Pengertian Takziah serta adab-adab bertakziah dalam islam

Pengertian Takziah serta adab-adab bertakziah dalam islam

Pengertian Takziah serta adab-adab bertakziah dalam islam

Pengertian Takziah serta adab-adab bertakziah dalam islam
Pengertian Takziah serta adab-adab bertakziah dalam islam

Pengertian Takziah

Takziah menurut bahasa adalah menghibur, sedangkan menurut istilah adalah menghibur kepada keluarga yang ditinggalkan.

Hukum dan Tujuan Takziah

Hukum takziah adalah sunnah. Takziah bertujuan untuk menghibur keluarga yang di tinggalkan agar tabah dan bersabar atas cobaan, di samping itu juga memberikan bantuan moril dan material

Takziah sebaiknya dilakukan sebelum jenazah dimakamkan agar orang-orang yang bertakziah dapat membantu untuk mengurus jenazah seperti memandikan, memgkafani, menyolatkan dan menguburkan.

Adab-adab bertakziah

Adab-adab bertakziah adalah sebagai berikut :
Takziah dilakukan dengan ikhlas untuk mengharapkan rida allah awt.
Berpakaian sopan dan menutup aurat
Bertingkah laku dan berperilaku sopan
Memberi bantuan kepada keluarga jenazah, baik bantuan moril maupun meteril
Memberikan nasihat kepada keluarga jenazah agar tabah, sabar dan meningkatkan iman kepada allah
Mengikuti salat jenazah dan medoakannya agar mendapatkan ampunan dari allah dari segala dosanya
Ikut mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman untuk menyaksikan penguburannya

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam takziah :

Medoakan jenazah agar amal baiknya diterima dan dosanya di ampuni allah
Memberi bantuan baik materi maupun moril
Tidak bercanda atau berkata keras
Tidak mengungkit –ungkit keburukan jenazah
Mengantar jenazah sampai ke tempat pemakaman

Hadits Nabi

“barang siapa yang takziah hingga disalatkan, maka ia mendapat pahala satu qirat, dan barang siapa yang menghadiri sampai kuburkan, maka ia mendapatkan pahala dua qirat “ Ketika rasulullah saw ditanya sahabat apakah dua qirat itu? Beliau menjawab “ laksana dua bukit besar” (HR. Bukhari dan Muslim)”

Sebagai manusia, kita diperintahkan untuk selalu sadar bahwa kematian adalah sebuah kepastian. Apapun kita cari dan usahakan hendakanya jangan melupakan datangnya kematian. Rasulullah saw telah menunjukkan kepada kita bahwa takziah adalah media efektif dalam meringankan beban sesama dan mengingat kematian.

Kita tidak boleh segan meluangkan waktu sejenak untuk bertakjiyah kepada suudara kita. Sumber : http://sentika. Worpress.com

Dalam pandangan rasulullah saw takziah mempunyai nilai dan keutaman tinggi bagi yang melakukannya. Beliau bersabda :

“tidaklah seorang mukmin yang melakukan takziyah atas musibah yang menimpa saudaranya, kecuali allah akan memakaikan untuknya permata kemulian pada hari kiamat (HR. Ibnu majah dan al-baihaqi)

Iman syafi’i mengatakan “ aku mnyukai untuk bertakjiyah kepada keluarga mayit (yang baru ditinggal mati) dengan harapan akan mendapat pahala dari takziah itu dan menghibur merak agar tabah menghadapi musibah.

Dan boleh juga seorang muslim mentakziahi orang beragama lain dan mondoakan (a’zhomullahu ajroka wa akhif anka) kemudian untuk orang yang masih ada hubungan kerabat namun bukan non muslim dan mendoakan (aklfullahu alaika wa la naqs adaduka).

“Dan aku menyukai agar kerabat dekat mayit dan para tentangganya membuat makanan pada siang dan malam hari baik keluarga mayit samampu mereka karena itu merupakan sunnah dan perbuatan baik”.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2018/09/kumpulan-bacaan-sholawat-nabi-muhammad-saw.html