Saat Tak Lagi Dibutuhkan

Saat Tak Lagi Dibutuhkan

Saat Tak Lagi Dibutuhkan

Saat Tak Lagi Dibutuhkan
Saat Tak Lagi Dibutuhkan

Puluhan tahun yang lalu di daerah Sabah, ada seorang lelaki tua yang pekerjaannya sebagai tukang asah pisau keliling. Setiap hari lelaki tua itu berkeliling dari rumah ke rumah untuk menawarkan jasanya. Ia berkeliling sambil membunyikan lonceng kecil untuk menarik perhatian orang.

Pada awalnya, banyak sekali orang yang memanfaatkan jasa beliau. Setiap hari selalu ada saja orang yang mengasahkan pisau ataupun gunting mereka ke orang tua tersebut. Dengan pekerjaan mengasah pisau, orang tua tersebut bisa menghidupi keluarganya.

Tahun demi tahun berlalu, jamanpun semakin modern dan membuat segalanya menjadi praktis. Demikian juga pisau-pisau maupun gunting-gunting yang ada di pasaran, semakin murah dan berkualitas. Secara perlahan-lahan tidak ada lagi orang yang mengasahkan pisau atau guntingnya. Mereka lebih memilih untuk membeli yang baru daripada mengasahkannya otomatis tidak ada lagi orang yang membutuhkan jasanya.

Tetapi setiap hari orang tua tersebut tetap berkeliling seperti biasa, dengan harapan masih ada orang yang mau memanfaatkan jasanya. Awalnya, orang tua tersebut masih bersemangat. Namun lama-kelamaan semangatnyapun mengendur, ia merasa orang sudah tidak membutuhkan jasanya.

Waktu berlalu, dan akhirnya orang tua tersebut meninggal dunia. Ada yang mengatakan bahwa ia meninggal karena penyakit kanker. Tapi sebenarnya apa yang menyebabkan orang tua tersebut meninggal?

Kawan, begitulah dalam diri kita, apa yang kita rasakan seandainya sudah tidak ada lagi orang yang membutuhkan kita?

Menurut teori kebutuhan Abraham Maslow, kebutuhan manusia yang paling tinggi adalah aktualisasi diri. Anda akan merasa sangat berarti bila anda dibutuhkan oleh banyak orang. Oleh karena itu, buatlah sesuatu yang dapat membuat diri kita menjadi dibutuhkan.

Baca Juga :