Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Kategori: Kuliner

Kuliner

Batuan Sedimen

Batuan Sedimen

Batuan endapan atau batuan sedimen adalah salah satu dari tiga kelompok utama batuan (bersama dengan batuan beku dan batuan metamorfosis) yang terbentuk melalui tiga cara utama: pelapukan batuan lain (clastic); pengendapan (deposition) karena aktivitas biogenik; dan pengendapan (precipitation) dari larutan. Jenis batuan umum seperti batu kapurbatu pasir, dan lempung, termasuk dalam batuan endapan. Batuan endapan meliputi 75% dari permukaan bumi.

Batuan sedimen batuan yang tejadi akibat lithifikasi dari hancuran batuan lain (destritus atau lithifikasi) dari hasil reaksi kimia tertentu. Lithifikasi adalah proses yang meliputi: kompaksi, autigenik, diagenesa, yaitu  terubahnya material batuan yang bersifat lepas (uncosolidate rock forming materials) menjadi batuan yang kompak (uncosolidate coherent rock). Batuan ini dibentuk oleh proses-proses yang terjadi di permukaan bumi, oleh Koesoemadinata (1979) telah membedakan menjadi lima golongan, antara lain golongan destritus yang terbagi atas destritus halus dan dentritus kasar. Golongan karbonat yaitu golongan ini terutama disusun oleh kelompok mineral karbonat (misal: kalsit, dolomit, aragonoit) dan cangkang-cangkang binatang karang. Golongan evaporit yaitu golongan batuan ini diberikan terhadap batu garam karena asal terjadinya disebabkan oleh proses evaporasi air laut (Koesoemadinata, 1979). Golongan sedimen silika termasuk golongan ini adalah juga batuan yang bersifat monomineralik dan umumnya tersusun oleh mineral silika, terbentuk secara sedimentasi kimiawi atau organik. Golongan batubara yaitu golongan terbentuk oleh adanya akumulasi zat-zat organik yang kaya akan unsur C (karbon). Umumnya terdiri dari tumbuh-tumbuhan. Termasuk jenis sedimentasi organis.

Batuan sedimen memiliki material pembentuk batuan yang bersifat lepas dan batuan ini dibentuk oleh proses-proses yang terjadi di permukaan bumi. Contoh batuan sedimen adalah batu rijang, batu tufa gelas, batu gamping, batu pasir, batu lempung, batu konglomerat, batu breksi dan batu bara

  1. Batuan Metamorf

Batuan metamorf (atau batuan malihan) adalah salah satu kelompok utama batuan yang merupakan hasil transformasi atau ubahan dari suatu tipe batuan yang telah ada sebelumnya, protolith, oleh suatu proses yang disebut metamorfisme, yang berarti “perubahan bentuk”. Protolith yang dikenai panas (lebih besar dari 150°C) dan tekanan ekstrem akan mengalami perubahan fisika dan/atau kimia yang besar. Protolith dapat berupa batuan sedimenbatuan beku, atau batuan metamorf lain yang lebih tua. Beberapa contoh batuan metamorf adalah gneisbatu sabakbatu marmer, dan skist.

Protholite sendiri dapat berupa batuan beku, batuan sedimen, maupun batuan metamorf lain yang lebih tua. Syarat – syarat terjadinya metamorfisme adalah :

  1. Adanya batuan asal ( protolith )
  2. Adanya peningakatan suhu
  3. Adanya peningkatan tekanan (stresses)
  4. Adanya penambahan dan pengurangan fluida
  5. Adanya faktor waktu (jutaan tahun)’
  1. Standar Kompetensi Kebidanan
  2. Landasan Hukum Wewenang Bidan
  3. Bakteri yang Menguntungkan
  4. 9 Ciri-Ciri Bakteri
Kuliner

 Jenis-jenis  Batuan Beku

 Jenis-jenis  Batuan Beku

Batuan beku terbagi menjadi 2, yaitu :

  • Batuan Beku Dalam

Magma yang membeku di bawah permukaan bumi, pendinginannya sangat lambat (dapat mencapai jutaan tahun), memungkinkan tumbuhnya kristal-kristal yang besar dan sempurna bentuknya, menjadi tubuh batuan beku intrusive.

