97,8 Persen dari 2 Juta Siswa SMA/MA Ikut UNBK, Diwajibkan Isi Angket

97,8 Persen dari 2 Juta Siswa SMA MA Ikut UNBK, Diwajibkan Isi Angket

97,8 Persen dari 2 Juta Siswa SMA/MA Ikut UNBK, Diwajibkan Isi Angket

97,8 Persen dari 2 Juta Siswa SMA MA Ikut UNBK, Diwajibkan Isi Angket
97,8 Persen dari 2 Juta Siswa SMA MA Ikut UNBK, Diwajibkan Isi Angket

Ujian Nasional (UN) 2019 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)

dan Madrasah Aliyah (MA) diikuti sebanyak 2.019.680 siswa. Ujian tersebut diselenggarakan mulai hari ini, Senin (1/4), kemudian dilanjutkan pada 2, 4, dan 8 April mendatang.

Dari jumlah tersebut, 97,8 persen siswa dipastikan melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK). Sementara 2,2 persen akan mengikuti UN Kertas dan Pensil (UNKP).

Jutaan pelajar SMA/MA itu masing-masing akan mengikuti UN mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mapel pilihan.

Terdapat tujuh provinsi yang siap menyelenggarakan UNBK

secara penuh atau 100 persen untuk semua jenjang pendidikan baik formal dan nonformal antara lain Provinsi Aceh, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Timur, DI Jogjakarta, dan Bangka Belitung.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno mengatakan, pada tahun ini, terdapat angket yang diberikan pada hari terakhir ujian. Hal itu sebagai upaya untuk menggali informasi non-kognitif, agar diperoleh analisis menyeluruh mengenai faktor-faktor yang memengaruhi capaian siswa.

Hasil analisis angket siswa ini nantinya akan diserahkan kepada berbagai pihak terkait

, khususnya pemerintah daerah. “Setelah kita dapatkan hasilnya, Kemendikbud akan menyerahkan kepada pihak terkait, khususnya pemerintah daerah, agar bisa ditindaklanjuti. Kemendikbud akan membantu memfasilitasi,” ujar Totok melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (1/4).

Ada lima jenis angket yang dapat dikerjakan oleh siswa seusai mengerjakan UN, namun setiap siswa hanya perlu mengerjakan satu jenis angket. Angket tersebut diharapkan akan mampu menjawab banyaknya pertanyaan yang perlu diketahui responsnya dari siswa.

Pertanyaan di dalam angket terkait indikator sosial-ekonomi seperti pekerjaan dan pendidikan orang tua serta kepemilikan barang. Selain itu digali juga persepsi siswa dalam mengenali bakat dan keunggulan diri, serta cita-cita siswa.

 

Sumber :

https://www.codecademy.com/marlindaSoamena