Faedah Iman Kepada Qadha dan Qadar

Faedah Iman Kepada Qadha dan Qadar

Faedah Iman Kepada Qadha dan Qadar

Faedah Iman Kepada Qadha dan Qadar
Faedah Iman Kepada Qadha dan Qadar

Faedah Beriman Kepada Qadha dan Qadhar

Kita beriman kepada qadha dan qadar, menghasilkan faedah yang besar dalam kehidupan kita para mukmin. Allah menciptakan manusia menyukai hidup, menggemari kenikmatannya, selalu berusaha menghasilkan kemanfaatan bagi dirinya, tidak menyukai sakit, sangat berkeluh kesah apabila bencana menimpanya.

Manfaat Bagi Diri Sendiri

Hal-hal di atas merupakan salah satu kekurangan manusia dan mendorongnya membuat kejahatan. Karenanya tidaklah layak bagi orang yang mengobati jiwa manusia, mengabaikan urusan pengobatan dan memperburuk keadaan. Jika tidak, suburlah pada manusia tabiat cinta diri dan mengutamakan diri sendiri dan putuslah hubungannya dengan orang-orang yang ada disekitarnya, apabila dia memperoleh kebajikan, dan timbullah keluh kesahnya dan lemahlah cita-citanya apabila ditimpa bencana.

Jangan Sombong

Orang yang berpendapat bahwa dia berkuasa atas dirinya sendiri, segala kebajikan yang diperolehnya hanyalah karena kepandaian dan kecakapannya, tentulah dia terperdaya, tentulah dia congkak dan angkuh, lalu karenanya putuslah hubungannya dengan masyarakat, tidak lagi bersyukur kepada Tuhannya. Orang yang ditimpa bencana dengan anggapan bahwa hal itu dideritanya, lantara semata-mata kesalahannya, kekeliruannya, mengkin akan terlalu menyesali dirinya, atau menjadi dendam kepada orang-orang di sekitarnya. Dia tidak menemukan sesuatu yang dapat menghibur hatinya, lalu lemahlah azimahnya. Dan kadang-kadang dia beranggapan apabila bencana itu terus menerus menimpanya, bahwa dia tidak mampu menolak bencana, lalu timbullah putus asa, maka dia pun menjadi nekad membunuh diri.

Maka jalan yang paling baik untuk memelihara manusia dari sikap pongah, congkak dan sombong, apabila dia memperoleh kebajikan, dan menghibur hatinya, apabila dia tertimpa kesusahan, ialah iman, bahwa segala apa yang telah terjadi adalah karena demikianlah takdir azali.

Mukmin Harus Percaya

Mukmin yang percaya kepada qadha Allah dan qadar-Nya sangat jauh dari tabiat dengki yang mendorongnya kepada kejahatan, karena dia beranggapan bahwa mendengki manusia terhadap nikmat-nikmat yang diperolehnya, berarti dengaki kepada nikmat Allah; dan dia menyukai bagi orang lain, apa yang dia sukai bagi dirinya sendiri. Dia berusaha mencapai kebahagiaan melalui jalan yang telah digariskan agama. Dia beramal dengan jiwa yang tenang dan berani, serta berpegang kepada Allah sendiri dengan tetap memohon taufiq dan inayah, dia memuji Allah dan mensyukuri-Nya terhadap pemberian Allah kepadanya. Dan jika dia gagal, tidaklah dia berkeluh kesah, tidaklah lemah azimahnya dan tidaklah menyerah kalah kepada kegundahan serta tidak menaruh dendam kepada seseorang pun.

Mukmin yang beriman kepada qadha dan qadar-Nya, bersifat berani, tidak penakut; karena dia beritikad bahwa tidak terjadi kesukaran atau kemudahan, kekayaan atau kepapaan, hidup dan mati, melainkan dengan ketentuan Allah. Orang itu bekerja dengan sebaik-baiknya. Dia tidak takut melainkan kepada Allah. Dan dia tidak mengharap, melainkan rahmat dan keridhaan Allah SWT.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/kumpulan-kultum-ramadhan/