Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga

Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga

Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga

 

Cara Budidaya Tanaman Kubis Bunga

 

PROSPEK & POTENSI KUBIS BUNGA

Kubis bunga merupakan salah satu jenis sayuran yang sudah sangat dikenal dan dimanfaatkan menjadi berbagai macam bentuk sayuran seperti sayur sup dan tumis. Rasanya yang enak setelah diolah menjadi masakan menjadikan kubis bunga sebagai makanan favorit yang banyak dijumpai diberbagai tempat.

Kubis bunga adalah jenis kubis dengan nilai ekonomi tinggi. Kubis bunga masih memberikan peluang usaha yang terbuka lebar seiring dengan derasnya permintaan didalam negri. Meningkatnya permintaan pasokan juga dikarenakan banyak restoran dan hotel yang menghidangkan aneka masakan luar negri berbahan baku kubis bunga

Kubis bunga cara budidayanya mudah dan pemasarannya juga tidak terlalu sulit. Kubis bunga termasuk sayur mewah yang harga jualnya paling tinggi dibandingkan dengan jenis kubis-kubis yang lain. Dalam luasan 1 hektar bisa menghasilkan 7 s/d 10 ton kubis bunga. Jika dibudidayakan sebagai usaha yang berwawasan agribisnis maka hasil panennya berpotensi menghasilkan pendapatan yang tinggi.

MANFAAT & KEGUNAAN KUBIS BUNGA

Kubis bunga mengandung beberapa zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh diantaranya mengandung viatamin dan mineral yang dapat membantu pencernaan dan menetralkan zat asam. Kubis bunga mengandung serat dan tidak mengandung kolesterol sehingga memudahkan buang air besar.

Kubis bunga dapat dipakai sebagai obat-obatan untuk mengatasi penyakit diare, nyeri, encok , gangguan-gangguan pada perut, penyembuh luka, sakit kepala, ketulian, keracunan makanan dan merupakan tanaman yang dapat menyembuhkan luka.

Kubis bunga banyak dimanfaatkan untuk bahan sayur antara lain cap jay , sayur sop dan masakan cina yang lain. Kubis bunga juga dapat dijadikan produk asinan. Limbah yang terbuang dapat dijadikan kompos.
Kubis bunga kaya akan gizi didalam 100 gram kubis bungan mengandung kalori 25 kal, karbohidrat 4,9 gram, lemak 0,2 gram, protein 2,4 gram, kalium 33 mgram, fosfor 72 mgram, besi 1,1 mgram, Vitamin A 90 SI, vitamin B 0,11 mgram, vitamin C 69 m gram dan air 91,7%

SEKILAS BUDIDAYA KUBIS BUNGA

Kubis bunga dapat tumbuh diberbagai jenis tanah mulai dari tanah berpasir hingga tanah berlempung dengan derajat keasaman tanah ( PH ) antara 6 – 6,5. Tanaman ini dapat tumbuh didataran rendah dan dataran tinggi hingga ketinggian 1.200 dpl. Temperatur yang optimal untuk pertumbuhan kubis bunga 15 s/d 20 derajat Celcius.

Kubis bunga banyak jenisnya, yang ditanam didataran tinggi diantaranya Super snowball, super junior, snow cap, early snowball A, white ball, snow drift, erfurt, white mautain,snow ball X, snow ball M, snow ball imperial dan tropical early sedangkan yang ditanam didatara rendah antara lain Fengshan extra early dan farmers. Paling sering ditanam adalah kubis bunga putih dan kubis bunga hijau.

Kubis bunga memerlukan media tanam yang tidak jauh berbeda dengan tanaman lain yaitu tanah yang gembur, mudah menerima dan melepaskan air. Sebelum dibuat bedengan-bedengan penanaman, tanah diolah untuk digemburkan untuk memperbaiki textur tanah. Karena sistim perakaran kubis bunga relatif dangkal maka kedalaman cangkulan tanah kurang lebih hanya 30 cm.

Kubis bunga dapat diperbanyak melalui biji. Untuk mendapatkan kubis yang baik maka biji disemaikan terlebih dahulu hingga dewasa baru dipindah kelapangan. Penanaman dilapangan dilakukan setelah bibit yang disemai berumur 3-4 minggu. Pemindahan bibit dilakukan pada sore atau pagi hari asal tidak terkena terik matahari.

