Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Kategori: Pendidikan

Pendidikan

Pergaulan bebas

Pergaulan bebas

Pergaulan bebas
Pergaulan bebas

Kalau kita ngomongin masalah pergaulan, pasti yang terlintas dipikiran kita yaitu anak muda.
Pergaulan anak muda dijaman sekarang itu kayak apa sih ?
udah banyak banget dimana-mana berita-berita tentang pergaulan-pergaulan anak muda jaman sekarang dimulai dari kelas yang paling elit sampai kelas paling bawah.
Kelas elit yang aku maksud, pergaulan anak-anak tajir/orang kaya. Anak-anak muda ini lebih sering menghabiskan waktunya dengan cara hangout/sekedar nongkrong-nongkrong dikafe-kafe mahal, yaa .. Gengsi juga kali ya kalau nongkrongnya cuma dikafe roti bakar yang perporsinya 5000 .. (hehehe)
Banyak banget cara-cara anak-anak muda dalam menghabiskan waktu senggang mereka.
Ada yang sekedar cuma buat ngilangin rasa bosen dengan ngumpul-ngumpul bareng temen-temennya atau ada juga yang lebih suka ngabisin duit buat sekedar ngilangin rasa penasaran dengan harga-harga baju yang lagi diskon alias shopping-shopping ria.
Kegiatan kayak gitu sih masih wajar-wajar aja kalau kita dengar, tapi gimana kalau kita mulai ngebahas yang namanya pergaulan bebas anak muda jaman sekarang ? Sebelum itu aku hampir lupa,kalau pergaulan kelas bawah yang aku maksud itu pergaulan anak-anak yang keadaan ekonominya engga terlalu ada, mereka mungkin lebih sering ngumpul-ngumpul aja dibandingin hangout-hangout ke mall-mall.
Oke kita lanjut lagi tentang topik kita masalah pergaulan bebas. Pertama-tama kita bahas dulu kali ya, apa sih pergaulan bebas itu ?
menurut beberapa sumber entah itu dari media masa atau media eletronik. Aku bisa nyimpulin kalau yang namanya pergaulan bebas itu adalah dimana pergaulan seorang anak itu sendiri udah engga bisa dikontrol lagi atau sang anak udah engga mikirin tuh yang namanya akibat dari pergaulan yang mereka jalanin.
Kita ambil contoh yang paling banyak kita jumpai saat ini yaitu hamil diluar nikah atau bahasa kerennya MBA (married back accident). Kejadian yang kayak gini yang buat kita jadi khawatir akan nasib masa depan anak-anak muda disekeliling kita. Kebanyakan diantara mereka mengaku mereka melakukan itu karena perasaan cinta atau sama-sama suka namun akibat dari sama-sama suka itu yang bikin mereka terjerumus kedalam lubang yang begitu dalam. Masa depan mereka bisa sia-sia, apalagi dengan usia mereka yang masih sangat muda untuk membangun suatu hubungan rumah tangga, terlebih lagi dengan orang tua mereka yang harus menanggung malu atas perbuatan itu. Engga bisa dibayangkan akan seperti apa masa depannya nanti. Yang jelas banyak banget pihak-pihak yang bakal menanggung semua itu. Eeemmm gue mau cerita sedikit kenapa aku ambil tema ini ditulisan aku. Aku sendiri udah mulai khawatir dan ikut geleng-geleng kepala waktu aku tau beberapa temen sekolah aku ada yang mengalami hamil diluar nikah. Emang sih akhirnya beberapa temen aku itu nikah, cuma diluar itu semua tetap aja mereka jadi berita paling hangat yang dibicarakan temen-temen aku yang lain. Dari situ terpikir untuk lebih membentengi diri terutama buat aku dan semua anak-anak perempuan lainnya. Dan kesimpulannya bergaul boleh-boleh aja, tapi harus tetap menjunjung norma-norma dan etika serta jangan lupa buat terus membentengi diri kita dari hal-hal yang tidak baik dan merugikan masa depan kita. Thanks you ..


Baca Juga :

Pendidikan

Klasifikasi Kognitif Taksonomi Bloom

Klasifikasi Kognitif Taksonomi Bloom

Klasifikasi Kognitif Taksonomi Bloom
Klasifikasi Kognitif Taksonomi Bloom

Klasifikasi kognitif meliputi pengembangan keterampilan intelektual dengan tingkatan-tingkatan yaitu:

a. Pengetahuan (Knowledge/C1)

Merupakan kemampuan menyatakan kembali fakta, konsep, prinsip, prosedur atau istilah yang telah dipelajari (Recall data or information). Tingkatan ini merupakan tingkatan yang paling rendah namun menjadi prasyarat bagi tingkatan selanjutnya. Kemampuan yang dimiliki hanya kemampuan menangkap informasi kemudian menyatakan kembali informasi tersebut tanpa memahaminya. Contoh kata kerja yang digunakan yaitu, mendefinisikan; menguraikan; menyebut satu per satu; mengidentifikasi; memberikan nama; mendaftar; mencocokan; membaca; mencatat; mereproduksi; memilih; menetapkan; menggambarkan (defines; describes; enumerates; identifies; labels; lists; matches; names; reads; records; reproduces; selects; states; views).

