Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Penulis: koruptorindonesia

Pendidikan

Perbedaan Sistem Politik Negara

Perbedaan Sistem Politik Negara

  1. Perbedaan dari segi Bentuk

Setiap negara memiliki sistem politik yang berbeda-beda, perbedaan tersebut dapat dipandang dari bentuk pemerintah, bentuk negara, sistem kabinet, bentuk parlemen, dll.

  • Dipandang dari bentuk negara. Secara umum terdapat dua bentuk Negara yaitu Kesatuan dan serikat/federasi.Negara Kesatuan     merupakan negara tunggal, jadi tidak ada Negara dalam Negara, dan Negara serikat merupakan sebuah negara dimana negara tersebut terdiri atas beberapa negara bagian.
  • Dipandang dari bentuk pemerintahan. Terdapat dua bentuk pemerintahan yaitu Republik dan kerajaan, Negara Republik di pimpin oleh seorang Peresiden yang diangkat melalui pemilu,sedangkan kerajaan di pimpin oleh seorang raja yang di angkat secara turun temurun.
  • Dipandang dari Sistem kabinet. Perbedaan Sistem politik bila di pandang dari sistem kabinet dapat di bedakan menjadi dua yaitu kabinet ministerial dan kabinet Presidensial.dalam cabinet ministerial eksekutif adalah perdana mentri sedangkan cabinet Presidensial Kabinet dipimpin oleh Peresiden dan dibantu oleh para Mentri sehingga Mentri bertanggung jawab terhadap Presiden.
  • Dipandang dari Bentuk Parlemen. Bentuk parlemen terbagi dua yaitu Monocameral dan Bicameral, monocameral merupakan sistem politik satu kamar dan Bicameral merupakan bentuk parlemen dua kamar.
  1. Perbedaan Ciri
    • Sistem Politik Di Negara Komunis. Bercirikan pemerintahan yang sentralistik, peniadaan hak milk pribadi, peniadaan hak-hak sipil dan politik, tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka, tidak adanya oposisi, serta terdapat pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan berpendapat.
    • Sistem Politik Di Negara Liberal. Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok, pembatasan kekuasaan, khususnya dari pemerintah dan agama, penegakan hukum; pertukaran gagasan yang bebas,  sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum minoritas.
    • Sistem Politik Demokrasi Di Indonesia. Sistem politik yang didasarkan pada nilai, prinsip, prosedur, dan kelembagaan yang demokratis. Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah :
      • Ide kedaulatan rakyat
      • Negara berdasarkan atas hukum
      • Bentuk Republik
      • Pemerintahan berdasarkan konstitusi
      • Pemerintahan yang bertanggung jawab
      • Sistem Pemilihan langsung
      • Sistem pemerintahan presidensiil
Pendidikan

Tujuan Perusahaan Koperasi

Tujuan Perusahaan Koperasi

Tujuan Perusahaan Koperasi
Tujuan Perusahaan Koperasi

TUJUAN PERUSAHAAN KOPERASI

Tujuan koperasi sebagai perusahaan atau badan usaha tidaklah semata-semata hanya  pada orientasi laba (profit oriented), melainkan juga pada orientasi manfaat  (benefit oriented). Karena itu, dalam banyak kasus koperasi, nmanajemen koperasi tidak mengejar keuntungan sebgai tujuan perusahaan karena mereka bekerja didasari dengan pelayanan (service at cost). Untuk koperasi diindonesia, tujuan badan usaha koperasi adaalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya (UU No. 25/1992 pasal 3). Tujuan ini dijabarka dalam berbagai aspek program oleh manajemen koperasi pada setiap rapat angggota tahunan.

  • Theory of the firm; perusahaan perlu  menetapkan tujuan
    • Mendefinisikan organisasi
    • Mengkoordinasi keputusan
    • Menyediakan norma
    • Sasaran yang lebih nyata
    • Tujuan perusahaan :
      • ·   Maximize profit, maximize the value of the firm, minimize cost

Koperasi

–       Berorientasi pada profit oriented &benefit oriented

–       Landasan operasional didasarkan pada pelayanan (service at a cost)

–       Memajukan kesejahteraan anggota merupakan prioritas utama (UU No.25, 1992)

–       Kesulitan utama pada pengukuran nilai benefit dan nilai perusahaan


Baca Juga :

