Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Kategori: Agama

Agama

Pengertian Sholat Awwabin dan Tata Cara Pelaksanaannya

Pengertian Sholat Awwabin dan Tata Cara Pelaksanaannya

Pengertian Sholat Awwabin dan Tata Cara Pelaksanaannya

A. Pengertian Shalat Awwabin

Shalat Awwabin adalah shalat sunnah yang dikerjakan antara maghrib dan isya’.
Waktu antara maghrib dan Isya ini biasanya diabaikan orang. Oleh karena itu kita diperintahkan untuk kembali kepada Allah (“awwabiin“) pada saat orang-orang lalai, dengan cara menghidupkan waktu antara maghrib dan isya, baik melalui shalt, dzikir,membaca tasbih,tahlil,tahmid,tamjid dan membaca al-quran.
Shalat sunnat awwabin sebaiknya dikerjakan setelah selesai dzikir shalat maghrib, dan setelah shalat ba’diyah naghrib serta belum diselingi oleh ucapan atau perkataan lainnya.

Sholat ini tidak disunnahkan berjamaah.
Adapun jumlah rakaatnya paling sedikit 2 rakaat, dan boleh dikerjakan sampai 6 rakaat atau 20 rakaat.

B. Cara Pelaksanaan Shalat Awwabin

Cara pelaksanaan shalat sunat awwabin sama dengan cara pelaksanaan shalat fardhu, shalat ini dikerjakan setiap 2 rakaat salam.
Bacaan Niat Shalat Awwabiin:
Usholli Sunnatal Awwabiina Rak’ataini Lillaahi Ta’aalaa.
Surat yang dibaca setelah surat Al-fatihah adalah :
Pada rakaat pertama : Surat Al-Ikhlas 6 kali, dilanjutkan dengan surat Al-falaq 1 kali, dan sura An-Naas 1 kali
Pada rakaat kedua : Suratnya sama dengan rakaat pertama

C. Dasar Hukum (Dalil) Shalat Awwabin

Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
Barang siapa shalat 6 rakaat setelah magrib, di sela-selanya tidak berbicara kotor, maka ia mendapatkan pahala ibadah selama12 tahun.
Kemudian beliau juga meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda:
Barangsiapa shalat 20 rakaat setelah maka Allah mambangun rumah di sorga untuknya, Tirmidzi berkata, hadist Abu Harairah gharib (hanya diriwayatkan seorang rawi yang tidak kuat).
Tabrani juga meriwayatkan dari Ammar bin Yasir, Rasulullah bersabda:
Barangsiapa melakukan shalat 6 rakaat setelah maghrib, maka diampuni dosanya meskipun sebanyak ombak lautan.

Baca Juga:

Agama

Pembahasan Shalat Mutlak (Mutlaq) 

Pembahasan Shalat Mutlak (Mutlaq)

Pembahasan Shalat Mutlak (Mutlaq)

A. Pengertian Shalat Mutlaq

Shalat Mutlak adalah shalat sunnat yang dikerjakan tanpa ditentukan waktunya, jumlah rakaatnya dan tak ada sebabnya.
Salat Sunnat Mutlaq merupakan salat sunnat yang dapat dilakukan tanpa memerlukan sebab tertentu dan kapan saja kecuali waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan salat.
Adapun waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat sunah adalah:
Waktu matahari sedang terbit hingga naik setombak/lembing.
Ketika matahari berada tepat di puncak ketinggiannya hingga tergelincirnya. Kecuali pada hari Jumat ketika orang masuk masjid untuk mengerjakan shalat tahiyyatul-masjid.
Sesudah shalat asar sampai terbenam matahari.
Sesudah shalat subuh hingga terbit matahari agak tinggi.
Ketika matahari sedang terbenam sampai sempurna terbenamnya.
Jumlah rakaat shalat mutlak terserah dan berapa saja, 1 rakaat, 2 rakaat, 3 rakaat dan seterusnya. jika lebih dari 1 rakaat sebaiknya dikerjakan setiap 2 rakaat salam.

B. Cara Melaksanakan Shalat Mutlak

Cara mengerjakan shalat mutlak sama dengan cara mengerjakan shalat fardhu,baik dalam gerakan maupun bacaannya, perbedaannya hanyalah pada niat:
Bacaan Niat Shalat Mutlak 1 Rakaat :
Usholli Rok’atan Sunnatal Lillahi Ta’aala
Yang artinya : aku niat shalat 1 rakaat sunnat karena Allah Ta’aala
Bacaan Niat Shalat Mutlak 2 Rakaat :
Usholli Rok’ataini Sunnatal Lillahi Ta’aala
Yang artinya : Aku niat shalat 2 rakaat sunnat karena Allah Ta’aala
Adapun untuk bacaan suratnya boleh surat apa saja yang anda kuas

Sumber: wfdesigngroup

Agama

Semua nama baik, tapi..(berikanlah yg terbaik tuk anak kita)

Semua nama baik, tapi..(berikanlah yg terbaik tuk anak kita)

Semua nama baik, tapi..(berikanlah yg terbaik tuk anak kita)