Kubis bunga perlu pemeliharaan yang intensif agar bisa diperoleh hasil yang maksimal. Bibit harus disiram sampai tanaman hidup. Setelah tanaman berumur dua minggu harus dilakukan penyiangan , pendangiran dan pemupukan. Pembentukan calon-calon kubis bunga dimulai setelah tanaman berumur dua bulan sejak tanam.

Kubis bunga memiliki hama yang sangat merugikan diantaranya adalah ulat daun kubis ( Plutella xylostella L ), ulat krop kubis atau ulat besar ( crocidolomia binotalis Zall ), ulat tanah ( agrotis ipsilon Hufn ) , Pieris rapae, ulat jengkal ( chrysodeixis orichalcea L ) dan ulat grayak ( Spodoptera litura F ). Didalam pengendalian hama terpadu penggunaan bahan kimia adalah sebagai senjata pamungkas.

Kubis bunga juga tidak luput dari penyakit dintaranya adalah penyakit busuk lunak ( Erwinia carotovora ),busuk hitam ( xanthomonas campestris ), Akar bengkak ( plasmodiospora brassicae ), bercak daun alternaria ( alternaria sp ), tepung barbulu ( peronospora parasitica ) dan rebah kecambah ( rhizoctonia solani ). Penyakit –penyakit ini bisa dihindari dengan tindakan pencegahan.

Kubis bunga dataran rendah dipanen saat berumur 70 hari setelah tanam dan untuk dataran tingi dipanen setelah umur 90 hari. Pemanenan sebaiknya dilakukan tepat waktu, apabila terlambat warna bunga akan berubah menjadi kuning sehingga menurunkan kualitas. Untuk menghindari perubahan warna 4 hari sebelum panen kubis ditutup dengan daun-daunnya agar terlindung dari terik matahari.

Kubis bunga paling baik dipanen pagi hari untuk mengurangi proses respirasi. Bunga dipetik sebelum kuncupnya mekar dan masih berwarna hijau. Setelah dibersihkan dan disortasi, kubis bunga harus cepat dipasarkan karena proses respirasinya berlangsung sangat cepat . Kubis bunga yang telah dipotong saat pemanenan akan tumbuh kubis bunga baru lagi yang dapat dipanen kemudian.

Kubis bunga memiliki daya tahan sangat rendah setelah panen, kuncupnya cepat membuka dan berkembang, warna bunga cepat berubah dari hijau menjadi kuning. Kubis bunga rata-rata hanya memiliki daya simpan 3 hari, selebihnya batang akan berair dan membusuk. Kubis bunga dapat disimpan hingga 14 hari apabila ditempatkan diruangan bersuhu 00C.

KRITERIA PASOKAN KUBIS BUNGA

Kubis bunga permintaan pasar lokal tidak diperlukan grade yang ketat. Yang paling penting adalah bahwa kubis bunga setelah sampai ditempat penampungan belum berubah warna dari hijau menjadi kuning atau warna putih menjadi kuning dan bunga kubis masih dalam keadaan menguncup belum mengembang.

Kubis bunga permintaan swalayan disortasi terlebih dahulu sesuai grade yang diminta. Kriteria grade berdasarkan mutu kubis bunga hijau dan putih adalah , Mutu I : Mulus, rata, dan kepala bunga bersatu, Mutu II : Tidak busuk, tidak rata, kepala bunga bersatu, Mutu III : Tidak busuk, tidak rata, kepala bunga tidak bersatu sedangkan Mutu IV : Busuk, tidak rata, kepala bunga tidak bersatu

Kubis bunga untuk pemasaran keswalayan dan supermarket dikemas dengan menggunakan film trnsparant / wrap palstik. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kontaminasi akibat sentuhan tangan, benda-benda lain dan pengaruh suhu dari luar.

Kubis bunga yang diangkut untuk tujuan jarak jauh dipacking dengan menggunakan kemasan kotak gabus udang ( poly form ) yang diatasnya diberi taburan es untuk memperlambat berkembangnya kuncup bunga dan berubahnya warna dari hijau maupun putih menjadi kuning.

Sumber : https://carabudidaya.co.id/