Pendidikan

Web Administrators

Web Administrators

Web Administrators
  1. Back up atau memodifikasi aplikasi dan data yang terkait untuk menyediakan pemulihan kerusakan.
  2. Menentukan sumber halaman web atau masalah server, dan mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah tersebut.
  3. Meninjau atau memperbarui konten halaman web atau link pada waktu yang tepat, menggunakan tool-tool.
  4. Memonitor sistem untuk intrusi atau serangan denial of service, dan melaporkan pelanggaran keamanan untuk personil yang tepat.
  5. Menerapkan langkah-langkah keamanan situs web, seperti firewall atau enkripsi pesan.
  6. Mengelola internet / intranet infrastruktur, termasuk komponen seperti web, file transfer protocol (FTP), berita dan server mail.
  7. Berkolaborasi dengan tim pengembangan untuk membahas, menganalisis, atau menyelesaikan masalah kegunaan.
  8. Test backup atau pemulihan rencana secara teratur dan menyelesaikan masalah.
  9. Memonitor perkembangan web melalui pendidikan berkelanjutan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
  10. Menerapkan update, upgrade, dan patch pada waktu yang tepat untuk membatasi hilangnya layanan.

Sumber: https://penirumherbal.co.id/

Pendidikan

Web Developers

Web Developers

Web Developers
Web Developers
  1. Mendesain, membangun, atau memelihara situs web, menggunakan authoring atau bahasa scripting, alat penciptaan konten, alat manajemen, dan media digital.
  2. Meakukan atau update situs web langsung.
  3. Menulis, desain, atau mengedit konten halaman web, atau yang lain langsung memproduksi konten.
  4. Berunding dengan tim manajemen atau pengembangan untuk memprioritaskan kebutuhan, menyelesaikan konflik, mengembangkan kriteria konten, atau memilih solusi.
  5. Back-up file dari situs web untuk direktori lokal untuk pemulihan instan dalam kasus masalah.
  6. Mengidentifikasi masalah yang ditemukan oleh umpan balik pengujian atau pelanggan, dan memperbaiki masalah masalah atau merujuk pada personalia yang tepat untuk koreksi.
  7. Evaluasi kode untuk memastikan bahwa itu adalah sah, benar terstruktur, memenuhi standar industri dan kompatibel dengan browser, perangkat, atau sistem operasi.
  8. Menjaga pemahaman teknologi web saat ini atau praktek pemrograman melalui melanjutkan pendidikan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
  9. Menganalisis kebutuhan pengguna untuk menentukan persyaratan teknis.
  10. Mengembangkan atau memvalidasi tes routine dan jadwal untuk memastikan bahwa uji kasus meniru antarmuka eksternal dan alamat semua jenis browser dan perangkat.

 


Sumber: https://ironmanfactory.com/

Pendidikan

IMMUNOLOGI DAN IMMUNISASI

IMMUNOLOGI DAN IMMUNISASI

            Imunologi adalah ilmu yang mempelajari antigen, antibodi dan fungsi pertahanan tubuh yang diperantai oleh sel, terutama yang berhubungan dengan imunitas terhadap penyakit, reaksi biologis hipersensitifitas, alergi dan penolakan benda asing.

Fungsi system immun

  1. Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit dengan menghancurkan dan menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk ke dalam tubuh,
  1. Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak untuk perbaikan jaringan, Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal. Dan

            Sasaran utama yaitu bakteri patogen dan virus. Leukosit merupakan sel imun utama (disamping sel plasma, makrofag, dan sel mast).

Beberapa penyakit yang berhubungan dengan Immunologi

            Penyakit menular seksual gonore, Penyakit Tuberkulosis, Penyakit sifilis, Herves genitalis, Penyalit thypus, Penyakit Candilom akuminata, Penyakit HIV / AIDS

IMMUNISASI

      Adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen sehingga kelak bila ia terpajan pada antigen serupa tidak terjadi penyakit. suatu proses untuk membuat sistem pertahanan tubuh kebal terhadap invans mikroorganisme (bakteri dan virus) yang dapat menyebabkan infeksi sebelum mikroorganisme tersebut memiliki kecepatan untuk menyerang tubuh

            Immunisasi dibedakan : Immunisasi pasif (diperoleh secara alamiah dari ibunya melalui plasenta) dan Immunisasi aktif (kekebalan yang diperoleh langsung dari penyuntikan vaksin—Immunisasi). Baik vaksin hidup/dilemahkan/dimatikan.