Awalan G

Gadi = Keberuntunganku
Ghadi = Singa
Ghaffar = Sedia mengampuni, lembut hati
Ghaffur = Pengampun
Ghailan = Nama sahabat Nabi Muhammad SAW
Ghaisan = Rupawan
Ghaisani = Cantik dan muda
Ghali = Mahal
Ghalib = Yang menang
Ghanim = Yang mencapai kejayaan
Ghanimi = Kejayaanku
Ghani = Kaya, mewah
Ghassan = Kecantikan dan kelembutan remaja, nama suku arab
Ghaus, Ghauts = Pertolongan
hazali = Nama seorang sufi dan filosof muslim
Ghazlan = Tenunan
Ghazi = Pejuang
Ghoits = Hujan
Gholi = Mahal, sesuatu yg bernilai tinggi
Gholib = Pemenang
Ghomid = Pedang dlm sarungnya, nama Kabilah di Hijaz
Ghonam = Penjaga rampasan perang
Ghonim = Yang mendapat keuntungan
Ghosan = Sumber air di padang pasir, usia muda belia
Ghozi = Prajurit di medan perang, bertujuan
Ghufran, Ghufron = Keampunan, pengampunan
Ghulam = Anak muda
Ghulaman Zakiya = Anak muda yg suci
Ghulwani = Keremajaan dan kecerdasan
Ghulan = Remaja
Ghurofan = Tempat2 yg tinggi
Ghusun = Tangkai pohon

Awalan H

Haban Mutarokiba = Butir yg banyak
Habbab = Yang mengasihi
Habib = Kekasih, sayang, dicintai
Habibi = Kesayanganku
Hablan = Yang penuh
Habri = Kegembiraanku
Hadi = Yang memimpin, penunjuk jalan
Hadwan = Ketenangan
Hadrami = Nisbah
Hadad = Dewa Syria yg jantan
Hadari = Maju
Haddad = Lautan
Hadi = Penuntun, seseorang yg religius
Hadif = Yang mempunyai matlamat
Hafidh = Pemelihara, Penghafal
Hafiz = Penjaga, pelindung
Hafizuddin = Pemelihara agama
Hafuza = Pemberi semangat
Haidar = Berani, singa
Haikal = Pokok yang besar dan subur
Hail = Yang disegani
Ha’im = Yang mengelilingi
Haimadi = Pujian agama
Haiman = Yang cinta, asyik, menguasai
Haitham = Yang mudah, singa
Haiyan = Yang hidup
Hajaj = Pelawat
Hajib = Pendinding
Hajid = Yang sholat tahajjud
Hajim = Pelindung
Hajid = Yang sholat malam ( tahajjud )
Hakam = Pengadil
Hakim = Bijaksana
Hakmani = Pengadil
Hamad = Terpuji
Hamas = Berani
Hambali = Pengikut Imam Ahmad bin Hambali
Hamdan = Terpuji, pemuji Alloh
Hamdawi = Yang memuji
Hamdi = Pujianku, pujian
Hamdun = Terpuji, pujian
Hamid = Yang memuji
Hani, Hani’ = Yang mengucapkan selamat
Hanif = Muslim yang teguh, yang lurus, bersih, suci
Hanin = Kesayangan
Hanis = Berani
Hanun = Kesayangan
Hariri = Suteraku, nisbah
Haris = Pengawal, pelindung
Hariz = Pemelihara
Harith = Kuat, berusaha
Harraz = Yang amat warak
Harun = Nama nabi
Harzan = Penjagaan
Hasan = Indah, baik
Hasbi = Yang memadai bagiku
Hasbullah = Jaminan Allah
Hashim = Nama kakek buyut Nabi
Hasib = Berketurunan mulia
Hasif = Kemas, rapi
Hasnain = Dua kebaikan
Hasnun = Yang baik
Hasnawi = Kecantikan
Hassan = Sangat baik, bagus
Hasyiem = Yang bermaruah
Hasyim = Pemurah, yang suka menjamu orang
Hatadi = Keaslianku
Hatim = Pemutus, penentu, murni, yang lurus, benar
Hauzan = Mahluk Manusia
Hawari = Pengikut setia
Hawwari = Penolong, bersih
Hawwas = Yang bersemangat
Haziq = Cerdik, pandai
Hazim = Tegas, cermat, bijak, teliti
Hazmi = Ketegasanku
Hazwan = Pemberianku
Hayyun = Hidup
Helmi = Sabar dan berakal
Hfiy = Yang memuliakan
Hibatullah = Kurnia, anugrah Alloh
Hibban = Ibnu Hibban Pewari Hadist
Hidayat = Petunjuk
Hidawi = Pemberian
Hidayatullah = Petunjuk Allah
Hijazi = Kebersihanku
Hikmat = Hikmat
Hilal = Bulan sabit
Hilman = Kesopanan, kesabaran

