Sebab Dinamai Shalat Tarawih dan Jumlah Rakaatnya

Sebab Dinamai Shalat Tarawih dan Jumlah Rakaatnya

Sebab Dinamai Shalat Tarawih dan Jumlah Rakaatnya

 

Sebab Dinamai Shalat Tarawih dan Jumlah Rakaatnya
Sebab Dinamai Shalat Tarawih dan Jumlah Rakaatnya

Sebab Dinamakan Shalat Tarawih

Shalat malam yang dilaksanakan pada bulan ramadhan itu dinamai dengan shalat tarawih karena shalat
tersebut lama, terdiri dari beberapa raka’at dan setiap selesai melakukan empat raka’at si pelakunya istirahat
dahulu kemudian melanjutkan shalatnya kembali. Itulah sebabnya dia disebut dengan shalat tarawih.

Penjelasan

Ibnu Mandzur dalam lisanul Arab berkata : “tarawih adalah jama’ dari tarwiihah, berasal dari kata
roohah. Sama dengan tasliimah yang berasal dari kata salam. Shalat di bulan ramadhan itu disebut tarawih
karena orang-orang pada istirahat dulu setelah selesai mengerjakan empat rakaat. Ibnu Mandzur selanjutnya
berkata : “Roohah yang berarti istirahat adalah lawan kata dari ta’ab yang berarti letih atau capek. Dalam
sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi Saw. bersabda kepada Bilal : “Istirahatkanlah kami wahai Bilal!”.
Artinya kumandangkanlah adzan shalat, maka aku akan dapat istirahat dengan jalan menunaikannya”. Disini
Nabi Saw. menyatakan bahwa dirinya baru dapat merasa istirahat apabila beliau menunaikan shalat karena
di dalam shalat terdapat munajat (komunikasi rahasia) dengan Allah Swt. Karena itulah dalam sebuah hadits
Nabi kita Saw. bersabda : “Ketenangan hatiku dijadikan pada waktu shalat”.

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Shalat tarawih termasuk shalat sunah mu’akkad (yang dikuatkan) sebagaimana telah ditunjukkan oleh
beberapa hadits yang mulia dan jumlah rakaatnya adalah 20 dengan tanpa witir. Apabila dengan witir, maka
jadilah dia 23 rakaat. Demikian sunnat yang berlaku dan telah disepakati oleh umat islam baik salaf maupun
khalaf sejak zamannya Khalifah Umar bin Khattab ra. hingga zamannya kita sekarang ini.

Dan dalam hal ini tidak ada perbedaan pendapat diantara ahli fiqih imam madzhab yang empat kecuali Imam Malik dalam
riwayat beliau yang kedua dimana beliau berpendapat bahwa shalat tarawih itu adalah 20 rakaat lebih
hingga 36 rakaat sesuai dengan amalan penduduk Madinah. Nafi’ pernah meriwayatkan bahwa Imam Malik
berkata : “Aku mendapatkan orang-orang melakukan shalat tarawih dengan 39 rakaat. Sudah termasuk
diantaranya 3 rakaat shalat witir”. Namun demikian riwayat yang masyhur dari beliau adalah bahwa shalat
tarawih itu 20 rakaat.

Para Ulama

Dan riwayat dari beliau inilah yang disepakati oleh mayoritas umat baik dari
Safi’iyah, Hambaliyah maupun Hanafiyah. Dengan demikian, maka sepakatlah madzhab-madzhab yang
empat bahwa rakaat shalat tarawih itu adalah 20 dan ditambah tiga rakaat witir.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/5-rukun-nikah-dalam-islam-yang-harus-diketahui/