  • Immunisasi Dasar : BCG (Anti-TBC), DPT,  (Dipteri, Pertusis Tetanus)  Polio, Campak, Hepatitis, TT (Tetanus toxoid) Immunisasi lanjutan : Influenza, varicella,
  • Vaksin bakteri : TT, DT, DPT, BCG, DPT HB
  • Vaksin Virus : Polio, Campak, Hepatitis

Beberapa jenis Vaksin :

  • Kuman-kuman dimatikan  (vaksin cholera, typhoid/typhus abdominalis –paratipus ABC, vaksin pertusis batu  rejan).
  • Kuman-kuman hidup dilemahkan  (misalnya: vaksin BCG terhadap tuberculosis).
  • Virus-virus hidup dilemahkan  (Vaksin cacar, vaksin poliomyelitis).
  • Toxoid (toksin / racun dari kuman yang dinetralisasi)  c/ toxoid difteri, toxoid tetanus )

 

Pendidikan

ANTI JAMUR (FUNGISIDA/FUNGISTATIKA

  1. ANTI JAMUR (FUNGISIDA/FUNGISTATIKA——-tergantung dosis)

            Infeksi jamur (mikosis), pada umumnya bersifat kronis.terletak dipermukaan kulit atau daerah subkutan.

Obat-obat Anti Jamur :

–       Amfoterisin B

Sediaan : Injeksi, krem, lotion dan salep mengandung 3% amfoterisin. sangat toksis,  sehingga pengobatan dilakukan di RS. Tanda toksisitas (demam, menggigil, gagal ginjal, hipotensi, anemia dan efek neurologik).

–       Ketokonazol Tablet

            Penggunaan hanya peroral, absorpsi menurun (bila ada makanan,  antasid, simetidin, dan rifampisin), Tidak boleh diberikan pada wanita hamil (dapat menimbulkan kecacatan pada janin). Dosis 1 x 200 mg

–       Griseofulvin tablet ( 125 mg, 500 mg)

                  Berefek fungistatik dan hanya efektif untuk dermatomikosis (kulit, rambut, dan kuku).

–       Mikonazol  krim 2% dan klotrimazol krim 1%

OBAT SISTEM ENDOKRIN

            Sistem endokrin adalah sistem kelenjar yang melepaskan molekul kimia pembawa pesan ke dalam aliran darah. Molekul-molekul pembawa pesan adalah hormon. Hormon harus melakukan perjalanan melalui aliran darah ke sel-sel yang mereka pengaruhi, dan ini membutuhkan waktu. dan tanggung jawabnya meliputi metabolisme, pertumbuhan, dan perkembangan seksual. Kelenjar utama dari sistem endokrin adalah pituitari, hipotalamus, dan pineal yang terletak di otak, tiroid dan paratiroid di leher, timus, adrenal dan pankreas di perut, dan gonad, indung telur atau testis di perut bagian bawa

Hormon dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  1. Hormon kelenjar, yaitu hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar-kelenjar endokrin, seperti kelenjar adrenalin, pituitari, tiroid, pankreas, dan gonad.
  2. Hormon jaringan, yaitu hormon yang dihasilkan oleh jaringan. Contoh: histamin, norefinefrin dan serotonin.
  1. Human Growth Hormone (HGH) dihasilkan kel.Hipofisis
  1. Berperan dalam pertumbuhan dan pembentukan tubuh manusia sejak dari kecil sampai dia tumbuh besar.
  2. Dwarfism (cebol) yaitu gangguan pertumbuhan akibat hiposekresi GH
  3. Gigantisme dapat terjadi bila keadaan kelebihan hormon pertumbuhan (Hipersekresi), terjadi sebelum lempeng epifisis tulang menutup atau masih dalam masa pertumbuhan.
  4. Obat berupa hormone  : Somatrem, Somatropin, Somatomedin
  5. Hormon Gonad
  6. Gonad (hormon kelamin) merupakan kelenjar endokrin yang dipengaruhi oleh gonadotropin hormon (GtH) yang disekresikan kelenjar pituitary.

Pada Perempuan: Ovarium yaitu Estrogen, progesteron, GNRH, FSH,LH dan Pada laki-laki: Testis yaitu Androgen dan testosterone.

