Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Koruptorindonesia.co.id Situs teknologi online terlengkap yang membahas berbagai jenis gadget teknologi seperti Smartphone, PC dan teknologi terbaru lainnya.

Pendidikan

ANTI JAMUR (FUNGISIDA/FUNGISTATIKA

  1. ANTI JAMUR (FUNGISIDA/FUNGISTATIKA——-tergantung dosis)

            Infeksi jamur (mikosis), pada umumnya bersifat kronis.terletak dipermukaan kulit atau daerah subkutan.

Obat-obat Anti Jamur :

–       Amfoterisin B

Sediaan : Injeksi, krem, lotion dan salep mengandung 3% amfoterisin. sangat toksis,  sehingga pengobatan dilakukan di RS. Tanda toksisitas (demam, menggigil, gagal ginjal, hipotensi, anemia dan efek neurologik).

–       Ketokonazol Tablet

            Penggunaan hanya peroral, absorpsi menurun (bila ada makanan,  antasid, simetidin, dan rifampisin), Tidak boleh diberikan pada wanita hamil (dapat menimbulkan kecacatan pada janin). Dosis 1 x 200 mg

–       Griseofulvin tablet ( 125 mg, 500 mg)

                  Berefek fungistatik dan hanya efektif untuk dermatomikosis (kulit, rambut, dan kuku).

–       Mikonazol  krim 2% dan klotrimazol krim 1%

OBAT SISTEM ENDOKRIN

            Sistem endokrin adalah sistem kelenjar yang melepaskan molekul kimia pembawa pesan ke dalam aliran darah. Molekul-molekul pembawa pesan adalah hormon. Hormon harus melakukan perjalanan melalui aliran darah ke sel-sel yang mereka pengaruhi, dan ini membutuhkan waktu. dan tanggung jawabnya meliputi metabolisme, pertumbuhan, dan perkembangan seksual. Kelenjar utama dari sistem endokrin adalah pituitari, hipotalamus, dan pineal yang terletak di otak, tiroid dan paratiroid di leher, timus, adrenal dan pankreas di perut, dan gonad, indung telur atau testis di perut bagian bawa

Hormon dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  1. Hormon kelenjar, yaitu hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar-kelenjar endokrin, seperti kelenjar adrenalin, pituitari, tiroid, pankreas, dan gonad.
  2. Hormon jaringan, yaitu hormon yang dihasilkan oleh jaringan. Contoh: histamin, norefinefrin dan serotonin.
  1. Human Growth Hormone (HGH) dihasilkan kel.Hipofisis
  1. Berperan dalam pertumbuhan dan pembentukan tubuh manusia sejak dari kecil sampai dia tumbuh besar.
  2. Dwarfism (cebol) yaitu gangguan pertumbuhan akibat hiposekresi GH
  3. Gigantisme dapat terjadi bila keadaan kelebihan hormon pertumbuhan (Hipersekresi), terjadi sebelum lempeng epifisis tulang menutup atau masih dalam masa pertumbuhan.
  4. Obat berupa hormone  : Somatrem, Somatropin, Somatomedin
  5. Hormon Gonad
  6. Gonad (hormon kelamin) merupakan kelenjar endokrin yang dipengaruhi oleh gonadotropin hormon (GtH) yang disekresikan kelenjar pituitary.

Pada Perempuan: Ovarium yaitu Estrogen, progesteron, GNRH, FSH,LH dan Pada laki-laki: Testis yaitu Androgen dan testosterone.

  1. Estrogen, Berguna untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada wanita (pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambutkemaluan). Mengatur siklus menstruasi.
  2. Progesteron, Diproduksi oleh korpus luteum, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta. Fungsinya mempertahankan ketebalan endometrium sehingga dapat menerima implantasi zygot.
  3. Anti-estrogen, senyawa yang mampu meniadakan sebagian atau seluruh kerja dari estrogen. c/ Klomifen (obat KB)
  4. Hormon Pankreas

  5. Pankreas adalah suatu kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon peptida insulin, glukagon, somatostatin, dan suatu kelenjar eksokrin yang menghasilkan enzim pencernaan.
  6. Hormon – hormon ini memegang peranan penting dalam pengaturan aktivitas metabolik tubuh dan membantu memelihara homeostasis glukosa darah.
  7. Insulin adalah suatu hormon yg diproduksi oleh sel beta pancreas yg fungsinya sebagai kunci untuk memasukkan glukosa ke dalam sel dan digunakan sebagai sumber energi.
  8. Penyakit Diabetes Melitus disebabkan karena kadar gula darah yang tidak terkendali, karena hormone insulin yang mengendalikan gula darah tidak ada atau sedikit diproduksi. Bisa karena pankreasnya tidak dapat berfungsi memproduksi insulin (DM type I) atau karena faktor pola makan, keturunan, dsb  (DM Type II).
  9. Pemberian insulin injeksi pada DM Type I bekerja substitusi/pengganti, sedangkan pada DM type II yang hormone insulinnya masih ada hanya perlu dirangsang diberikan ADO (anti-Diabetik Oral) seperti : Sulfonil urea (Klorpropamid), glibenklamid, dan biguanid (Metformin).

Sumber :

https://littlehorribles.com/

Categories:
Pendidikan
You Might Also Like