Menteri Johnny Diminta Segera Lelang Frekuensi 2300 Mhz

Menteri Johnny Diminta Segera Lelang Frekuensi 2300 Mhz

Menteri Johnny Diminta Segera Lelang Frekuensi 2300 Mhz

Menteri Johnny Diminta Segera Lelang Frekuensi 2300 Mhz
Menteri Johnny Diminta Segera Lelang Frekuensi 2300 Mhz

Akhir tahun 2019 ini lisensi 15 zona WiMAX

(Worldwide Interoperability for Microwave Access) yang dikeluarkan oleh pemerintah sudah berusia 10 tahun. Namun hingga saat perusahaan mayoritas penyelenggara WiMAX sudah gulung tikar dan menggembalikan lisensi yang dimilikinya.

Saat ini yang tersisa hanya perusahaan PT Berca Hardaya Perkasa. Perusahaan besutan Murdaya Widyawimarta Poo (Poo Tjie Guan) yang memiliki brand HiNet ini kondisinya mati segan hidup pun tak mau.

Menurut Nonot Harsono, anggota Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia

(BRTI) 2009 hingga 2015, seharusnya pemerintah sudah bisa menghentikan layanan dan perpanjangan izin WiMAX. Termasuk Berca. Namun saat Menkominfo dijabat Rudiantara tidak berani mengambil sikap yang tegas terhadap penyelengara WiMAX di frekuensi 2300 Mhz.

“Dahulu ketika saya di BRTI sudah merekomendasikan kepada pemerintah untuk meninjau ulang operator WiMAX. Namun hingga masa kerja beliau berakhir, keputusan evaluasi WiMAX tidak juga diambil keputusan,” terang Nonot.

Seperti diketahui di tahun 2011 vendor penyedia chipset WiMAX yaitu Qualcomm

sudah tidak memproduksi lagi. Penghentian produksi dan penggembangan WiMAX oleh Qualcomm dikarenakan teknologi tersebut kalah bersaing dengan teknologi GSM (Global System for Mobile Communication).

Melihat banyaknya permasalahan yang belum diselesaikan oleh Menkominfo Rudiantara, Heru Sutadi ICT Institute melihat bahwa kini saatnya Menkominfo Johnny G Plate menyelesaikan dan membenahi permasalahan operator WiMAX yang ada dengan melakukan metode evaluasi menyeluruh. Kominfo dapat dimulai dengan melakukan evaluasi komitment pembangunan yang telah dilakukan oleh operator WiMAX.

Selain itu evaluasi komitment pembangunan, Heru juga berharap Kominfo dapat melakukan evaluasi mengenai prospek bisnis dari WiMAX yang saat ini dilakukan oleh Berca. Mantan Komisioner BRTI ini mengatakan bahwa teknologi dan lisensi WiMAX yang diberikan pemerintah kepada Berca di tahun 2009 yang lalu sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan teknologi.

 

Baca Juga :