  1. Estrogen, Berguna untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada wanita (pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambutkemaluan). Mengatur siklus menstruasi.
  2. Progesteron, Diproduksi oleh korpus luteum, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta. Fungsinya mempertahankan ketebalan endometrium sehingga dapat menerima implantasi zygot.
  3. Anti-estrogen, senyawa yang mampu meniadakan sebagian atau seluruh kerja dari estrogen. c/ Klomifen (obat KB)
  4. Hormon Pankreas

  5. Pankreas adalah suatu kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon peptida insulin, glukagon, somatostatin, dan suatu kelenjar eksokrin yang menghasilkan enzim pencernaan.
  6. Hormon – hormon ini memegang peranan penting dalam pengaturan aktivitas metabolik tubuh dan membantu memelihara homeostasis glukosa darah.
  7. Insulin adalah suatu hormon yg diproduksi oleh sel beta pancreas yg fungsinya sebagai kunci untuk memasukkan glukosa ke dalam sel dan digunakan sebagai sumber energi.
  8. Penyakit Diabetes Melitus disebabkan karena kadar gula darah yang tidak terkendali, karena hormone insulin yang mengendalikan gula darah tidak ada atau sedikit diproduksi. Bisa karena pankreasnya tidak dapat berfungsi memproduksi insulin (DM type I) atau karena faktor pola makan, keturunan, dsb  (DM Type II).
  9. Pemberian insulin injeksi pada DM Type I bekerja substitusi/pengganti, sedangkan pada DM type II yang hormone insulinnya masih ada hanya perlu dirangsang diberikan ADO (anti-Diabetik Oral) seperti : Sulfonil urea (Klorpropamid), glibenklamid, dan biguanid (Metformin).

Sumber :

https://littlehorribles.com/

Fashion

EFEK SAMPING  ANTIBIOTIKA

EFEK SAMPING  ANTIBIOTIKA

  1. Reaksi alergi dan hipersensitivitas
  • Respon ini dapat terjadi kemudian atau segera, terjadi pada pemberian pertama atau pada pajanan berikutnya. Contoh : Penisilin dan sulfonamid
  • menimbulkan hipersensitivitas (ruam dan gatal-gatal) pada kulit hingga reaksi anafilaksis yang fatal.
  1. Toksisitas obat yang langsung
  • Beberapa antibiotik membawa resiko yang cukup besar untuk menimbulkan kerusakan organ. (Teratogen =menyebabkan kecacatan pada janin)
  • Sebagian besar antibiotik dapat mengakibatkan gangguan gastrointestinal (mempengaruhi flora normal dalam traktus gastrointestinal).
  1. Resisten (Bakteri menjadi kebal dan tidak sensitive terhadap antibiotic ybs) karena penggunaan sembarangan dan tidak rasional (dosis, frekuensi dan lama pengobatan) Upaya agar tidak terjadi terjadi resisten gunakan obat dengan “Benar”  dan  “Tepat”  (Diagnosa, Jenis, Dosis, Frekuensi, lama pengobatan, dan pasien)

BEBERAPA EFEK SAMPING SPESIFIK DARI ANTIBIOTIKA

  1. Tetrasiklin:  tidak boleh diberikan pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak dalam masa pertumbuhan karena dapat Menyebabkan kerapuhan tulang dan gigi, diantaranya balita caries gigi.
  2. Kloramfenikol : merupakan obat pilihan pertama untuk thypoid, tetapi menyebabkan anemia aplastik (memecahkan sel darah merah), dan baby  grey syndrom.
  3. Ciprofloxacin : tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan anak dalam masa pertumbuhan (<14 tahun) karena dapat mengganggu pertumbuhan efifise tulang.
  4. Streptomisin : Obat anti tuberkulosis, yang pada penggunaan lama dapat menimbulkan ketulian pada pendengaran dan nefrotoksisitas (ginjal).
  1. ANTI-TUBERKULOSIS

            Tuberkulosis (TBC) adalah suatu penyakit menular yang paling sering  ter jadi di paru-paru (sekitar 80%). dapat juga menyerang tulang, ginjal, usus, dan kulit.

  • Penyebabnya adalah suatu basil Gram positif tahan asam dengan partum- buhan sangat lamban, yakni Mycobakterium tuberculosis
  •   Gejala :  batuk kronis, demam, berkeringat waktu malam, keluhan nafas,

              perasaan letih, hilang nafsu makan,  nyeri dada, dahak/lendir me-

              ngandung darah.

       OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) TERDIRI DARI :

  1. Obat primer : Rifampisin, Isoniazida (INH), Pirazinamida, Etambutol.
  2. Obat sekunder  : klofazimin, fluorkinolon, sikloserin,rifabutin dan asam

                            paminosalisilat (PAS).

  • Bentuk sediaan paket :  FDC ( “fixed-dose combination”), yaitu kombinasi obat dalam satu paket yang dosisnya sudah fix  (sesuai kebutuhan), terdiri dari Ripamfisin, Ethambutol, Pyrazinamid, INH,Vitamin B6.
  • Lama Pengobatan minimal 6 bulan, dan dapat diperpanjang bila perkembangan penyakitnya belum baik.
  • Obat primer adalah paling efektif dan toksisitasnya rendah, tetapi bila digunakan tunggal akan cepat resisten, maka digunakan kombinasi
  • Proses minum obat harus diperhatikan, tidak boleh terlewati, kecuali  bila terjadi ESO yang berbahaya, minum obat harus diberhentikan.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/

Perternakan

CARA PEMBENIHAN IKAN KOI

CARA PEMBENIHAN IKAN KOI (Cyprinus carpio)

            Ikan koi (Cyprinus carpio) merupakan salah satu jenis ikan hias yang berpuluh – puluh tahun secara turun – temurun dibudidayakan oleh orang Jepang, bahkan dijadikan lambang bagi bangsa Jepang dan diangkat sebagai ikan nasional Jepang. Warna koi yang indah dan beraneka ragam, mendorong orang Jepang untuk menghasilkan berpuluh – puluh jenis koi yang akhirnya digemari oleh orang di berbagai negara termasuk Indonesia (Susanto, 2000).

Di Indonesia, koi merupakan ikan hias favorit dan banyak digemari oleh masyarakat luas, karena warna tubuhnya yang mempesona dan harganya relatif mahal. Ikan koi sampai saat ini masih menjadi salah satu komoditas perdagangan yang cukup dalam bidang perikanan. Oleh karena itu, kehadiran koi di tengah keluarga selalu berdampak positif, artinya apabila dipelihara dalam skala besar dapat digunakan sebagai mata pencaharian sekaligus dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru. Sedangkan bila dipelihara dalam skala kecil layaknya ikan hias, koi dapat dijadikan sarana rekreasi atau menyalurkan hobi seseorang dengan mengamati keindahan dan lenggak – lenggoknya dalam aquarium (Effendi, 1993).

Pada pembudidayaan koi, usaha pembenihan memegang peranan penting  dalam penyediaan benih yang akan dibesarkan hingga proses pewarnaan mencapai kesempurnaan. Kualitas koi ditentukan oleh pola warna, kesesuaian jenis koi dan kejelasan warna. Pola warna yang simetris dengan batasan jelas antar warna menunjukkan kualitas yang baik.

Taksonomi Ikan Koi

Ikan Koi termasuk ke dalam golongan ikan carp (karper). Pemuliaan yang dilakukan bertahun-tahun menghasilkan garis keturunan yang menjadi standar penilaian koi.

Adapun klasifikasi ikan koi menurut Khairruman (2000), yaitu :

Filum               : Chordata

Sub filum         : Vertebrata

Superkelas      : Pisces

Kelas               : Osteichthyes

Sub kelas        :  Actinopterygii

Ordo                : Cyprinoformes

Sub ordo         : Cyprinoidea

Famili              : Cyprinidae

Sub Famili       : Cyprininae

Genus             : Cyprinus

Spesies           : Cyprinus carpio

Baca juga:

  1. Pengendalian Penyakit
  2. Pengelolaan Kualitas Air
  3. Pengelolaan Pakan
  4. Kegiatan Pemeliharaan Larva
Umum

Pengendalian Penyakit

Pengendalian Penyakit

            Pada usaha pemeliharan larva udang vannamei (Litopenaeus vannamei), keberadaan penyakit merupakan salah satu permasalahan yang memerlukan penanganan secara khusus. Timbulnya penyakit dapat bersumber dari berbagai aspek, seperti : air sebagai media pemeliharan, peralatan pemeliharaan, pengaruh kontaminasi pakan, lingkungan, maupun sanitasi dari masing-masing pelaksana produksi yang secara langsung berhubungan dengan aktifitas pemeliharaan larva

          menyatakan Vorticella merupakan salah satu jenis protozoa yang menyerang larva dengan cara menempel pada permukaan tubuh larva atau insang pada semua stadia dalam kegiatan pemeliharaan larva udang vannamei. Ketika permukaan tubuh, alat gerak, atau insang banyak terdapat vorticella, akan menyulitkan larva dalam melakukan pergerakan, mensuplai makanan, moulting, dan respirasi.