Awalan I

Ibad, Ibaad = Rajin beribadah, hamba-hamba Alloh
Ibkar = Pagi hari
Ibnu = Anak laki2
Ibnu Abbas = Nama sahabat dan paman Nabi Muhammad SAW, ahli tafsir
Ibnu Hajar = Nama ulama penyusun kitab hadits Bulughul Marom
Ibnu Kholdun = Filosof dan sosiolog muslim
Ibrahim = Nama nabi, ayah yg baik
Ibtisam = Senyuman
Idlan = Keadilan
Idraki = Pengetahuanku, kefahamanku
Idris = Nama nabi
Idrus = Singa
Iffat = Kehormatan diri
Iftikhar = Kehormatan, pembawa kehormatan
Iftiqar = Keperluan
Ihsan = Kebaikan
Ihtisyam = Kehebatan
Ijlal = Penghormatan, petunjuk, mulia, terhormat
Ikhlas = Memuliakan
Ikhtiari = Pilihanku
Ikhtiaruddin = Pilihan agama
Ikhwan = Persaudaraan
Ikram = Menghormati
Iktidal = Keadilan
Iktimad = Berserah
Iktisham = Tenaga
Ilham = Ilham, isyarat yang baik
Iliya = Nama nabi
Ilyas = Nama nabi
Ilyasa = Nama nabi
Imadi = Sokonganku
Imaduddin = Tiang agama
Imam = Pemimpin
Iman = Iman, keimanan
Imdad = Tolong, bantu, sokong
Imtiyaz = Pilihan
Imran = Budi bahasa, nama ayahanda Maryam AS
Inas = Kelembutan
Inayat = Pertolongan
Insaf = Kesadaran
Intisar = Kemenangan
Iqbal = Kejayaan, pujangga muslim, kemajuan
Iqtidar = Kekuatan, tenaga
Irfan = Kebijaksanaan, kesyukuran, pengetahuan
Irsyad = Nasihat, panduan, petunjuk
Irsyaduddin = Panduan agama
Is’ad = Beroleh taufiq

Baca Juga:

Agama

Kumpulan Nama Anak Terbaik

Kumpulan Nama Anak Terbaik

Kumpulan Nama Anak Terbaik

Memberikan nama yang baik adalah salah satu kewajiban orangtua kepada anaknya. Berikut ini adalah nama-nama berbahasa Arab, sebagiannya terdapat dalam tradisi umat Islam dan kitab Al-Quran. Semoga Tuhan memberkati keluarga anda.

Awalan A

Arabic (Islamic) Boys Names
‘Aakif = Beriktikaf
‘Aali = Tinggi
‘Aamir = Memakmurkan
‘Ashim = Menjauhi maksiat
‘Aathif = Belas kasih
‘Aatik = Pemurah, Yang murni
Abadi = Yang Kekal
Aban = Lebih terang, lebih nyata, bersih
‘Abbad = Tekun beribadah
Abbas = Nama paman Nabi, nama sahabat Nabi Muhammad SAW
Abbasy = Rajin berusaha
‘Abduh = Hamba-Nya, julukan dari Nabi Muhammad SAW
Abdul Alim = Hamba Allah Yang Mengetahui
Abdul Azim = Hamba Allah Yang Agung
Abdul Aziz = Hamba Allah Yang Mulia
Abdul Bari = Hamba Allah Yang Banyak Kebaikan
Abdul Basit = Hamba Allah Yang Melimpah Nikmat
Abdul Baqi = Hamba Allah Yang Kekal
Abdul Dayyan = Hamba Allah Yang Membalas
Abdul Jabbar = Hamba Allah Yang Tegas
Abdul Jalil = Hamba Allah Yang Mulia
Abdul Jawad = Hamba Allah Yang Pemurah
Abdul Fattah = Hamba Allah Yang Membuka
Abdul Ghafur = Hamba Allah Yang Membuka
Abdul Ghani = Hamba Allah Yang Pengampun
Abdul Hadi = Hamba Allah Yang Kaya
Abdul Hafiz = Hamba Allah Yang Memelihara
Abdul Haiy = Hamba Allah yang Hidup
Abdul Hak = Hamba Allah yang Sebenar
Abdul Hakam = Hamba Allah yang Menghukum
Abdul Hakim = Hamba Allah yang Bijaksana
Abdul Halim = Hamba Allah yang Lemah Lembut
Abdul Hamid = Hamba Allah yang Terpuji
Abdul Hanan = Hamba Allah yang Penyayang
Abdul Ilah = Hamba Allah, hamba Tuhan
Abdul Karim = Hamba Allah yang Pemurah
Abdul Khaliq = Hamba Allah yang Mencipta
Abdullah = Hamba Allah
Abdul Latif = Hamba Allah yang Lemah Lembut
Abdul Majid = Hamba Allah yang Mulia
Abdul Mannan = Hamba Allah yang Memberi Nikmat

Awalan B

Bazli = Kebijaksanaanku, kepakaranku
Bilal = Nama sahabat nabi, titisan embun
Biruni = Nama ulama besar
Bisyari = Kegembiraan
Bisyir = Berita gembira
Bisyrun = Berita gembira
Bunyamin = Nama saudara nabi yusuf
Budair = Berjalan cepat
Bukhari = Imam perawi hadist
Buraid = Dingin
Buraidah = Kesejukan
Burhan = Alasan, bukti, dalil, cahaya
Burhanuddin = Dalil/cahaya/ bukti agama
Busairi = Nisbah
Busrain = Kesegaran
Busran = Kabar gembira
Bustani = Tamanku

