya nilai-nilai dasar pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Hal ini sebagai konsekuensi atas pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional.

Hal ini sesuai dengan kenyataan objektif bahwa Pancasila adalah dasar negara Indonesia, sedangkan negara merupakan organisasi atau persekutuan hidup manusia maka tidak berlebihan apabila pancasila menjadi landasan dan tolok ukur penyelenggaraan bernegara termasuk dalam melaksanakan pembangunan.

Nilai-nilai dasar Pancasila itu dikembangkan atas dasar hakikat manusia. Hakikat manusia menurut Pancasila adalah makhluk monopluralis. Kodrat manusia yang monopluralis tersebut mempunyai ciri-ciri, antara lain:
a. susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan raga
b. sifat kodrat manusia sebagai individu sekaligus sosial
c. kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk Tuhan.

Berdasarkan itu, pembangunan nasional diarahkan sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek jiwa, raga,pribadi, sosial, dan aspek ketuhanan. Secara singkat, pembangunan nasional sebagai upaya peningkatan manusia secara totalitas.

Pembangunan sosial harus mampu mengembangkan harkat dan martabat manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu, pembangunan dilaksanakan di berbagai bidang yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Pembangunan, meliputi bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Pancasila menjadi paradigma dalam pembangunan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

a. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Politik.

Manusia Indonesia selaku warga negara harus ditempatkan sebagai subjek atau pelaku politik bukan sekadar objek politik. Pancasila bertolak dari kodrat manusia maka pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sistem politik Indonesia yang bertolak dari manusia sebagai subjek harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat. Kekuasaan adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sistem politik Indonesia yang sesuai pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter.

Berdasar hal itu, sistem politik Indonesia harus dikembangkan atas asas kerakyatan (sila IV Pancasila). Pengembangan selanjutnya adalah sistem politik didasarkan pada asas-asas moral daripada sila-sila pada pancasila. Oleh karena itu, secara berturut-turut sistem politik Indonesia dikembangkan atas moral ketuhanan, moral kemanusiaan, moral persatuan, moral kerakyatan, dan moral keadilan.
Perilaku politik, baik dari warga negara maupun penyelenggara negara dikembangkan atas dasar moral tersebut sehingga menghasilkan perilaku politik yang santun dan bermoral.

Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial politik diartikan bahwa Pancasila bersifat sosial-politik bangsa dalam cita-cita bersama yang ingin diwujudkan dengan menggunakan nilai-nilai dalam Pancasila. Pemahaman untuk implementasinya dapat dilihat secara berurutan-terbalik:

• Penerapan dan pelaksanaan keadilan sosial mencakup keadilan politik, budaya, agama, dan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari;
• Mementingkan kepentingan rakyat (demokrasi) bilamana dalam pengambilan keputusan;
• Melaksanakan keadilan sosial dan penentuan prioritas kerakyatan berdasarkan konsep mempertahankan persatuan;
• Dalam pencapaian tujuan keadilan menggunakan pendekatan kemanusiaan yang adil dan beradab;
• Tidak dapat tidak; nilai-nilai keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan kemanusiaan (keadilan-keberadaban) tersebut bersumber pada nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

Di era globalisasi informasi seperti sekarang ini, implementasi tersebut perlu direkonstruksi kedalam pewujudan masyarakat-warga (civil society) yang mencakup masyarakat tradisional (berbagai asal etnik, agama, dan golongan), masyarakat industrial, dan masyarakat purna industrial. Dengan demikian, nilai-nilai sosial politik yang dijadikan moral baru masyarakat informasi adalah:
~ nilai toleransi;
~ nilai transparansi hukum dan kelembagaan;
~ nilai kejujuran dan komitmen (tindakan sesuai dengan kata);
~ bermoral berdasarkan konsensus (Fukuyama dalam Astrid: 2000:3).

b. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi

Sesuai dengan paradigma pancasila dalam pembangunan ekonomi maka sistem dan pembangunan ekonomi berpijak pada nilai moral daripada pancasila. Secara khusus, sistem ekonomi harus mendasarkan pada dasar moralitas ketuhanan (sila I Pancasila) dan kemanusiaan ( sila II Pancasila). Sistem ekonomi yang mendasarkan pada moralitas dam humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan. Sistem ekonomi yang menghargai hakikat manusia, baik selaku makhluk individu, sosial, makhluk pribadi maupun makhluk tuhan.

Sistem ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan sistem ekonomi liberal yang hanya menguntungkan individu-individu tanpa perhatian pada manusia lain. Sistem ekonomi demikian juga berbeda dengan sistem ekonomi dalam sistem sosialis yang tidak mengakui kepemilikan individu.

Pancasila bertolak dari manusia sebagai totalitas dan manusia sebagai subjek. Oleh karena itu, sistem ekonomi harus dikembangkan menjadi sistem dan pembangunan ekonomi yang bertujuan pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila adalah sistem ekonomi kerakyatan yang berasaskan kekeluargaan. Sistem ekonomi Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai moral kemanusiaan.

Pembangunan ekonomi harus mampu menghindarkan diri dari bentuk-bentuk persaingan bebas, monopoli dan bentuk lainnya yang hanya akan menimbulkan penindasan, ketidakadilan, penderitaan, dan kesengsaraan warga negara.

Pancasila sebagai paradigma pengembangan ekonomi lebih mengacu pada Sila Keempat Pancasila; sementara pengembangan ekonomi lebih mengacu pada pembangunan Sistem Ekonomi Indonesia. Dengan demikian subjudul ini menunjuk pada pembangunan Ekonomi Kerakyatan atau pembangunan Demokrasi Ekonomi atau pembangunan Sistem Ekonomi Indonesia atau Sistem Ekonomi Pancasila.

Dalam Ekonomi Kerakyatan, politik/kebijakan ekonomi harus untuk sebesarbesar kemakmuran/kesejahteraan rakyat—yang harus mampu mewujudkan perekonomian nasional yang lebih berkeadilan bagi seluruh warga masyarakat (tidak lagi yang seperti selama Orde Baru yang telah berpihak pada ekonomi besar/konglomerat). Politik Ekonomi Kerakyatan yang lebih memberikan kesempatan, dukungan, dan pengembangan ekonomi rakyat yang mencakup koperasi, usaha kecil, dan usaha menengah sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional. Oleh sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangunan perusahaan yang sesuai dengan ini ialah koperasi. Ekonomi Kerakyatan akan mampu mengembangkan program-program kongkrit pemerintah daerah di era otonomi daerah yang lebih mandiri dan lebih mampu mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan daerah.

Dengan demikian, Ekonomi Kerakyatan akan mampu memberdayakan daerah/rakyat dalam berekonomi, sehingga lebih adil, demokratis, transparan, dan partisipatif. Dalam

Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Pusat (Negara) yang demokratis berperanan memaksakan pematuhan peraturan-peraturan yang bersifat melindungi warga atau meningkatkan kepastian hukum.

c. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya

Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik karena memang pancasila bertolak dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. Hal ini sebagaimana tertuang dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Oleh karena itu, pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia, yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab. Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan manusia-manusia biadab, kejam, brutal dan bersifat anarkis jelas bertentangan dengan cita-cita menjadi manusia adil dan beradab.

Manusia tidak cukup sebagai manusia secara fisik, tetapi harus mampu meningkatkan derajat kemanusiaannya. Manusia harus dapat mengembangkan dirinya dari tingkat homo menjadi human. Berdasarkan sila persatuan Indonesia, pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya-budaya yang beragam di seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa.

Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai warga bangsa. Dengan demikian, pembangunan sosial budaya tidak menciptakan kesenjangan, kecemburuan, diskriminasi, dan ketidakadilan sosial. Paradigma-baru dalam pembangunan nasional berupa paradigma pembangunan berkelanjutan, yang dalam perencanaan dan pelaksanaannya perlu diselenggarakan dengan menghormati hak budaya komuniti-komuniti yang terlibat, di samping hak negara untuk mengatur kehidupan berbangsa dan hak asasi individu secara berimbang (Sila Kedua).

Hak budaya komuniti dapat sebagai perantara/penghubung/penengah antara hak negara dan hak asasi individu. Paradigma ini dapat mengatasi sistem perencanaan yang sentralistik dan yang mengabaikan kemajemukan masyarakat dan keanekaragaman kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, era otonomi daerah tidak akan mengarah pada otonomi suku bangsa tetapi justru akan memadukan pembangunan lokal/daerah dengan pembangunan regional dan pembangunan nasional (Sila Keempat), sehingga ia akan menjamin keseimbangan dan kemerataan (Sila Kelima) dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang akan sanggup menegakan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI (Sila Ketiga).

Apabila dicermati, sesungguhnya nilai-nilai Pancasila itu memenuhi kriteria sebagai puncak-puncak kebudayaan, sebagai kerangka-acuan-bersama, bagi kebudayaan – kebudayaan di daerah:
(1) Sila Pertama, menunjukan tidak satu pun sukubangsa ataupun golongan sosial dan komuniti setempat di Indonesia yang tidak mengenal kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
(2) Sila Kedua, merupakan nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh segenap warganegara Indonesia tanpa membedakan asal-usul kesukubangsaan, kedaerahan, maupungolongannya;
(3) Sila Ketiga, mencerminkan nilai budaya yang menjadi kebulatan tekad masyarakat majemuk di kepulauan nusantara untuk mempersatukan diri sebagai satu bangsa yang berdaulat;
(4) Sila Keempat, merupakan nilai budaya yang luas persebarannya di kalangan masyarakat majemuk Indonesia untuk melakukan kesepakatan melalui musyawarah. Sila ini sangat relevan untuk mengendalikan nilai-nilai budaya yang mendahulukan kepentingan.perorangan;
(5) Sila Kelima, betapa nilai-nilai keadilan sosial itu menjadi landasan yang membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikutserta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

d. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Hukum

Salah satu tujuan bernegara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Hal ini mengandung makna bahwa tugas dan tanggung jawab tidak hanya oleh penyelenggara negara saja, tetapi juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. Atas dasar tersebut, sistem pertahanan dan keamanan adalah mengikut sertakan seluruh komponen bangsa. Sistem pembangunan pertahanan dan keamanan Indonesia disebut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata).

Sistem pertahanan yang bersifat semesta melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. Penyelenggaraan sistem pertahanan semesta didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara, serta keyakinan pada kekuatan sendiri.

Sistem ini pada dasarnya sesuai dengan nilai-nilai pancasila, di mana pemerintahan dari rakyat (individu) memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam masalah pertahanan negara dan bela negara. Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan keamanan telah diterima bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam UU No. 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara.

Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan ditetapkannya UUD 1945, NKRI telah memiliki sebuah konstitusi, yang di dalamnya terdapat pengaturan tiga kelompok materi-muatan konstitusi, yaitu:
(1) adanya perlindungan terhadap HAM,
(2) adanya susunan ketatanegaraan negara yang mendasar, dan
(3) adanya pembagian dan pembatasan tugas-tugas ketatanegaraan yang juga mendasar.Sesuai dengan UUD 1945, yang di dalamnya terdapat rumusan Pancasila, Pembukaan UUD 1945 merupakan bagian dari UUD 1945 atau merupakan bagian dari hukum positif. Dalam kedudukan yang demikian, ia mengandung segi positif dan segi negatif. Segi positifnya, Pancasila dapat dipaksakan berlakunya (oleh negara); segi negatifnya, Pembukaan dapat diubah oleh MPR—sesuai dengan ketentuan Pasal 37 UUD 1945.

Hukum tertulis seperti UUD termasuk perubahannya, demikian juga UU dan peraturan perundang-undangan lainnya, harus mengacu pada dasar negara (sila – sila Pancasila dasar negara).

Dalam kaitannya dengan ‘Pancasila sebagai paradigma pengembangan hukum’, hukum (baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis) yang akan dibentuk tidak dapat dan tidak boleh bertentangan dengan sila-sila:
(1) Ketuhanan Yang Maha Esa,
(2) Kemanusiaan yang adil dan beradab,
(3) Persatuan Indonesia,
(4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
(5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan demikian, substansi hukum yang dikembangkan harus merupakan perwujudan atau penjabaran sila-sila yang terkandung dalam Pancasila. Artinya, substansi produk hukum merupakan karakter produk hukum responsif (untuk kepentingan rakyat dan merupakan perwujuan aspirasi rakyat).

e. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Kehidupan Umat Beragama

Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Kehidupan Umat Beragama Bangsa Indonesia sejak dulu dikenal sebagai bangsa yang ramah dan santun, bahkan predikat ini menjadi cermin kepribadian bangsa kita di mata dunia internasional. Indonesia adalah Negara yang majemuk, bhinneka dan plural. Indonesia terdiri dari beberapa suku, etnis, bahasa dan agama namun terjalin kerja bersama guna meraih dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia kita. Namun akhir-akhir ini keramahan kita mulai dipertanyakan oleh banyak kalangan karena ada beberapa kasus kekerasana yang bernuansa Agama. Ketika bicara peristiwa yang terjadi di Indonesia hampir pasti semuanya melibatkan umat muslim, hal ini karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Masyarakat muslim di Indonesia memang terdapat beberapa aliran yang tidak terkoordinir, sehingga apapun yang diperbuat oleh umat Islam menurut sebagian umat non muslim mereka seakan-seakan merefresentasikan umat muslim.

Sumber: https://www.studinews.co.id/