Warga NU Ramai-Ramai Tolak FDS, Tanya Jawab Yenny Wahid Bikin Adem

Warga NU Ramai-Ramai Tolak FDS, Tanya Jawab Yenny Wahid Bikin AdemWarga NU Ramai-Ramai Tolak FDS, Tanya Jawab Yenny Wahid Bikin Adem

Warga NU Ramai-Ramai Tolak FDS, Tanya Jawab Yenny Wahid Bikin Adem

Warga NU Ramai-Ramai Tolak FDS, Tanya Jawab Yenny Wahid Bikin AdemWarga NU Ramai-Ramai Tolak FDS, Tanya Jawab Yenny Wahid Bikin Adem
Warga NU Ramai-Ramai Tolak FDS, Tanya Jawab Yenny Wahid Bikin Adem

Tokoh Nahdatul Ulama (NU) Yenny Wahid meluruskan konsep Full Day School atau Sekolah Lima Hari yang menimbulkan miskonsepsi atau kegelisahan di masyarakat. Yenny mengakui sudah mendengar kegelisahan warga Nahdliyin akan melakukan istigasah atau aksi lebih besar untuk menolak itu.

Usai bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Selasa (15/8), Yenny menjelaskan berbagai macam aturan dan konsep yang selama ini menimbulkan kesalahpahaman.

Bagaimana Menanggapi Rencana Aksi Warga Nahdliyin?

“Kalau cuma istigasah kan enggak apa-apa. Warga NU itu hanya untuk ekspresikan aspirasinya secara damai. Enggak usah demo keras-keras, istigasah saja duduk damai bersama baca doa agar sistem pendidikan lebih baik. Anak-anak jadi manusia unggul bisa mendapatkan pendidikan yang baik, guru-guru sejahtera”.

Apakah Pertemuan dengan Mendikbud untuk Mencairkan Hubungan dan Kegelisahan?

 

“Saya enggak mau pretensi apa-apa lah. Saya hanya mengabarkan, saya imbau agar massa miskomunikasi harus segera disikapi. Berbagai fakta yang menyangkut persoalan ini agar aturan Sekolah Lima Hari jelas di masyarakat. Memang ada ketakutan sangat nyata dari Madrasah Diniyah. Tapi konsep yang ada sekarang bukan Full Day School. Ini mungkin yang enggak masuk ke NU. Tugas saya yang sampaikan info ini”.

Jam Sekolah Lima Hari Jadi Regulasinya yang Sebenarnya Bagaimana?

“Masing-masing sekolah ya setelah adanya Perpres mau lima atau enam hari silahkan. Lalu soal jam hanya ditambah 1 jam 20 menit. Sehingga SD sampai jam 12.10, lalu SMP sampai jam 13.20. SMA tak diatur dalam Perpres”.

Bagaimana Wujud Kerja Sama dan Sinergitas dengan Madrasah Diniyah?

“Tren dunia saat ini kan less formal schooling. Jadi kegiatan sekolah formal harus dikurangi tapi banyak opsi bagi muridnya untuk kembangkan potensi. Jadi murid bisa saja ambil kursus-kursus. Misalnya kegiatan bela diri, Madrasah Diniyah, kelas Alkitab, dan lainnya, Ini dikomunikasikan dengan sekolah”.

 

Poin-Poin Pendidikan Karakter Seperti Apa yang Tertuang dalam Perpres?

 

“Jadi itu harus masuk dalam penguatan karakter anak. Anak harus punya perspektif keBhinekaan, kreatif, unggul, berpestasi, maju, dan terutama mengembangkan kreativitas.”

Setelah Bertemu Mendikbud, Kapan Bertemu Ketua PBNU Said Aqil Siradj?

“Dalam waktu dekat saya akan telepon-teleponan saja begini lho situasinya. Dan Kalau masih ada keresahan, saya dapat komitmen dari Pak Muhadjir bahwa beliau terbuka deengan keresahan yang ada. Jadi kalau NU ingin menyertakan pandangannya segera disampaikan, hal itu jika keberatan dengan Perpres.”

Lalu Apa yang Hraus Dilakukan untuk Meredakan Suasana?

 

“Tuangkan gagasan pikiran karena Perpres sudah jalan, atau desak pemerintah untuk buat Simposium Akbar soal pendidikan. Persoalan itu sekarang 20 tahun ke depan harus ada roadmap bangun sistem pendidikan baru. Jadi enggak sendiri-sendiri, kalau ramai-ramai minimal kecurigaan enggak terbangun sebab ada proses dialog.

Jadi kapan Perpres Sekolah Lima Hari Turun?

“Saya tunggu wangsit dulu. Kayaknya lagi digodok. Yang saya tahu bocorannya, menurut saya ini ada penekanan bahwa ada oenghargaan terhadap peran pesantren, madrasah, dalam melakukan pendidikan karakter masyarakat”.

 

Sumber :

https://danuaji.kinja.com/ways-to-spread-environmental-education-online-1835886285