Baca Juga: Nama Bayi Perempuan Islam

Awalan D

Dabir = Akar, asli, mutlak
Daffa = Pembela
Dafinah = Kekayaan yang tersembunyi
Dahin = Yang cerdik
Dahlan = Nama belakang ulama
Dailami = Askarku
Da’im = Kekal abadi
Da’in = Da’i, penyeru, pemanggil
Daisam = Lemah lembut
Daiyan = Hakim, pelindung, penjaga
Dalil = Petunjuk, pemimpin, model, teladan
Dana = Cerdas, bijak
Dani = Dekat
Daniyal = Nabi Alloh SWT
Danish = Pengetahuan, bijak
Daris = Pembaca, pelajar
Darul Muqomah = Tempat yg kekal ( surga )
Darwisy = Warak
Dasuqi = Keindahanku, cahayaku
Dawani = Nisbah
Daud = Nama Nabi Alloh SWT
Dhabit = Yang kuat ingatan
Dhafir = Menang
Dhahir = Yang membantu
Dhaifullah = Tamu Allah
Dhamir = Yang langsing
Dhamiri = Jiwaku
Dhiya’ = Cahaya, sinar
Dhiya’Ulhaq = Sina (cahaya) hak, sinaran kebenaran
Dhiya ‘Uddin = Cahaya agama
Dhiya’ur Rahman = Cahaya Yang Maha Pemurah
Dhobith = Cermat, kuat, hakim
Dhoif = Tamu
Dhoifullah = Tamu Alloh
Dhomin = Penjamin
Dhomir = Hati nurani
Dhomiri Fadhil = Hati nurani, yg utama
Dhomrah = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Dhori’un = Orang2 yg merendahkan diri, tunduk
Dhowi = Bersinar
Dhu’un = Cahaya terang
Dhukhom = Gemuk
Dhuyuf = Tamu
Difa = Pertahanan
Dika = Ayam jago, jantan
Dika Azhari = Ayam jago, bunga
Din = Agama, kepercayaan
Dini = Agamaku
Din Syamsudin = Matahari agama
Dubies = Nama pahlawan arab
Durrani = Permataku
Durar = Mutiara
Dzahab = Emas
Dzaki = Cerdas, pandai, mudah, faham
Dzakir = Teguh pendirian, baik/kuat harapannya
Dzakka’ = Cerdik
Dzakwan = Harum semerbak, cerdas, jenius
Dzal Aidi = Punya kekuatan
Dzalkifli, Dzulkifli = Yang punya kesanggupan
Dzamar = Nama seorang raja Yaman zaman dahulu
Dzanun = Dzun Nun ( Nabi Yunus as )
Dzatil’imad = Yang punya bangunan2 tinggi
Dziban = Penghalau, yg membantu
Dzikro = Pengajaran, peringatan
Dzil Awtad = Punya pasak2 ( tentara yg banyak )
Dzimar = Kehormatan diri
Dziyab = Memperoleh harta, serbuan
Dzulfiqar = Nama pedang Rasulullah SAW
Dzul Autad = Punya tentara yg banyak
Dzul Fahmi = Punya kefahaman
Dzul Rahman = Yang Maha Pemurah
Dzulfaqor = Nama pedang sahabat Ali bin Abi Thalib

Awalan F

Fadal = Keutamaan
Fadhl = Kebaikan, kelebihan, sisa
Fadhali = Kelebihan, keutamaan
Fadhil = Orang yg berbuat kebaikan, utama, mulia
Fadholi = Kelebihan – keutamaan
Fadhlurrahman = Keutamaan dari Allah, Anugrah Arrahman
Fadi = Penebus
Fadil = Yang mulia, murah hati, yg utama
Fadl = Dermawan, murah hati
Fadlan = Keutamaan
Fadli = Kelebihanku, ihsanku
Fadlin = Keutamaan
Fadlullah = Kelebihan Allah
Faeyza = Sukses, hidupnya meningkat

Agama

KE ISTIMEWAAN BULAN RAJAB

KE ISTIMEWAAN BULAN RAJAB

KE ISTIMEWAAN BULAN RAJAB

 

Assalamu’alaikum Wr..Wb..
Bismillaahirahmanir rohiim.

Bulan Rajab adalah

bulannya Allah. Mari kita simak ada apa di balik bulan Rajab itu.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Ketahuilah bahwa bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka:
* Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SWT
* Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab 1427/Isra Mi’raj ( 20 Juli 2009 ) akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa;
* Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan
di sisi ALLAH SWT;
* Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 Rajab ( 24 ;25 ; 26 Juni 2009 ) maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat;
* Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, insya allah permintaannya akan dikabulkan;
* Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga;

* Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya.”

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/sholat-rawatib/

Sabda Rasulullah SAW

“Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?” Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau dibulan Rajab ini”.
Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita :
“Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya kepada beliau:”Ya Rasulullah mengapakah engkau menangis?” Lalu beliau bersabda :”Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur nya, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa atas mereka”.

Sabda beliau lagi: “Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur.”

Tsauban bertanya: “Ya Rasulullah,apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa kubur?” Sabda beliau: “Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun.”

Sabda beliau lagi: “Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya’ban Adalah bulan aku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku”. “Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi,keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan bulan Ramadhan.
Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus bagi mereka.”
Wassalamu’alaikum wr.wb,

Agama

Pengaruh Peradaban Spanyol Islam Di Eropa

Pengaruh Peradaban Spanyol Islam Di Eropa

Pengaruh Peradaban Spanyol Islam Di Eropa
Pengaruh Peradaban Spanyol Islam Di Eropa

Spanyol

merupakan tempat yang paling utama bagi Eropa menyerap peradaban Islam, baik dalam bentuk hubungan politik, sosial, maupun perekonomian dan peradaban antarnegara. Orang-orang Eropa menyaksikan kenyataan bahwa Spanyol berada di bawah kekuasaan Islam jauh meninggalkan negara-negara tetangga Eropa, terutama dalam bidang pemikiran dan sains di samping bangunan fisik.

Berawal dari gerakan Averroeisme inilah di Eropa kemudian lahir reformasi pada abad ke-16 M dan rasionalisme pada abad ke-17 M. Pengaruh ilmu pengetahuan Islam atas Eropa yang sudah berlangsung sejak abad ke-12 M itu menimbulkan gerakan kebangkitan kembali (renaissance) pusaka Yunani di Eropa pada abad ke-14 M.
Walaupun Islam akhirnya terusir dari negeri Spanyol dengan cara yang sangat kejam, tetapi ia telah membidani gerakan-gerakan penting di Eropa. Gerakan-gerakan itu adalah kebangkitan kembali kebudayaan Yunani klasik (renaissance) pada abad ke-14 M yang bermula di Italia, gerakan reformasi pada abad ke-16 M, rasionalisme pada abad ke-17 M, dan pencerahan (aufklaerung) pada abad ke-18 M.

Faktor lain

Namun ada faktor lain yang menyebabkan kemunduran kebudayaan islam yaitu:

1. Kelemahan dibidang politik
2. Munculnya orang-orang Moghul
3. Munculnya unsur Turki
4. Ditemukannya Mesiu.

Spanyol merupakan tempat yang paling utama bagi Eropa menyerap peradaban Islam, baik dalam bentuk hubungan politik, sosial, maupun perekonomian dan peradaban antarnegara. Orang-orang Eropa menyaksikan kenyataan bahwa Spanyol berada di bawah kekuasaan Islam jauh meninggalkan negara-negara tetangga Eropa, terutama dalam bidang pemikiran dan sains di samping bangunan fisik.

Berawal dari gerakan Averroeisme inilah di Eropa kemudian lahir reformasi pada abad ke-16 M dan rasionalisme pada abad ke-17 M. Pengaruh ilmu pengetahuan Islam atas Eropa yang sudah berlangsung sejak abad ke-12 M itu menimbulkan gerakan kebangkitan kembali (renaissance) pusaka Yunani di Eropa pada abad ke-14 M.

Walaupun Islam akhirnya terusir dari negeri Spanyol dengan cara yang sangat kejam, tetapi ia telah membidani gerakan-gerakan penting di Eropa. Gerakan-gerakan itu adalah kebangkitan kembali kebudayaan Yunani klasik (renaissance) pada abad ke-14 M yang bermula di Italia, gerakan reformasi pada abad ke-16 M, rasionalisme pada abad ke-17 M, dan pencerahan (aufklaerung) pada abad ke-18 M.

Baca Juga: 

Agama

Kemajuan Peradaban dan Kemajuan Intelektual

Kemajuan Peradaban dan Kemajuan Intelektual

Kemajuan Peradaban dan Kemajuan Intelektual
Kemajuan Peradaban dan Kemajuan Intelektual

1. Filsafat

Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad ke-12. minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M selama pemerintahan penguasa Bani Umayyah yang ke-5, Muhammad ibn Abd al-Rahman (832-886 M).
Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn al-Sayigh yang lebih dikenal dengan Ibn Bajjah. Tokoh utama yang kedua adalah Abu Bakr ibn Thufail, penduduk asli Wadi Asa, sebuah dusun kecil di sebelah timur Granada dan wafat pada usia lanjut tahun 1185 M.
Bagian akhir abad ke-12 M menjadi saksi munculnya seorang pengikut Aristoteles yang terbesar di gelanggang filsafat dalam Islam, yaitu Rusyd dari Cordova.[1] Pada abad ke 12 diterjemahkan buku Al-Qanun karya Ibnu Sina (Avicenne) mengenai kedokteran. Diahir abad ke-13 diterjemahkan pula buku Al-Hawi karya Razi yang lebih luas dan lebih tebal dari Al-Qanun.

2. Sains

Abbas ibn Fama termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi. Ia orang yang pertama kali menemukan pembuatan kaca dari batu. Ibrahim ibn Yahya al-Naqqash terkenal dalam ilmu astronomi. Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan berapa lamanya. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang. Ahad ibn Ibas dari Cordova adalah ahli dalam bidang obat-obatan. Umi al-Hasan bint Abi Ja’far dan saudara perempuan al-Hafidzh adalah dua orang ahli kedokteran dari kalangan wanita.
Dalam bidang sejarah dan geografi, wilayah Islam bagian barat melahirkan banyak pemikir terkenal. Ibn Jubair dari Valencia (1145-1228 M) menulis tentang negeri-negeri muslim Mediterania dan Sicilia dan Ibn Bathuthah dari Tangier (1304-1377 M) mencapai Samudra Pasai dan Cina. Ibn Khaldun (1317-1374 M) menyusun riwayat Granada, sedangkan Ibn Khaldun dart Tum adalah perumus filsafat sejarah. Semua sejarawan di atas bertempat tinggal di Spanyol yang kemudian pindah ke Afrika.

Baca Juga: Ayat Kursi

3. Fikih

Dalam bidang fikih, Spanyol dikenal sebagai penganut mazhab Maliki. Yang memperkenalkan mazhab ini disana adalah Ziyad ibn Abd al-Rahman. Perkembangan selanjutnya ditentukan oleh Ibn Yahya yang menjadi qadhi pad masa Hisyam ibn Abd al- Rahman. Ahli-ahli fikih lainnya yaitu Abu Bakr ibn al-Quthiyah, Munzir ibn Sa’id al-Baluthi dan Ibn Hazm yang terkenal.
Sedillot berkata, “Mazhab Maliki itulah yang secara khusus memikat pandangan kita karena hubungan kita dengan bangsa Arab Afrika. Pada waktu itu pemerintah Prancis menugaskan Dr. Peron untuk menerjemahkan buku Fiqh Al Mukhtashar karya Al Khalik bin Ishaq bin Ya’qub (w. 1422 M).

Agama

Kerajaan Turki Usmani

Kerajaan Turki Usmani

Kerajaan Turki Usmani
Kerajaan Turki Usmani

1. Sejarah Perkembangannya

Kerajaan Turki Usmani didirikan oleh Usman (memerintah antara tahun 1290 – 1326), ia anak dari Ertoghrul yang merupakan keturunan kabilah Oghuz di daerah Mongol. Karena jasanya dalam membantu Raja Alaudin, raja kerajaan Seljuk dalam merebut wilayah Bizantium, maka ia diberi tanah di daerah Asia Kecil. Setelah Raja Alaudin tewas akibat serangan tentara Mongol, Usman menyatakan kemerdekaan dan berkuasa penuh atas daerah yang didudukinya. Sejak itulah kerajaan Usmani dinyatakan berdiri dan raja pertamanya Usman yang sering disebut juga Usman I.
Setapak demi setapak Usman memperluas wilayahnya dengan menduduki wilayah Bizantium dan kota Broessa tahun 1317 M, kemudian pada tahun 1326 kota tersebut dijadikan ibu kota kerajaan. Pada masa pemerintahan Orkhan (726 H/ 1326 M- 761 H/ 1359 M) berhasil menaklukkan Azmir (Smirna) pada tahun 1327 M< kemudian Thawasyanli tahun 1330 M, wilayah Uskandar tahun 1338 M, Ankara tahun 1354 M, dan Gailpoli tahun 1356 M di Eropa berhasil diduduki kerajaan Turki Usmani.
Perluasan wilayah diteruskan oleh pengganti Orkhan yaitu Murad I (memerintah tahun 761 H/ 1359 M- 789 H/ 1389 M) antara lain Macedonia, Sopia, Salonia, Yunani dan Adrianopel yang kemudian dijadikan ibu kota kerajaan. Ketika akan menaklukkan Konstantinopel, masa pemerintahan raja Bayazid, terjadi pertempuran hebat antara tentara Mongol yang dipimpin oleh Timur Lenk yang saat itu menduduki Asia Kecil. Tentara Turki Usmani mengalami kekalahan, Raja Bayazid dan puteranya Musa ditawan hingga tewas di dalam tahanan tahun 1403.2 Pemerintahan diteruskan oleh anak Bayazid yaitu Muhammad I (1403 – 1421 M). Ia berusaha menyatukan kembali kerajaan setelah diserang oleh tentara Mongol. Usahanya tersebut diteruskan oleh Murad II (1421 – 1451 M).
Pada masa pemerintahan Muhammad II atau disebut Muhammad al-Fatih (1451 – 1481) mampu mengalahkan Bizantium dan Konstantinopel hingga menguasai wilayah Balkan. Perluasan ke wilayah timur meliputi Iran, Mekah, Madinah, dan Arabia. Sedangkan diselatan berhasil menguasai Afrika bagian utara. Saat itu Turki Usmani mengalami masa kejayaannya. Sepeninggal Muhammad al-Fatih diteruskan oleh Bayazid II (1481 – 1512 M), kemudian diteruskan oleh Sultan Salim I (1512 – 1520 M). Pada saat itu wilayah kekuasaan mencapai Persia, Syiria hingga wilayah dinasti Mamalik di Mesir. Usaha Sultan Salim I diteruskan oleh Sulaiman al-Qanuni (1520 – 1566 M). Ia berhasil merebut wilayah Irak, Belgrado, Pulau Rhodes, Tunis, Budapest hingga Yaman. Secara keseluruhan wilayah Turki Usmani meliputi Asia Kecil, Armenia, Irak, Syiria, Hejaz dan Yaman di Asia, di Afrika meliputi Mesir, Libya, Tunis, dan Aljazair, di Eropa mencakup Yugoslavia, Albania, Hongaria, dan Rumania.

2. Kemajuan yang di Capai

a. Bidang Politik dan Militer

Kemajuan kerajaan Turki Usmani bukan hanya karena factor pemimpinnya, tapi juga factor lain sebagai karakter rakyatnya, seperti keberanian, keterampilan, ketangguhan dan kekuatan militernya yang sanggup bertempur kapan saja dan dimana saja. Pasukan militer yang tangguh itu terdiri dari gabungan orang-orang Turki, para budak, dan anak-anak Kristen yang dididik dalam asrama. Program ini disebut Jennisari atau Inkisyariyah. Selain pasukan militer tersebut juga dilengkapi dengan pasukan penyerbu di wilayah perbatasan yang digaji dengan pembebasan pajak. Kemajuan bidang militer ini terjadi pada masa pemerintahan Sulaiman al-Qanuni (1520 – 1566).
Pada abad ke-16 hampir semua wilayah muslim di Timur Tengah menjadi bagian kekuasaan dinasti Turki Usmani, sehingga diklaim sebagai sebuah kekhalifahan Abbasiyah. Karena itu, sejak kepemimpinan Sultan Salim, para penguasa Usmani bergelar khalifah. Sultan memegang kekuasaan tertinggi dibantu oleh Perdana Menteri (yang disebut Shadr al-A’zham) yang membawahi Gubernur (Pasya).
Urusan pemerintahan pada masa Sultan Sulaiman I diatur dengan sebuah kitab Undang-undang (Qanun) yang diberi nama Multaqa al-Abhur, dan berlaku hingga datangnya reformasi pada abad ke-19.

Baca Juga: Sayyidul Istigfar

b. Bidang Ilmu Pengetahuan, Budaya dan Agama

Bangsa Turki Usmani banyak menghasilkan seni arsitektur Islam, tetapi kurang dalam bidang ilmu pengetahuan, sehingga dalam catatan sejarah tidak ditemukan ilmuwan terkenal. Masjid Jami’ Muhammad al-Fatih, Mesjid Agung Sulaiman, dan Mesjid Sultan al-Anshari terkenal dengan hiasan kaligrafi yang indah. Masjid Aya Sofia yang mulanya gereja merupakan yang paling indah kaligrafinya sebagai penutup gambar-gambar Kristiani yang ada sebelumnya. Ada satu prestasi pembangunan yang sangat berpengaruh bagi dunia yaitu Terusan Suez, yang dibuka pada tahun 1285 H/ 1868 M, ketika Abdul Azis bin Mahmud berkuasa.

Dalam bidang keagamaan Turki Usmani juga tidak tampak kemajuan yang berarti. Ulama hanya suka menulis buku berupa syarah (penjelasan) dan hasyiyah (semacam catatan) terhadap karya-karya klasik.

Agama

Mati Tabii, Maknawi, Suri Dan Mati Hissi

Mati Tabii, Maknawi, Suri Dan Mati Hissi

Mati Tabii, Maknawi, Suri Dan Mati Hissi
Mati Tabii, Maknawi, Suri Dan Mati Hissi

seperti yang kita sadari bahwa kematian yaitu ahkir dari segala pertualangan kita didunia, kata mati tidak abnormal lagi ditelinga kita, bahkan mata kepala kita menyaksikan menyaksikan orang-orang yang dalam menghadapi kematian (sakratul maut), menyaksikan diangkat diatas tandu yang diantara oleh kerabat, sanak keluarga, sobat dekat-teman dekatnya, bahkan para penggemarnya, kematian tidak pandang bulu,tidak mandang waktu dan tempat. Yang jadi pertanyaan , sudah siapkah kita menghadapi mati ?. berbicara persoalan mati, maka pada goresan pena ini kami akan mengungkap apa itu mati, yang selama ini kita ketahui bahwa mati yaitu berpisahnya antara ruh dengan jasad tiruana makhluk Allah.

Rasulullah SAW bersebda
“ Rasakanlah mati sebelum engkau mati “ Dalam kitab Al-hikam, Abu Ma’jam berkata
Barang siapa tidak merasai mati, pasti ia tidak sanggup melihat/musyahadah dengan Al-haqqu ta’ala”
Yang dimaksud mati pada pengertian ini yaitu hidupnya hati dan tiada ketika kehidupan hati melainkan pada ketika matinya nafsu. Makara arti mati yaitu ketika matinya nafsu. Adapun hidupnya hati sebab matinya nafsu sanggup ditempuh pada empat tingkat :

Mati tabii

Menurut sebagian ahli-ahli tarekat bahwa mati tabii, terjadi dengan karunia Allah pada ketika zikir Qalbi dan zikir lataif. Mati tabii ini ialah pintu pertama bertemu dengan Allah. Pintu pertama ini dilalui seseorang dalam melaksanakan zikir Qalbi, maka dengan karunia Allah ia fana/lenyap pendengarannya secara lahir dan Cuma pendengaran batin yang mendengar Allah..Allah..Allah. zikir Qalbi ini mula-mulanya hati berzikir kemudian dari hati kemulut, dimana pengecap berzikir jalan sendiri. Pada ketika menyerupai inilah pikiran mulai tidak berjalan lagi melainkan terjadi sebagian ide yang tiba-tiba, Nur Ilahi terbit dalam hati muhadarah hati dengan Allah sebab Cuma pendengaran batin yang mendengar.

Mati maknawi

Mati maknawi ini terjadi karena karunia dari Allah pada ketika seseorang melaksanakan zikir Latifatur ruh. Ketika itu penglihatan secara lahir menjadi hilang. Hanya mata batin yang menguasai penglihatan.
Zikir tingkat ini, seseorang/salik sudah memasuki fana kedua yang dinamakan ; “fana fissifat”. Sifat kebaharuan dan belum sempurnanya serta alam perasaan lenyap/fana dan yang tinggal yaitu sifat Tuhan yang tepat dan Azali.
“Tiada hidup selain Allah”

Mati suri

Seterussnya, ialah yang dinamakan “mati suri”. Mati suri ini terjadi dengan kurnia Allah pada ketika seseorang/salik melaksanakan Zikir Latifatus-sirri dalam Zikir Lataif. Pada tingkat ketiga ini, seseorang/salik sudah memasuki pintu Musyahada dengan Allah. Ketika itu segala keinsanan lenyap/fana, Alam wujud yang petang/sudah ditelan oleh alam gaib/yang penuh dengan Nur Zatullah Nurun ala Nurin.
Firman Allah :
“cahaya atas cahaya Allah mengkurnia dengan Nurnya siapa-siapa yang ia kehendaki”.

“Tiada yang dipuji melainkan Allah”.