b. Pemahaman (Comprehension/C2)

Merupakan kemampuan untuk memahami arti, interpolasi, interpretasi instruksi (pengarahan) dan masalah. Munaf (2001:69). Mengemukakan bahwa “pemahaman merupakan salah satu jenjang kemampuan dalam proses berpikir dimana siswa dituntut untuk memahami yang berarti mengetahui sesuatu hal dan melihatnya dari berbagai segi”. Pada tingkatan ini, selain hapal siswa juga harus memahami makna yang terkandung, misalnya dapat menjelaskan suatu gejala, dapat menginterpretasikan grafik, bagan atau diagram serta dapat menjelaskan konsep atau prinsip dengan kata-kata sendiri. Contoh kata kerja yang digunakan yaitu, menyajikan; menggolongkan; mengutip; mengubah; menguraikan; mendiskusikan; memperkirakan; menjelaskan; menyamaratakan; memberi contoh-contoh; menginterpretasikan;  menjelaskan; mengemukakan kembali (dengan kata-kata sendiri); meringkas; meniru; memahami. (Classifies; cites; converts; describes; discusses; estimates; explains; generalizes; gives examples; makes sense out of; paraphrases; restates (in own words); summarizes; traces; understands).

c. Penerapan (Application /C3)

Merupakan kemampuan untuk menggunakan konsep dalam situasi baru atau pada situasi konkret. Tingkatan ini merupakan jenjang yang lebih tinggi dari pemahaman. Kemampuan yang diperoleh meliputi kemampuan untuk menerapkan prinsip, konsep, teori, hukum maupun metode yang dipelajarinya dalam situasi baru. Kata kerja yang digunakan yaitu, mempraktikan; mengurus; mengartikulasikan; menilai; memetakan; mengumpulkan; menghitung; membangun; menyokong; mengontrol; menentukan; berkembang; menemukan; menetapkan; menyampaikan; melaksanakan; memasukan; menginformasikan; menginstruksikan; menerapkan; mengambil bagian; meramalkan; mempersiapkan; memelihara; menghasilkan; memproyeksikan; menyediakan; menghubungkan; melaporkan; mempertunjukan; memecahkan; mengajar; memindahkan; menggunakan; memanfaatkan (acts; administers; articulates; assesses; charts; collects; computes; constructs; contributes; controls; determines; develops; discovers; establishes; extends; implements; includes; informs; instructs; operationalizes; participates; predicts; prepares; preserves; produces; projects; provides; relates; reports; shows; solves; teaches; transfers; uses; utilizes).

d. Analisis (Analisis /C4)

Merupakan kemampuan untuk memilah materi atau konsep kedalam bagian-bagian sehingga struktur susunannya dapat dipahami. Dengan analisis diharapkan seorang siswa dapat memilah integritas menjadi bagian-bagian yang lebih rinci atau lebih terurai dan memahami hubungan-hubungan bagian-bagian tersebut satu sama lain. Contoh kata kerja yang digunakan yaitu menganalisa, membandingkan, mengklasifikasikan (breaks down; correlates; diagrams; differentiates; discriminates; distinguishes; focuses; illustrates; infers; limits; outlines; points out; prioritizes; recognizes; separates; subdivides).

e. Sintesis (Synthesis /C5)

Merupakan kemampuan untuk mengintegrasikan baian-bagian yang terpisah menjadi suatu keseluruhan yang terpadu. Munaf (2001:73) menyatakan bahwa kemampaun sintesis merupakan kemampaun menggabungkan bagian-bagian (unsur-unsur) sehingga terjelma pola yang berkaitan secara logis atau mengambil kesimpulan-kesimpulan dari peristiwa-peristiwa yang ada hubungannya satu sama lainnya. Kemampuan ini misalnya dalam merencanakan eksperimen, menyusun karangan, menggabungkan objek-objek yang memiliki sifat sama ke dalam suatu klasifikasi. Contoh kata kerja yang digunakan yaitu, menghasilkan; merumuskan; mengorganisasikan (categorize; combine; compiles; composes; creates; devises; designs; explains; generates; modifies; organizes; plans; rearranges; reconstructs; relates; reorganizes; revises; rewrites; summarizes; tells; writes).

f. Evaluasi (Evaluation /C6)

Merupakan kemampuan untuk membuat pertimbangan (penilaian) terhadap suatu situasi, nilai-nilai atau ide-ide. Kemampuan ini merupakan kemampuan tertinggi dari kemampuan lainya. Evalusi adalah kemampuan memberikan keputusan tentang nilai sesuatu yang mungkin dilihat dari segi tujuan, gagasan, cara kerja, materi dan kriteria tertentu. Untuk dapat membuat suatu penilaian, seseorang harus memahami, dapat menerapkan, menganalisis dan mensintesis terlebih dahulu. Contoh kata kerja yang digunakan yaitu menilai, menafsirkan, menafsir, memutuskan (appraises, compares, concludes, contrasts, criticizes, critiques, defends, describes, discriminates, evaluates, explains, interprets, justifies, relates, summarizes, supports).


Sumber: https://merkterbaru.id/

Pendidikan

Media Pembelajaran

Media Pembelajaran

Media Pembelajaran
Media Pembelajaran

Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing-masing, maka dari itulah kita diharapkan dapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Dengan harapan bahwa penggunaan media akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran.

