Ketua dan Wakil Ketua

Ketua dan Wakil Ketua

Ketua dan Wakil Ketua

Ketua dan Wakil Ketua

  1. a)Ketua

1)   Syarat Ketua Pengadilan Tinggi Agama

  • Warga Negara Indonesia
  • Beragama Islam
  • Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  • Sarjana syari’ah, sarjana hukum Islam atau sarjana hukum yang menguasai hukum Islam
  • Mampu secara rohani dan jasmani untuk menjalankan tugas dan kewajiban
  • Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela
  • Berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun dan paling tinggi 40 (empat puluh) tahun
  • Tidak pernah dijatuhi pidana penjara karena melakukan kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap
  • Untuk dapat diangkat menjadi ketua pengadilan tinggi agama harus berpengalaman paling singkat 5 (lima) tahun sebagai hakim pengadilan tinggi agam atau 3 (tiga) tahun bagi hakim pengadilan tinggi agama yang pernah menjabat ketua pengadilan agama.

2)   Tugas Pokok Ketua Pengadilan Tinggi Agama

  • Mengatur pembagian tugas para hakim
  • Membagikan semua berkas dan atau surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara yang diajukan ke pengadilan kepada Majelis Hakim untuk diselesaikan
  • Menetapkan perkara yang harus diadili berdasarkan nomor urut, tetapi apabila terdapat perakara tertentu yang karena menyangkut kepentingan umum harus segera diadili maka perkara itu didahulukan
  • Mengawasi kesempurnaan pelaksanaan penetapan atau putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap
  • Mengadakan pengawasan atas pelaksanaan tugas dan tingkah laku hakim, panitera, sekretaris dan juru sita di daerah hukumnya
  • Mengevaluasi atas pelaksanaan tugas dan tingkah laku hakim, panitera, dan sekretaris

sumber :

Do Security Antivirus – Mobile Protect Guardian 1.0.0.16 Apk