Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Keutamaan Membaca Al-Qur'an

Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Keutamaan Membaca Al-Qur'an
Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Keutamaan Al-Qur’an

Adapun keutamaan dan kelebihan membaca Al-Qur’an, Rasulullah saw menyatakan dalam sebuah haditnya yang diriwayatkah oleh Bukhari dan Muslim, yang maksudnya demikian ” Ada dua golongan insan yang sungguh sungguh orang dengki kepadanya, yaitu orang yang didiberi oleh Allah kitab suci Al-Qur’an ini, dibacanya siang dan malam, dan orang yang dianugerahi oleh Allah kekayaan harta, siang dan malam kekayaannya itu digunakannya untuk segala sesuatu yag diridhai oleh Allah”.

Didalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim pula, Rasulullah menyatakan tentang kelebihan, martabat dan keutamaan orang yang membaca Al-Qur’an, demikian maksudnya : “Perumpamaan orang mukmin yang menbaca Al-Qur’an, yakni mirip bunga utrujjah, baunya harum dan rasanya lezat. Orang mukmin yang tak suka membaca Al-Qur’an, mirip buah kurma baunya tidak begitu harum tetapi manis rasanya, orang munafik yang membaca Al-Qur’an, menyerupai sekuntum bunga berbau harum, tetapi pahit rasanya. Dan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an tak ubahnya mirip buah hanzalah, tidak berbau dan rasanya pahit sekali”.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah juga mengambarkan bagaimana besarnya rahmat Allah bagi orang-orang yang membaca Al-qur’an di rumah-rumah ibadah (masjid, mushallah, surau dan lainnya). hal ini dikatakan dalam sebuah haditsnya : “Kepada kaum yang suka berjamaah dirumah-rumah ibadah, membaca Al-Qur’an secara bergilirian dan latih mengajarkan terhadap sesamanya, akan turunlah kepadanya ketenangan dan ketentraman, akan terlimpah kepadanya rahmat dan mereka akan dijaga oleh malaikat, juga Allah akan selalu mengingat mereka” (H.R.Muslim dari Abi Huraerah)

Hadits lain juga Rasullullah menyampaikan : “Hendaklah engkau diberi nur rumah tanggamu dengan sembahyang dan dengan membaca Al-Qur’an”.
Dilain hadits Rasulullah juga menyampaikan tentang memdiberi cahaya rumah tangga dengan membaca Al-Qur’an. sepertiyang hadits yang diriwayatkan oleh Darul Quthni dari Anas r.a. Rasulullah memerintahkan : “Perbanyaklah membaca Al-Qur’an di rumahmu, sebetulnya di dalam rumah yang tak ada membaca Al-Qur’an, akan sedikit sekali dijumpai kebaikan di dalam rumah itu, dan akan aneka macam kejahatan, serta penghuninya selalu merasa sempit dan susah”.

Pahala Membaca Al-Qur’an

Mengenai pahala membaca Al-qur’an, Ali bin Abi Thalib menyampaikan bahwa tiap-tiap orang yag membaca Al-Qur’an dalam sholat, akan menerima pahala 50 kebajikan untuk tiap-tiap abjad yang diucapkannya, membaca Al-Qur’an diluar sembahyang dengan berwudhu, maka pahalanya 25 kali kebajikan bagi tiap-tiap abjad yang di ucapkannya. .Dan membaca Al-Qur’an di luar sholat dengan tidak berwudhu maka pahalanya 10 kebajikan dari tiap-tiap abjad yang diucapkannya.

Baca Juga: Ayat Kursi

Mendengarkan Bacaan Al-Qur’an

Didalam aliran Islam, bukan membaca Al-Qur’an saja yang menjadi ibadah dan amal yang menerima pahala dan rahmat, tetapi mendengargkan bacaan Al-Qur’an pun begitu. Sebagian ulama mengatakan, bahwa mendengarkan orang yang membaca Al-Qur’an pahalanya sama dengan orrang yang membacanya. Tentang pahala orang yang mendengarkan orang membaca Al-Qur’an dijelaskan dalam Al-Qur’an pada surah Al-A’raaf ayat 204 :
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya : “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan hening biar engkau menerima rahmat”.
Mendengarkan bacaan Al-Qur’an dengan baik sanggup menghibur perasaan sedih, menenangkan jiwa yang gelisah dan melunakkan hati yang keras, serta menhadirkan petunjuk. Itulah yang dimaksudkan dengan rahmat Allah yang didiberikan kepada orang yang mendengarkan Al-Qur’an dengan baik. Dilain ayat Allah berfirman dalam surah Al-Anfal ayat 2 :

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang diberiman itu, spesialuntuklah mereka yang apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah akidah mereka balasannya dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”
Diriwayatkan bahwa, pada suatu malam Nabi Muhammad saw mendengarkan Abu Musa Al-Asy’ari membaca Al-Qur’an hingga jauh malam. Sepulang dia dirumah, dia ditanya oleh istri dia Sitti Aisyah :”Apa sebabnya pulang hingga sejauh malam?, maka Rasulullah menjawaban, bahwa dia terpikat dengan kemerduan bunyi Abu Musa Al-Asy’ari membaca Al-Qur’an mirip mendunya bunyi nabi Daud A.S

Di dalam riwayat, aneka macam diceritakan, betapa efek bacaan Al-Qur’an pada masa rasulullah terhadap orang-orang kafir yang setelah mendengarkan bacaan Al-Qur’an, tidak sedikit hati yang pada mulanya keras dan murka kepada Nabi Rasulullah serta pengikut-pengikutnya, berbalik menjadi lunak dan mau mengikuti aliran Islam.