Adapun dalam memilih media, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. memahami karakteristik setiap media;
  2. sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai;
  3. sesuai dengan metode pengajaran yang digunakan;
  4. sesuai dengan materi yang dikomunikasikan;
  5. sesuai dengan keadaan siswa;
  6. sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan, kemudahan memperoleh media;
  7. sesuai keterampilan guru dalam menggunakannya;
  8. ketersediaan waktu dalam menggunakannya;
  9. sesuai dengan taraf berpikir siswa. (Estrada, dkk, 2010: 9)

1. Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran

Secara garis besar beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu :

  1. Harus adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran. Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran, untuk informasi yang bersifat umum, ataukah sekedar hiburan saja mengisi waktu kosong. Lebih khusus lagi, apakah untuk pembelajaran kelompok atau individu, apakah sasarannya siswa TK, SD, SMP, SMA, atau siswa pada Sekolah Dasar Luar Biasa, masyarakat pedesaan ataukah masyarakat perkotaan. Dapat pula tujuan tersebut akan menyangkut perbedaan warna, gerak atau suara.
  2. Karakteristik Media Pembelajaran. Setiap media pembelajaran mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari keunggulannya, cara pembuatan maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki dalam kaitannya dengan pemilihan media pembelajaran. Disamping itu hal ini memberikan kemungkinan bagi kita untuk menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi.
  3. Alternatif Pilihan, yaitu adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan. Dengan demikian kita bisa menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan dipilih.

Selanjutnya perlu kita ingat bahwa tidak ada satu mediapun yang sifatnya bisa menjelaskan semua permasalahan atau materi pembelajaran secara tuntas.


Sumber: https://appbrain.co.id/

Pendidikan

Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta

Sejarah Gedung

Pertama kali gedung ini dibangun pada tahun 1620 oleh Gubernur Jenderal Jean Peterzoon Coen hingga selesai pada tahun 1626. Pada tahun 1628 dan 1629 saat pasukan Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Mataram menyerang Batavia gedung ini hancur karena terbakar. Pada tahun 1649 baru dilakukan perbaikan kembali. Pada masa pemerintahaan Gubernur Jenderal Joan Van Hoorn gedung ini dibongkar dan dibangun kembali pada tanggal 25 Januari 1707 yang diselesaikan oleh Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck pada tanggal 10 Juli 1710 sampai tahun 1712. Yang berfungsi sebagai “ Stad Huis” ( Balai Kota ) dan “ Raad Van Justitie ” ( Dewan Pengadilan ). Pada tahun 1925 sampai dengan 1942 gedung ini digunakan sebagai kantor provinsi Jawa Barat, tahun 1942 sampai dengan 1945 digunakan sebagai markas  Dainipon, setelah kemerdekan 1945 sampai dengan 1963 digunakan sebagai kantor Gubernur Jawa Barat dan pada tahun 1964 digunakan markas TNI KODIM 0503 Jakarta Barat. Pada tahun 1972 diserahkan kepada pemerintah DKI yang kemudian diperbaiki dan digunakan sebagai Museum Sejarah Jakarta yang diresmikan oleh Gubernur DKI Bpk. Ali Sadikin, pada tanggal 30 Maret 1974. Dengan luas area 13.388 m2.

  1. Ruang prasejarah  (sebelum mengenal tulisan)

Orang – orang purba ( nenek moyang orang Jakarta ) sudah ada sejak 1000 sebelum masehi terbukti dari hasil temuan Tim Arkeolog yang berupa : pahat batu, beliung batu, kampak Batu peninggalan dari zaman batu baru ( New Neolotikum ) ini semua ditemukan disepanjang pinggiran sungai kali ciliwung.

  1. Ruang Masa Sejarah (setelah mengenal tulisan)

 pada abad ke 5 didaerah Jabotabek berdiri kerajaan Hindu Taruma Negara yang nama rajanya  Prabu Purnawarman. Ini terbukti dari peniggalan prasasti batu

  1. a. Prasasti Kebon Kopi ( duplikat)

            Prasasti yang asli terdapat di desa kebon kopi Bogor, mempunyai simbol dua telapak kaki gajah milik Raja Purnawarman yang dipergunakan sebagai kendaraan.

b.Prasasti Ciaruteun  ( duplikat )

Prasasti ini ditemukan di sungai Ciaruteun Bogor menyimbolkan tentang dua telapak kaki Raja Purnawarman yang mirip dengan telapak kaki Dewa Wisnu maka beliau dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu.

  1. Prasasti Tugu ( duplikat )

Ditemukan di desa Batu Tumbu Tanjung Priok Jakarta Utara yang asli di Museum Nasional bertuliskan huruf palawa berbahasa sangsekerta. Sebagai peringatan diresmikannya sungai Gomati dan Candrabaga oleh Raja Purnawarman yang selesai digali selama 21 hari dengan panjang 6122 tombak 12 km. Dalam peresmianya raja berkenan membagikan 1000 ekor sapi kepada para Brahmana yang berjasa dalam pembuatan sungai tersebut. Sungai tersebut sangat jernih, berkilau dan berliku – liku sehingga bila dipandang dari muara tergambar bagaikan ular naga yang kemudian diberi nama Candrabaga, kemudian berganti nama menjadi Bagasi ( Bagasasi ) yang kini menjadi nama kota Bekasi dan sungai tersebut kini dikenal kali bekasi

Subsistem budaya 

Bakteri yang Menguntungkan

9 Ciri-Ciri Bakteri

Pendidikan

Subsistem budaya 

Subsistem budaya

Subsistem budaya 

yang dicerminkan dengan pola pikir pengelolaan air irigasi yang dilandasi dengan keharmonisan dan kebersamaan.