          Penyakit yang paling serius mempengaruhi stadia larva udang vannameii  disebabkan oleh jamur, vibrio, dan bakteria. Perlakuan terhadap larva sangat sulit dan cukup mahal. Pengobatan harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit. Agar penyebaran penyakit tidak terjadi, bak pemijahan tidak berada pada satu tempat dengan bak pemeliharaan larva, orang yang memijahkan harus diberi desinfektan, dan penyaring air laut jumlahnya harus memadai. Pada umumnya penyakit bakterial dapat dihilangkan menggunakan erythromycin sebanyak 2 – 4 ppm, penyakit akibat jamur dapat dihilangkan menggunakan malachite green sebanyak 0,0075 ppm dan infeksi akibat protozoa dapat dihilangkan menggunakan formalin sebanyak 10 ppm          apabila tingkat kematian larva terlihat lebih banyak, larva harus diamati dengan cara mengambil beberapa ekor larva untuk dijadikan sampel agar dapat diketahui penyebabnya. Apabila teridentifikasi terdapat penyakit yang menyerang harus dilakukan treatmen. Treatmen dilakukan dengan cara pemberian trefflan, antibiotik, dan EDTA.

Panen dan Pasca Panen

          Pada PL 21 – PL 25 merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pemanenan dari bak pemeliharaan karena pada ukuran tersebut dapat dengan mudah dipelihara pada tambak dan dapat dengan mudah untuk dikirim. Larva yang ada pada bak pemeliharaan dipanen dengan cara mengurangi 1/3 air pada bak kemudian dikumpulkan pada bag net yang ditempatkan pada ujung pipa pembuangan. Metode ini cukup efisien untuk mmengumpulkan semua larva. Pernyataan tersebut tidak sependapat dengan Wyban dan Sweeney (1991), yang menyatakan normalnya pemanenan benur udang dilakukan pada saat mencapai stadia PL8 sampai dengan PL10.

          benur yang dipanen harus mempunyai kualitas yang baik. Ciri dari benur yang siap untuk dipanen dan mempunyai kualitas yang baik adalah sebagai berikut :

  1. a)Mempunyai tubuh yang transparan dan usus tidak terputus.
  2. b)Gerakan berenang aktif dan melawan arus dan kepala enderung mengarah ke arah dasar.
  3. c)Kondisi tubuh setelah mencapai PL 10 organ tubuh sudah sempurna dan ekor mengembang, bebas virus.
  4. d)Respon terhadap rangsangan sangat responsif, benur akan melentik dengan adanya kejutan.

          Postlarva dapat ditampung dalam bak plastik, bak fiberglass, atau kanvas yang berukuran 500 – 1000 liter dan diberi aerasi.  Suhu air dalam kantong plastik diturunkan menggunakan es batu. Postlarva dengan kepadatan 200 – 500 per liter dapat diangkut sampai 10 jam tanpa menimbulkan tingkat mortalitas yang tinggi.  selain itu, postlarva juga dapat diangkut menggunakan kantong plastik tipe polyethylene yang diberi oksigen. Plastik berukuran 60 x 40 cm diisi   6 – 8 liter air tawar dan air laut kemudian masukkan 3000 – 5000 postlarva. Kepadatan jumlah larva dapat dikurangi jika dilakukan pengiriman dalam waktu lama atau jarak jauh. Setelah kantong plastik terikat kencang, tempatkan dalam styrofoam atau ember plastik. Suhu diturunkan sekitar 22 – 25°C menggunakan es dan serbuk kayu pada dasar, sisi, dan atas styrofoam. Postlarva akan bertahan lebih dari 12 jam selama pengiriman. kepadatan benur dalam plastik packing pada stadia PL15 berkisar antara 500 – 1200 per liter tergantung dari ukuran benur dan lamanya waktu pengiriman. Dalam plastik tersebut diberi karbon aktif sebagai pengikat amoniak selama proses pendistribusian. Selain itu dilakukan pemberian HCl Buffer sebagai penstabil pH dan naupli artemia sebanyak 15 – 20 ekor naupli per benur untuk mencegah terjadinya kanibalisme selama proses pendistribusian.

