Arti Penting Ilmu Pendidikan

Arti Penting Ilmu Pendidikan

Mengapa ilmu pendidikan diperlukan? Ada dua alasan yang melandasinya, yaitu bahwa ilmu pendidikan sebagai suatu sistem pengetahuan tentang pendidikan anak diperlukan, karena akan menjadi dasar bagi praktek mendidik anak. Selain itu bahwa ilmu pendidikan akan menjadi standar atau kriteria keberhasilan praktek pendidikan anak. Kedua, manusia memiliki motif untuk mempertanggungjawabkan pendidikan bagi anak-anaknya, karena itu agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, praktek pendidikan anak memerlukan ilmu pendidikan sebagai landasannya agar tidak jadi sembarangan.

  1. Tujuan Ilmu Pendidikan

Tujuan dari ilmu pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia, menjadikan seseorang dewasa demi kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. Kesuksesan ini jangan terus dikurung dalam artian pada kemapanan materi dari pandangan kita sebagai seorang pendidik sejati, tapi hakikatnya adalah menjadikan kesuksesan itu sebagai keberhasilan dalam menanamkan pada diri seseorang kebahagiaan dalam menjalani hidup dengan mengaplikasikan seperti misalnya mematuhi norma-norma yang ada pada masyarakat. Intinya, menjadikan seseorang menjalani hidup dengan bahagia.

Mengenai syarat suatu ilmu harus mempunyai tujuan tersendiri, pendidikan juga sudah ada persyaratan itu. Seperti kita ketahui, tujuan Ilmu Pendidikan sudah tercantum pada dokumen-dokumen sejumlah negara. Di Indonesia, tujuan pendidikan itu bisa dibaca pada Undang-Undang RI No.2 Tahun 1989, pada setiap GBHN, dan pada sejumlah Peraturan Pemerintah tentang Pendidikan. Secara garis besar, tujuan Ilmu Pendidikan itu adalah untuk mengembangkan individu baik jasmani maupun rohani secara optimal, agar mampu meningkatkan hidup dan kehidupan diri, keluarga, dan masyarakatnya.

  1. Manfaat Ilmu Pendidikan

Pertama, guru dapat memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif siswa, diantaranya siswa dapat terpenuhi rasa ingin tahunya. Karena itu guru dapat membangkitkan dan mengelola rasa ingin tahu siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran. Guru tidak hanya bercerita atau menerangkan mata pelajaran tapi juga memberikan stimulus daya berpikir kritis siswa melalui ketrampilan bertanya dan uji coba. Dalam hal ini, indikator kinerjanya, Guru  dapat menentukan posisi kemampuan siswa dilihat dari sudut ketuntasan belajar yang ditetapkan, merancang program  remidial bagi siswa yang dibawah KKM dan merancang program pengayaan bagi siswa yang mencapai KKM.

sumber :

Delicious – True Love 25.88 Apk + Data for android