  1. Subsistem sosial yang dicerminkan dengan adanya organisasi subak yang disesuaikan dengan kepentingan petani, sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Sehingga konflik yang terjadi di dalam subak dapat dihindari agar tercipta keharmonisan.
  2. Subsistem artefak/kebendaan yang dicerminkan dengan ketersediaan sarana jaringan irigasi yang sesuai dengan kebutuhan subak, pendistribusian air secara adil, dan proses peminjaman air. Sehingga, konflik-konflik dapat dicegah.

Sistem irigasi Subak  merupakan perkembangan dari beberapa tempek yang memiliki luas areal yang besar  serta sulit untuk dikooordinasikan dan subak memiliki otonomi ke dalam dan ke luar. Tempek merupakan suatu komplek persawahan yang mendapat air irigasi dari satu sumber tertentu. Akan tetapi, setiap tempek hanya memiliki otonomi ke dalam.

Sistem organisasi Subak di Bali ini juga mempunyai organisasi subak dengan  membentuk tim kerja yang berorientasi pada kecapaian tujuan yang diinginkan dalam organisasi subak tersebut. Organisasi subak tersebut berkaitan dengan cara sistem irigasi yang mengatur penyediaan air, maka pada suatu subak di daerah tertentu menunjuk seorang petilik (pengawas air) yang bertugas mengawasi pendistribusian dan alokasi air di kawasan tersebut secara rutin.

Di dalam subak. peranan pengurus (pekaseh) subak menentukan keberhasilan subak yang dipimpinnya tersebut. Sebab ia yang mengatur air irigasi pada saat kondisi air yang kritis, menetapkan hari baik untuk menanam tanaman tertentu, merencanakan upacara tertentu. Pada dasarnya, pengurus subak memimpin dan mengendalikan subak sesuai dengan prinsip-prinsip THK.

Selain itu, dalam sistem irigasi Subak terdapat tradisi-tradisi dan upacara keagamaan yang masih teru dilakukan sampai saat ini. Untuk melaksanakan upacara-upacara tersebut, biasanya subak memungut iuran dari anggota subaknya. Adapun pemimpin subak ini dikenal dengan sebutan pekaseh yang bertugas untuk mrngkoordinasikan tugas-tugas keluar dan kedalam yang dapat mempegaruhi sistem perairan dan pertanian di Bali. Kemudian latar belakang didirikannya organisasi Subak yaitu  beberapa ribu tahun yang lalu karena lingkungan topografi dan kondisi sungai-sungai di Bali yang curam. Hal ini menyebabkan sumber air pada suatu komplek persawahan petani umumnya cukup jauh dan terbatas.

Sumber :

https://callcenters.id/

Pendidikan

Bakteri yang Menguntungkan

Bakteri yang Menguntungkan

Bakteri yang Menguntungkan
Bakteri yang Menguntungkan

1. Bakteri yang Menguntungkan di Bidang Makanan

  • Bakteri Acetobacter sp berperan dalam produksi cuka
  • Bakteri asetobacter xylinium berperan dalam produksi nata de coco
  • Bakteri Aspergillus oryzae berperan dalam menciptakan tauco
  • Bakteri Entamoeba coli berperan dalam membusuk sisa pencernaan
  • Bakteri kuman entero berperan dalam dekomposer bakteri
  • Bakteri bulgarius lactobacillus berperan dalam fermentasi susu menjadi lemak
  • Bakteri lactobacillus cassei berperan dalam produksi yoghurt
  • Bakteri Lactobacillus sp berperan dalam produksi buah acar
  • Bakteri Neurospora crassa berperan dalam pembuatan oncom
  • Bakteri pediococccus cereviceae berperan dalam produksi sosis
  • Bakteri Rhizopus oligosporus berperan dalam pembuatan tempe
  • Bakteri streptococcus cremoris berperan dalam pembuatan keju
  • Bakteri streptococcus lactis berperan dalam memproduksi mentega.
  • Bakteri streptococcus thermophilus berperan dalam produksi mentega
  • Bakteri Thiobacillus thiozidans berperan dalam produksi asam sulfat
  • Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis berperan dalam memproduksi kefir.
  • Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus thermophillus berperan dalam memproduksi yoghurt.
  • Lactobacillus sp. dicampur dengan ikan atau udang berperan dalam udang.

