Pengertian Penggabungan Usaha Dan Alasannya

Pengertian Penggabungan Usaha Dan Alasannya

Pengertian Penggabungan Usaha Dan Alasannya

Pengertian Penggabungan Usaha

Penggabungan usaha adalah menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain kedalam satu kesatuan ekonomi, sebagai upaya untuk memperluas usaha. Penggabungan usaha dimaksudkan untuk mengurangi adanya tindakan yang saling merugikan antara satu perusahaan dengan perusahaan lain. Dengan kata lain penggabungan usaha memberikan dampak yang menguntungkan bagi perusahaan yang melakukan kegiatan tersebut.

Manfaat biaya (cost advantage)

Perusahaan mengeluarkan biaya yang lebih murah untuk memperoleh fasilitas yang dibutuhkan jika melalui penggabungan dibandingkan melalui pengembangan.

 Resiko lebih rendah (lower risk)

Membeli lini produk dan pasar, biasanya lebih kecil resikonya ketimbang mengembangkan produk baru beserta pasarnya. Apalagi bila tujuan utamanya diversivikasi, tentunya penggabungan dinilai yang paling rendah resikonya.

Mencegah pengambilalihan (avoidance of takeovers)

Beberapa perusahaan melakukan penggabungan untuk mencegah pengakuisisian diantara mereka. Akuisisi adalah pengambilan kepemilikan atau pengendalian atas saham atau asset suatu perusahaan oleh perusahaan lain, dan dalam peristiwa ini baik perusahaan pengambilalih atau yang diambil alih tetap eksis sebagai badan hukum yang terpisah. (Abdul Moin, 2004)

Penundaan operasi pengurangan (fewer operating delay)

Fasilitas – fasilitas pabrik yang diperoleh melalui penggabungan usaha dapat diharapkan untuk segera beroperasi dan memenuhi peraturan yang berhubungan dengan lingkungan dan peraturan pemerintah yang lainnya.

Akuisisi harta tidak berwujud (acquistision of intangible assets)

Penggabungan usaha melibatkan penggabungan sumber daya tidak berwujud maupun berwujud.

Alasan lainnya:

  1. Investasi yang menguntungkan
  2. Mendapatkan kendali atas perusahaan lain
  3. Memasuki pasar baru (area produk baru) melalui perusahaan yang sudah menguasai pasar
  4. Memastikan pasokan bahan baku (input produksi) lain
  5. Memastikan output produksi bagi pelanggan
  6. Ukuran perusahaan (skala perusahaan)
  7. Mendapatkan teknologi baru

 

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/