Pengertian Laporan Keuangan

Pengertian Laporan Keuangan

Pengertian Laporan Keuangan

Pengertian Laporan Keuangan
Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah hasil proses pencatatan akuntansi keuangan. Laporan keuanganitu berisi informasi tentang prestasi perusahaan di bidang keuangan pada masa lampau. Laporan keuangan yang utama yaitu neraca dan perhitungan rugi – laba. Namun dalam praktek sering diikutsertakan beberapa laporan lain untuk memperjelas, misalnya laporan perubahan modal atau laporan laba yang ditahan, laporan perubahan modal kerja, perhitungan harga pokok, dan lain-lain.

Neraca memberikan gambaran mengenai posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Perhitungan rugi – laba menunjukkan hasil aktivitas perusahaan selama satu periode. Laporan keuangan merupakan bagian penting dari informasi keuangan bagi pimpinan perusahaan, investor, kreditur, pemerintah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Dua buah laporan keuangan yang terpenting adalah neraca (balance sheet), dan perhitungan rugi – laba (income statement).

Menurut H.Z.A. Moechtar

H.Z.A. Moechtar memberikan keterangan, neraca yaitu sebuah daftar yang memuat secara terperinci keadaan aktiva perusahaan, keadaan kewajiban perusahaan kepada pihak ketiga, dan besar modal pemilik perusahaan itu pada suatu waktu tertentu. Sedang daftar yang memuat perincian tentang pendapatan perusahaan yang berasal dari penjualan barang dagangan atau jasa dan tentang perincian beban yang dipikul oleh perusahaan beserta besar laba bersih atau rugi bersih perusahaan selama suatu periode akuntansi disebut perhitungan rugi laba.

Menurut Zaki Baridwan

Zaki Baridwan mengemukakan pengertian tentang laporan keuangan sebagai berikut, yaitu: “ Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.”

Menurut S. Munawir

Kemudian S. Munawir mengemukakan pengertian tentang laporan keuangan sebagai berikut: “ Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk komunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan data aktivitas perusahaan tersebut.”

Neraca didefinisikan oleh Zaki Baridwan sebagai berikut: “ Laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu. Keadaan keuangan ini ditunjukkan dengan harta yang dimiliki yang disebut pasiva, atau dengan kata lain aktiva merupakan investasi di dalam perusahaan dan pasiva merupakan sumber-sumber yang digunakan untuk investasi tersebut.”

Sedangkan menurut S. Munawir, neraca adalah:  “ Laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu, biasanya pada waktu buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada akhir tahun fiskal atau tahun kalender, sehingga neraca sering disebut dengan Balance Sheet.” Elemen-elemen dalam neraca biasanya dikelompokkan dalam suatu cara yang bertujuan untuk memudahkan analisis yaitu dengan mengelompokkan aktiva dan hutang dalam kelompok lancar dan tidak lancar.

Mengenai pengertian laporan laba rugi, Zaki Baridwan mengemukakan sebagai berikut: “ Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang menunjukkan penghasilan-penghasilan dan biaya-biaya dari unit usaha untuk suatu periode tertentu.” Dikatakan selanjutnya bahwa perhitungan rugi laba yang kadang disebut laporan pendapatan atau penghasilan dan biaya, merupakan laporan yang menunjukkan kemajuan keuangan dan juga merupakan tali penghubung dua neraca yang berurutan.

Munawir memberikan pengertian tentang laporan laba rugi sebagai berikut: “ Laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi/laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu.”

Baca Juga