2. Bakteri yang Menguntungkan di Bidang Pertanian

 
  • Bakteri Rhizobium leguminosarum berperan dalam fiksasi nitrogen pada akar kacang polong (legum)
  • Bacillus cereus berperan dalam mengendalikan laju pertumbuhan ulat grayak (Spodoptera litura) pada tumbuhan kubis.
  • Leuconostoc mesenteroides berperan dalam memproduksi bakteriosin atau bakterisida
  • Enterobacter sp yang berperan dalam menghambat pertumbuhan jamur penyakit daun daun (Curvularia) pada tumbuhan mentimun

3. Bakteri Menguntungkan di Bidang Kesehatan

 
  • Bakteri streptomyces griseus berperan dalam memproduksi antibiotik tipe streptomisin.
  • Bakteri streptomyces aureofaciens berperan dalam memproduksi antibiotik tipe tetrasiklin.
  • Bakteri streptomyces venezuelae berperan dalam memproduksi antibiotik kloramfenikol.
  • Bakteri penisilin berperan dalam memproduksi antibiotik jenis penisilin.
  • Bakteri Bacillus polymyxa berperan dalam memproduksi antibiotik jenis polymixin.
  • Bakteri Bacillus brevis berperan dalam memproduksi antibiotik jenis terotrisin
  • Bakteri Bacillus subtilis berperan dalam memproduksi antibiotik tipe basitrasin
  • Bakteri Polymyka berperan dalam memproduksi antibiotika tipe polymixin

4. Bakteri Bermanfaat di Bidang Energi

Di bidang energi, kuman sering dipakai sebagai katalis untuk produksi biogas. Bakteri semacam itu biasanya anaerobik. Contohnya mencakup Methanobacterium, Methanococcus, Methanobacillus, dan Methanosarcina.

5. Bakteri Menguntungkan di Bidang Industri

  • Clostridium asetobutylicum menghasilkan aseton-butanol atau pelarut dalam pembuatan materi kimia
  • Bacillus polymyxa dan Enterobacter aerogenes menghasilkan buthanedhiol atau chemical intermediate moisturizers
  • Gluconobacter suboxydans menghasilkan dihydroxyacetone atau fine chemicals
  • Pseudomonas sp menghasilkan asam ketoglecunic-2 sebagai zat antara untuk asam D-araboaskorbat
  • Gluconobacter suboxydans menghasilkan asam 5-ketogluconic sebagai asam tartat intermediate
  • Lactobacillus delbrueckii menghasilkan asam laktat yang mempunyai kegunaan dalam produk makanan, tekstil, pengangkatan kapur dari kulit binatang, dan pembuatan materi kimia.
  • Bacillus subtillis menghasilkan amilase kuman atau materi yang sanggup memodifikasi pati, kertas lem, dan melepaskan perekat pada tekstil.
  • Bacillus subtilis menghasilkan prototipe kuman sebagai materi yang mempunyai kegunaan untuk memperbaiki struktur kulit binatang, menghilangkan noda, menghilangkan serat, dan plester daging.
  • Leuconostoc mesenteroides menghasilkan dekstran atau stabilisator dalam produk makanan, pengganti plasma darah.
  • Gluconobacter suboxydans menghasilkan Sarbose yang berperan dalam produksi asam askorbat
  • Streptomycesalivaceus, Propionibacterium, dan freudenreichii menghasilkan Kobalamin atau aksesori makanan, anemia pernisiosa, dan kuliner ternak.

Baca Juga :

Pendidikan

9 Ciri-Ciri Bakteri

9 Ciri-Ciri Bakteri

9 Ciri-Ciri Bakteri
9 Ciri-Ciri Bakteri

1. Tidak Memiliki Inti (Cell Core)

Tidak mirip organisme lainnya, basil yakni satu-satunya organisme yang selnya tidak mempunyai nukleus (inti sel). Hal ini telah mengakibatkan para ilmuwan menganggap basil sebagai salah satu organisme primitif yang muncul pada masa awal kehidupan.

2. Dinding Sel yang Berbeda

Bakteri mempunyai dinding sel yang berbeda dengan dinding sel yang dimiliki oleh organisme lain. Dinding sel basil terbuat dari zat yang berbeda. Dinding sel basil terdiri dari peptidoglikan dan mukopolisakarida. Bakteri sanggup dikelompokkan menjadi 2 menurut pewarnaan gram, yaitu basil Gram faktual dan Gram negatif. Kedua kelompok basil ini mempunyai perbedaan yang sangat signifikan, terutama pada struktur dan komposisi dinding se

3. Adanya Pilli

Ciri khas basil lainnya yakni organel yang tidak dimiliki organisme lain. Organel ini diberi nama Pilli. Organel yang mirip pipa ini membantu basil dalam proses reproduksi secara generatif (seksual).

4. Bagaimana Mendapatkan Makanan

Bakteri mempunyai cara yang berbeda dalam proses pengadaan makanan untuk pertumbuhan. Cara ini meliputi:
  • Menyintesis makanan mereka sendiri dengan memakai sinar matahari serta fotosintesis pada tumbuhan tinggi.
  • Dapatkan energi makanan dari sumber kimia di sekitar mereka (chemotrops), mirip basil sulfur, basil hidrogen, dan basil besi.
  • Mendapat makanan dengan menjadi benalu tumbuhan hidup dan hewan. Umumnya mereka mengakibatkan penyakit pada inang.
  • Jadilah saprofit dengan terlibat dalam benda mati atau organisme yang membusuk.
  • Bersimbiosis mutualisme dengan organisme lainnya, contohnya rhizobium di akarnya dan E-coli di usus.