Tubuh batuan beku dalam mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam, tergantung pada kondisimagma dan batuan di sekitarnya. Magma dapat menyusup pada batuan di sekitarnya atau menerobos melalui rekahan-rekahan pada batuan di sekelilingnya. Bentuk-bentuk batuan beku yang memotong struktur batuan di sekitarnya disebut diskordan, termasuk di dalamnya adalah batholit, stok, dyke, dan jenjang volkanik :

Ø  Batolit

Merupakan tubuh batuan beku dalam yang paling besar dimensinya. Bentuknya tidak beraturan, memotong lapisan-lapisan batuan yang diterobosnya. Kebanyakan batolit merupakan kumpulan massa dari sejumlah tubuh-tubuh intrusi yang berkomposisi agak berbeda. Perbedaan ini mencerminkan bervariasinya magma pembentuk batholit. Beberapa batolit mencapai lebih dari 1000 km panjangnya dan 250 km lebarnya.

Dari penelitian geofisika dan penelitian singkapan di lapangan didapatkan bahwa tebal batolit antara 20 sampai dengan 30 km. Batholit tidak terbentuk oleh magma yang menyusup dalam rekahan, karena tidak ada rekahan yang sebesar dimensi batolit. Karena besarnya, batolit dapat mendorong batuan yang diatasnya.

Meskipun batuan yang diterobos dapat tertekan ke atas oleh magma yang bergerak ke atas secara perlahan, tentunya ada proses lain yang bekerja. Magma yang naik melepaskan fragmen-fragmen batuan yang menutupinya. Proses ini dinamakan stopping.

Blok-blok hasil stopping lebih padat dibandingkna magma yang naik, sehingga mengendap. Saat mengendap fragmen-fragmen ini bereaksi dan sebagian terlarut dalam magma. Tidak semua magma terlarut dan mengendap di dasar dapur magma. Setiap frgamen batuan yang berada dalam tubuh magma yang sudah membeku dinamakan Xenolith.

Ø  Stock

Seperti batolit, bentuknya tidak beraturan dan dimensinya lebih kecil dibandingkan dengan batholit, tidak lebih dari 10 km. Stock merupakan penyerta suatu tubuh batholit atau bagian atas batolit.

Ø  Dyke

Dyke disebut juga gang, merupakan salah satu badan intrusi yang dibandingkan dengan batolit, berdimensi kecil. Bentuknya tabular, sebagai lembaran yang kedua sisinya sejajar, memotong struktur (perlapisan) batuan yang diterobosnya.

Ø  Jenjang Volkanik

Jenjang volkanik adalah pipa gunung api di bawah kawah yang mengalirkan magma ke kepundan. Kemudian setelah batuan yang menutupi di sekitarnya tererosi, maka batuan beku yang bentuknya kurang lebih silindris dan menonjol dari topografi disekitarnya. Bentuk-bentuk yang sejajar dengan struktur batuan di sekitarnya disebut konkordan diantaranya adalah sill, lakolit dan lopolit.

­    Sill, adalah intrusi batuan beku yang konkordan atau sejajar terhadap perlapisan batuan yang diterobosnya. Berbentuk tabular dan sisi-sisinya sejajar.

­    Lakolit, sejenis dengan sill. Yang membedakan adalah bentuk bagian atasnya, batuan yang diterobosnya melengkung atau cembung ke atas, membentuk kubah landai. Sedangkan, bagian bawahnya mirip dengan Sill. Akibat proses-proses geologi, baik oleh gaya endogen, maupun gaya eksogen, batuan beku dapat tersingkat di permukaan.

­      Lopolit, bentuknya mirip dengan lakolit hanya saja bagian atas dan bawahnya cekung ke atas.

 

Sumber :

https://urbanescapesusa.com/

Kuliner

  Jenis-Jenis Angin

  Jenis-Jenis Angin

  1. Angin laut

Angin laut (bahasa Inggris: sea breeze) adalah angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat yang umumnya terjadi pada siang hari dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00 di daerah pesisir pantai. Angin ini biasa dimanfaatkan para nelayan untuk pulang dari menangkap ikan di laut. Angin laut ini terjadi pada siang hari. Karena air mempunyai kapasitas panas yang lebih besar daripada daratan, sinar matahari memanasi laut lebih lambat daripada daratan. Ketika suhu permukaan daratan meningkat pada siang hari, udara di atas permukaan darat meningkat pula akibat konduksi. Tekanan udara di atas daratan menjadi lebih rendah karena panas, sedangkan tekanan udara di lautan cenderung masih lebih tinggi karena lebih dingin. Akibatnya terjadi gradien tekanan dari lautan yang lebih tinggi ke daratan yang lebih rendah, sehingga menyebabkan terjadinya angin laut, dimana kekuatannya sebanding dengan perbedaan suhu antara daratan dan lautan. Namun, jika ada angin lepas pantai yang lebih kencang dari 8 km/jam, maka angin laut tidak terjadi.

  1. Angin darat

Angin darat (bahasa Inggris: land breeze) adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut yang umumnya terjadi pada saat malam hari dari jam 20.00 sampai dengan jam 06.00 di daerah pesisir pantai. Angin jenis ini bermanfaat bagi para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahu bertenaga angin sederhana. Pada malam hari daratan menjadi dingin lebih cepat daripada lautan, karena kapasitas panas tanah lebih rendah daripada air. Akibatnya perbedaan suhu yang menyebabkan terjadinya angin laut lambat laun hilang dan sebaliknya muncul perbedaan tekanan yang berlawanan karena tekanan udara di atas lautan yang lebih panas itu menjadi lebih rendah daripada daratan, sehingga terjadilah angin darat, khususnya bila angin pantai tidak cukup kuat untuk melawannya.

baca juga :

https://promo-honda.id/seva-mobil-bekas/

Kuliner

Refferal

Refferal

Dalam program PTC, jumlah penghasilan yang diterima member dalam setiap kliknya sangatlah kecil. Untuk meningkatkan jumlah penghasilan, selain melakukan  upgrade status member, setiap member juga diharuskan mencari referral.
Refferal adalah seorang member yang mendaftarkan diri dalam program PTC melalui URL link dari  member yang telah ada terlebih dahulu mendaftar.
Refferal dalam PTC berbeda dengan Downline pada Multi Level Marketing (MLM). Sistem yang diterapkan dalam referral dalam PTC tidak menggunakan Sistem Pyramid, yang merupakan sistem downline dari MLM. Sehingga ada kemungkinan orang yang menjadi refferal dari member yang terlebih dulu mengikuti PTC bisa lebih  sukses, karena member baru tersebut rajin melakukan klik dan mencari refferal untuk dirinya._
Dalam PTC member baru yang mendaftarkan diri lewat refferal dari member sebelumnya tidak mengalami potongan pembayaran. Jumlah pembayaran yang akan diterima setiap kliknya adalah sama dengan member-member yang lain. Hanya saja orang yang mereferensikannya mendapat bonus pembayaran dari setiap klik yang dilakukan oleh refferalnya. Besarnya bonus yang diterima dari member yang memiliki refferal tergantung dari setiap klik yang dilakukan oleh refferalnya.
Dalam PTC, ada beberapa cara bagi member untuk memperoleh referal baik secara gratis, ataupun dengan mengeluarkan modal, yaitu:
Beli Referal
Semua PTC menjual referal dengan harga berkisar Rp. 2.000,- per orang.
_
Memasang Iklan Link
Setelah mendaftar pada program PTC, biasanya seorang member akan diberi referal link dan banner yang dapat digunakan untuk beriklan. Seorang member dapat langsung mengiklankan referal linknya pada website-website iklan yang ada sebagai media promosi dalam mendapatkan referal.
Buat Blog
Cara lain sebagi media promosi mencari refferal adalah dengan membuat blog dan menuliskan tentang program PTC yang diikuti, kalau bisa disertai dengan payment proof (bukti pembayaran) yang telah diterima dari program PTC yang diikutinya. Member yang memiliki blog juga dapat memasang banner PTC pada blognya untuk menarik perhatian seseorang yang mengunjungi blog tersebut.
Referal Exchange
Cari program PTC baru, kemudian buat kesepakatan dengan member lain yang mengikuti program PTC tersebut dengan menjadi referalnya dengan timbal balik yang sama. Disamping itu, ada juga forum yang membuka layanan referal exchange seperti di http://www.asiaptc.com/forum/ dan http://ptctalk.com/forum/. Di forum tersebut seorang member program PTC dapat bertukaran atau saling menjadi referal dengan member dari program PTC yang lain.

Reward

Memberikan hadiah kepada orang yang menjadi referal, baik berupa barang atau uang. Keuntungan dari reward ini adalah  agar member yang telah menjadi referal akan tetap melakukan klik, karena selain mendapatkan penghasilan dari web PTC yang diikutinya, member tersebut juga mendapat hadiah dari orang yang mereferensikannya.
Mengajak teman-teman dari Friendster, MySpace, facebook, twitter dan sebagainya.
Pengaruh komunitas sosial juga sangat besar. Sebagian dari internet marketers menggunakan dua komunitas  sosial ini untuk melancarkan penjualan produk mereka. Jadi seorang member program PTC juga dapat menggunakan ruang komunitas ini untuk mendapatkan referal.
Bergabung dengan program internet yang menawarkan referal.
Banyak program untum mendapatkan referal ditawarkan di internet. Setelah mendaftar pada program tersebut, seseorang harus mendapatkan poin dengan mengikuti PTC dari member yang sudah terdaftar sebelumnya, atau dengan cara membeli poin, dan juga dengan mereferkan orang lain untuk mendaftar pada program tersebut._
Dengan poin yang ada, maka seseorang akan mendapatkan refferal yang terdiri dari orang-orang yang ahli dalam bidang tersebut atau dari member barunya. Di antara program-program untuk mencari refferal adalah:
http://www.getref.com/
http://www.simplerefs.com/
http://www.programrefs.com
http://www.targetrefs.com/
Yang perlu dihindari dalam proses mencari referal adalah dengan cara mengirimkan e-mail dalam bentuk SPAM_, karena hal itu bertentangan dengan TOS
sumber :
Kuliner

   Ruang Lingkup Ilmu Pendidikan

   Ruang Lingkup Ilmu Pendidikan

Ruang lingkup dari ilmu pendidikan ini mencakup semua manusia tanpa terkecuali, dikarenakan memang ilmu pendidikan itu sangat penting bagi kita, terlebih bagi para calon pendidik. Ilmu pendidikan akan sangat membantu para pendidik nantinya dalam mendidik orang lain.

Menurut Made Pinarta (2006: 7), Ilmu Pendidikan dibentuk oleh sejumlah cabang ilmu yang terkait satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan. Masing-masing cabang ilmu pendidikan dibentuk oleh sejumlah teori. Cabang-cabang ilmu pendidikan yang dimaksud adalah:

  1. Pendidikan Teoretis
  2. Sejarah Pendidikan dan Perbandingan Pendidikan
  3. Pengembangan Kurikulum
  4. Didaktik Metodik atau Proses Belajar Mengajar
  5. Media dan Alat Belajar
  6. Komunikasi dan Informasi Pendidikan
  7. Bimbingan dan Konseling
  8. Evaluasi Pendidikan
  9. Profesi dan Etika Pendidik
  10. Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan
  11. Organisasi dan Menejemen Pendidikan
  12. Statistik dan Penelitian Pendidikan

Cabang-cabang ilmu pendidikan ini, suatu ketika sangat mungkin akan berkembang menjadi ilmu tersendiri. Bila kita perhatikan cabang-cabang Ilmu Pendidikan di atas, tampak dengan jelas merupakan sesuatu yang sistematis. Butir 1 dan 2 menjelaskan tentang Ilmu Pendidikan secara global atau menyeluruh. Butir 3 sampai dengan 6 membahas tentang bahan dan prosesing pendidikan. Butir 7 sampai dengan 8 membahas tentang faktor menunjang proses pendidikan. Butir 9 khusus tentang pendidik. Butir 10 sampai dengan 12 membahas tentang penyelenggaraan pendidikan. Dan butir 13, membahas tentang alat –alat mengembangkan ilmu pendidikan. Di samping sistematika tersebut di atas, ada masing-masing cabang itu sendiri juga materinya tersusun secara sistematis.

sumber :

Pos-pos Terbaru