Mati Hissi

Seterusnya ialah mati Hissi. Mati ini, terjadi dengan kurnia Allah pada ketika seseorang/salik melaksanakan zikir latifatul hafi dalam zikir latif. Pada tingkat keempat ini, seseorang/salik sudah hingga ke tingkat yang lebih tinggi untuk mencapai “makrifah” sebagai maqam tertinggi.
Dalam pada ini, fanalah/lenyaplah segala perilaku keinsanan yang baharu yang tinggal yaitu sifat-sifat Tuhan yang qadim, Azali. Ketika itu menanjaklah bathin keinsanan lebur ke dalam kebaqaan Allah yang Qadim-bersatu Abid dan Makbud. Dalam pada tingkat puncak tinggi ini, seseorang/salik sudah mengalami keadaan yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, tidak pernah dilantas dalam hati sanubari insan dan mustahil disipati. Tetapi akan mengerti sendiri, siapa-siapa yang sudah merasai.

“siapa-siapa yang belum merasai ia akan belum mengenalnya”
Untuk mencapai keadaan Musyahadah menyerupai tersebut di atas, yaitu dengan Mujahadah. Karena siapa-siapa menghiasi zhahirnya dengan Mujahadah pasti Allah memperbaiki sirnya/hatinya dengan Mujahadah.

Baca Juga: 

Agama

Pengertian Qira’ah

Pengertian Qira’ah

Pengertian Qira’ah
Pengertian Qira’ah

Qiro’ah Secara Etimologi

kata qira’ah seakar dengan kata al-Quran, yaitu akar kata dari kata qara’a yang berarti tala (membaca). Qira’ah ialah bentuk masdar (verbal noun) dari kata qara’a, yaitu artinya bacaan.

Sedangkan secara terminologi, terdapat aneka macam ungkapan atau redaksi yang dikemukakan oleh para ulama, sehubungan dengan pengertian qira’ah ini diputuskan berdasarkan sanad-sanadnya hingga kepada rasulullah. Periode qurra’(ahli atau imam qira’ah) yang mengajarkan bacaan al-Quran kepada orang-orang berdasarkan cara mereka masing-masing dengan berpedoman kepada masa para sahabat dekat. Maka ada beberapa definisi yang diintrodusir para ulama diantaranya sebagai diberikut:

Baca Juga: Kalimat Syahadat

1. Menurut Az-Zarkasyi

إختلاف الفاظ الوحي المدكور فى كتا بة الحروف أو كيفيتهما من تخفيف وتشقيل وغيرها.
Artinya:
“Qira’ah ialah perbedaan perbedaan (cara mengucapkan) lafadz-lafadz al-Quran, baik menyangkut huruf-hurufnya atau cara pengucapan huruf-huruf tersebut,seperti takhfif (meentengkan) tastqil (memberatkan),dan atau yang lainnya.

2. Menurut As-Shabuni

مدهب من مدهب النطق فى القرأن يدهب به امام من الأئمة بأسا نيدها الى رسول الله صلى الله عليه وسلم.
Artinya:
“Qira’ah ialah suatu madzhab pelafalan Al-Quran yang dianut salah seorang imam berdasarkan sanad-sanad yang bersambung kepada rasul.

3. Menurut Al-Qasthalani

“Suatu ilmu yang mempelajari hal-hal yang disahkan atau diperselisihkan ulama yang menyangkut kasus lughat,I’rab,itsbat,fashl, dan washal yang ketiruananya diperoleh secara periwayatan.
Dari definisi di atas, tampak bahwa Qira’ah al-Quran itu berasal dari Nabi Saw. Melalui al-sima’ dan al-naql. Maksud dari al-sima’ disini sebagian ulama menandakan bahwa al-sima’ tersebut ialah Qira’ah yang diperoleh dengan cara eksklusif mendengar dari Nabi Saw. Sementara yang dimaksud dengan al-naql yaitu Qira’ah yang diperoleh melalui riwayat yang menyatakan bahwa Qira’ah itu dibacakan Nabi Saw.
Selain itu, ada sebagian ulama yang mengaitkan definisi Qira’ah dengan madzhab atau imam Qira’ah tertentu, selaku pakar Qira’ah yang bersangkutan,dan atau yang mengembangkan serta mempopulerkannya.
Sehubungan dengan klarifikasi ini, terdapat beberapa istilah tertentu dalam menisbatkan suatu Qira’ah al-Quran kepada salah seorang imam Qira’ah dan kepada orang-orang sesudahnya. Istila-istilah tersebut ialah sebagai diberikut.
1. القرأت :Suatu istilah, apabila Qira’ah al-Quran dinisbatkan kepada salah seorang imam tertentu seperti, Qira’ah Nafi.
2. الرواية :Suatu istilah, apabila Qira’ah al-Quran dinisbatkan kepada salah seorang perawi Qira’ah dan imamnya, seperti,riwayat Qalun dan Nafi’.
3. الطريق:Suatu istilah,apabila Qira’ah al-Quran dinisbatkan kepada salah seorang perawi Qira’ah dariperawi lainnya,seperti Thariq Nasyit dan Qalun.
4. الوجه :Suatu istilah,apabila Qira’ah al-Quran dinisbatkan kepada salah seorang pembaca al-Quran berdasarkan pilihannya terhadap versi Qira’ah tertentu.
Informasi wacana Qira’ah diperoleh melalui dua cara, yaitu melalui telinga (sima’) dan naql dari Nabi oleh para sahabat akrab mengenal bacaan ayat-ayat al-Quran, kemudian ditiru dan diikuti tabi’in dan generasi-generasi sesudahnya hingga sekarang. Teknik lain ialah melalui riwayat yang diperoleh melalui hadis-hadis yang disandarkan kepada Nabi atau sahabat dekat-teman dekatnya.