5. Cara Mereproduksi

Kebanyakan makhluk hidup umumnya mempunyai satu atau dua metode reproduksi. Tapi basil punya banyak cara. Mereka sanggup menyebar dengan membagi, reproduksi generatif, atau pembentukan spora. Namun, reproduksi melalui pembelahan biner dan reproduksi generatif yakni cara yang paling umum untuk berkembang biak.

6. Formasi Endospora

Bila lingkungan disekitarnya sangat ekstrim, mirip terlalu panas, terlalu dingin, terlalu kering, dan sebagainya. Bakteri sanggup mengubah tubuh menjadi spora keras. Spora basil ini akan tahan terhadap panas, materi kimia, dan kondisi kekeringan. Bila kondisinya membaik, spora kemudian akan membuka dan melepaskan bakteri. [Baca Juga: Formulir Bakteri]

7. Hilangnya Beberapa Organ Sel

Selain tidak mempunyai inti sel atau nukleus, ciri khas basil juga terlihat dengan hilangnya beberapa organel sel. Ya, organel sel mirip mitokondria, tubuh golgi, retikulum endoplasma yang biasanya ditemukan di sel hidup tidak akan ditemukan di sel bakteri.

8. Punya Flagela

Bakteri, terutama basil, akan mempunyai flagella sebagai organ pelopor yang berfungsi dalam mobilitasnya. Klasifikasi bakteri, salah satunya dilakukan menurut jumlah dan urutan flagelanya ini. Sedangkan untuk basil yang tidak mempunyai flagella, gerakan ini umumnya dilakukan dengan cara bergulir.

9. Distribusi Cosmopolitan

Bakteri yakni satu-satunya organisme yang mengatakan distribusi kosmopolitan alias untuk hadir di semua lokasi dan kondisi. Mereka sanggup ditemukan di udara, air, tanah, salju, dan sebagainya. Mereka juga sanggup ditemukan di tempat dengan suhu sangat rendah (minus derajat) serta tempat dengan suhu sangat tinggi.
Pendidikan

Bentuk- Bentuk Bakteri dan Penjelasannya

Bentuk- Bentuk Bakteri dan Penjelasannya

Bentuk- Bentuk Bakteri dan Penjelasannya
Bentuk- Bentuk Bakteri dan Penjelasannya
Bakteri ialah makhluk hidup mikroskopis yang mempunyai ukuran sangat kecil dan tidak sanggup terlihat dengan mata telanjang. Namun, dengan memanfaatkan mikroskop ringan atau mikroskop yang dilengkapi lensa mikroskop okular yang obyektif, kita sanggup melihat bentuk basil dan mengetahui ukurannya dengan tepat. Nah, dalam artikel ini, akan membahas perihal bentuk basil ini lengkap dengan pengelompokan dan contohnya. Pahami artikel ini untuk memudahkan Anda mengikuti pelajaran yang lebih dalam seputar bakteriologi (bakteriologi) di sekolah.

Bentuk Bentuk Bakteri

Ukuran basil umumnya dinyatakan dalam satuan mikron, di mana 1 mikron sama dengan 0,001 mm atau 1 mm dibagi dengan 1000. Unit ini sengaja dipakai untuk memudahkan pengucapan ukuran basil yang sangat kecil.
Secara umum, basil mempunyai panjang antara 0,5 hingga 3 mikron dan lebar antara 0,1 hingga 0,2 mikron. Ukurannya bervariasi tergantung pada bentuk basil yang diukur.
Bakteri menurut bentuk dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu basil berupa batang atau silinder (basil), bentuk bulat (kokus), dan spiral (spirillum). Perbedaan bentuk basil dan koloni, umumnya dipengaruhi oleh beberapa hal, mirip umur, arah pembelahan, dan faktor pertumbuhan (makanan, suhu, dan inhibitor). Nah, ketiga bentuk basil ini sanggup diilustrasikan mirip pada gambar di bawah ini.

1. Bakteri Berbentuk Bakteri (bacillus)

  • Bakteri batang atau silinder (bacilli) sanggup ditemukan dalam keadaan tunggal (bacillus), berpasangan (diplobasil), atau koloni yang membentuk rantai (streptobacils).
  • Bakteri basil (tunggal) mirip namanya, sering ditemukan dalam isolasi. Contoh basil ini mirip Salmonella typhi dan Escherichia coli.
  • Bakteri diplobasil (paired) ialah basil yang sering ditemukan berpasangan alias. Contoh basil ini mirip Renibacterium salmoninarum.
  • Bakteri streptobacyl (rantai) ialah koloni basil yang digabungkan bersama untuk membentuk rantai. Contoh basil ini termasuk Azotobacter sp dan Streptobacillus moniliformis.

2. Spherical Bacteria (Fokus)

Sama mirip bentuk batangnya, basil berbentuk bulat (kokus) juga sanggup ditemukan dalam keadaan tunggal, berpasangan, membentuk rantai, atau membentuk gumpalan mirip buah anggur. Berikut ialah bentuk basil bulat, baik dalam keadaan tunggal maupun terjajah dan contohnya.
  • Monokokus ialah basil spherical tunggal. Contoh basil ini ialah Monococcus gonorrhoeae.
  • Diplococci ialah basil lingkaran dan berpasangan. Contoh basil ini ialah Diplococcus pneumoniae.
  • Streptococcus ialah basil berbentuk bulat yang digabungkan untuk membentuk rantai. Bentuk rantai itu sendiri ialah hasil reproduksi yang terbagi dalam satu garis menjadi satu atau dua arah. Contoh basil ini ialah Streptococcus lactis, Streptococcus salivarius, dan Streptococcus pneumoniae.
  • Tetrakokus ialah basil berbentuk bulat yang terdiri dari 4 sel dengan susunan ibarat bentuk persegi yang dihasilkan dari pembelahan sel di kedua arah.
  • Sarkina ialah basil berbentuk bulat yang terdiri dari 8 sel dengan susunan ibarat bentuk persegi akhir pembelahan sel menjadi tiga arah. Contoh basil ini ialah Sarcina sp.
  • Staphylococcus ialah koloni basil bulat yang disusun ibarat kelompok buah anggur yang dihasilkan dari pembelahan sel ke segala arah. Contoh basil ini ialah Staphylococcus aureus.

c. Bakteri Bentuk spirral (spirillium)

Bakteri berbentuk spiral sanggup dibagi menjadi 3 macam, yaitu
  1. Coma (vibrio) ialah basil semi melingkar atau kurang melengkung. Contoh basil dengan bentuk ini ialah Vibrio koma alias basil yang menjadikan penyakit kolera.
  2. Spiral ialah basil yang bentuknya melengkung lebih dari setengah lingkaran. Contoh basil dalam bentuk ini ialah Minor Sprillum atau basil yang menjadikan demam pada insan yang menciptakan tikus dan gigitan binatang pengerat lainnya sebagai medium (intermediate).
  3. Spiroseta ialah bentuk spiral basil dengan tekstur halus dan lentur. Contoh basil dengan bentuk ini ialah Treponema pallidum alias basil yang menjadikan penyakit sifilis.

Sumber: https://tutubruk.com/

Pendidikan

Pengertian Kesehatan Rohani

Pengertian Kesehatan Rohani

Pengertian Kesehatan Rohani

Banyak orang mulai memikirkan karier yang sudah mereka capai, kedudukan serta kemakmuran yang sudah mereka impikan sejak lama. Karena manusia sejatinya tak akan pernah puas dengan apa yang dimilikinya maka tentu saja akan masih merasa kurang dan mencari apa yang belum dimiliki

Dalam hal ini unsur spiritual dan rohani ternyata mampu berpengaruh besar untuk membentuk suatu karakter dan watak pribadi melalui apa yang mereka lakukan untuk diri sendiri bahkan untuk orang lain.

Ternyata kesehatan spiritual itu penting, buktinya beberapa fakta mereka yang hidup selibat dengan norma agama mampu mempunyai tingkat kebijaksanaan yang lebih tinggi. Fenomena ini juga menjelaskan bagaimana seseorang yang mempunyai hubungan atau kedekatan dengan Tuhan secara lebih intensif lebih mampu menghadapi berbagai problema sosial yang ada di sekitarnya.

Beberapa tips untuk menjaga kesehatan rohani:

  1. a)Doa
    Merupakan model komunikasi antara manusia dengan Sang Pencipta dimana komunikasi batin ini mampu memperteguh hati, pikiran, semangat serta kemampuan diri.
    Beberepa orang menghimbau agar melakukan doa yang mampu sebagai sugesti sekaligus unsur kepercayaan terhadap Tuhan yang mampu melakukan apa saja kepada manusia. Konon kekuatan doa mampu merubah pribadi seseorang yang negatif menjadi lebih positif seiring dengan perubahan perlakunya. Doa yang kita yakini saat ini merupakan suatu bentuk permohonan serta janji untuk diri sendiri dan untuk Tuhan.
  2. b)Bakti Sosial

    Berbakti kepada lingkungan sekitar kita atau lingkungan lain yang perlu untuk diperhatikan ternyata mampu mendalami makna kasih dan lebih mengenal orang kecil. Faktanya bakti sosial adalah wujud pekerjaan yang seorang baktikan kepada daerah, lingkungan sosial yang kurang layak. Dalam prakteknya dalam menjalani bakti sosial dibutuhkan keikhlasan yang luar biasa dan totalitas untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan.

  3. c)Bersedekah
    Memberi dan membagi-bagikan rejeki kepada orang yang membutuhkan ternyata mampu menjadi pupuk rohani dan hati. Saat banyak orang lain berlomba-lomba untuk mendapatkan uang serta kekayaan materi lainnya maka kita bisa memulai dengan membagikan rejeki yang kita punya untuk orang lain yang lebih membutuhkan. Dengan cara ini diyakini mampu memberikan cermin dan ketukan hati seseorang agar mau melihat dan menerima keadaan orang lain yang ternyata masih jauh dari yang namanya sejahtera.
  4. d)Beribadah
    Beribadah makna sejatinya adalah datang ke tempat ibadah dan melakukan ibadah. Tempat ibadah adalah salah satu tempat yang diyakini mampu membawa ketenangan batin bagi jemaahnya terlebih lagi kesamaan aktivitas beribadah mampu memicu rasa persaudaraan untuk selalu terikat dengan kasih.

sumber :

https://9apps.id/

Pendidikan

 Respon Penderita Terhadap Suatu Obat

 Respon Penderita Terhadap Suatu Obat

 Respon Penderita Terhadap Suatu Obat

Didalam respon seorang penderita terhadap suatu obat dapat dipengaruhi oleh 2 faktor penting yaitu Farmakodinamik dan Farmakokinetik, farmakodinamik ini merupakan bagian ilmu farmakologi yang mempelajari efek fisiologik dan biokimiawi obat terhadap berbagai jaringan tubuh yang sakit maupun sehat serta mekanisme kerjanya.

Sedangan farmakokinetik merupakan bagian ilmu farmakologi yang cenderung mempelajari tentang nasib dan perjalanan obat didalam tubuh dari obat itu diminum hingga mencapai tempat kerja obat itu.

Dalam Farmakokinetik perjalanan obat dari dia diminum sampai mencapai tempat kerja obat tersebut melewati beberapa fase, diantaranya :

Fase Absorpsi, Dimana fase ini merupakan fase penyerapan obat pada tempat masuknya obat selain itu faktor absorpsi ini akan mempengaruhi jumlah obat yang harus diminum dan kecepatan perjalanan obat didalam tubuh

Fase Distibusi merupakan fase penyebaran atau distribusi obat didalam jaringan tubuh. Faktor distribusi ini dipengaruhi oleh ukuran dan bentuk obat yang digunakan, komposisi jaringan tubuh, distribusi obat dalam cairan atau jaringan tubuh, ikatan dengan protein plasma dan jaringan.

Fase Biotransformasi, fase ini dikenal juga dengan metabolisme obat, diman terjadi proses perubahan struktur kimia obat yang dapat terjadi didalam tubuh dan dikatalisis olen enzim.

Fase Ekskresi, merupakan proses pengeluaran metabolit yang merupakan hasil dari biotransformasi melalui berbagai organ ekskresi. Kecepatan ekskresi ini akan mempengaruhi kecepatan eliminasi atau pengulangan efek obat dalam tubuh.

Berikut adalah serba serbi tentang Farmakodinamik. Definisi farmakodinamik adalah ilmu yang mempelajari efek biokimiawi dan fisiologi obat serta mekanisme kerjanya.

2.4 Tujuan Mempelajari Farmakodinamik dan Mekanisme Obat

Selanjutnya akan kita bicarakan lebih mendalam tentang farmakodinamik obat.

Tujuan mempelajari mekanisme kerja obat adalah:

  1. Meneliti efek utama obat
  2. Mengetahui interaksi obat dengan sel
  3. Mengetahui urutan peristiwa serta spektrum efek dan respon yang terjadi

Efek obat umumnya timbul karena interaksi obat dengan reseptor pada sel suatu organisme. Interaksi obat dengan reseptornya ini mencetuskan perubahan biokimia dan fisiologi yang merupakan respons yang khas untuk obat tersebut.

Reseptor Obat

Reseptor adalah makromolekul ((biopolimer)khas atau bagiannya dalam organisme yakni tempat aktif obat terikat.

Komponen yang paling penting dalam reseptor obat adalah protein. struktur kimia suatu obat berhubungan erat dengan affinitasnya terhadap reseptor dan aktivitas intrinsiknya, sehingga perubahan kecil dalam molekul obat dapat menimbulkan perubahan yang besar.

Interaksi Obat – Reseptor

persyaratan untuk obat – reseptor adalah pembentukan kompleks obat reseptor. apakah kompleks ini terbentuk dan seberapa besar terbentuknya tergantung pada affinitas obat terhadap reseptor. kemampuan obat untuk menimbulkan suatu rangsang dan membentuk kompleks dengan reseptor disebut aktivitas intrinsik. Agonis adalah obat yang memilki baik afinitas dan aktivitas intrinsik. Pada teori reseptor obat sering dikemukakan bahwa efek obat hanya dapat terjadi bila terjadi interaksi molekul obat dengan reseptornya. Lebih mudahnya dirumuskan seperti ini.

Obat (O) + Reseptor (R) –> Kompleks obat reseptor (OR) —> Efek

Efek Terapeutik

Tidak semua obat bersifat betul-betul menyembuhkan penyakit, beberapa obat memang dibuat hanya untuk meniadakan atau meringankan gejala suatu penyakit. Berikut ini adalah tiga jenis terapi obat:

Terapi Kausal, obat yang berfungsi untuk memusnahkan penyebab penyakit, obat inilah yang digunakan untuk menyembuhkan penderita dari penyakit. contoh obat dengan terapi kausal adalah antibiotik, anti malaria dan lain-lain.

Terapi simptomatis, obat ini berguna untuk meringankan gejala dari suatu penyakit. contoh obat jenis ini adalah analgesik, antipiritik, anti emetik dan sebagainya.

Terapi subtitusi, obat yang digunakan untuk mengantikan zat yang lazim diproduksi oleh tubuh. misal insulin pada penderita diabetes, hormon estrogen pada pasien hipo fungsi ovarium dan obat-obat hormon lainnya.

 

Pengertian Farmakodinamik

Fungsi Nilai dan Ciri-Ciri Nilai

Tokoh-Tokoh yang Berpengaruh pada Zaman Renainssancce