https://movistarnext.com/

Umum

Pengelolaan Kualitas Air

Pengelolaan Kualitas Air

          untuk menjaga kualitas air pada media pemeliharaan larva, harus dilakukan pengelolaan air yang baik. Pengelolaan air dapat dilakukan dengan penyiponan dan pergantian air.  Penyiponan pada dasar bak dilakukan pada saat larva masuk stadia zoea 2 – 3 selama pemeliharaan larva. Sisa pakan yang tidak termakan dan hasil metabolisme yang berupa feses dibuang dari dasar bak pada waktu – waktu tertentu (penggunan probiotik akan mengurangi penyiponan).  Jika dalam dasar bak pemeliharaan sudah terlihat kelebihan endapan, buang endapan ke dalam seser kemudian pindahkan  muatan yang tersaring ke dalam ember. Apabila pada saat proses penyiponan terdapat larva yang terbawa dari bak pemeliharaan, larva dapat dimasukkan kembali ke dalam bak pemeliharaan.

          Pergantian air selama pemeliharaan larva perlu dilakukan tergantung dari kepadatan larva, stadia larva, dan kondisi kualitas air pada bak pemeliharaan larva. Pergantian air dilakukan untuk mempertahankan kondisi parameter kualitas air dalam bak pemeliharaan agar tetap stabil. Air yang digunakan pada proses pergantian air, harus mempunyai kualitas yang lebih baik dari air pemeliharaan yang ada dalam bak. Air yang akan digunakan harus sama dengan temperatur, salinitas, dan derajat keasaman (pH) untuk menghindari stress pada larva akibat dari perubahan parameter secara mendadak.

          Pada umumnya bak pemeliharaan larva hanya diisi 50% dari kapasitas maksimal. Kemudian selama stadia zoea, dilakukan penambahan secara berangsur-angsur sekitar 10% per hari dari kapasitas maksimal air yang baru (termasuk jumlah plankton yang digunakan) sampai bak terisi penuh dan dilakukan hingga mencapai stadia mysis. Pada stadia zoea tidak dilakukan pergantian air. Pada waktu masuk stadia mysis dilakukan pergantian air sebanyak 10 – 30 % per hari. Pada stadia awal larva, dilakukan pergantian air tetapi volume pergantian air lebih besar daripada stadia sebelumnya, pada       PL 1 – 4 dilakukan pergantian sebanyak 30 – 40% dan pada PL 5 – 8 dilakukan pergantian air sebanyak 40 – 50 %. Setelah stadia PL yang lebih besar perlu dilakukan pergantian air sebesar 50 – 80 % per hari pada PL 9 – 12 dan           60 – 90 % per hari pada PL 13 – 16.

          yang berhubungan dengan parameter kualitas air seperti suhu, salinitas, pH, dan DO dilakukan pengecekan atau pengukuran dua kali dalam satu hari yaitu pada pagi dan sore hari. Hal tersebut dilakukan karena pada waktu-waktu tersebut terjadi fluktuasi parameter yang signifikan.

Monitoring Pertumbuhan

Pengamatan pertumbuhan larva udang dilakukan bertujuan untuk mengontrol pertumbuhan larva. Apabila pertumbuhan larva lambat dapat dipacu dengan pemberian pakan yang berkualitas. apabila pakan yang diberikan berkualitas baik, jumlahnya mencukupi, dan kondisi lingkungan mendukung, maka dapat dipastikan laju pertumbuhan udang akan lebih cepat sesuai yang diharapkan. Sedangkan untuk mengamati kesehatan larva perlu dilakukan dengan pengamatan makroskopis dan mikroskopis antara lain yaitu :

  • Pengamatan Makroskopis

Pengamatan makroskopis dilakukan secara visual dengan mengambil sampel langsung dari bak pemeliharaan sebanyak 1 liter becker glass kemudian diarahkan ke cahaya untuk melihat kondisi tubuh larva, pigmentasi, usus, sisa pakan kotoran atau feces dan butiran-butiran yang dapat membahayakan larva.

  • Pengamatan Mikroskopis

Dilakukan dengan cara mengambil beberapa ekor larva dan diletakkan di atas gelas objek, kemudian diamati dibawah mikroskop. Pengamatan ini dilakukan untuk mengamati morfologi tubuh larva, keberadaan parasit, pathogen yang menyebabkan larva terserang penyakit.

https://haciati.co/