Kehumasan Sekolah Harus Manfaatkan IT

Kehumasan Sekolah Harus Manfaatkan IT

Kehumasan Sekolah Harus Manfaatkan IT

 

Kehumasan Sekolah Harus Manfaatkan IT

Focus Group Discussion (FGD)

Sudah saatnya kehumasan sekolah memanfaatkan teknologi informasi untuk mengkomunikasikan program-program sekolah. Hal ini disampaikan oleh Sekertaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Firman Adam saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi Komunikasi: Membangun Citra Pendidikan Jawa Barat di Era Digital”. Acara ini diselenggarakan di Hotel Marbella Suites Bandung, Jalan Dago Pakar, Cimenyan, Bandung, Selasa dan Rabu (5-6/12/2017).Firman menuturkan, dengan memanfaatkan teknologi yang ada, program-program sekolah akan lebih mudah dikomunikasikan kepada stakeholeder.

Zaman 20 tahun lalu

“Zaman 20 tahun lalu dengan saat ini sangat berbeda Mau tidak mau, kini kita harus betul-betul memanfaatkan teknologi. Teknologi yang sekarang berkembang ini jauh  berbeda jika dibandingkan 20 tahun yang lalu,” ujar Firman.

Ia menegaskan tugas kehumasan di sekolah sangatlah penting.  Contohnya saat ada masalah di sekolah, peran kehumasan adalah mengklarifikasi dan menyebarkannya kepada masyarakat.

“Sebenarnya masalah pendidikan itu, bisa diselesaikan oleh sekolah. Tidak akan diakumulasikan masuk ke tingkat nasional dan dipermasalahkan,” ujarnya.

Masalah yang ada di sekolah, kata Firman

Sebenarnya lebih mudah terselesaikan karena stakeholders sekolah terbilang sederhana, yaitu orang tua, siswa dan lingkungan sekitar. Sehingga, jika dikomunikasikan dengan baik, maka  permasalahan tidak akan membesar.Ia merangkum tugas pokok wakil kepala sekolah kehumasan di satuan pendidikan menjadi delapan tugas.

Menyusun rencana kerja dan anggaran

Pertama, menyusun rencana kerja dan anggaran dalam peningkatan mutu bidang kehumasan. Kedua, membangun dukungan dari orang tua peserta didik dan masyarakat. Ketiga, memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga profesi dan kedudukan. Keempat, memfasilitasi pengembangan penyebarluasan dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik. Kelima, menjalin kerjasama dengan masyarakat dan komite sekolah. Keenam, mengelola sistem informasi manajemen yang memadai. Ketujuh adalah menyediakan informasi yang efisien, eketif dan mudah diakses. Dan yang terakhir adalah  melaporkan data informasi yang telah terdokumentasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi.

“Humas itu harus yang paling tahu, bahkan humas sekolah itu dianggap google berjalan. Kalau bertemu masyarakat di jalan dan kalau ditanya masyarakat harus bisa jawab. Jangan ketinggalan informasi dengan kebijakan,” tandas Firman.

 

Artikel Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *