Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Kategori: Pendidikan

Pendidikan

Trafficking dalam Kontek Organized Crime

Trafficking dalam Kontek Organized Crime

Trafficking dalam Kontek Organized Crime

Organized crime merupakan

salah satu core subject dalam hubungan internasional telah menjadi suatu fenomena yang luar biasa dimana keberadaannya telah menyita perhatian dunia internasional untuk lebih menanganinya secara mendalam. Organized crime merupakan efek samping yang ditimbulkan akibat modernitas dan globalisasi dimana setiap negara dituntun untuk mampu memicu laju pertumbuhan perekonomiannya, bertahan atau tergilas oleh negara lainnya yang lebih kuat serta menciptakan dunia tanpa batas. Bukan hanya state actors yang berperan dalam melawan organized crime tetapi juga kehadiran non state actors memberikan gerakan yang dinamis pada sistem internasional.

Kejahatan terorganisisr sebagai sebuah fenomena yang baru muncul dan meningkat ketika kejahatan seperti perdagangan, penyelundupan, pemerasan, pembajakan dan pemalsuan menjadi terorganisir melampaui batas negara secara efektif dan cenderung terjadi dalam sistem politik dan ekonomi yang kompleks. Semakin berkembangnya wacana kejahatan terorganisir menjadi transnational organized crime, muncul ketika negara mengalami evolusi yang luar biasa dalam peran dan pelaksanaan kekuasaannya, dimana dalam memerangi kejahatan terorganisir tak jarang aparat negara juga terlibat bahkan mendukung serta menjadi akses bagi pelaksanaan kegiatan ini maka tidak mengherankan bila kekuatan dan peranan hukum semakin melemah.

Melalui praktek penyuapan kepada aparat, memberikan kesempatan pada organisasi kejahatan untuk dapat berkembang dan tumbuh subur membangun kekuatan, membuat jaringan hingga melintasi batas negara, dan bermain sebagai aktor non negara di berbagai bidang yang tergantung pada keadaan kesejahteraan masyarakat dan kehidupan politik masing-masing negara. ”Trend” yang demikian terkadang juga terjadi didalam suatu masyarakat terbuka yang kacau karena ketidaksempurnaan dan ketidakstabilan dari pelaksanaan demokrasi dan tatanan kehidupan suatu negara.

Kejahatan lintas negara merupakan suatu kejahatan yang berdampak terhadap dua negara atau lebih dengan luas jaringan yang terbatas. Kejahatan lintas negara ini juga memiliki elemen lintas batas, baik yang dilakukan oleh orang (penjahat, kriminal, buronan, atau mereka yang sedang melakukan kejahatan) atau korban (seperti dalam kasus perdagangan atau penyelundupan manusia), atau oleh benda (senjata api, uang yang digunakan dalam kejahatan pencucian uang, obat-obat terlarang), atau oleh niatan kriminal (seperti penipuan melalui komputer). Walaupun bentuk-bentuk kejahatan transnasional telah ada sejak lama, namun saat ini isu tersebut dinilai sebagai ancaman keamanan baru (Vermonte; 2002:45).

Trafficking merupakan salah satu dari kejahatan lintas negara yang memerlukan penanganan yang serius antar pihak-pihak yang terkait dikarenakan keberadaannya yang akan membahayakan stabilitas keamanan suatu negara. Tidak adanya ketentuan yang baku akan definisi yang jelas mengenai trafficking serta terbatasnya pendefinisian akan trafficking, maka definisi trafficking memiliki arti yang berbeda pada masing-masing orang yang berbeda.


Sumber: https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/seva-mobil-bekas/

Pendidikan

Menyimpan Prolehan Hasil Belajar

Menyimpan Prolehan Hasil Belajar

Menyimpan perolehan hasil belajar merupakan kemampuan menyimpan isi pesan dan cara perolehan pesan. Kemampuan menyimpan tersebut dapat berlangsung dalam jangka waktu yang pendek maupun dalam jangka waktu yang panjang. Proses belajar terdiri dari proses pemasukan, proses pengolahan kembali dan proses penggunaan kembali. Biasanya hasil belajar yang disimpan dalam jangka waktu yang panjang akan mudah dilupakan oleh siswa. Hal ini akan terjadi jika siswa tidak membuka kembali bahan belajar yang telah diberikan oleh guru.

Untuk mengatasi hal ini sebaiknya guru mengingatkan agar materi yang telah lama diberikan dibuka dan dipelajari kembali, serta guru memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi tersebut. Sehingga mau atau tidak mau siswa akan berusaha untuk mengingat kembali materi yang telah lama disampaikan serta membuka kembali buku yang berkaitan dengan materi tersebut. Sehingga ingatan yang disimpan dalam jangka waktu yang panjang akan teringat kembali.

  1. Menggali Hasil Belajar Yang Tersimpan.

Menggali hasil belajar yang tersimpan merupakan proses mengaktifkan pesan yang telah diterima. Dalam hal ini siswa akan memperkuat pesan dengan cara mempelajari kembali atau mengaitkannya dengan bahan lama. Dalam hal ini siswa akan menggali atau membangkitkan kembali pesan dan pengalaman lama untuk suatu ujuk hasil belajar. Ada kalanya siswa mengalami gangguan dalam menggali pesan dan kesan lama. Gangguan tersebut bukan hanya bersumber pada penggalian atau pembangkitannya sendiri. Gangguan tersebut dapat dikarenakan kesukaran penerimaan, pengolahan dan penyimpanan.

Jika siswa tidak memperhatikan dengan baik pada saat penerimaan maka siswa tidak akan memiliki apa-apa. Jika siswa tidak berlatih sunggu-sungguh maka siswa tidak akan memiliki keterampilan (intelektual, sosial, moral, dan jasmani) yang baik.

  1. Kemampuan Berprestasi.

Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar merupakan puncak suatu proses belajar. Pada tahap ini siswa membuktikan hasil belajar yang telah lama ia lakukan. Siswa menunjukkan bahwa ia telah mampu memecahkan tugas-tugas belajar atau mentransfer hasil belajar. Dari pengalaman sehari-hari disekolah diketahui bahwa ada sebagian siswa yang tidak mampu berprestasi dengan baik. Kemampuan berprestasi tersebut terpengaruh pada proses-proses penerimaan, pengaktifan, pra-pengolahan, pengolahan, penympanan serta penggalian untuk pembangkitan pesan dan pengalaman.

baca juga :

Pendidikan

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar

Faktor-faktor yang dialami dan dihayati oleh siswa dan hal ini akan sangat berpengaruh terhadap proses belajar.

  1. Faktor-faktor Internal Belajar.

Didalam belajar siswa menghadapi masalah-masalah belajar secara internal. Jika siswa tidak dapat mengatasi masalahnya, maka ia tidak dapat belajar dengan baik. Faktor-faktor internal masalah belajar pada siswa antara lain sebagai berikut :

  1. Sikap Terhadap Belajar.

Sikap merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu, yang membawa diri sesuai dengan penilaian. Adanya penilaian terhadap sesuatu memberikan sikap menerima, menolak atau mengabaikannya begitu saja. Selama     melakukan proses pembelajaran sikap siswa akan menentukan hasil dari pembelajaran tersebut.             Pemahaman siswa yang salah terhadap belajar akan membawa siswa kepada sikap yang salah dalam melakukan pembelajaran tersebut. Sikap siswa ini akan mempengaruhinya terhadap tindakan belajar. Sikap yang salah akan membawa siswa merasa tidak peduli dengan belajar lagi. Akibatnya tidak akan terjadi proses belajar yang kondusif.

Tentunya hal ini akan sangat menghambat proses belajar. Sikap siswa terhadap belajar akan menentukan proses belajar itu sendiri.        Ketika siswa sudah tidak peduli terhadap belajar maka upaya pembelajaran yang dilakukan akan sia-sia, maka siswa sebaiknya mempertimbangkan masa-masa akibat sikap terhadap belajar.

  1.         Motivasi Belajar.

Tidak diragukan bahwa dorongan belajar mempunyai peranan besar dalam menumbuhkan semangat pada siswa untuk belajar. Karena seorang siswa meski memiliki semangat yang tinggi dan keinginan yang kuat, pasti akan tetap ditiup oleh angin kemalasan, tertimpa keengganan dan kelalaian. Maka tunas semangat ini harus dipelihara secara terus menerus.

Motivasi belajar merupakan kekuatan      mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar. Selanjutnya mutu belajar akan menjadi rendah. Oleh karena itu motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus.

Motivasi yang diberikan dapat meluputi penjelasan tentang keutamaan ilmu dan keutamaan mencari ilmu. Bila siswa mengetahui betapa besarnya keutamaan sebuah ilmu dan betapa besarnya ganjaran bagi orang yang menuntut ilmu, maka siswa akan merasa haus untuk menuntut ilmu. Selain itu bagai mana seorang guru mampu membuat siswanya merasa membutuhkan ilmu. Bila sesorang merasakan membutuhkan ilmu maka tanpa disuruhpun siswa akan mencari ilmu itu sendiri. Sehingga semangat siswa untuk menuntut ilmu sangat tinggi dan hal ini akan memudahkan proses belajar.

  1. Konsentrasi Belajar.

Konsenterasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya. Untuk memperkuat perhatian, guru perlu melakukan berbagai strategi belajar mengajar dan memperhatikan waktu belajar serta selingan istirahat. yang perlu diperhatikan oleh guru ketika memulai proses belajar ialah, sebaiknya seorang guru tidak langsung melakukan pembelajaran, namun seorang guru harus memusatkan perhatian siswanya terlebih dahulu sehingga siswa siap untuk melakukan pembelajaran. Sebab ketika awal masuk kelas perhatian siswa masih terpecah-pecah dengan berbagai masalah. Sehingga sangat perlu untuk melakukan pemusatan per

sumber :
https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/

Pendidikan

  Definisi Masalah Belajar

  Definisi Masalah Belajar

Masalah adalah ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan, ada yang melihat sebagai tidak terpenuhinya kebutuhan seseorangg, dan adapula yang mengartikannya sebagai suatu hal yang tidak mengenakan. Prayitno (1985) mengemukakan bahwa masalah adalah sesuatu yang tidak disukai adanya, menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri atau orang lain, ingin atau perlu dihilangkan. Sedangkan menurut pengertian secara psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengertian belajar dapat didefinisikan “ Belajar ialah sesuatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.

“Belajar adalah proses perubahan pengetahuan atau perilaku sebagai hasil dari pengalaman. Pengalaman ini terjadi melalui interaksi antara individu dengan lingkungannya” ( Anita E, Wool Folk, 1995: 196 ).

Menurut ( Garry dan Kingsley, 1970: 15 ) “belajar adalah proses tingkah laku dalam arti luas), ditimbulkan atau diubah melalui praktek dan latihan”.

Sedangkan menurut Gagne ( 1984:77) bahwa  “belajar adalah suatu proses dimana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman”. Dari definisi masalah dan belajar dapat diartikan atau didefinisikan sebagai berikut:

“Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid akan menghambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan”.

Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Masalah-masalah belajar ini tidak hanya dialami oleh murud-murid yang lambat saja dalam belajarnya, tetapi juga dapat menimpa murid-murid yang pandai atau cerdas.

Dalam interaksi belajar mengajar siswa merupakan kunci utama keberhasilan belajar selama proses belajar yang dilakukan. Proses belajar merupakan aktivitas psikis berkenaan dengan bahan belajar.

sumber :

https://icanhasmotivation.com/cara-beli-mobil-bekas-online/

Pendidikan

EFEK HARGA DAN EFEK BIAYA

EFEK HARGA DAN EFEK BIAYA

EFEK HARGA DAN EFEK BIAYA
EFEK HARGA DAN EFEK BIAYA
Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif.
Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.
1. Analisis Hubungan Efek Ekonomis dan Keberhasilan koperasi
Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang di kejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang di terima oleh anggota. Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tsb.
2. Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan
Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangantantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinu di sesuaikan. Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.
1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.
Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang dating terutama dari anggota koperasi.
Pendidikan

EFEK-EFEK EKONOMIS KOPERASI

EFEK-EFEK EKONOMIS KOPERASI

EFEK-EFEK EKONOMIS KOPERASI
EFEK-EFEK EKONOMIS KOPERASI
Salah satu hubungan penting yang harus dilakukankoperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual /pembeli di luar koperasi.
Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :
1. Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.
Pendidikan

 Pengumpulan Data

 Pengumpulan Data

            Berbagai jenis instrumen dapat digunakan untuk mengukur dan mengumpulkan data masing-masing variabel seperti angket, test, pedoman interview dan pedoman observasi, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Data yang dikumpulkan dengan instrumen-instrumen tersebut harus dalam bentuk angka. Dalam penelitian korelasonal pengukuran variabel dapat dilakukan dalam waktu yang relatif sama sedang dalam penelitian prediktif, variabel predikator harus diukur selang beberapa waktu sebelum variabel kriteria terjadi. Jika tidak demikian maka prediksi terhadap kriteria tersebut tidak ada artinya.

  1. Analisis Data

            Pada dasarnya, analisis dalam penelitian korelasional dilakukan dengan cara mengkorelasikan hasil pengukuran suatu variabel dengan hasil pengukuran variabel lain. Dalam penelitian korelasional, tehnik korelasi bivariat, sesuai dengan jenis datanya, digunakan untuk menghitung tingkat hubungan anatara variabel yang satu dengan yang lain. Sedang dalam penelitian prediktif, teknik yang digunakan adalah analisis regresi untuk mengetahui tingkat kemampuan prediktif variabel prediktor terhadap variabel kriteria. Namun demikian dapat pula digunakan analisis korelasi biasa bila hanya melibatkan dua variabel. Bila melibatkan lebih dari dua variabel, misalnya untuk menentukan apakah dua variabel prediktor atau lebih dapat digunakan untuk memprediksi variabel kriteria lebih baik dari bila digunakan secara sendiri-sendiri. Tehnik analisis regresi ganda, multiple regresion  atau analisis kanonik dapat digunakan. Hasil analisis tersebut biasanya dilaporkan dalambentuk nilai koefisien korelasi, atau koefisien regresi serta tingkat signifikansinya, disamping proporsi variansi yang disumbangkan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat.

            Interpretasi data pada penelitian korelasional adalah bila dua variabel dihubungkan maka akan menghasilkan koefisien korelasi dengan simbol (r). Hubungan variabel tersebut dinyatakan dengan nilai dari -1 sampai +1. Nilai (-) menunjukkan korelasi negatif yang variabelnya saling bertolak belakang, dan nilai (+) menunjukkakn korelasi positif yang variabelnya saling mendekati kearah yang sama.

baca jgua :

Pendidikan

Peninjauan Masalah atau Studi Kepustakaan

Peninjauan Masalah atau Studi Kepustakaan

            Setelah penentuan masalah, kegiatan penelitian yang penting adalah studi kepustakaan yang menjadi dasar pijakan untuk memperoleh lanadasan teori, kerangka pikir dan pnentuan dugaan sementara sehingga peneliti dapat mengerti, mengalokasikan, mengorganisasikan, dan menggunakan variasi pustaka pada bidangnya. Macam- macam sumber untuk memperoleh teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti adalah dari jurnal, laporan hasil penelitisn, msjslsh ilmmiah, surat kabar, buku yang relevan, hasil-hasil seminar, artikel ilmiah dan narasumber.

  1. Rancangan Penelitian atau Metodologi Penelitian

            Pada tahap ini peneliti menentukan subjek penelitian yang akan dipilih dan menentukan cara pengolahan datanya. Subjek yang akan dilibatkan dalam penelitian ini harus dapat diukur dalam variabel-variabel yang menjadi fokus penelitian subjek tersebut harus relatif homogen dalam faktor-faktor diluar variabel yang diteliti yang mungkin dapat mempengaruhi variabel terikat. Bila subjek yang dilibatkan mempunyai perbedaan yang berarti dalam faktor-faktor tersebut, korelasi antar variabel yang diteliti menjadi kabur. Untuk mengurangi heterogenitas tersebut, peneliti dapat mengklasifikasikan subjek menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat faktor tertentu. Kemudian menguji hubungan antar variabel penelitian untuk masing-masing kelompok.

sumber ;

https://nashatakram.net/layanan-otomotif-seva-id/

Pendidikan

Desain Dasar Penelitian Korelasional

Desain Dasar Penelitian Korelasional

      Pada dasarnya penelitian korelasonal melibatkan perhitungan korelasi antara variabel yang komplek (variabel kriteria) dengan variabel lain yang dianggap mempunyai hubungan (variabel prediktor). Langkah-langkah penelitian ini secara umum yaitu penentuan masalah, peninjauan masalah atau studi pustaka, pertanyaan penelitian atau hipotesisi, rancangan penelitian dan metodologi penelitian, pengumpulan data, dan analisis data, dan kesimpulan.

  1. Penentuan Masalah

            Masalah dalam penelitian merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang ada atau sesuatu yang dijadikan target yang telah ditetapkan oleh peneliti, tetapi target tersebut tidak tercapai. Disetiap penelitian langkah awal yang dilakukan oleh seorang peneliti adalah menentukan masalah penelitian yang akan menjadi fokus studinya. Ciri-ciri permaslahan yang layak diteliti adalah yang dapat diteliti, mempunyai kontribusi atau kebermanfaatan bagi banyak pihak, dapat didukung oleh data empiris serta sesuai kemampuan dan keinginan peneliti. Dalam penelitian korelasional, masalah yang dimasukkan atau dipilih harus mempunyai nilai yang berarti dalam pola perilaku fenomena yang kompleks yang memerlukan pemahaman. Disamping itu, variabel yang dimasukkan dalam penelitian harus didasarkan pada pertimbangan, baik secara teoritis maupun nalar, bahwa variabel tersebut mempunyai hubungan tertentu. Hal ini biasanya dapat diperoleh berdasarkan hasil penelitian sebelumnya.

sumber :

https://solopellico3p.com/beli-mobil-bekas/

Pendidikan

VAR

VAR

VAR atau  Video Assistant Referee disebut dengan asisten wasit video merupakan sebuah sistem pegembangan dari teknologi telekomunikasi dalam bidang olahraga berupa perekaman video relevan pada sebuah pertandingan yang berlangsung dan ditampilkan pada touchline yang terletak dilapangan untuk wasit. Pada VAR ini, juga tersusun dari beberapa tim yang terdiri dari tiga orang yang bekerja sama untuk meninjau keputusan tertentu yang dibuat oleh wasit utama dengan menonton tayangan ulang dari video yang relevan.  Tim itu terdiri dari asisten video wasit sendiri, asistennya, dan operator replay. Mereka terletak di ruang operasi video yang pada dasarnya adalah bank monitor yang menawarkan sudut pandang kamera yang berbeda dari berbagai sisi dilapangan.

Empat jenis keputusan dapat ditinjau menggunakan VAR : gol (dan pelanggaran dalam penumpukannya), penalti, kartu merah, dan identitas yang salah dalam pemberian kartu. Untuk keputusan yang dibuat di lapangan untuk dibatalkan, itu harus menjadi “kesalahan yang jelas”. VAR sangat membantu dalam menentukan suatu keputusan wasit  dan tim VAR dapat merekomendasika suatu keputusan untuk wasit melewati  pemutaran atau menampilkan insiden terkait pada monitor di touchline yang akan dilihat dan ditinjau oleh wasit.

2.2 Prosedur penggunaan Teknologi VAR

Prosedur seorang wasit dalam menggunakan alat bantu canggih ini saat pertandingan Sepak bola Piala Dunia :

  1. Setiap pertandingan di Piala Dunia akan dipantau oleh tim dengan 13 petugas operasional VAR yang bekerja di Pusat Penyiaran Internasional, berlokasi di Kota Moscow. Tim ini terdiri dari satu orang petugas VAR yang dibantu oleh tiga orang asisten. Empat orang lainnya menjadi petugas operasional siaran ulang yang akan membantu dalam memilih dan menyediakan gambar-gambar dengan sudut pandang terbaik dari sebuah insiden di lapangan.
  2. Total 33 layar yang masing-masing menangkap sudut pandang berbeda akan tersedia di kantor Pusat Penyiaran Internasional. Sebanyak 8 layar akan merekam setiap aksi dalam gerak super slow motion, sementara 4 di antaranya akan memutar dalam gerak ultra slow motion.
  3. Wasit diperbolehkan menggunakan VAR ketika ada satu insiden yang dirasa perlu untuk ditinjau lebih lanjut melalui tayangan ulang. Untuk menggunakannya, wasit akan menghentikan pertandingan sejenak dengan memberi isyarat lewat gerakan kedua tangannya yang membentuk layar persegi di udara.

sumber :